
Malam hari Serkan pulang kerumah orang tua nya,disana ia mendapati adanya Camelia yang sedang makan didapur seorang diri.
" Loh Mama disini ?" tanya Serkan terkejut sangat ingin mengambil air.
" Iya " Jawab Camelia terus makan.
" Ibu mana ?" tanya Serkan mengernyit.
" Lagi sama Salsa,sama Byanca juga " Jawab Camelia mendongak.
Serkan ber Oh ria,Camelia menatap penampilan putranya yang sedikit berantakan selepas pulang bekerja.
" Kamu udah makan ?" tanya Camelia.
" Udah " jawab Serkan merapikan rambutnya.
" Tadi Mama ketemu sama temen Mama " Ucap Camelia pelan.
" Terus ?" Tanya Serkan tenang.
" Dia punya anak perempuan kuliah di Mesir sekarang udah balik kesini " Jawab Camelia semangat.
Serkan diam mendengar cerita wanita itu.
" Anaknya cantik,sopan,pinter agama lagi,pokoknya perfect deh,Ibu kamu juga suka sama gadis itu " Ucap Camelia tersenyum.
" Terus ?" tanya Serkan.
" Kamu kan udah dewasa,masih sendiri juga kan gimana kalo kamu Mama jodohin sama dia,dia masih polos,pokoknya adem deh kalo liat dia " Kata Camelia tersenyum.
Deg...
Serkan terdiam mendengar kata perjodohan yang diucapkan ibunya.
" Gak ada salahnya kan kenal dulu,siapa tau cocok " kata Camelia ceria.
" Apa Ibu gak bilang sama Mama kalo aku ada pasangan ?" Tanya Serkan tenang.
" Bilang sih,cuma ya kalo lihat harta doang emang gadis itu menang banyak tapi yah kamu tau lah kita ini gimana,kasihan Ayah kamu juga " Kata Camelia lesu.
" Ibu kamu juga cerita hubungan kamu sama dia sebelumnya gimana,bukannya Mama melarang cuma kita ini sudah berantakan dari awal,Mama pun ingin berubah menjadi lebih baik lagi,kalo kamu gak setuju sama pendapat Mama juga gak papa itu hak kamu " Kata Camelia bangun menaruh piring kotornya diwastafel.
Serkan diam melihat Camelia mencuci piring sendiri bekas makannya dan berlalu tanpa suara.
" Huuuftttt " Serkan menghela nafas panjang.
Lelaki itu tau apa yang dirasakan Camelia dan Serkan juga merasa banyak perubahan dari diri Mamanya,sekarang wanita itu lebih tertutup dari segi pakaian.
" Aku harus bagaimana ?" Gumam Serkan bimbang.
Lelaki itu duduk di meja dan menyugar kasar rambutnya.
Pikiran Serkan kembali berperang,dirinya baru mau memulai dengan Histi tapi mendengar permintaan ibunya membuat lelaki itu kembali ragu.
Tak lama seorang pria masuk kedapur masih mengenakan pakaian kantor.
" Ayah baru pulang ?" tanya Serkan melihat Romi mengambil gelas.
" Iya " Jawab Romi menandak air hingga habis.
__ADS_1
" Oh iya gimana keadaan kakeknya Histi ?" tanya Romi teringat.
" Lumayan Yah,tapi harus pake kursi roda " Jawab Serkan.
" Oh syukur lah " Kata Romi duduk bersama lelaki itu.
Romi menyingkap tudung saji dan mendapati banyak makanan di meja makan.
" waah Ibu masak banyak " Kata Romi girang.
" Ada Mama " Ucap Serkan melihat Romi.
" Ya tadi dia nyapa Ayah didepan " Balas Romi tenang seraya mencomot gorengan disana.
Serkan mengangguk dan memperhatikan Romi.
Lelaki itu kini benar2 sudah menginjak usia matang,uban mulai bertumbuh disana bahkan wajah yang mulai keriput tak bisa ditawar meski Romi kini sering perawatan.
" Kenapa ?" tanya Romi tanpa menoleh.
" Hm gak papa " Jawab Serkan tersentak.
" Jangan merhatiin uban Ayah,besok ibu kamu exsekusi " Kata Romi santai.
" Hehe iya,mulai banyak " Kata Serkan tak enak.
" Faktor umur " Balas Romi terkekeh.
" Ayah masih kuat kerja ?" tanya Serkan serius.
" Ya,kalo gak kerja mau makan apa Ibu sama adik kamu " Jawab Romi.
" Ya,Ayah tau tapi Ayah belum merasa terlalu cape " Kata Romi tersenyum.
