Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
491


__ADS_3

Disebuah kamar seorang pria berdiam diri dengan beberapa botol minuman didepannya.


Pikiran Samuel sedang kacau balau,masa lalunya kembali datang menghampiri saat ia tak sengaja bertemu dengan Nathan.


" Kenapa aku sangat sulit menghilangkan Winda dalam hati ku,sudah 3 tahun berlalu tapi aku masih saja memikirkan dia " Ucap Samuel memegang dadanya yang terasa nyeri.


Pria itu kembali menuangkan minuman kedalam gelas dan meneguknya cepat.


Rasa panas ia rasakan saat melewati tenggorokan tapi Samuel menikmati rasa segar didalamnya.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka,masuklah seorang lelaki dengan pakain tidur menghampiri Samuel.


" Kenapa kau sangat suka gelap2an " Ucap Rafael mendekat.


" Matikan lampunya Pa " ucap Samuel tenang.


" Kau akan digigit nyamuk jika bergelap seperti ini " Balas Rafael duduk diranjang melihat banyaknya botol minuman.


Rafael sudah biasa dengan kebiasaan Sam yang kini suka minum alkohol,ia tak bisa melarang karna Rafael juga sering melakukan hal yang sama jika sedang setres.


" Memikirkan Winda lagi ?" tanya Rafael tenang.


" Hm " jawab Samuel jujur.


" Buanglah pikiran mu itu,dia sudah bahagia " Ucap Rafael.


" harusnya aku dan dia yang bahagia,bukan hanya dia seorang " Balas Samuel kesal.


" Sudahlah,lupakan dia kisah kalian sudah berakhir " Kata Rafael menenangkan.


" aku gak bisa Pa,setiap hari otak ku selalu memikirkan Winda,sudah selama ini aku mencoba melupakannya tapi rasa itu masih terus ada hingga sekarang,aku ingin melihatnya " Kata Samuel kesal.


" Papa tidak tau dia sekarang ada dimana " Kata Rafael gemas.


" Kalian mengetahuinya Pa,kalian menyembunyikan Winda dari aku,aku ini tidak bodoh ".


Rafael terdiam,ia memang serba salah menjadi kepala keluarga apalagi melihat kondisi Samuel yang kian berantakan.


" Jika kau bertemu dengannya lagi apa yang akan kau lakukan ?" tanya Rafael hati2.


" Aku tidak tau " jawab Samuel.


" Papa harap kau tidak melakukan kesalahan lagi Sam " Balas Rafael sungguh2.


" Aku membuat kesalahan besar " Jawab Samuel.


Rafael tak menjawab,lelaki itu berjalan keluar dengan otak yang kembali berpikir keras.


" Winda kamu dimana sayang,aku merindukan mu " Ucap Samuel lirih.


Ditempat lain seorang wanita tersenyum bahagia melihat adiknya mulai ceria lagi dengan kedatangan sang anak.


Hari ini Winda dan keluarga kecilnya berkumpul dirumah karna Doni sudah dinyatakan sehat.


Kondisi Doni juga jauh lebih baik,kini bocah itu sudah bisa bermain bersama Nur yang memang sedang aktif.


" Kak " panggil Doni pelan.


" iya " jawab Winda mendongak.


" Hm minggu depan aku ada turnamen dikota M,kakak mau temani gak ?" tanya Doni hati2.


" Kota M ?" Ulang Winda.

__ADS_1


" iya,turnamen bola disana " jawab Doni.


Winda terdiam,ia sangat ingat kota M merupakan tempat dimana semua keluarga Samuel berkumpul.


" Hm aku udah tanya sama Bang Restu,dia sih mau nemenin cuma katanya harus nginep kalo disana " Ucap Doni.


" Emang Mas Restu gak kerja minggu depan ?" tanya Winda.


" kan hari sabtu kak,besoknya libur " Jawab Doni.


Winda kembali diam,ia teringat akan perkataan Malvin tadi bahwa minggu depan ia akan sibuk di kebun mempupuk cabe yang berapa bulan ini mereka tanam.


" Mama gak ikut ?" tanya Winda.


Doni menggeleng pelan.


" Itu Kak Restu datang " Ucap Doni melihat iparnya sudah pulang solat.


" Ada apa ?" tanya Restu membuka kopiah dan duduk lesehan dikasur lantai Doni.


" Hm ini Mas,Doni mau turnamen minggu depan dikota M " Jawab Winda jujur.


" Ya itu bagus,tim mereka lolos nasional " Balas Restu antusias.


" Hm kamu nemenin sendiri aja boleh ?" tanya Winda.


" Loh kamu gak ikut ?" tanya Restu.


