
Malam ini suasana sedikit tenang,sepasang suami istri duduk berhadapan menghabiskan makan malamnya.
Yap,Leni menganjak Samuel diner diluar untuk menciptakan moment romantis,tapi sayang harapan Leni terlalu tinggi lantaran suaminya merupakan pria dingin..
" Mau tambah lagi ?" tanya Leni mendongak melihat nasi dipiring Samuel sudah habis.
" Tidak aku kenyang " Jawab Samuel tenang.
" Baiklah " Kata Leni paham.
Samuel mengambil tisu dan mengelap mulutnya dengan hati2.
" Habis ini kita kemana ?" tanya Leni membuka suara lagi.
" Kau pulang saja,aku masih ada urusan " jawab Samuel.
" Urusan apa ?" tanya Leni mengernyit.
" Harus aku memberitahu mu ?" tanya Samuel.
" Ingin menemui wanita itu lagi ?" tanya Leni menebak.
Samuel tersenyum smirk membuat Leni menghela nafas panjang.
" Bisakah malam ini hanya untuk ku?" tanya Leni mengkrucut.
" Kau sudah tau jawabannya " jawab Samuel.
" Ya kau menyakiti hati istri mu " Balas Leni kesal.
" Mau aku mengulang lagi kisah percintaan mu ?" tanya Samuel menyindir.
" Haisttt kau selalu bisa membalas ku dengan kejam " jawab Leni gemas.
Samuel tersenyum kecil,istri lesby nya sangat sensitif jika membahas masa lalu.
" Aku akan pergi sekarang " kata Samuel bangun dari duduknya.
" Bayar dulu makanannya " kata Leni cepat.
" Kau yg menganjak ku kesini,jadi kau yg harus bayar " Kata Samuel mengernyit.
" Kau lupa ? aku ini istri seorang konglemerat terkaya dikota ini,masa iya aku harus membayarnya " Kata Leni gemas.
Samuel memutar mata,lelaki itu mengambil dompet dan berjalan kearah kasir.
" hehehe setidaknya dia tidak meninggalkan ku begitu saja dengan tagihan mahal ini " Gumam Leni terkekeh geli.
Samuel benar2 pergi meninggalkan istrinya seorang diri,Leni yg tak punya teman lagi hanya bisa menghela nafas.
" Huhhh baru kali ini aku merasa diabaikan " Gumam Wanita itu memejamkan mata.
Sedikit sesak didadanya menerima perlakuan Samuel,tapi apa boleh buat ia sudah mencetak masalah dari awal karna menduai lelaki itu..
Diluar,Samuel meninggalkan parkiran resto dengan cepat,tanpa lelaki itu sadari bahwa ada seorang wanita memperhatikan mobilnya.
" Sam mau kemana ?" gumam Wanita itu mengernyit.
" Ma ayo " Ucap seorang lelaki sudah selesai menerima telepon.
Wanita dengan pakaian modis itu pun mengangguk dan masuk kedalam restoran.
Tak disangka,Leni berjalan keluar dan berpapasan dengan orang yg begitu ia kenal.
" Ma,Pa " Ucap Leni kaget.
" Loh kamu disini juga ?" Tanya orang tua Leni terkejut.
__ADS_1
" Iya " Jawab Leni mengangguk.
" Barusan tadi Mama lihat Sam,dia mau kemana ?" tanya Mama Leni bingung.
" Hah em iya tadi dia memang disini tapi...
" Tapi apa ?" tanya Papa Leni memotong.
" Hm anu Pa dia harus kembali kekantor " Jawab Leni mencari alasan.
" Kekantor ? malam2 begini ?" tanya Mama Leni kaget.
" Hm ya Ma,ada berkas yg penting ketinggalan jadi harus cepet2 diambil " Jawab Leni beralibi.
Pasangan tua itu diam memperhatikan gerak gerik anak mereka.
" Terus kamu gimana ?" tanya sang Papa.
" Aku em naik taxi aja Pa " Jawab Leni tersenyum.
" Gak mau dijemput sama Santa ?" tanya Sang Mama.
Deg....
Leni tersentak saat mendengar nama wanita yg mati2an ia lupakan.
" Gak Ma,Santa diluar kota " Jawab Leni asal.
Orang tua Leni mengangguk kecil,wanita itu pun menyuruh Leni agar ikut makan bersama mereka meski Leni menolak dengan alasan Samuel akan marah jika ia tidak pulang tepat waktu.
Disudut lain,seorang lelaki baru saja sampai disebuah rumah.
Terlihat pintu masih terbuka yg menandakan bahwa sang pemilik belum tidur.
