Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
299


__ADS_3

Malam harinya,semua keluarga masih berkumpul mereka melakukan makan malam bersama seraya membahas masa depan Histi dan Serkan yang baru akan dimulai.


Hari ini Yuni merasa bahagia karna bisa berkumpul bersama keluarga besar Nisa,wanita itu tak menyangka perempuan yang dulunya sebatang kara kini punya keluarga yang ramai dan sopan.


Winda masih mengikuti acara,Yuni ingin gadis itu tetap berada disamping keluarganya menemani Alexi yang tak terlalu membaur dengan anak cucu Reno.


" Kamu mau makan apa biar aku ambilin " Ucap Alexi berbisik.


" Ikan yang itu " Ucap Winda menunjuk ikan bakar.


Saat ini mereka semua berada disebuah vila pinggir pantai milik Bara.


Rencananya mereka akan menginap disana dan pulang besok.


Alexi mengambil apa yang gadis itu mau karna Alexi tau Winda pasti merasa malu.


Mereka semua duduk lesehan dipinggir pantai,Romi dan Reno serta Aktam dan Bara masih sibuk memanggang berbagai menu seafood sambil makan bersama disana,sedangkan para ibu2 duduk bersama anak2 mereka.


Semua pada sibuk dengan urusan masing2.


" Sayang kamu gak makan ?" tanya Ana kepada suaminya yang bersantai sambil membaca buku di ayunan.


" Belum lapar " Jawab Prito tanpa menoleh.


" Aku suapin ya " Kata Ana membujuk.


" Boleh " jawab Prito tersenyum.


" Aku juga ya Ma " Celetuk Jack yang berbaring dipinggir Papanya.


" Makan sendiri " Jawab Ana ketus.


" Ehh sama anak gak boleh gitu loh,kualat " Kata Jack serius.


" Eh yang harusnya kualat itu kamu bukan Mama !" kata Ana berkacak pinggang.


" Inget loh,yang minta aku hadir disini itu Mama bukan aku " Kata Jack sengit.


Ana terdiam,Prito menghela nafas panjang dan melihat kearah istrinya yang sudah kalah.


" Bisa gak satu hari aja kalian berdua gak berantem ?" Tanya Prito sabar.


" Dia yang mulai duluan " Kata Ana dan Jack bersamaan.


Prito mengembangkan hidung dan bangkit dari ayunan.


" Udah,aku mau makan sendiri aja " kata Prito malas.


" ehh eh kok merajuk Yank " kata Ana kelabakan.


" Hayoo loh Papa merajuk " Kata Jack menakuti.


" Haistt kamu sih cari gara2 sama Mama " Kata Ana kesal.


Jack mengangkat bahu acuh dan berlalu mengejar Papanya.


Ana mendengus kesal dan ikut mengejar Prito.


Prito mendekati mertuanya dengan tampang kusut.


" Kenapa wajah kamu kek tape basi gitu ?" tanya Reno.


" Gak papa Pa " jawab Prito.


" Berkelahi sama Ana ?" Tanya Aktam.


" Gak Bang,Jack yang berdebat sama Mamanya,aku pusing " Jawab Prito jujur.


" Hahahaha " Reno dan Aktam langsung tertawa.

__ADS_1


Prito mendesah lesu dan mengambil udang untuk dibakar.


" Nasib mu Prit,kan abang udah bilang harus banyak stok sabar sama mereka " kata Aktam disela tawanya.


" Akhirnya kamu merasakan apa yang Papa rasakan dulu " Kata Reno terkekeh.


Romi yang mendengar pria itu ikut terkekeh,dirinya juga pernah menjadi korban Ana karna gadis itu memang sangat jahil saat kecil jadi tak heran anak2nya juga ikut menurun.


Prito hanya diam tak membalas,pria itu butuh ketenangan.


" Histi sama Serkan mana ? kok gak keluar ?" tanya Nisa tiba2 mendekat.


" Belum keluar ?" tanya Reno.


" Belum " jawab Nisa.


Para lelaki saling melihat lalu mengulum senyum.


" Kenapa ?" tanya Nisa bingung.


" Gak papa mungkin mereka lagi sibuk Bun " Kata Aktam terkekeh.


Nisa diam,hingga akhirnya otak 40+ mulai bekerja.


" Haistt kalian mah mikirnya udah kesana " Kata Nisa mencubit pinggang Reno.


" Apa ? aku gak mikirin apa2 " kata Reno pura2 polos.


