
Makan siang diwarnai dengan wajah kecut Serkan,bagaimana tidak pesanan yang ia inginkan tak sama dengan apa yang tersaji dimeja makan.
" Maaf sayang,aku gagal " Ucap Histi mengkrucut sedih berdiri disamping lelaki itu.
" Ikan aku mana ?" tanya Serkan menoleh.
" Ikannya udah terlalu garing " jawab Histi lesu.
" Mana coba aku lihat " Pinta Serkan.
" Jangan nanti aku dihujat " Jawab Histi.
" Gak,cepetan mana " Pinta Serkan lagi.
Histi mengangguk dan berjalan kearah kompor.
Perempuan itu menyingkap tudung panci dan menghela nafas.
2 ekor ikan ukuran sedang teronggok tak berdaya diatas piring.
Histi tak punya pilihan,perempuan itu pun membawa hasil usahanya kehadapan sang suami.
" Jangan kaget ya " Kata Histi deg degan.
" Hm " jawab Serkan.
Histi mengeluarkan piring tsb dari arah belakang.
" Astaga " Pekik Serkan kaget.
" Tuh kan " Kata Histi kembali menyembunyikan piring itu
" Kenapa ikannya kamu kasih coklat ?" tanya Serkan terbelalak.
" Hah itu bukan coklat sayang " jawab Histi gemas.
" Mana coba aku lihat lagi " Pinta Serkan.
Histi menaruh dipiring dan siap menerima omelan suaminya.
Serkan menatap 2 ekor ikan itu dengan tatapan nanar,sungguh lelaki itu tak percaya Histi tega menggoreng ikan sampai kering bahkan isinya pun ikut mengkrunyut menyatu dengan tulang.
" Ini gimana ceritanya ?" Tanya Serkan berusaha tenang.
" Tadi sebenarnya udah mau aku angkat tapi lengket jadi aku biarin dulu siapa tau lepas sendiri ke kuali,eh ternyata pas lepas jadinya gitu hehe " Jelas Histi cengengesn.
" Ini mah kamu bikin kripik ikan bukan ikan goreng " Kata Serkan menggeleng pelan.
" Makanya aku ganti sama ikan diwarung hehe " Balas Histi malu.
Serkan menatap istrinya nanar,perut lelaki itu sudah keroncongan menunggu masakan istri barunya selesai tapi expetasi Serkan ternyata terlalu tinggi.
" Maaf ya,untuk sementara kamu makan ikan ini dulu,besok2 aku goreng lagi " Kata Histi memijit bahu Serkan untuk mendapat pengampunan.
" Ya udah lah mau gimana lagi " Kata Serkan menghela nafas.
" Sayurnya ada ?" tanya Serkan.
" Ada dong,,kalo sayur aku juaranya hehe " jawab Histi kembali semangat.
Wanita itu pun langsung mengambil sayur diwajan dan menyuguhinya didepan Serkan.
__ADS_1
" Waw " Kata Serkan sedikit kaget dengan hasil Histi.
" Aku sering bikin ini dirumah,resep mama " Kata Histi malu.
" Ya udah,ayo makan " Ajak Serkan tenang.
" Oke " Balas Histi semangat.
Wanita itu pun bergerak cepat mengambil nasi dan lauk untuk Serkan dan menyingkirkan ikan sialan yang hampir membuat nya mati mendadak hari ini.
Keduanya makan dengan tenang,Serkan tak banyak bicara seperti biasanya.
Tak terasa hari mereka semakin dekat,malam ini Serkan dan Histi sudah menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa tugas.
" Kamu gak papa ?" tanya Serkan melihat Histi diam menatap foto keluarga nya.
" Hm " Jawab Histi serak.
" Kamu nangis ?" tanya Serkan melepas kopernya dan mendekati sang istri yang duduk diranjang.
Histi diam dan mengusap wajahnya.
" Sayang " Panggil Serkan lembut.
" Apa kita tidak akan pulang ?" tanya Histi berkaca kaca.
" Kita akan pulang saat masa pengabdian habis " Jawab Serkan mengusap kepala Histi.
" Aku pasti akan merindukan semua orang disini " Ucap Histi menyenderkan tubuhnya ke dada sang suami.
" Aku juga,tapi aku tidak bisa menolak,beberapa dokter memang harus melakukan hal seperti itu " Kata Serkan lembut.
" Iya aku tau " Kata Histi mulai menangis.
" Iya aku juga mau kerumah Ayah " Jawab Serkan.