Winda menunduk melihat anaknya yang sibuk bermain sendiri.


" Sekalian kan kerumah Nenek,kasihan mereka kangen Nur juga nelfon aku " kata Restu lembut.


" Iya sih tapi...


" Ada apa ?" tanya Restu.


Restu mengangguk dan mengusap pipi istrinya.


" Dah ah yuk makan laper nih " Ajak Restu berdiri.


" Hm lauknya masih yang siang tadi Mas " kata Winda tak enak.


" Gak papa,tambah telur udah mantep iya gak Don " kata Restu terkekeh.


" Hehe iya Bang,aku juga mau " balas Doni malu2.


Winda tersenyum,pasangan itu pun bangkit dan berjalan beriringan kedapur.


Doni menghela nafas panjang,kini ia merasa bahagia melihat kebahagiaan Kakaknya yang sangatlah sederhana,Doni juga tak banyak menuntut seperti masih kecil karna ia sudah tau keadaan keluarganya tak sama lagi seperti dulu..


Malam semakin larut,Winda duduk sendirian setelah menidurkan putrinya.


Sindi yang melihat sang anak termenung mendekati perempuan itu.


" Sedang mikir apa ?" tanya Sindi ikut lesehan dikarpet.


" Gak papa " Jawab Winda tenang.


" Tumben belum tidur "


" Ma " Panggil Winda.


" Iya ada apa ?" tanya Sindi tenang


" Hm minggu depan aku dan Mas Restu bakal nemenin Doni ke rumah Nenek " Jawab Winda.

__ADS_1


" Turnamen itu ?" tanya Sindi.


Winda mengangguk.


" Ya gak papa pergi aja " Balas Sindi santai.


" Aku udah 3 tahun gak kesana Ma " Kata Winda khawatir.


" Kamu takut bertemu Samuel ?" Tanya Sindi menebak.


Winda mengangguk lemah.


" Aku begitu takut bertemu dia Ma " Ucap Winda menunduk.


" Samuel sudah melupakan kamu Winda,apa yang kamu takutkan,orang tuanya pasti sudah menikahkah Samuel dengan gadis sederajat " Balas Sindi lembut.


" Benarkah ?" tanya Winda kaget.


" Apa yang tak bisa mereka perbuat,Samuel bukan pria sembarangan,dia pewaris tahta 2 kerajaan " Balas Sindi mengingat.


Winda terdiam,ia memang tau Samuel bukan terlahir dari keluarga biasa,tapi ntah mengapa ada rasa sedikit aneh dihati Winda saat Sindi mengatakan Samuel sudah dmiliki orang lain.


" Kamu masih memikirkan dia ?" tanya Sindi.


" Hm,aku takut dengan semua ini Ma,aku takut mengecewakan Mas Restu " Jawab Winda.


" Itu tidak akan terjadi,bukan kah kamu mencintai suami mu ?" tanya Sindi.


Winda mengangguk pelan.


" Sudah tak usah khawatir,jika memang kalian nanti bertemu,bicarakan baik2 dan jangan sembunyikan Restu dan anak mu " Nasehat Sindi.


" Aku memang tidak berniat menutupi semuanya " Jawab Winda tersenyum.


Sindi ikut tersenyum dan bangkit dari duduknya.


" Ya sudah,ayo tidur nanti dicari suami mu " Ajak Sindi.


" Iya Ma " Jawab Winda ikut bangkit.


Kedua wanita itu pun berjalan beriringan menuju kamar mereka.


Saat Winda sampai dikamar,ia menarik nafas panjang melihat suaminya duduk sendirian dengan beberapa buku dan kertas2 dilantai.


" Masih belum selesai ?" tanya Winda mendekat.


" Belum Sayang " jawab Restu menoleh.


Keduanya duduk berseblahan,Winda melihat kertas2 itu dengan wajah mengernyit.


" Kayaknya gaji bulan ini dirapel lagi deh " Kata Restu hati2.


" Rapel ?" ulang Winda kaget.


" Iya,tadi aku dapat pemberitahuan gitu dari kepala sekolah " jawab Restu sedih.


Winda menghela nafas panjang melihat wajah lesu suaminya.


" Ya udah gak papa,aku masih punya tabungan buat susu Nur dan makan kita " Balas Winda lembut.


" Maaf ya,ini terjadi lagi nanti aku janji bakal cari kerjaan lebih baik dari ini " Kata Restu memegang tangan istrinya.


" Iya sayang " jwab Winda ramah.


Wanita itu pun membantu sang suami mengkoreksi kertas2 yang merupakan hasil ulangan para murid.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,coment ya.


__ADS_2