Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
159


__ADS_3

Setelah pembicaraan selesai,Serkan pamit undur diri membawa Histi pergi dari sana.


Dijalan lelaki itu banyak diam,terlihat Serkan begitu dingin membuat Histi takut untuk menegur.


Keduanya sama2 diam,Histi tak berani bersuara,sesengklek2nya Histi ia akan menciut jika Serkan memasang tampang datar dan dingin.


Ciiiitttttttt....


Suara mobil berhenti terdengar nyaring.


Brugh.....


Histi yang tak siap langsung menghempas dasbor mobil karna dirinya lupa memakai sabuk pengaman.


" Aduhh " Ringis Histi pelan.


" Kamu gak papa ?" tanya Serkan seketika panik.


" Hm gak papa " jawab Histi takut.


" Maaf aku tidak sengaja " kata Serkan merasa bersalah.


" Iya " Jawab Histi pucat.


Serkan mengusap kening Histi yang terlihat kemerahan,lelaki itu benar2 merasa tak enak.


" Gak papa,kita pulang aja ya badan aku udah lengket " Kata Histi mulai tak karuan.


" Kita ke apartemen dulu " Ujar Serkan kembali duduk ditempatnya seraya mengusap wajah kasar.


" Mau ngapain ?" tanya Histi ngeri.


" Ambil obat buat Alexi " Jawab Serkan berusaha tenang.


" Tidur dirumah Ayah lagi ?" tanya Histi pelan.


Serkan mengangguk lemah.


" Aku harus standby karna mata Alexi harus diobati " Jawab Serkan.


Histi mengangguk paham,mereka pun kembali melaju.


Meski kening Histi terasa sakit tapi gadis itu tak mau mengeluh apalagi ngomel2 karna ia tau mood Serkan sedang berantakan habis berdebat dengan Camelia.


Histi merasa tak enak kepada Mama pria itu,tapi ia juga tak terima jika kekasihnya dijodohkan dengan gadis lain.


Serkan sudah memilih Histi dan Histi pun sudah memilih Serkan,keduanya sama2 kuat untuk bertahan.


Sesampainya diapartemen,Serkan menarik tangan Histi kekamarnya.


Gadis itu sangat terkejut dengan perlakuan aneh lelaki itu.


" Ka kamu mau ngapain ?" tanya Histi deg degan.


Serkan mendekat dan mendudukan Histi diranjang.


" D dok " kata Histi menelan ludah kasar.


Serkan ikut duduk dan berbaring dipaha gadis itu.


Histi yang tak siap sontak kembali kaget.


" Seperti ini sebentar,aku ingin menenangkan diri " Ucap Serkan pelan.


Histi diam tak membalas.


Lelaki itu meringkuk mencium perut Histi manja.


Histi merasa geli tapi gadis itu berusaha tenang agar tak memancing gairah Serkan.


" Aku capek Histi " Ucap Serkan menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Capek kenapa ?" tanya Histi memainkan rambut Serkan.


" Ntah lah,bertahun2 aku merasa hidup terkekang " Ujar Serkan sedih.


" Hah kenapa ?" tanya Histi syok.


" Aku selalu menuruti keinginan mereka,Ayah,Mama,aku merasa tak punya hak atas diri ku " Jawab Serkan.


" Karna kau menyayangi mereka " Kata Histi tersenyum.


" Hm,aku bersyukur sekarang Ibu dan Mama sudah baikan,dulu hidup ku terasa berada dineraka saat harus memilih antara Mama dan Ibu " kata Serkan mengenang masa lalu.


" Ayah selalu membela Ibu dan seolah memusuhi Mama,sedangkan aku sebagai anak bingung harus berpihak kemana,Mama sendirian,hanya aku yang dia punya "


" Kau berharga untuk mereka makanya sampe rebutan " Kata Histi terkekeh.


" Aku pikir itu sebuah kecelakaan karna dulu aku sempat ditolak oleh Ayah,bahkan tak diakui " kata Serkan menghela nafas.


" Sayang jangan begitu " kata Histi sedih mendengar curhatan kekasihnya.


" Aku anak haram Histi,Ayah dan Mama tidak menikah " Kata Serkan nanar.


" Heiii gak boleh ngomong gitu,gak ada namanya anak haram,semua anak itu mulia,itu kesalahan orang tua bukan kamu " Kata Histi mengusap lembut wajah Serkan.


Serkan kembali menyembunyikan wajahnya di perut Histi,lelaki itu saat ini benar2 butuh pendengar dan tempat ternyaman untuk bercerita.


" Aku tidak perduli kau lahir dari mana,aku sudah memilih mu dan selamanya akan begitu " Ucap Histi tegas.


" Kau sedang menggombali ku ?" tanya Serkan terkekeh.


" Tidak,aku serius " Jawab Histi mencubit gemas.


" Ayo peluk aku " Pinta Serkan.


" Kau sangat manja " Kata Histi terkekeh.