" Aku gak tega lihat Ayah kerja siang malam sampe lembur,kesehatan ayah juga menurun akhir2 ini " Kata Serkan sedih.
" Ibu yang ngaduin ya ?" tuduh Romi.
" Byanca " Jawab Serkan terkekeh.
" Ish itu anak,mulutnya lemes banget " Gerutu Romi.
" Kalo dia gak bilang aku mana tau Ayah sakit,apa gunanya anak ayah sebagai dokter kalo gak bisa nyembuhin orang tuanya " Kata Serkan gemas.
Romi tertawa renyah dengan anggukan setuju.
Romi cukup takjub dengan perkembangan Serkan,meski saat kecil pria itu mendapat didikan keras tapi Serkan tak ada balas dendam kepadanya.
Lelaki itu malah sangat melindunginya diusia tua.
Keduanya saling melihat dan melempar senyum hangat.
" Kalau dulu aku ngak mengakui anak ini sebagai anak ku,mungkin sekarang aku akan sangat menyesal senyesal2nya,Tuhan begitu baik kepada ku memberikan istri dan anak yang begitu sempurna " Batin Romi teringat masa lalunya yang kelam.
" Ayah " Panggil Serkan lagi.
" Iya " Jawab Romi.
" Apa Ayah setuju aku dan Histi menikah ?" tanya Serkan hati2.
__ADS_1
" Kamu ingin menikahinya ?" tanya Romi sedikit kaget.
" Aku tidak tau,hanya saja aku pikir jika kita punya suatu hubungan dengan seorang gadis mungkin tujuannya kesana " jawab Serkan tenang.
" Hahaha ya,sebagian orang berpikir seperti itu,tapi ada sebagian lagi yang menganggapnya hanya sebuah permainan yang ketika bosan dilepaskan " ujar Romi blak blakan.
" Aku tidak berpikir seperti itu Ayah,melihat Ayah dan Ibu,aku juga ingin punya keluarga seperti itu " Kata Serkan jujur.
" Bukan hal yang mudah menyatukan ibu dan ayah,kami punya isi kepala yang berbeda,jika kamu menikah nanti jangan egois seperti Ayah " Kata Romi menepuk pundak anaknya.
" Perempuan itu unik Serkan,dia bilang A belum tentu hatinya A,bisa jadi B atau C.
begitu pun kita,sebagai kepala keluarga kita sering egois ingin seperti ini dan itu tanpa bantahan,tapi belum tentu apa yang kita mau,juga diinginkan pasangan kita " Lanjut Romi.
" Kau ingin menikahi Histi,ingat dia bukan gadis sembarangan,dia dilindungi sangat ketat oleh orang tuanya dan orang2 yang bekerja dengan bos besar itu,meski dia nanti milik kamu,tapi keluarga besarnya masih memiliki dia " kata Romi tegas.
" Ikuti kata hati mu Serkan,jika menurut mu dia gadis yang cocok,apa salahnya,jangan pikirkan Ayah dan Ibu,kami hanya ingin kamu bahagia " kata Romi tulus.
Serkan menghela nafas dengan anggukan paham,dirinya memang tau sang kekasih bukanlah gadis biasa,apalagi Histi cucu pertama keluarga besar itu.
" Ayah mau mandi dulu " kata Romi bangun meninggalkan dapur.
Serkan mengangguk kecil dan ikut bangun keluar dapur.
Diruang tamu terlihat Yuni,Salsa,Byanca dan Camelia sedang bersenda gurau.
Keempatnya terlihat akur,suatu hal yang sedikit langka terjadi dalam beberapa dekade.
Yuni melihat Serkan menatap kearah mereka dari jauh,terlihat sekali wajah lelaki itu lelah dan banyak pikiran.
" Ada apa dengan Serkan ?" Batin Yuni aneh.
Serkan masuk kekamarnya dan tak keluar lagi dari sana.
" Bu,Alexi nelfon " kata Salsa tiba2 menegur Yuni yang melamun.
" Hah masa ?" tanya Yuni kaget.
" Nih Bu " kata Salsa sedikit heboh.
Byanca terlihat bersemangat,gadis yang tadinya belajar bersama Camelia langsung mendekati Yuni.
Salsa mengangkat hapenya cepat.
" Halo " Sapa Salsa tenang.
" Halo,apa ini Ibunya Alexi ?" tanya seorang disebrang.
" Ini siapa ?" tanya Salsa.
"..........."
" Apa !! " Pekik Salsa terbelalak.
" Ada apa Sa ?" Tanya Yuni seketika panik.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1