Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
202


__ADS_3

Perempuan didepan Serkan izin kekamar mandi,Adiva itu berjalan cepat karna tak tahan lagi ingin buañg air.


Setelah selesai,perempuan itu keluar dan berpapasan dengan Histi didepan kaca sedang merapikan bajunya.


" Loh Put,kamu disini " Kata Adiva menegur.


Histi berbalik dan tersenyum canggung.


" Iya Dok " jawab Histi mengangguk.


" Bearti kamu lihat dong ada Dokter Serkan juga " kata Adiva semangat.


" Hm " Jawab Histi.


" Ayo gabung,udah lama juga gak ketemu kan " Kata perempuan itu ramah.


Histi menggeleng lemah.


Ia merasa tak akan sanggup berhadapan dengan Serkan secara langsung karna hatinya begitu rapuh jika sudah melihat lelaki itu.


" Kenapa ? kamu takut di marahi ?" tanya Adiva.


Histi kembali menggeleng.


" Gak papa Put,Dokter Serkan baik kok dia murah senyum tau,gak sejahat yang orang2 kira " kata Adiva menepuk bahu Histi.


" Apa perempuan ini merasakan juga apa yang aku rasa ?" Batin Histi kembali lesu.


" Ayo Put " kata Adiva menarik tangan Histi.


Gadis itu diseret paksa,karna tak enak hati kepada Adiva jadilah Histi menurut.


Terlihat dari kejauhan punggung tegak seorang lelaki sudah membuat tubuh Histi melemas.


Pesona lelaki itu benar2 membuat akal sehatnya menghilang.


Langkah demi langkah ia daratkan,hingga kini tepat berada didepan lelaki yang sedang menunduk dengan ponselnya tersebut.


" Serkan coba lihat ini siapa " Tegur Diva memegang tangan Serkan.


Lelaki itu mendongak dan terdiam melihat gadis yang mengacaukan dirinya beberapa saat yang làlu kini berdiri didepan dengan wajah tertunduk.


" Hay " Sapa Serkan tenang.


" Apa kabar Put ?" tanya Serkan tersenyum.


Histi mendongak,manik gadis itu berkaca kaca melihat wajah Serkan tanpa dosa melihatnya.


" Put " Tegur Adiva bingung Histi malah diam.


" Hah iya,baik Dok " Jawab Histi tersenyum canggung.


" Ayo duduk Put " Ajak Adiva ramah.


" hah em gak usah Dok,nanti saya gangguin kencan kalian hehe " Kata Histi cengengesan.


Serkan diam menatap wajah gadis itu datar.


" Hehe gak kok Put biasa aja " Jawab Adiva malu2.


" Apa mereka beneran pacaran ?" Batin Histi menelan ludah kasar.


" Kak " Pekik seorang gadis dari belakang.


Histi menoleh dan mendapati Angel mendekat kearah mereka.


" Huh aku kirain Kakak hilang dimakan closet,taunya disini " Gerutu Angel.


Adiva tersenyum,sedangkan Histi menginjak kaki Angel kesal dengan ucapan asal gadis itu.


" Aduhh sakit " ringis Angel berjongkok.

__ADS_1


" Kamu gak papa ?" tanya Serkan ikut berjongkok melihat keadaan gadis itu.


" Gak papa Bang hehe " Kata Angel malu.


Angel kembali berdiri menatap kesal kakak sepupunya


" Ayo balik,kekasih hati mu tuh dah khawatir,ntar dicomot Azura,nanges " Ajak Angel.


Deg...


Histi langsung melihat wajah Serkan tapi naas lelaki itu memasang wajah sangat tenang,hingga membuat Histi ingin menangis kesal karna Serkan seperti tak punya perasaan apapun kepadanya.


" Wah kamu punya pacar Put ?" tanya Adiva kaget.


" iya Mba,tuh cowok ganteng di tengah sana " Jawab Angel tersenyum.


Histi membekap mulut gadis bocor itu dan membawànya pergi dari sana.


Adiva tertawa renyah merasa lucu dengan tingkah bar2 Angel.


" temannya Putri kocak ya " Kata Adiva disela tawanya.


" Iya " Jawab Serkan tersenyum kecil


" Aku kira Putri jomblo karna aku dengar gadis itu suka banget gombalin dokter2 muda tua dirumah sakit " Kata Adiva terkekeh.


" Dia cuma bercanda aja " kata Serkan datar.


" Hm,mungkin tapi cowoknya Putri ganteng loh Kan,tuh lihat lembut juga kelihatannya " Kata Adiva teŕharu melihat Histi dielus2 oleh Bryan.


Serkan tak menjawab pria itu terlihat cuek saja.


