Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
622


__ADS_3

Nur dibawa pulang oleh Rafael,lelaki dewasa itu tidak mau membiarkan Nur lama2 disana takut cucu tersayangnya terluka,apalagi pagi2 sekali Lutfia sudah menelfon menanyai kabar.


Rafael kini begitu tegas,pria itu sangat takut kehilangan Nur yg sudah ia anggap cucu sendiri.


Diperjalanan,Nur diam seribu bahasa gadis itu menatap jalanan yg sangat ramai lantaran jam kerja.


" Kenapa diam Nak ?" tanya Rafael menoleh sbentar.


" Kek " Panggil Nur menoleh.


" Iya ada apa ?" tanya Rafael.


" Hm Nur mau ketemu Mama sama Papa " Jawab Nur berkaca kaca.


Deg...


Rafael tersentak.


" Nur kangen mereka Kek,Nur kangen adik " Kata Nur ingin menangis.


" Hm tapi Kakek harus bekerja sekarang " Kata Rafael mengalihkan.


" Nur bisa kok Kek pergi sendirian kalo Kakek sibuk,Nur janji gak akan kabur " Kata Nur berkaca kaca.


Deg...


Rafael kembali tersentak,gadis itu terlihat tulus meminta tapi akhir kalimat Rafael merasa tak senang dengan ucapan cucunya.


" Kamu bukan sandera sayang,buat apa kabur " Kata Rafael tenang.


" Nenek bilang aku gak boleh lama2 sama orang lain,aku harus sama kalian setiap saat " Kata Nur polos.


" Iya " Jawab Rafael.


" Jadi kali ini aku mau minta ketemu sama Mama dan Papa,sebentar juga gak papa " kata Nur memelas.


Rafael menghela nafas dan meminggirkan mobilnya.


" Kamu mau ketemu orang tua kamu ?" Tanya Rafael hati2.


" Iya Kek,satu harian aja " Jawab Nur memohon.


" Baiklah,tapi tetep diawasin ya " kata Rafael tersenyum.


Nur mengangguk setuju,dengan berat hati lelaki itu merogoh hapenya di jas dan mencari nama seseorang.


" Temuin saya di taman siang ini " Ucap Rafael tegas.


" Maaf ini siapa ?" tanya seseorang diseberang.


" Papa " Panggil Nur mengenali suara.


Hening....


Rafael melihat Nur yg terlihat sangat semangat.


" Apa itu Papa Kek ?" tanya Nur heboh.


Rafael mengangguk pelan.


" Pa,ini aku Nur,Pa ayo ketemu di taman " Pekik Nur.


" N n nu nur " Sapa seseorang dengan suara bergetar.

__ADS_1


" Jam 10 saya tunggu " Kata Rafael tenang.


" Siap Pak,kami akan datang tepat waktu terima kas..."


" Tut."


Panggilan terputus,Rafael menaruh lagi hapenya didepan stir.


" Yesss ketemu Papa " Ucap Nur girang.


Rafael tersenyum kecil,sudah lama sekali lelaki itu tak melihat Nur seperti menjemput kebebasannya.


Kali ini Rafael mengandalkan belas kasihnya,karna bagaimana pun ikatan anak dan orang tua tak akan pernah putus begitu saja.


Rafael kembali tancap gas mengantar gadis itu pulang kerumahnya untuk bersiap2.


Disebuah rumah sederhana,seorang pria terlihat diam didepan mesin cuci.


Tak terasa air mata Restu menetes setelah mendapat kabar yg begitu membahagiakan.


" Mas " Panggil seorang wanita mengernyit melihat sang suami mematung.


Restu berbalik badan dan menatap istrinya haru.


" Loh kamu kenapa ?" tanya Winda kaget.


Doni yg bersiap2 sekolah ikut kaget dengan wajah iparnya.


" Nur kembali " Jawab Restu pelan.


" Apa !" Pekik Doni syok.


" Apa " Kata Winda tersentak.


" Iya,dia ada dikota ini dan kita akan bertemu dengannya " Jawab Restu terharu.


" Nur " Ucap Winda lirih.


" Doa kita terkabul Win,anak kita kembali " Kata Restu ingin menangis.


Winda menutup wajahnya,wanita itu begitu terkejut mendengar kabar yg sangat membahagiakan.


