
Hari ini Alexi menemani Winda yang ingin membeli sesuatu untuk perpisahannya dengan Kakak tersayang yaitu Serkan.
Winda sebenarnya sangat sedih harus merelakan Serkan yang akan pergi jauh untuk waktu yang lama.
tapi perempuan itu tak bisa menahan lelaki dingin tersebut jika sudah mengambil keputusan.
Mereka tiba disebuah toko jam,Winda ingin membelikan lelaki itu jam baru dengan hasil keringatnya bekerja.
" Kamu yakin ? disini mahal loh " kata Alexi memperingati.
" Semahal apa sih Lex,uang ku banyak " Kata Winda sombong.
" Cihh mentang2 banyak duit lagak mu Neng " Kata Alexi menjapit bibir gadis itu.
Winda terkekeh geli dan menepak tangan Alexi.
" Dah ah hayuk masuk " Ajak Winda menarik tangan Alexi.
Lelaki itu mengangguk,keduanya pun masuk kedalam dan langsung disambut pemilik toko.
" Jam cowok yang keren Mba " ucap Winda kepada seorang wanita disana.
" sebelah sini " ucap wanita itu berjalah kearah etalase.
Winda mengangguk dan mengikuti langkah perempuan itu.
" Silahkan dilihat2 dulu " Ucap perempuan itu tersenyum.
Winda menarik Alexi yang sedang melihat2 juga.
" Lex,menurut kamu mana yang bagus ?" tanya Winda.
" Hah kok aku ? ya harus kamu yang milih " Jawab Alexi.
" aku gak tau selera Kak Serkan " Kata Winda mengkrucut.
" Dia simple gak banyak gaya " Balas Alexi tenang.
" Hitam aja kali ya apa silver ?" tanya Winda.
" Silver boleh,soalnya jam kak Serkan hitam semua " Jawab Alexi.
" Hm biar beda ya " Kata Winda semangat.
" Iya " Jawab Alexi tersenyum.
Gadis itu pun kembali memilih2.
" Yang ini gimana Lex ?" tanya Winda lagi menunjuk sebuah jam mewah didalam kotak bening.
" Keren nih,berapaan ?" tanya Alexi.
Winda membawa kotak itu dan menanyakan kepada pemilik toko.
Alexi kembali melihat2 seraya menunggu.
Tak lama Winda kembali lagi dengan wajah syok
" Kenapa ?" tanya Alexi mengernyit.
" Lex,jual ginjal dimana ya tempatnya ?" tanya Winda.
" Hah buat apa ?" tanya Alexi kaget.
" Beli jam ini,dompet aku gk sanggup " Jawab Winda lesu.
" Ppfftttttttt " Alexi hampir menyembur tawa mendengar pengakuan gadis itu.
" Kan udah aku bilang jam disini mahal " Kata Alexi menghela nafas.
" Kirain gak bakal semahal itu Lex,masa jam segini harus 12 juta,mau umroh kali ya tuh orang " gerutu Winda.
__ADS_1
Alexi mengusap kepala Winda dengan sayang,melihat gadis itu lesu membuat Alexi iba.
" Ya udah,cari yang murah aja " kata Alexi lembut.
" Yang mana murahnya ?" tanya Winda.
" Ayo ikut aku " Ajak Alexi.
" Terus ini ?" tanya Winda menunjuk jam ditangannya.
" Ya lepas lah,kalo kamu bawa itu keluar kita berujung dibui " Jawab Alexi gemas.
" Hehe jangan dong Lex " Balas Winda mencubit lengan Alexi.
Pria itu tertawa dan melepas tangan Winda untuk menaruh jam mahal itu lagi.
Keduanya keluar toko,Alexi menggandeng Winda kesebuah toko lain yang lebih merakyat.
" Disini ?" Tanya Winda.
" Hm,ayo masuk " Jawab Alexi
" Kamu sering belanja disini ?" tanya Winda.
" Belum cuma dulu pernah nemenin Ayu kesini " Jawab Alexi.
" Ayu mantan kamu ?" Tanya Winda.
" Hm " jawab Alexi mengakui.
Winda terkekeh geli dan mendapat jitakan dari Alexi.
Gadis itu mengkrucut dan mengejar Alexi yang masuk kedalam.
" Wah disini juga bagus2 ya Lex " Ucap Winda girang.
" Iya,dah sana pilih habis itu kita kepantai " Jawab Alexi.
Alexi tersenyum,gadis itu pun mulai memilih lagi dan benar ternyata harganya lebih murah meski barang Kw.
Beberapa menit kemudian,Winda keluar dengan kantong kecil berisi jam pilihannya.