Samuel berjalan cepat dan terdiam saat melihat situasi rumah sedikit berantakan dengan banyaknya tumpukan baju.
" Kak Sam " Ucap seseorang mengenali Samuel.
" Hay Don,apa kabar ?" Sapa Samuel hangat.
" Baik Kak " Jawab Doni semangat.
" Bagaimana pemeriksaan kemarin ?" tanya Samuel.
" Sudah baikan Kak,aku bisa mendengar dengan baik tapi dokter meminta ku jangan bermain bola dulu atau hal2 yg beraktifitas lebih " Jawab Doni.
" Oh syukurlah,em kakak mu mana ?" tanya Samuel celingak celinguk.
" Kak Winda udah tidur Kak,kayaknya kelelahan " Jawab Doni terkekeh.
" Benarkah ?" tanya Samuel terkejut.
Doni mengangguk kecil dan berjalan sedikit menjauh.
" Kau mau kemana ?" Tanya Samuel mengekori ramaja itu.
Doni terus berjalan hingga setumpuk pakaian menyambut keduanya.
" Aku harus membilas baju ini " Kata Doni tersenyum.
" Sebanyak ini ?" Tanya Samuel kaget.
Doni mengangguk tersenyum dan mulai mengambil baju yg sudah tergeletak dibak.
" Astaga,ini sangat banyak Don " kata Samuel tak menyangka.
" Iya hari ini sedikit ramai " Jawab Doni mulai bergerak.
__ADS_1
Samuel melihat penampilannya,lelaki yg selalu berpakaian rapi tersebut menelan ludah kasar melihat air dibak mulai dinyalakan.
" Baiklah,aku akan membantu mu malam ini " Gumam Samuel menggulung lengan kemejanya.
" Eh Kakak mau ngapain ?" Tanya Doni kaget melihat Samuel mendekat.
" Kakak akan bantu agar kamu bisa tidur cepat " Jawab Samuel ikut mengambil baju dibak.
" Gak usah Kak,nanti baju Kakak basah " Kata Doni khwatir.
Samuel hanya tersenyum dan mengambil lagi lembaran yg baru.
Doni diam sejenak memperhatikan Samuel yg memang ringan tangan dalam membantu.
Kedua pria itu pun bahu membahu menyelesaikan pekerjaan,dikamar Winda tertidur lelap.
Hari ini wanita itu sangat lelah bekerja,bahkan tadi Winda merasa akan pingsan karna terlalu banyak duduk menyetrika.
Setiap hari rejekinya mengalir dengan pasti,wanita itu begitu bersyukur karna usaha londrynya semakin berkembang.
Hingga tengah malam,Winda terbangun ingin buang air.
Wanita itu keluar kamar menuju dapur,tapi belum masuk Winda dikagetkan dengan seorang pria yg terlihat sibuk sendiri didepan kompornya.
" Sam " Ucap Winda dengan wajah syok.
Pria tersebut menoleh dan ikut terkejut.
" Kau sudah bangun ?" tanya Samuel dengan memegang sebuah sendok.
" Aku haus " Jawab Winda polos.
" Oh haus,em sebentar " Kata Samuel celingak celinguk mencari gelas.
Winda diam memperhatikan,tak lama segelas air pun berpindah tangan.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya Winda heran.
" Aku ingin masak mie " Jawab Samuel kembali sibuk dengan urusannya.
" Memangnya tidak ada kompor dirumah mu ?" tanya Winda gemas.
" Hehe ada,tapi aku sudah kelaparan jika harus pulang kerumah " Jawab Samuel terkekeh.
" Kak " Panggil seseorang dari luar.
Keduanya berbalik badan dan mendapati Doni mendekati mereka.
" Sebentar lagi mie nya masak " Kata Samuel paham.
" Hehe oke " Balas Doni menunjukkan jempolnya.
Winda menganga melihat kedua lelaki itu seolah bersekongkol.
" Boleh aku minta telur ayam mu ?" tanya Samuel menggaruk kepala.
" Hah ya ambil saja " Jawab Winda tersentak.
Samuel tersenyum semangat dan membuka kulkas,tanpa malu lelaki itu mengambil 3 butir telur dan memecahkannya kedalam panci panas.
Winda berjalan menjauh masih dengan wajah tak menyangka.
" Aahhhh enak sekali jika dia menjadi istri ku lagi " Gumam Samuel terkekeh geli.
Doni yg mendengar gumaman mantan iparnya sontak terkejut dengan ucapan Samuel barusan.
" Apa Kak Sam beneran masih suka sama Kak Winda ? jika itu benar bagaimana dengan Kak Restu ?" Batin Doni bingung.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.