
Seorang gadis keluar dari kamar dengan tergesa,semua orang menoleh kearah gadis itu seketika.
" Dia siapa ?" tanya Camelia kaget melihat gadis cantik dengan gaun biru.
" Ayo masuk " Kata Zaiva tersadar dari rasa syoknya.
Lelaki tampan itu masuk kedalam bersama 2 orang lainnya.
" Kenapa kamu gak bilang pacar mu ada disini ?" Tanya Zaiva kepada gadis itu.
" Jacob baru sampai Ma sore tadi " Jawab Helend malu.
" Apa dia akan melamar mu malam ini ?" tanya Zaiva.
" Hm " Jawab Helend mengangguk.
" Astaga,Pa " Kata Zaiva menegur Bara.
" Silahkan duduk " Ucap Bara kepada Jacob dan kedua orang tuanya.
" Dia siapa Serkan ?" Tanya Camelia berbisik.
" Sepertinya itu anak angkat Om Bara " Jawab Serkan pelan.
Camelia melotot kaget,dirinya tak menyangka lelaki tampan didepannya saat ini punya angkat angkat bule yang sangat cantik.
" Dia seperti malaikat " gumam Camelia takjub.
" Maaf saya menganggu kenyamanan Om dan Tante " Ucap Jacob menunduk.
" Tidak,santai saja " Jawab Bara sedikit deg degan .
Jacob tersenyum mengangguk.
" Introducing, I'm John, his father is Jacob and this is Maria's mother (perkenalkan,saya John ayahnya Jacob dan ini ibunya Maria )." Ucap pria berambut pirang menyalami Bara.
" I'm Bara daddy's Helen and this is my wife Zaiva ( Saya Bara daddynya Helen dan ini istri saya Zaiva )" Balas Bara memperkenalkan dirinya dan Zaiva.
" I'm Helen's sister with 2 twin sister ( Saya adik Helend bersama 2 adik kembar )" Ucap Histi memperkenalkan diri juga.
" You so beautiful " Ucap Maria mengusap tangan Histi.
" Thankyou " Jawab Histi tersenyum.
" Aku tidak cantik ?" Tanya Salma menunjuk dirinya.
" You most beautiful " Celetuk Serkan terkekeh.
" Hehe thankyou " Balas Salma malu.
Orang tua Jacob tertawa begitu pun Camelia yang tersenyum melihat wajah cantik gadis mungil itu.
Sebenarnya Camelia sedikit kaget mengetahui Histi punya adik kembar karna dirinya memang tidak tau apapun tentang gadis itu.
" Kedatangan saya kesini berniat melamar Helen Om " ucap Jacob dengan fasih berbahasa.
Zaiva dan Bara saling melihat.
" Kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya ?" tanya Bara gemas.
" Hm saya tidak tau cara melamar itu bagaimana,dan saya melihat di internet seperti ini " Jawab Jacob malu.
" Aku juga tidak tau Dad " Ucap Helen cengengesan.
__ADS_1
" Hadehhh kenapa bisa barengan gini sih " Gumam Bara heran.
" Ma,telefon Bunda " Ucap Bara kepada Zaiva.
" Iya Pa " Jawab Zaiva patuh.
Wanita itu pun berjalan menjauh mengambil hapenya.
Bara merasa tak bisa berpikir,bagaimana tidak kedua anak gadisnya dilamar dengan bersamaan tanpa pemberitahuan apapun bahkan Bara tak menyiapkan makanan untuk menyambut dua keluarga itu.
" Saya ingin menikahi Helen Om " Ucap Jacob serius.
Serkan melirik Histi yang tersenyum kearah saudaranya yang terlihat malu2.
" Kamu tau kan sekarang Helen sebatang kara,dia tak punya siapapun selain kami " Ucap Bara tenang.
" Ya saya sudah tau itu,dan orang tua saya juga menerima Helend apa adanya " jawab Jacob tegas.
" Iya,kami sudah tau latar belakang Helen dan kami tidak perduli itu yang penting anak kami bahagia " Ucap John tegas.
" Iya,Helen gadis yang baik,saya tidak keberatan jika dia menikah dengan anak saya,adik2 Jacob juga menyukai Helen " Lanjut Maria ramah.
Histi menyenggol lengan Helend yang menunduk malu.
Beda hal dengan kedua adik Histi yang menganga bingung tidak tau arti pembicaraan orang bule tersebut.
" Om itu ngomong apa ya,kenapa bahasa nya bikin otak aku ngelag ?" tanya Salim menyenggol Salma.
" Ck kamu nanyain aku,aku mana tau " Jawab Salma gemas.