Awalnya Serkan tak ingin pergi kemana pun tapi karna Adiva sedang galau dirumah dan meminta bantuan lelaki itu jadilah Serkan bersedia.


Ditempat Histi,gadis itu banyak diam.


Biasanya Histi akan ikut ramai jika sudah berkumpul bersama 2 keong racun penghuni rumah besar Kakeknya tapi kini Histi menjadi pendiam karna hatinya sedang sakit dan bimbang.


" Kamu gak papa ?" Tanya Bryan merangkul pundak Histi.


" Benarkah ? kamu sakit ?" tanya Bryan panik.


" Mungkin masuk angin " Jawab Histi asal.


" Masa sih Kak ? padahl tadi oke2 aja " Kata Angel tak percaya


" Ya sakit mana bisa ditebak Angel " Tegur Azura.


" Iya iya " jawab Angel mengkrucut.


Bryan yang melihat tingkah Histi mulai tak karuan memilih pulang saja mengantar gadis itu.


Azura dan Angel diambil supir sedangkan Histi akan pulang bersama Bryan.


Sebenarnya gadis itu ingin menolak tapi tak enak hati kepada Bryan yang memintanya pulang bersama apalagi mereka akan kerumah Adelard dulu mengambil oleh2.


Didalam mobil,Histi duduk tenang tanpa suara.


Bryan mulai mengeluarkan mobil mahal Papanya dari parkiran.


Keduanya sama2 diam,Bryan sesekali melirik sang kekasih yang banyak melihat keluar.


" Sayang ada apa ?" tanya Bryan menyentuh tangan Histi.


" Hm gak papa " Jawab Histi tersntak.


" Kamu marah sama aku ?" Tanya Bryan.


" Gak,marah kenapa ?" tanya Histi balik.


" ya siapa tau aja marah,aku lihat kamu banyak diam " Jawab Bryan.

__ADS_1


" Lagi gak enak badan aja " Jawab Histi canggung.


Bryan mengangguk.


Keduanya kembali diam hingga mereka memasuki sebuah rumah berpagar tinggi.


Bryan menganjak Histi masuk,saat sampai didalam terlihat rumah besar itu sepi.


" Papa sama Mama kamu mana ?" tanya Histi heran.


" Lagi keluar kota " Jawab Bryan sambil memasuki sebuah kamar.


Histi mengangguk dan duduk di sofa panjang rumah mewah itu.


Lama Histi terdiam hingga dari arah belakang tiba2 Bryan menaruh kepala dibahu gadis itu.


" Bryan " Gumam Histi kaget.


Histi berdiri berbalik badan,Bryan mendekat dan memeluk perempuan itu dari depan.


" Aku sangat merindukan mu Histi " Ucap Bryan sedikit berbisik.


Deg...


Histi merasa ada gelayar aneh dari dirinya.


" Kamu tak merindukan aku ?" Tanya Bryan


" kan tadi aku dah bilang " Jawab Histi menjauhkan tubuh lelaki itu.


Bryan menaruh tangannya dipinggang Histi membuat nafas Histi tercekat.


" Aku merasa kau menjahui ku " Kata Bryan menghela nafas.


" Kenapa berpikir begitu ?" Tanya Histi.


" Ntah lah,kau sudah jarang membalas pesan ku " Jawab Bryan.


" Aku sedang sibuk dengan kuliah " jawab Histi canggung.


" Ya aku tau,aku juga sebenarnya sangat sibuk tapi aku berusaha sebisa mungkin memberi kabar " Balas Bryan.


Histi terdiam,lelaki itu menaruh keningnya di kening sang gadis.


Keduanya saling melihat dengan jarak yang sangat dekat.


" Kau tau tentang kita bukan ?" tanya Bryan.


" Tentang apa ?" tanya Histi berusaha tenang.


" Daddy meminta ku segera meminang mu " Jawab Bryan.


Deg...


Histi tersentak kaget dengan wajah melotot.


" Kenapa terkejut ? bukankah itu yang kau tunggu dari kecil ?" tanya Bryan lembut.


Histi menelan ludahkasar,gadis itu dulu memang ngebet ingin menikah dengan Bryan bahkan baru lulus SD gadis itu sudah minta dikawinkan membuat Bara sakit kepala akut.


Tapi kini rasa itu ĺenyap dengan sendirinya.


" Bryan " Ucap Histi mencoba menjauh tapi Bryan semakin dekat.


" Aku merindukannya " bisik Bryan mengelus bibir Histi dengan manik penuh kabut.


Jantung Histi berdetak kencang,keduanya jatuh disofa dengan Histi hampir terbaring.


" Jangan Bryan " kata Histi menahan dada lelaki itu.


" Kau milik ku Histi " Ucap Bryan menatap gadis itu dalam dengan nafas memburu.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2