Histi mengangguk setuju,gadis itu mengusap foto keluarganya dan menyimpan benda itu kedalam tas.
Tak dipungkiri Histi akan menjauh dari orang tua yang selama ini merawatnya dengan baik,memang dulu Histi sempat tinggal sendiri tapi ia sering pulang tapi kali ini,ia akan mengabdi bersama pria yang ia cintai untuk waktu yang cukup lama dan Histi tak bisa pulang seenaknya saja karna ia punya tanggung jawab yang besar terhadap suami.
Serkan diam,lelaki itu juga merasa tak tega harus menganjak Histi ikut,tapi Serkan tak punya pilihan lain,Histi tak mau ditinggal dan dirinya tak bisa menolak perintah.
Malam semakin larut,Histi membersihkan dirinya untuk tidur.
Serkan masih diam bermain laptop mengerjakan beberapa berkas untuk dilaporkan besok.
" Sayang kamu gak tidur ?" tanya Histi mendekat.
" Kamu duluan aja " jawab Serkan tanpa menoleh.
" Lagi ngapain ?" tanya Histi kepo.
Wanita itu mendekat dan memeluk punggung suaminya.
" Kamu udah ngantuk ?" tnya Serkan menoleh sebentar.
" Iya sih,tapi mau sama kamu " Jawab Histi manja.
" aku masih lama,kamu tidur aja duluan " Balas Serkan.
" Gak mau " Rengek Histi.
__ADS_1
" Terus gimana ? ini harus dikirim besok aku belum ngerjain sama sekali " Kata Serkan bingung.
" Gak papa kerjain aja aku nungguin " Jawab Histi.
" Ya udah kita keranjang aja ya " Ajak Serkan lembut.
" Hm " jawab Histi semangat.
Keduanya bangun,Histi membantu suaminya membawa beberapa buku dan tas.
" Sekarang kamu tiduran disini " Kata Serkan menepuk bantal.
Histi mengangguk patuh dan berbaring disamping Serkan,Serkan mulai berkutat lagi dengan laptop.
Histi menatap wajah lelaki itu dengan senyum mengembang,sungguh ia merasa sangat nyaman dengan sikap perhatian Serkan.
" Boleh peluk gak ?" Tanya Histi mendongak.
" Hm " Jawab Serkan sibuk mengetik.
Histi tersenyum dan melingkarkan tangannya dipinggang sang suami.
Bau khas Serkan begitu terasa dipenciuman wanita berbaju tidur doraemon itu.
" Aku seperti meluk Papa " Gumam Histi pelan.
" Kangen sama Papa ?" tanya Serkan terdengar.
" Hm,dulu aku sering meluk Papa kalo mau tidur,tapi sekarang udah jarang karna ada Salma yang selalu ngerebut " Jawab Histi kesal.
" Haha ya,dia masih anak2 jadi wajar " Kata Serkan tertawa pelan.
" Ntar kalo kita punya anak,luangin waktu kamu buat manjain aku ya " Pinta Histi.
Serkan menoleh dan mengulum senyum.
" Gak mau kalah ?" tanya Serkan.
" Bukan gitu,tapi seorang istri juga butuh manjaan suaminya bukan pas lagi ehem2 doang,tapi modelan gini,sebentar juga gak papa biar aku merasa dihargai sebagai istri " Ucap Histi nanar.
" Iya sayang,berumah tangga itu bukan cuma nyetak anak dan cari nafkah aja,tapi bagaimana kita bersikap baik terhadap anak istri " Kata Serkan lembut.
" Kalo nyatanya aku gak bisa kasih kamu gimana ?" tanya Histi ragu.
" Ehh kenapa ngomong gitu ?" tanya Serkan langsung berhenti menyentuh laptopnya.
" Hehe gak gak,aku becanda doang " kata Histi cepat.
" Aku gak suka kamu mendahului Tuhan gitu,percaya aja semuanya udah ditakdirin dengan baik " Kata Serkan tegas.
" Iya sayang,aku juga takut ngebayanginnya " kata Histi ngeri.
" jangan ngomong gitu lagi !" Perintah Serkan.
" Iya sayang " Jawab Histi patuh.
Serkan kembali mengetik dengan tenang,Histi menatap takut raut Serkan yang tadi berubah sangar.
" Duh jangan sampe dah,aku pengen punya anak banyak sama nih laki,gak papa deh diguyur tiap hehe" Batin Histi cekikikan.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.