Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
127


__ADS_3

Disebuah cafe Bryan dan Salsa duduk disana seraya menikmati es campur dan beberapa camilan.


Salsa terlihat sangat bahagia lain hal dengan Bryan yang terlihat gugup.


" Tenang aja Kak,dia pasti datang kok " Ucap Salsa menenangkan Bryan.


" Kenapa belum sampe ya Sa,emang rumahnya jauh ?" Tanya Bryan melihat Salsa yang asik makan kentang goreng.


" Katanya sih gak jauh makanya ngajak disini " Jawab Salsa sambil mengunyah.


Bryang mengangguk paham,10 menit kemudian seorang gadis pun sampai.


Gadis berkerudung itu langsung masuk kedalam dan celingak celinguk mencari seseorang.


" Sa sa itu dia " Kata Bryan mengambil piring kentang membuat tangan Salsa mengambang.


" Mana ?" Tanya Salsa dengan wajah mengkrucut.


" Tuh,gih sana ajakin sini " Jawab Bryan menunjuk gadis manis itu dengan bibirnya.


" Kakak aja lah yang panggil,kan Kakak yang mau kenalan " Kata Salsa malas.


" Ck kamu aja " Decak Bryan kesal.


" aku ka...


" Hay " Sapa seseorang memotong perdebatan mereka.


Keduanya menoleh dan tersenyum canggung disertai wajah terkejut


" Hay,ayo sini duduk " kata Salsa menyambut karna Bryan sudah diam.


" Makasih Kak " Jawab gadis itu tersenyum.


Gadis berkerudung itu pun duduk didepan mereka.


" Aku Salsa " Ucap Salsa menyodorkan tangannya.


" Aku Dewi " Jawab gadis itu tersenyum menerima uluran.


" Bryan " Ucap Bryan ramah.


Dewi mengangguk dan menyalami lelaki itu.


" Hm tangannya kasar " Batin Bryan merasai tangan gadis itu saat salaman.


" Maaf ya telat tadi bantuin ibu dulu di kebun " Ucap Dewi malu.


" Kamu berkebun ?" tanya Salsa kaget.


Dewi mengangguk pelan.


" Emangnya Ayah kamu mana ?" tanya Bryan tenang.


" Udah meninggal Kak " Jawab gadis itu ramah.


Bryan dan Salsa saling melihat,Salsa tersenyum mengerti karna dirinya juga tak punya siapa2 lagi.


" Oh iya ayo pesan dulu " ucap Salsa teringat.


Gadis itu mengangguk dan memesan teh manis.


" Kamu udah makan ?" tanya Salsa.


" Belum,tadi gak sempat karna udah telat " Jawab Dewi malu.


" Oh,ya udah sekalian pesan makan siang ya " kata Salsa ramah.


" Iya Kak " jawab Dewi tersenyum


Bryan diam menatap gadis berkerudung itu terlihat apa adanya.


Setelah memesan mereka kembali mengobrol.


" oh iya,kamu udah nikah ?" tanya Salsa kepo.


" Belum Kak " Jawab Dewi.


" Oh syukurlah " Balas Salsa seraya menyenggol kaki Bryan.


" Kerja dimana ?" tanya Bryan mencari topik.

__ADS_1


" Lagi nganggur Kak,cari kerja susah " Jawab Dewi jujur.


" Masa sih ?" Tanya Bryan polos.


Salsa berdecak dan menginjak kaki lelaki itu membuat Bryan terkejut.


" Iya lah susah dia bukan anak bos kayak Kakak !" kata Salsa berdesis.


" hehe iya " Kata Bryan malu.


Salsa mendengus gemas melihat Bryan yang menganggap gampang segala hal karna ia punya kuasa.


" Iya Kak,sekarang pada harus cantik badan bagus dulu yang diutamain,lah saya yang biasa bisa apa " kata Dewi terkekeh.


Bryan mengangguk paham,memang diperusahaan Ayahnya pun semua orang tampil cantik dan menawan.


" Gak papa Dew,bantuin orang tua dirumah juga mulia,rejeki kan gak harus nunggu gajian " Kata Salsa hangat.


" Iya Kak makasih " kata Dewi terharu ada yang memberi suport dirinya.


Bryan tersenyum kecil melihat kedua gadis itu terlihat sama2 nyambung dalam cerita.


Kadang Bryan sangat takjub dengan cara pikir Salsa yang tak pernah merendahkan orang lain,gadis itu selalu bisa membuat suansa nyaman.


Mereka pun mengobrol hangat,dewi bercerita bahwa dirinya punya 3 saudara dan dirinya merupakan anak bungsu.


Menurut pengamatan Salsa,gadis itu termasuk orang yang jujur dan pekerja keras didalam mengurus rumah tangga.


Hampir 2 jam Salsa dan Bryan mengintrogasi Dewi akhirnya gadis itu harus pulang saat ia mendapat telfon dari Kakaknya untuk mengasuh sang keponakan.


Salsa dan Bryan saling melihat dengan pemikiran masing2.


" Gimana,mantep gak dijadiin istri ?" tanya Salsa menggoda.