Serkan mengulum senyum melihat kedua bocah itu berdebat kecil.
" Hmm ya " Jawab Bara menghangat.
Pria itu menoleh ke Helend dan mengusap kepala putri angkatnya yang ia sayang seperti anak sendiri.
" Daddy setuju ?" tanya Helend.
" Jika kamu mau ya Daddy bisa apa ?" Tanya Bara tersenyum.
" Aku mau Daddy,aku juga mencintai Jacob " Jawab Helend bersemu.
" Kau dengar ?" tanya Bara kepada Jacob.
Pria tampan itu mengangguk dengan senyum malu.
" Kakak enak banget sih direstuin gitu aja,lah aku banyak banget peraturannya " Bisik Histi iri kepada gadis itu.
" Aku sudah tua Histi makanya Papa restuin " Kata Helend terkekeh.
" aku juga pengen nikah Kak " Rengek Histi.
" Kan kamu udah dilamar juga barusan " Jawab Helend mengusap kepala gadis itu
" Restunya belum klop,masih harus nunggu jawaban Kakek " Kata Histi mengkrucut.
Helend tersenyum mengangguk.
Sebenarnya kedua gadis itu saling iri2an,Histi iri kepada Helend yang bisa bebas sedangkan Helend iri kepada Histi yang punya keluarga lengkap.
Jacob mengambil sesuatu dari kantong celananya dan memberikan kepada Bara.
Bara membuka kotak itu dan melotot melihat sebuah cincin dan gelang berlian yang sangat cantik.
__ADS_1
" Waw " Gumam Camelia takjub melihat kilauan berlian itu.
Serkan menoleh ke Histi,pria itu merasa malu.
Jacob memberikan Berlian mewah sedangkan dirinya hanya memberikan set emas yang mungkin tak setara dengan Jacob.
Histi menatap berlian itu sesaat dan teringat akan pemberian kekasihnya.
" Hei " Panggil Histi pelan.
Serkan mendongak dan menatap Histi yang sedang mengadukan cincin yang ia beri.
" Ini lebih cantik " Ucap Histi tanpa suara.
Serkan tersenyum getir melihat gadis itu membesarkan hatinya.
Maria memakaikan cincin dan gelang berlian itu di tangan calon mantunya.
Helend merasa sangat malu sekaligus bahagia.
Bara ingin menangis,bayang2 Hena muncul dibenaknya.
Seharusnya wanita itu saat ini menghadiri acara lamaran dadakan sang anak,harusnya Hena yang menemani Helen bukan dirinya..
" Dad " Panggil Helend memegang tangan Bara.
" Ya " Kata Bara serak dan menghapus air matanya cepat.
" Thankyou " Ucap Helen bergetar.
" Ya " Jawab Bara tersenyum lembut.
Helen memeluk lelaki itu erat,Bara benar2 sudah menjadi ayahnya yang begitu pengertian,jika tak ada Bara,Helen tak tau akan jadi apa hidupnya saat ini.
Salma dan Salim saling berpelukan,2 kembar itu merasa terharu melihat Kakak2 mereka bahagia dengan pilhan masing2.
Tak lama,rumah Bara langsung ramai saat kedatangan keluarga besar lelaki itu.
Bahkan Clara dan Rendi hadir disana saat tau cucu mereka dilamar.
Camelia yang melihat keluarga besar calon besannya seketika menciut.
Camelia tak menyangka Histi benar2 anak sultan yang terkenal apalagi ia melihat Ana dan Lulu yang terkenal dengan usaha fashionnya sampai luar negeri.
Bukan hanya kedua perempuan itu saja,Camelia juga dikejutkan dengan kedatangan Prito yang dulu sempat menolong anak kucing masuk ke got akibat tak sengaja ia tendang.
" Serkan kamu yakin mau menikahi Histi ?" Bisik Camelia pucat.
" Iya Ma,aku mau nikah sama Histi " Jawab Serkan tegas.
Camelia mengangguk paham dan menatap satu persatu keluarga konglemerat itu.
Nisa mendekati Camelia dan duduk disamping wanita itu.
" Kau mamanya Serkan ?" tanya Nisa ramah.
" Iya Nyonya " Jawab Camelia menunduk.
" Jangan panggil Nyonya,kita sama saja " Ucap Nisa terkekeh.
Camelia mengangguk dengan senyum getir.
Bukan hanya Camelia,orang tua Jacob juga dibuat syok mengetahui Helend bukan lah anak biasa,gadis malang itu dikelilingi orang2 besar dan punya kuasa apalagi Ayah Jacob sangat mengenal Kakek dan juga paman Helend yaitu Aktam.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.