
Hari semakin larut,Samuel masih tertidur dalam keadaan gelap gulita tanpa cahaya sedikit pun.
Ceklek....
Pintu kamar terbuka,masuklah seorang wanita dengan tas jinjing celingak celinguk masuk kedalam.
" Kenapa gelap sekali ?" Gumam Wanita itu pelan.
Kaki jenjangnya terus melangkah hingga ia menemukan ranjang yg berada ditengah2 ruangan.
Cetekk...
Lampu kamar pun hidup,nuansa gelap kekuningan terlihat begitu apik.
" Sam " ucap wanita itu terkejut melihat seseorang tidur diatas ranjang.
Leni mendekat dan benar saja itu wajah suaminya.
" Sam " Panggil Leni menepuk pelan pipi Samuel.
Hening...
Tak ada jawaban,Samuel masih tertidur meringkuk diranjang.
Leni meraba kening suaminya dan terkejut merasai tubuh lelaki itu panas.
" Ya ampun apa dia demam ?" Gumam Leni panik.
Leni meraba bagian tubuh Samuel yg lain dan terkejut saat manik lelaki itu terbuka.
" Sam " Panggil Leni mengerjabkan matanya.
Samuel melenguh pelan dan memeluk tangan wanita tersebut.
Leni sontak kaget dan tak jadi bangun melihat tingkah manja lelaki itu.
" Sam kau sakit " Kata Leni canggung.
Samuel tak menjawab dan masih memejamkan mata.
" Kenapa tidak pulang ? bahkan kau tidak melepaskan sepatu kantor mu " Kata Leni melihat Samuel masih utuh seperti pagi tadi.
" Lepaskan " Ucap Samuel lirih.
" Hm mau aku lepaskan ?" Tanya Leni kaget.
Samuel diam lagi.
Leni menelan ludah kasar dan mulai menarik tangannya dengan hati2.
Samuel berbaring telentang dengan kedua tangan mengangkat ke kepala.
Leni mulai turun dan mendekati kaki lelaki itu,dengan hati2 Leni membuka sepatu dan kaos kaki Samuel tanpa jiji.
Samuel membuka pelan maniknya dan melihat Leni dengan samar.
Kepala lelaki itu sangat pusing,mendengar kabar adiknya akan menikah mendadak tadi cukup membuat emosinya meledak karna Samuel merasa belum siap menerima kenyataan,apalagi ia juga trauma dalam pernikahannya sendiri.
" Sam " Panggil Leni.
" Bisakah kau ambilkan air untuk ku ?" Tanya Samuel pelan.
" Ya kau haus ? mau aku sekalian ambilkan makanan ?" Tanya Leni.
" Hm " Jawab Samuel pelan.
" Mau makan disini atau didapur ? aku tidak tau adik mu memasak atau tidak ?" Kata Leni hati2.
" Baiklah aku ikut " Jawab Samuel mencoba bangkit.
Leni membantu memegang punggung Samuel,keduanya begitu dekat bahkan Samuel bisa mencium aroma tubuh Leni yg sangat lembut dan harum.
" Pelan2 saja Sam " Kata Leni ngeri.
__ADS_1
Keduanya berjalan keluar,Leni melihat dapur mertuanya dan mulai merasa was2.
" Duh ada bahan makanan gak ya ?" Batin Leni ngeri.
Leni tidak terbiasa memasak dirumah sang mertua apalagi skil memasaknya masih angka 6,itu pun sering dibuang Samuel karna tak sanggup memakan.
" Kau duduk disini akan aku buatkan em menu seadanya " kata Leni cengengesan.
Samuel mengangguk,lelaki itu duduk dengan tenang disuguhi air putih hangat oleh istrinya.
Leni membuka kulkas dan benar saja tak ada isi disana selain air dingin dan minuman kaleng.
" Duhh masak apa nih ? sayur aja gak ada " Gumam Leni ketar ketir.
Baru kali ini Leni melihat kulkas orang kaya tak ada isinya,bahkan telur ayam pun tak nampak disana.
" Bagaimana ?" tanya Samuel.
" Hm Sam " Jawab Leni cengengesan.
" Pesan makanan online saja " Kata Samuel paham.
" Hehe nanti aku isi kulkas disini " kata Leni menggaruk kepala.
Samuel kembali diam,tak lama datang Tini sambil bernyanyi ria.
" Eh Kak Sam,Kak Leni " Sapa Tini kaget.
" Apa itu ?" Tanya Samuel melihat benda ditangan adiknya.
" Hah ini ?" tanya Tini mengangkat benda tersebut.
" Hm ini mie rebus Kak " jawab Tini polos.
