Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
158


__ADS_3

Semua orang duduk saling berhadapan,Histi menunduk melihat Camelia yang terus menatapnya dalam.


" Serkan " Panggil Camelia tenang.


" Iya Ma " jawab Serkan sopan.


" Dia siapa ?" tanya Camelia menunjuk Histi.


" Pacar aku " Jawab Serkan tenang.


Deg...


Semua orang dibuat terkejut oleh jawaban santai Serkan termasuk Histi yang tak menyangka lelaki itu akan mengakuinya.


" Benarkah ?" tanya Camelia.


" iya Ma,namanya Histi " Jawab Serkan tersenyum.


Serkan menendang pelan kaki Histi dibawah meja membuat Histi tersadar.


" Saya Histi Tante " Ucap Histi memperkenalkan diri.


" Hm " Jawab Camelia cuek.


Histi tersenyum canggung dan menyepak pelan kaki Serkan.


Lelaki itu menoleh dengan wajah datarnya,Histi ingin memberi kode tapi manik Sifa terus menatap mereka bergantian.


" Kau tau kenapa Mama minta kamu kesini ?" tanya Camelia.


" Mau makan " Jawab Serkan polos.


" Ppffttttt...." Histi seketika ingin tertawa mendengar jawaban asal kekasihnya.


Semua orang menatap Histi,gadis itu seketika menciut dan kembali menunduk.


" Ya kau benar,jika ingin joging bukan disini tempatnya " Jawab Camelia.


Lagi2 Histi menahan tawa mati2an dengan jawaban Mama Serkan tak kalah kocak.


Serkan tersenyum begitu pun Sifa yang merasa lucu dengan perbincangan ibu dan anak itu.


" Ayo pesan makanan dulu,aku lapar " Kata Serkan mengalihkan.


Camelia mengangguk.


Wanita itu memberi menu kepada Sifa,Histi melihat Sifa diajak Camelia mengobrol merasa sedikit iri.


Terlihat sekali bahwa Sifa sangat disukai oleh Camelia,bahkan senyum Camelia tak henti kepada gadis bercadar itu.


" Enak banget sih jadi nih cewek,udah soleha,pintar,disukai Mama Serkan bahkan dipuji cantik sama nih laki " Batin Histi melihat Sifa nanar.


" hei kenapa diam ?" tanya Serkan berbisik.


" Hah em gak papa " Jawab Histi tersentak.


" Ayo pesan dulu " Ajak Serkan memberi menu.


" Samain aja " Kata Histi tersenyum.


" Beneran ?" tanya Serkan.


Histi mengangguk.


Serkan tersenyum mengusap paha gadis itu lembut.


Histi ikut tersenyum,gadis itu merasa bahagia Serkan masih memperdulikan dirinya disaat ia merasa sendiri.

__ADS_1


Lelaki itu pun memanggil waiters dan memesan apa yang mereka inginkan.


" Hm kamu kerja dimana Histi ?" Tanya Sifa menegur Histi yang diam.


" Hah em aku masih kuliah " Jawab Histi malu.


" Oh kuliah dimana ?" tanya Sifa penasaran.


" Keperawatan " Jawab Histi.


" Oh jadi kamu anak muridnya Pak Edison ya ?" Tanya Sifa.


" kok dia tau Pak Edison ?" Batin Histi kaget.


" Dia temen kuliah aku dulu,sekarang jadi pemegang kampus kamu " Kata Sifa bisa membaca pikiran Histi.


" Hah beneran ?" tanya Histi kaget.


" Iya,walaupun umurnya masih muda tapi keahlianny tak bisa diragukan " Jawab Sifa tersenyum.


Glek...


" Kalo dia temen kuliahnya Pak Edison berarti nih betina bukan orang sembarangan dong,secara Pak Edison kan terkenal dalam dunia kesehatan " Batin Histi mulai pucat.


" Dulu kami satu projek,aku pindah ke Mesir dia ke Jepang " Lanjut Sifa.


" Hehe iya,dia jadi Profesor disana juga " Kata Histi menelan ludah kasar.


Gadis itu melirik Serkan,terlihat Serkan tenang menatap mereka bergantian.


" Duhh saingan berat nih,pantesan Mamanya mau jodohin Serkan sama nih cewek,kalo mereka jadi satu ntar anaknya jadi apa ? yang satu dokter mata dan satunya lagi ahli kedokteran,aduhhh bakal babak belur nih aku " Batin Histi ingin menangis.


" Histi " Tegur Sifa heran melihat Histi mematung.


" Hah iya hehe " Kata Histi cengengesan.


Histi memegang garpu dengan tangan gemetar,tiba2 nyali gadis sengklek itu menciut meski orang tuanya kaya raya tapi dalam bidang akademis,Histi kalah jauh dengan Sifa karna jangan kan ahli kedokteran,rawat orang demam saja sudah bengek pikir Histi.