" Aku gak jadi sekolah Kak,aku mau ketemu Nur " Kata Doni melepas seragam SMA nya.


" Apa !" Pekik Winda tak jadi menangis.


Doni terdiam sejenak dan melanjutkan lagi membuka kancing baju.


" Kita gak tau akan bertemu Nur selamanya apa hari ini aja,aku gak mau kehilangan momet,aku kangen banget sama Nur Kak " kata Doni membujuk.


Restu dan Winda lagi2 terdiam dengan ucapan adik mereka.


" Tadi siapa yg telfon Mas ?" tanya Winda serius.


" Kayaknya Pak Rafael " Jawab Restu yakin.


" Dia bilang mau ketemu dimana ?" Tanya Winda lagi.


" Ditaman yg 10 " Jawab Restu.


Doni dan Winda melihat jam,sudah jam 8 kurang yg artinya mereka punya waktu banyak untuk bersiap2.


" Ya udah,aku beresin dapur kalian urus cucian ya biar cepet " Kata Winda memberi titah.

__ADS_1


" Siap Ndan !" Jawab Restu dan Doni hormat.


Winda terkekeh geli,wanita itu pun berlari cepat kearah dapur menyelesaikan pekerjaannya.


" Ayo Don,kamu tungguin mesinnya selesai giling,Abang yg jemur " Kata Restu kepada sang ipar.


" Oke Bang " Jawab Doni semangat.


Kedua lelaki itu pun bahu membahu memisahkan mana yg kotor dan bersih.


Afdhal yg sedang sarapan terlihat menganga dengan tingkah anggota keluarganya.


" Ayo sayang,kamu juga harus berjemur biar ganteng pas ketemu Kakak " Ajak Restu menggendong anaknya yg berada dalam bak besar.


Afdhal tertawa girang,bocah itu terlihat sangat bahagia ditengah kekacauan.


Didapur,Winda tak bisa menahan rasa bahagianya.


Ibu mana yg tak girang mendengar anak gadisnya kembali apalagi mereka sudah lama tak berjumpa.


Meski tak tau akan jadi apa kedepannya tapi Winda berharap semua akan baik2 saja dan anak mereka tumbuh menjadi gadis yg baik dan berguna.


" Mama akan bikinin kamu makanan yg enak Nak,kita akan bertemu " kata Winda menahan tangis.


" Uh ya Tuhan,ini sangat membahagiakan untuk kami,terima kasih " ucap Winda bersyukur.


Lain hal dirumah Winda,lain lagi dirumah sang mantan.


Samuel dan Leni saling berhadapan dengan menu sederhana didepan mereka.


Yap,sarapan pagi ini hanya disuguhkan dengan roti isi dan susu kopi panas.


Tak ada pembicaraan,tak ada gombalan basi Leni yg membuat Samuel mengkual mendengarnya.


" Aku akan berangkat " Ucap Samuel mengusap bibirnya dengan tisu.


" Iya " jawab Leni datar.


Samuel mengernyit,pria itu diam sejenak melihat raut wajah Leni yg sangat berbeda.


Tak mau banyak bertanya,pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari dapur.


Leni melihat punggung Samuel dan menghela nafas lelah.


" Apa yg harus aku lakukan Sam ? tidak bisakah kau melihat ku dengan hati mu yg lembut itu ?" Gumam Leni sedih.


Hari ini mood wanita itu hancur berantakan,ucapan Rafael tadi melayang2 dikapalanya.


Baru kali ini Leni mendengar mertuanya bicara yg menyakitkan,selama ini yg Leni tau Rafael sangat cuek dan terkesan tak perduli dengan rumah tangga mereka,tapi kedatangan Nur semalam membuat Rafael berbicara.


" Apa aku memang tidak cocok untuk Sam ? jangankan hati Papanya,hati anaknya aja sulit banget buat ditaklukkan " Gumam Leni lesu.


" Sampai kapan aku akan bertahan dengan kondisi ini,apa kesalahan ku begitu fatal ? apa tidak ada kata maaf dari Sam ? aku harus bagaimana sekarang ?" Lanjut Leni berkaca kaca.


Wanita itu sangat galau,hatinya terasa sakit dan sesak.


Leni bingung dengan pernikahannya yg tak kunjung berubah padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin.


" Huh apa aku harus menyerah ?" Tanya Leni kepada diri sendiri.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa vote,Like Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2