" Serahkan pada dia " Titah Samuel tenanv.
" Hah !" Kata Tini dan Leni kaget.
" Kakak mau ?" Tanya Tini tak menyangka.
" Ta tapi Sam itu untuk Tini " Kata Leni menelan ludah kasar.
" Aku sudah lapar,menunggu online sangat lama " kata Samuel datar.
" Ini Kak,masak saja aku masih ada dikamar " Kata Tini menyerahkan bungkus mie tersebut.
" Ambil satu lagi " Kata Samuel tanpa malu dan ragu.
" Sam " tegur Leni melotot.
" Siap Kak " Jawab Tini semangat.
Gadis itu langsung berlari keluar menuju kamarnya.
Leni masih melongo,adik iparnya sangat ajaib,biasanya seorang adik akan marah2 jika sang Kakak meminta sesuatu apalagi melebih kapasitas,tapi Tini berbeda,Titah Samuel seperti kebahagiaan sendiri olehnya.
" Kenapa kau seperti itu ?" Tanya Leni kepada Samuel.
" Dia tidak marah " Jawab Samuel santai.
" Tapi Sam,itu punya dia,kau tidak harus meminta lebih " Kata Leni gemas.
Samuel tak mengubris,lelaki itu terlihat sangat bodoh amat..
Tak lama kemudian,ipar Leni pun kembali datang dan meminta Leni membuatkan makanan tersebut untuk sang kakak.
Beberapa menit berlalu akhirnya dua bungkus mie instan tersaji diatas meja tanpa toping apapun.
" Kau tidak punya bokong untuk duduk ?" tanya Samuel tenang seraya menyeruput mie dalam mangkuknya.
" Hah " kata Leni terkejut.
Samuel diam lagi.
__ADS_1
" Apa aku boleh duduk disamping mu ?" tanya Leni memainkan jarinya.
" Kau berencana duduk dimana ?" tanya Samuel datar.
" Hm dipangkuan mu boleh ?" Tanya Leni malu2.
Samuel melotot kaget dan langsung mengambil minumnya.
" Hehe bercanda Sam " kata Leni terkekeh geli.
Wanita itu duduk disamping Samuel untuk pertama kalinya atas izin lelaki tersebut.
Hening...
Tak ada suara selain seruputan Samuel yg menggetarkan jiwa.
" Ini makanlah " Kata Samuel menggeser mangkuk nya kehadapan Leni.
" Sisa mu ?" tanya Leni melotot.
Samuel menghabiskan minumnya dan berlalu keluar dapur.
Leni melongo disana melihat sang suami tanpa dosa.
" Jadi aku harus menghabiskan sisa dia makan ?" Tanya Leni tak percaya.
Terlihat dimangkuk ada beberapa potong mie dan kuah yg tak terlalu banyak.
" Uh gak papa lah,yg penting ada kesempatan bisa makan 1 sendok sama dia hehe " kata Leni berjoget riang.
Dengan semangat gadis itu pun menyeruput mie tersebut beserta kuah2nya.
Samuel masuk kekamar dan kembali duduk diatas ranjang.
" Huhhhh " Helaan Nafas terdengar sedikit reda.
Perutnya sudah kenyang,kepalanya pun sudah tak pusing lagi meski masih ada rasa mual.
" Apa aku harus memulainya dengan Leni ? dia tidak buruk juga dari Winda ?" Gumam Samuel mengingat.
" Tapi kenapa hatiku sangat keras,aku tidak tertarik melihatnya " Gumam Samuel lagi.
" Atau apakah aku harus mengakhiri ini dan hidup sendirian ?" Lanjut Samuel lagi.
Pria itu mulai bimbang dengan perasaannya,berada disamping Winda dan berada disamping Leni rasanya sangat berbeda.
Samuel akui masih punya rasa kepada Winda,tapi saat ia melihat Leni,Samuel juga tak tega kepada wanita itu apalagi Leni selalu sabar menghadapi dirinya..
Ceklek
Pintu kamar terbuka,masuklah Leni dengan wajah tenangnya.
Samuel diam memperhatikan gerak gerik wanita tersebut.
" Kau sudah baikan ?" Tanya Leni mendekat.
" Sam kau kenapa ?" Tanya Leni merasa aneh dengan keterdiaman lelaki itu.
" Sam "
" Len "
Ucap mereka bersamaan.
Samuel berjalan dan berdiri menjulang dihadapan perempuan itu.
" Ada apa ?" Tanya Leni mendongak.
Samuel mengangkat dagu Leni dan.....
❤❤❤❤❤
Heloo guyssss,mana nih Vote,like,comentnyaaaaaa
__ADS_1
Di vote dong yg banyak biar author semangat up