Serkan yang melihat kekasihnya tak fokus menegur Histi dari sepakan kaki.


" Kamu kenapa ?" tanya Serkan heran.


" Hah em gak papa,makanan nya enak " Jawab Histi asal.


" Hah enak ?" tanya Serkan kaget


" Iya enak " jawab Histi tersenyum.


" Enak dari mananya,dimakan aja belum " Kata Serkan terkekeh.


" Hah masa sih ?" Tanya Histi kaget.


Gadis itu melihat ke piring dan melotot,daging stick nya masih utuh bahkan saos pun belum dituang.


" Hehe iya juga ya " Kata Histi malu.


Serkan mengusap wajahnya ingin tertawa dengan kesomplakan gadis itu,Serkan tau dari tadi Histi tak fokus sama sekali.


Serkan mengambil piring makan Histi dan memotong daging panggang itu dengan hati2.


Histi merasa malu dan tak menyangka dengan perlakuan romantis Serkan yang jarang ditampakkan bahkan baru kali ini pria itu melakukan untuk dirinya.


" Nih makan yang banyak ya " Kata Serkan memberi piring Histi lagi dan mengusap tangan Histi lembut.


" Makasih " Jawab Histi malu2.


Serkan tersenyum dan mengambil piring Mamanya yang diam melihat mereka.

__ADS_1


" Gak usah,Mama bisa sendiri " Ucap Camelia tenang.


" Kamu udah ?" tanya Serkan kepada Sifa.


" Udah makasih " Jawab Sifa tersenyum.


Histi mulai makan,rasa percaya diri gadis itu kembali lagi berkat suntikan cinta dari Serkan.


Mereka pun mulai makan,Histi makan dengan lahap meski tau Sifa dan Camelia curi2 pandang kearahnya.


" Masa bodoh lah aku mau dianggap gimana,yang penting kenyang dulu " Batin Histi terkikik.


Setelah mereka semua selesai makan dan menu diganti camilan santai barulah semuanya kembali mengobrol serius.


" Jadi kamu beneran mau sama Histi ?" tanya Camelia melanjutkan obrolan yang sempat tertunda.


" Aku sudah menjalin hubungan dengannya Ma " Jawab Serkan jujur.


" Tapi Mama mau kamu sama Sifa " Kata Camelia frontal.


" Uhuk uhuk...." Histi yang sedang makan kentang goreng langsung tersedak dengan ucapan tak beradat Camelia.


Serkan memberi minum untuk Histi,gadis itu pun menerima dengan cepat.


" Maafkan Tante Histi,tapi memang itu yang Tante inginkan " Kata Camelia menghadap Histi.


Histi menunduk,moodnya kembali dihajar oleh wanita dewasa tersebut.


" Aku tidak bisa Ma,aku dan Histi sudah bertekad untuk tetap bersama " Ujar Serkan tegas.


" Mama melakukan ini untuk kebaikan kamu Serkan " Ucap Camelia


" Aku tau,tapi Sifa terlalu sempurna untuk aku Ma,dia pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku " Kata Serkan melihat Sifa.


Gadis bercadar itu menunduk dengan perasaan campur aduk.


" Sifa juga menyukai kamu " kata Camelia gemas.


" Terima kasih Sifa,tapi maaf aku tidak bisa " Kata Serkan menghela nafas.


Histi menelan ludah kasar,gadis itu berpegangan pada roknya,Histi sangat takut menghadapi kenyataan yang sedikit mengerikan tsb.


" Kenapa kamu menyukai gadis ini,apa karna orang tuanya ?" Tanya Camelia penasaran.


Deg...


Histi melotot kaget,gadis yang tadinya menunduk kini mendongak menatap Camelia.


" Ntah lah aku tidak tau,tapi aku nyaman bersama Histi dan aku berencana akan menikahinya jika dia siap !" kata Serkan tegas.


Deg...


Jantung Histi kembali bergoyang mendengar ungkapan Serkan yang belum pernah terlontarkan.


" Kau seperti ayah mu " Gumam Camelia sedih.


Serkan diam menatap ibunya dalam,Histi yang ingin berjoget kembali menunduk lesu melihat wajah calon mertuanya sedih.


" Aku duplikatnya Ayah Ma,kalian yang membuat aku sulit menjani hidup " Ucap Serkan nanar.


Histi menoleh ke Serkan dengan manik berkaca kaca,perlahan Histi mulai tau kisah hidup lelaki yang ia cintai itu tidak lah semulus jalan tol.


Camelia mulai menangis mengenang masa lalunya yang begitu pahit.


❤❤❤


Hay guys mana nih Vote,Like,Comentnya.

__ADS_1


kasih dukungan dong biar author memang update tim🤧


__ADS_2