" Hm,aku kurang pelukan,dulu ibu sering memeluk ku jika aku bersedih,tapi saat aku dewasa Ayah tak mengizinkan aku memeluk ibu lagi karna ia takut kalah saing " Kata Serkan mengkrucut.


" Aku tidak berpikir untuk menyukai ibu ku sendiri walaupun dia cantik " Kata Serkan terkekeh.


" Hm,karna kau sudah punya aku " Lanjut Histi tertawa.


" Hahaha percaya diri sekali anda nona " Kata Serkan mencubit pipi Histi.


Gadis itu ikut tertawa.


Keduanya kembali mengobrol,Histi mencoba mengeluarkan jurus melawaknya untuk membuat Serkan happy lagi.


Hingga malam menjelang,Histi masih berada diapartemen.


Gadis itu mandi disana dan berganti pakaian dengan baju dan celana Serkan yang sudah kekecilan.


" Aku akan pulang Ma tenang saja " Ucap Histi saat menerima panggilan dari Zaiva.


" Jangan aneh2 kamu " Kata Zaiva ngeri.


" ck aneh apanya sih,kita gak ngapain2 kok cuma tiduran " Kata Histi menggoda.


" Apa tiduran !" Teriak Zaiva syok.


" Hahahha " Histi langsung tertawa ngakak mendengar teriakan ibunya.


" Bercanda Mama yaelah,gitu aja ngegas " Kata Histi disela tawanya.


" Awas aja kalo terjadi sesuatu sama kamu,Mama tuntut Serkan !" Ancam Zaiva tajam.


Serkan yang sedang masak di kompor langsung kaget mendengar Zaiva akan menuntutnya.


" Iya iya serem amat sih Ma,ngalahin Onty Ana aja " Kata Histi heran.


" Biarin " kata Zaiva ketus.

__ADS_1


" Ya udah,sekarang aku mau makan dulu,pacar aku udah masak spesial " kata Histi sombong.


" Cih paling indomie " Cibir Zaiva.


" Loh kok Mama tau ?" tanya Histi kaget.


" Beneran makan indomie ?" tanya Zaiva ikut kaget.


" Iya pake telur hehe " Jawab Hsiti cengengesan.


" Astagaaaa " Ucap Zaiva tak percaya.


Histi terkekeh geli,panggilan pun terputus sepihak.


Histi menaruh hapenya dimeja dan mendekati Serkan yang sedang membuang air rebusan.


" Udah ?" tanya Serkan menoleh.


" Hm " Jawab Histi tersenyum.


" Habis ini aku antar pulang " Ujar Serkan.


" Pengennya gak mau,tapi kalo gak pulang ntar KK aku diluar urutan " Kta Histi ngeri.


Serkan tertawa mengangguk,mereka berdua pun menyiapkan makan malam seadanya.


Sifat Histi yang tak banyak keinginan inilah yang Serkan sukai dari gadis sengklek itu,Histi bisa menerima Serkan baik buruknya meski gadis itu juga sering mendumel tapi Histi masih memilih setia walaupun cucu sultan itu bisa memilih bersanding dengan pria yang jauh lebih baik.


Ditempat lain,seorang pria duduk diteras menunggu adik dan ayahnya pulang.


Alexi mulai merasa bosan,setiap hari tak ada yang bisa ia lakukan,pria itu tak bekerja bahkan Alexi sudah jarang menyentuh hapenya jika Ayu tidak menelfon.


Suara mobil terdengar masuk pekarangan,Alexi berdiri dan tersenyum mendengar pekikan gadis yang ia kenal.


" Kakak " Pekik Byanca melambaikan tangan.


Alexi tersenyum meski tak melihat sang adik tapi dari suara Byanca,Alexi tau adiknya sangat bahagia.


Byanca turun dari mobil dan memeluk Alexi.


" Kak,aku dapat juara 2 " Kata Byanca heboh.


" Wah beneran ?" tanya Alexi kaget.


" Iya ustadzah bilang,aku harus giat lagi kalo mau juara 1 " Jawab Byanca tersenyum.


" Waaah pinter banget adik Kakak " kata Alexi meraba wajah adiknya.


" hehe iya dong,ntar malam mau aku aduin sama Kak Salsa soalnya dia bilang mau kasih aku hadiah kalo aku pinter ngaji " Kata Byanca tersenyum cerah.


" Salsa ?" Gumam Alexi kaget.


Deg...


Romi yang mendengar langsung terkejut.


" Aduhh kecoplosan " Kata Byanca kecil.


Romi memberi isyarat kepada putrinya,Byanca langsung menutup mulut mengangguk paham.


" Ayah " panggil Alexi tau bahwa Romi disebelah.


" Ya " Jawab Romi tenang.


" Apa Salsa sering telfon ?" tanya Alexi nanar.


Romi diam menatap wajah putranya yang ingin mengetahui segala hal.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2