
Pagi ini suasana sedikit tentram,Yuni dan Romi terlihat mengobrol asik didapur sambil menemani putri mereka sarapan.
Byanca akan mulai bersekolah,gadis kecil itu terlihat sangat bersemangat menyambut harinya.
" Nanti sampe sekolah aku langsung belajar kan Bu ?" Tanya Byanca sambil mengunyah
" Iya nanti belajar sama Bu Guru,Byan bisa kan ?" Jawab yuni lembut.
" Ya dong kan Byan mau seperti Kak Salsa yang kelu...
" Ehem " Dehem Romi kuat membuat ucapan gadis itu terhenti.
Alexi yang sedang mengunyah berhenti sebentar menatap adiknya yang langsung terdiam.
" Oo ou " Kata Byanca menutup rapat mulutnya.
Alexi melirik Romi,terlihat pria dewasa itu sangat tenang.
Yuni langsung menaruh jari dibibir memberi kode putrinya.
Byanca mengangguk mengerti dan kembali makan.
" Ada apa ?" Tanya Alexi merasa ada sesuatu yang disembunyikan.
" Gak ada apa2 " Jawab Yuni tersenyum.
" Kenapa Byanca menyebut nama dia lagi ?" Tanya Alexi.
" Salsa namanya " Kata Yuni kesal.
" Aku malas menyebut namanya " Jawab Alexi.
Yuni terlihat geram,tapi manik Romi membuat wanita itu hanya bisa menahan.
" Hari ini kamu ikut Ayah keluar kota " Kata Romi tenang.
" Hah " Pekik Alexi terkejut.
" Luar kota ?" Ulang Alexi gugup.
" Ya kenapa ?" tanya Romi.
" Aku ngak bisa Yah " Jawab Alexi.
" Ada apa ?" Tanya Romi menyelisik.
Alexi diam menatap orang tuanya bergantian,hari ini ulang tahun Ayu,pria itu sudah menyewa tempat untuk memberi supries bahkan Alexi sudah menyiapkan kado spesial.
" Kenapa ? gak bisa ?" Tanya Romi lagi.
" Em kenapa harus keluar kota ?" tanya Alexi balik.
" Sebenarnya atasan Ayah menyuruh kamu dipindahkan ke cabang lain karna disana kurang pegawai " Jawab Romi.
" Apa pindah ?" Tanya Alexi terbelalak.
" Ya,resiko bekerja dengan perusahaan memang begitu,siap dipindahkan dimana saja " Jawab Romi.
Yuni diam saja seraya membantu Byanca beres2.
" Tapi aku gak mau Yah " kata Alexi menolak.
" Kamu tidak akan lama,paling cuma seminggu,Papa 3 hari disana nanti kamu pulang sendiri " Balas Romi tenang.
" Bu gimana ini ?" tanya Alexi kepada Yuni.
" Gak papa,cuma 1 minggu kan " Jawab Yuni.
" Tapi ak...
" Kan sekarang kamu udah dewasa Lex,jangan takut " Kata Yuni mengusap kepala anaknya.
__ADS_1
Alexi mendesah lesu,padahal pria itu ingin Yuni menolongnya agar tak jadi pergi tapi perempuan itu malah mengizinkan.
" Ya sudah " Jawab Alexi lesu.
Romi tersenyum melirik istrinya yang juga mengulum senyum kecil.
" Aku harus gimana ini ? kalo aku pergi nanti Ayu gimana ? pasti dia marah sama aku " Batin Alexi bimbang.
Sudah waktunya berangkat,Romi mengantar putrinya sekolah diikuti Alexi.
Gadis itu terlihat sangat manja,membuat Romi begitu menyayanginya.
Tak lama mereka pun sampai,Byanca turun menyalami Romi dan mendapat pelukan serta ciuman hangat dari Ayahnya.
" Byan belajar dulu ya Yah " kata Byanca sopan.
" Iya Sayang,kalo ada yang nakalin kasih tau Ayah ya " kata Romi menjawil pelan hidung putrinya.
" Siap Yah " Jawab Byanca tersenyum.
" Hati2 Byanca " Ucap Alexi melambaikan tangan.
Byanca tersenyum dan menarik celana pria itu lalu mendaratkan ciuman dipipi Alexi saat lelaki itu menunduk.
Byanca langsung melesat pergi.
Saat ingin masuk mobil,seorang perempuan menyapa Romi...
" Paman " Pekik gadis itu lantang.
Romi yang mengenali suara tersebut berbalik badan dan terkejut melihat cucu bosnya berjalan mendekat seraya menggandeng 2 tangan adiknya.
" Hay Paman " Sapa Histi tersenyum.
" Loh kok disini ?" tanya Romi heran.
" Hehe dapat tugas negara " Jawab Histi menunjuk kedua adik kembarnya.
" Halo twins " Jawab Romi hangat.
" Paman ngapain disini ? mau antar anak sekolah ?" Tanya Histi melirik Alexi yang diam menatap wajah kedua adiknya.