" Haisstt aku tau apa dalam isi kepala kamu " Cibir Nisa berjalan menjauh.


Reno dan the genk langsung tertawa ngakak.


Mereka sudah membayangkan bahwa Histi dan Serkan sibuk mantap2..


Disebuah kamar sepasang kekasih tertidur dengan nyenyak,keduanya terlihat begitu lelah.


Bayangkan saja dari malam kemarin gadis itu tidak tidur,Histi terlalu bersemangat menanti hari pernikahannya yang membuat manik gadis itu sulit terpejam.


Keduanya seperti orang berkelahi,tak ada adegan ciuman atau pun acara pelukan layaknya sepasang pengantin baru.


Histi membelakangi Serkan begitu pun Serkan yang membelakangi Histi.


Bahkan keduanya menggunakan selimut berbeda,Histi yang serakah membuat Serkan harus mengalah.


" Emmmmmmm " Lenguh Histi merentangkan kedua tangannya.


Gadis itu mulai bergerak dengan manik terpejam.


Gadis itu meraba samping dan menemukan sebuah benda berbulu lebat.


" Apa ini " Batin Histi meraba2.


" Aaawwww " Pekik seseorang membuat manik Histi terbuka.


Gadis itu menoleh dan kaget mendapati Serkan menerjang selimut.


" Aduh aduh sakit " Pekik Serkan mengusap kakinya.


" Waduhh " kata Histi kaget.


" Kamu kenapa cabut bulu kaki aku sih ?" tanya Serkan kesal.


" Maaf,aku kira rumput " jawab Histi menelan ludah kasar.


" Rumput apanya,ini bulu kaki aku Histi " Kata Serkan gemas.


" Ya maaf aku gak tau sayang " kata Histi menunduk.


" Haistt " Serkan bangkit mengambil hapenya.

__ADS_1


" Astaga udah jam 10 " kata Serkan melotot.


" Hah jam 10 ?" Tanya Histi ikut melotot.


" Aduh telat nih " kata Serkan langsung bangun berjalan cepat kearah kamar mandi.


Histi juga meloncat dari ranjang mengejar lelaki itu.


Keduanya langsung mencuci muka dan berlari keluar.


Terlihat Jack berjalan sempoyongan masuk kedalam rumah.


" Woi " Panggil Histi.


Jack menoleh dan menatap sipit gadis itu.


" Yang lain mana ?" tanya Histi.


" Udah tidur " Jawab Jack menguap.


" Hah tidur ? bukannya makan malam ?" tanya Histi teringat.


" Siapa yang mau makan semalam ini ?" tanya Jack gemas.


Histi melihat Serkan,lelaki itu langsung berjalan kedepan dan benar saja,Alexi dan Winda sedang menggulung tikar..


" Loh udah selesai ya ?" tanya Serkan.


Winda dan Alexi menoleh menatap pria itu menyelisik.


" Udah,kalian terlambat " Jawab Alexi datar.


" Baru bangun ya Kak ?" tanya Winda melihat penampilan Serkan yang hanya mengenakan kolor dan kaos putih.


" Iya Dek hehe " jawab Serkan menggaruk kepala malu.


Winda mengangguk dan kaget melihat Histi lebih parah.


Gadis itu hanya mengenakan daster lengan pendek se betis dengan rambut acakan.


" Yang lain udah pada balik kamar ?" tanya Histi.


" Iya,pada tidur kecapean " Jawab Alexi.


Histi mengangguk paham dan ngeri2 melihat Serkan.


" Masih ada kok nasi sama lauknya,tapi yang bakar kalian sendiri hehe " kata Winda memberi tau.


" Masih ada sisa ?" tanya Serkan.


" Hm,emang sengaja ditinggal buat pengantin baru katanya " jawab Winda terkekeh.


" Ah kamu bisa aja " kata Histi malu.


Serkan mengangguk paham,pria itu meminta 1 karpet untuk mereka duduk.


Winda dan Alexi pun masuk kedalam rumah membiarkan pasangan baru itu menikmati waktu mereka.


Histi mengambil kotak makanan dan membukanya,terlihat masih tersisa beberapa udang,cumi dan ikan besar yang belum dibakar.


" Aku hidupin apinya dulu " Ucap Serkan mendekati pemanggang.


" Oke sayang " Jawab Histi tersenyum.


Keduanya pun bahu membahu menyiapkan makan malam mereka.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2