" Berapa ?" tanya Alexi.
" 1 juta Lex " Jawab Winda.
" Kok masih mahal ?" tanya Alexi kaget.
" Ada yang lebih murah,tapi aku gak suka modelnya " Jawab Winda.
" Kamu harus irit loh jangan boros2 " Tegur Alexi.
" Iya,kan sekali doang buat Kak Serkan "Balas Winda malu.
Alexi mengangguk,keduanya berjalan keluar hingga seorang gadis tak sengaja menabrak Winda yang tak sempat mengelak.
Braaak..
" aduh " Ringis Winda mengusap bahunya yang mendapat hantaman tubuh gadis itu.
" Win kamu gak papa ?" tanya Alexi memegang bahu Winda.
" Eh lo kalo jalan pake mata dong " Ucap seorang gadis berdiri mengambil hapenya dilantai.
" Kan kamu yang nabrak " Balas Winda bingung.
" Kok lo nyalahin gue,lo gak liat apa gue sampe jatoh tadi !" Bentak gadis itu garang.
" eh Mba,harusnya Mba itu minta maaf bukan marahin orang !" Sahut Alexi geram.
" Kenapa harus gue,cewek lo tuh yang buta gak bisa lihat jalan !" Balas gadis itu sengit.
__ADS_1
" Udah Lex,gak usah diladenin " Ucap Winda menarik tubuh Alexi.
" Gak tau malu banget nih cewek,mana nih cctv biar mata lo jelas lihat siapa yang salah dan tidak " kata Alexi gemas.
Gadis itu terlihat kesal hingga maniknya melihat seorang pria berjalan kearah mereka.
" Ada apa sayang ?" tanya Lelaki itu memegang bahu si gadis.
" Nih pasangan norak,dia nabrak aku tapi gak mau tanggung jawab " Adu gadis itu kepada pacarnya.
Pria tersebut melihat kearah Alexi dan Winda,Winda yang mengenali lelaki itu seketika terdiam,lelaki itu pun melakukan hal yang sama.
" Gadis ini lagi " Gumam Samuel pelan.
" Kamu kenal dia ?" Tanya Pacar Samuel bernama Naya.
" Gak " jawab Samuel tegas.
Winda diam meremas baju belakang Alexi.
" Eh Bung,pacar lo yang salah,tadi kita jalan tenang dia tiba2 nabrak kita sambil main hape " Kata Alexi masih kesal.
" Maaf " Ucap lelaki itu tenang.
" Kok kamu minta maaf sih sayang,mereka yang salah loh !" Kata Naya menampar lengan Samuel.
" Udah gak papa,ini tempat ramai malu dilihat orang " Kata Samuel tenang.
" Ih kamu mah gak belain aku " kata Naya bersedekap dada.
" Ayo Win " Ajak Alexi menggandeng tangan Winda.
" Hm " Jawab Winda mengangguk.
Samuel menatap Winda dalam gadis itu hanya menunduk,keduanya pun berjalan menjauh.
" Awas aja tuh cewek,gue bejek2 ntar " Gerutu Naya kesal.
" Udah ayo " Ajak Samuel menarik tangan pacarnya menjauh.
Sejalan2 Winda banyak diam,ntah mengapa bertemu dengan lelaki itu lagi membuat hatinya sakit.
Saat bertemu dengan Samuel pasti mood Winda langsung hancur berantakan.
" Win kamu gak papa ?" tanya Alexi meraba Winda saat berkendara.
" Hm " Jawab Winda menarik nafas panjang.
" Gak usah dipikirin,cewek itu sombong gak pantes kamu ladenin " kata Alexi menenangkan.
" Lex " Panggil Winda mendekat.
" Iya kenapa ?" tanya Alexi menoleh sebentar.
Perlahan tangan Winda melingkar diperut Alexi,lelaki itu sedikit tersentak tapi berusaha tenang.
" Aku boleh peluk ?" tanya Winda.
" Kan ini udah kamu lakuin " Jawab Alexi terkekeh.
Winda ikut terkekeh dan mengeratkan pelukannya.
" Jangan sedih,aku bakal selalu ada buat kamu,aku janji " Ucap Alexi serius.
" Makasih Lex " balas Winda menitikkan air mata.
Keduanya kembali tenang menuju pantai mumpung belum terlalu sore.
Alexi tau saat ini Winda kehilangan mood baiknya, maka dari itu Alexi sebagai sahabat sekaligus saudara ingin membuat gadis imut itu selalu ceria.
❤❤❤❤
__ADS_1
Guyssssss mana nih dukungan kalian,Vote nya banyakin donggh biar author semangat update.