" Hah haha,iya tapi bukan dia " Jawab Romi menepuk pundak Alexi.
" Hah aku ?" pekik Alexi syok.
Histi tertawa diikuti kedua adiknya.
" Bukan bukan saya " Kata Alexi formal.
Romi terkekeh mengusap kepala Histi yang selalu melawak.
" Kakak udah telat " Kata Salma melihat jam berby dipergelangan tangannya.
" Oh iya,ya udah sana " kata Histi melepas tangan anak itu.
" Uang jajan aku mana ?" tanya Svarga menadahkan tangan.
" Loh pake uang jajan ya ?" Tanya Histi kaget.
" Iya lah,kan tadi Mama kasih ke Kakak " Jawab Svarga mulai curiga.
" Masa sih ? aduh Kakak taruh dimana ya ?" Tanya Histi sok2 polos.
Romi menggeleng pelan melihat tingkah gadis itu,Romi sangat tau sifat licik Histi.
" Cepetan dong Kak,ini mau masuk ntar aku ngak bisa jajan " Rengek Svarga.
Histi merogoh celananya dan menemukan uang lembar 10 ribu.
"Nah ini dia " kata Histi ceria.
__ADS_1
" Loh bukannya tadi Mama kasih uang merah ya ?" Tanya Salma bingung.
" Iya tadi warnanya merah kenapa sekarang berubah ungu ?" Tanya Svarga ikut bingung.
Romi menghadap lain,sedangkan Alexi diam dengan mulut terbuka merasa heran dengan drama adik kakak didepannya.
" Udah sana,ntar warnanya berubah sendiri " kata Histi mendorong pelan kedua bocah itu.
" Kakak curang !" Kata Svarga kesal.
" Gak ada,emang itu yang dikasih Mama tadi !" kata Histi gemas.
" Masa sih ? apa aku yang salah liat ya ?" Tanya Svarga ragu.
Ting nong ting nong...
Suara bel berbunyi,kedua bocah itu melotot kaget dan langsung berlari masuk kekelas.
Histi melambaikan tangan dengan senyum cerianya.
" Hehe lumayan 80 ribu " Gumam Histi bangga mengipas uang sisa tersebut.
Gadis licik itu sengaja menukar uang pemberian ibunya dengan uang pecahan agar bisa mengelabui kedua adiknya yang masih polos.
" Kamu korupsi ya !" Kata Romi menjitak gemas kepada gadis itu.
" Hehe,abisnya Mama pelit paman,mereka ngak ngapa2in dapat uang banyak,lah aku jadi babu cuma buat bayar kost sama kuliah doang,kan miskin akunya" Curhat Histi penuh drama.
Romi membuka dompetnya dan memberi uang 100 ribu kepada gadis itu.
" Nah ambil beli siomay " kata Romi tersenyum.
" Wah beneran ?" tanya Histi kaget.
" Iya,Paman berangkat dulu ya nanti Kakek kamu galau ngak ada paman dikantor " Kata Romi ramah.
" Hehe iya,kan paman selingkuhannya Kakek " Kata Histi terkekeh.
" Eehhh " Pekik Alexi melotot.
Romi tertawa renyah dan masuk kedalam mobilnya.
Alexi menatap gadis itu penuh peringatan,sungguh pria itu tak menyangka ada perempuan modelan Histi didunia ini.
Gadis itu dengan senyum cerah melambaikan tangannya dibalas lambaian kecil dari Romi.
" Uh alhamdullillah rejeki anak soleh " Gumam Histi bahagia mendapat uang tambahan dari Romi.
" Nah kalo gini kan aku bisa traktirin Dokter beli baso panas biar hatinya meleleh,aaah ngak sabar lagi mau lihat dia marah2 " Gumam gadis itu terkekeh.
Dengan riang gembira,Histi mendekati motor dan pergi menemui targetnya kerumah sakit.
Didalam mobil,Alexi mulai mengajukan pertanyaan kepada Romi yang sibuk menyetir.
" Dia beneran cucu Bos Yah ?" Tanya Alexi tak percaya.
" Iya " Jawab Romi tenang.
" Kok miskin ?" tanya Alexi polos.
Romi terkekeh geli mendengar ucapan anaknya barusan.
" Dia emang gitu,ngaku miskin terus " jawab Romi.
" Kenapa begitu ?" Tanya Alexi bingung.
" Cara dia merendah diri,dia ngak mau menyombongkan diri karna punya keluarga kaya,Histi tinggal terpisah sama orang tuany,gadis itu lebih memilih tinggal dikontrakan kecil biar membaur sama temen2nya " Jawab Romi tenang.
" Kok ada ya gadis bodoh seperti itu,bukannya enak jadi anak orang kaya dengan fasilitas penuh ?" Gumam Alexi heran.
" Mungkin dia capek jadi orang kaya mulu dari lahir makanya gitu " Jawab Romi asal sambil tertawa.
__ADS_1
Alexi terkekeh mengangguk setuju.