" hm,kayak nya punya anak banyak seru tuh " Jawab Bryan terkekeh.


Plakkk...


Salsa menampar lengan lelaki itu,Bryan ternyata sudah mikir sangat jauh.


" Walaupn dia pengangguran tapi dia berbakti sama ibu dan keluarganya,emang sih denger cerita dia sedikit sakit hati pas tetangga menghujat dia dibelakang,tapi yah namanya juga idup ada aja yang syirik " Kata Salsa merasa iba.


" Iya,aku gak perduli dia mau kerja atau gak,toh ntar yang harus menafkahi tetap suami bukan istri " balas Bryan.


" Seperti Nenek " Gumam Bryan tersenyum..


Bryan pun mengantar Salsa kembali pulang karna hari hampir sore.


Malam harinya Alexi pulang lembur,jam sudah menunjukkan pukul 10 malam..


Lelaki itu masuk kerumah dengan wajah lelah.


" Sa " Panggil Alexi.


Hening tak ada suara.


" Salsa " Panggil Alexi lagi.


" Iya " Jawab Salsa dari arah dapur.


Keduanya saling melihat dari jarak jauh,Alexi menghela nafas dan duduk disofa.


Salsa balik lagi kedapur membuat minuman hangat untuk lelaki itu.


Tak lama,Salsa pun kembali dengan secangkir teh dan kue bolu yang ia beli bersama Bryan.


" Baru pulang ?" Tanya Salsa duduk disamping Alexi.


" Hm,capek banget " Jawab Alexi lesu.


Salsa menghela nafas menatap wajah lelah mantan suaminya.


" Kamu besok jadi pulang ?" tanya Alexi.


Salsa mengangguk lemah.


Alexi menyenderkan tubuhnya di sofa seraya melihat gadis itu dalam.


" Gak papa kan ?" Tanya Salsa ragu.


" Aku gak ada temen Sa " Jawab Alexi pelan.

__ADS_1


Salsa diam,gadis itu mendekat dan memijit tangan Alexi pelan.


" Aku harus sekolah lagi " Ucap Salsa.


" Gak bisa sekolahnya disini aja ?" tanya Alexi.


Salsa tersenyum menggeleng.


Alexi menjatuhkan dirinya dipaha Salsa,gadis itu kaget tapi Salsa berusaha tenang karna ia tau Alexi sedang manja saat ini.


" Kalo gak ada kamu sepi Sa " Ucap Alexi mendongak..


" Dulu juga gitu kan " Sahut Salsa.


" Sekarang gak lagi Sa " Jawab Alexi.


Lelaki itu mengambil tangan Salsa dan menyatukan keduanya.


Salsa terlihat bingung tapi ia hanya diam tak menjawab.


" Sa,ulang lagi yuk " Ajak Alexi.


" Ulang apa ?" Tanya Salsa semakin bingung.


" Menikah " Jawab Alexi.


Deg...


Salsa tersentak kaget.


" Aku menyesal Sa " Kata Alexi sedih.


Pria itu bangun dan menatap Salsa yang berhadapn dengannya.


" Harusnya aku tidak terburu2 dulu " Ucap Alexi menunduk.


" Aku tau aku salah dan sekarang aku menelan ludah sendiri,aku gak tau perasaan itu datang dari mana,sejak ada kamu disini,aku terjaga Sa " Kata Alexi nanar.


" Lex,ini hanya perasaan sementara " Jawab Salsa tenang.


" Aku tau kamu akan sulit percaya Sa,tapi aku sungguh2,aku merindukan masa kita dulu " Kata Alexi ingin menangis.


" Alexi " Panggil Salsa lembut.


" Jangan tolak aku Sa " Pinta Alexi.


" Aku harus sekolah,dan itu masih panjang Lex " Kata Salsa memberi pengertian.


" Aku bisa menunggu Sa,bahkan 5 tahun kemudian aku akan menunggu " Kata Alexi serius.


" Baiklah,ayo menikah " Jawab Salsa tersenyum.


" Benarkah ?" tanya Alexi semangat.


Salsa mengangguk cepat.


" Yeeeeeee kawiiinnn " Teriak Alexi heboh.


" Lex,lex,bangun Lex " Ucap Salsa menggoyangkan tubuh Alexi yang bergerak tak karuan.


" duh nih anak mimpi apa sih teriak2 " Kata Salsa kesal.


" Alexiiiiiiii " Teriak Salsa menggelegar seraya menggoyankan lengan lelaki itu dengan kuat.


Deg...


Alexi membuka matanya kaget.


" Salsa " Pekik Alexi.


" Mimpi apa sih Lex,kayak orang gila tau gak !" Kata Salsa kesal.


" Hah tadi cuma mimpi ?" tanya Alexi kaget.


" Ck,emang kamu pikir apa hah,pulang kerja bukannya ganti baju cuci kaki malah molor di kursi !" Kata Salsa heran.


" Lah bukannya kita mau menikah ?" Tanya Alexi.


" Nikah sama kamu ?? ih ogah " Kata Salsa merinding.


Alexi menganga mendengar Salsa menolak dirinya mentah2.

__ADS_1


❤❤❤


hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2