Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
361


__ADS_3

Sore harinya Histi pulang kerumah dengan wajah lesu,perempuan hamil itu diantar oleh Sania karna Ibu Sania tak tega melihat Histi berjalan sendirian dari kebun sampai rumah.


" Yang semangat dong Te " Kata Sania ikut lesu melihat wajah mengkrucut Histi.


" Gak punya tenaga lagi San " Jawab Histi menarik nafas.


Mereka sampai dirumah,Histi duduk dianak tangga sambil berpangku dagu.


" Nanti aku minta deh sama Pak Samad mangganya " Kata Sania kasihan.


" Pengen yang muda kayak tadi " Kata Histi ingin menangis.


" Iya nanti aku panjatin,petikin dan kasih yang banyak buat Tante " kata Sania tersenyum.


" Gak nyolong kan ?" tanya Histi ngeri.


" Aman,100 persen halal " Jawab Sania serius.


Histi terkekeh dan mengangguk cepat.


" Dah sana kamu pulang,udah mau malam ini " Kata Histi mulai ceria.


" Tante gak papa ditinggal sendiri ?" tanya Sania ragu.


" Gak papa,bentar lagi Om Dokter pulang " Jawab Histi tersenyum.


" Ya udah aku pulang ya,kalo ada apa2 teriak aja nanti warga kampung nolongin " Kata Sania terkekeh.


Histi mengangguk,begitu lah resiko tinggal di dusun dan tak punya jaringan internet untuk menelfon orang,bahkan hape mahal Histi sudah berdebu dalam lemari tak pernah dipakai.


Hanya Serkan yang sesekali mendapatkan internet itupun jika lelaki itu pergi kebukit.


Wanita itu masih betah duduk didepan pintu rumah hingga seorang lelaki memasuki pekarangan.


" Hay Ayank " sapa Histi melambaikan tangan.


Serkan melihat kearah wanita itu dan tersenyum kecil.


" kenapa duduk disini ?" Tanya Serkan mendekat.


" Gak papa mau nungguin kamu aja " Jawab Histi.


" Bawa apa tuh ?" tanya Histi melihat keresek di tangan suaminya.


" Oh ini belimbing " Jawab Serkan.


" Belimbing ?" tanya Histi mengernyit.


" ia tadi waktu periksa warga di puskesmas dia ngasih ini ke aku,awal nya aku tolak sih tapi muka kamu sliweran di kepala makanya aku terima " Jawab Serkan tenang.


" Hahahahaha bisa gitu ya,bearti tiap hari kamu mikirin aku ya ?" Goda Histi.


" Ya mau gimana lagi,cuma kamu yang dekat sama aku sekarang " Jawab Serkan.


Histi kembali tertawa dan mencuri kecupan di pipi pria itu.


" Dah yuk masuk,gak baik wanita hamil nongkrong depan pintu " Ajak Serkan menepuk bahu Histi.


" Tau dari mana ?" tanya Histi mengernyit.


" Dukun beranak " Jawab Serkan datar.

__ADS_1


" Wahahahahahahhaa " Histi langsung tertawa ngakak.


" Udah percaya kamu sama kekuatan dukun beranak ?" Goda Histi mengejar suaminya.


Serkan hanya diam mulai membuka kemejanya.


Histi terus tertawa merasa lucu,,sebelumnya Serkan tak percaya sama sekali dengan dukun beranak yang sering memprediksi wanita hamil dikampung itu,tapi makin kesini saat wanita parubaya yang sering pakai kain sarung tersebut melarang sesuatu,Serkan diam2 mengikutinya,mengingat setiap yang dianjurkan menurutnya masuk akal.


Histi mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang istri,Serkan menerima layanan full service dari wanita yang ia nikahi tersebut.


Diluar negeri kondisi Alexi mulai membaik,lelaki itu sudah mau makan walau sangat sedikit.


" Gimana keadaannya Dok ?" tanya Salsa kepada Dokter yang datang memeriksa.


" Sudah mulai baik,jangan telat memberinya obat dan makan " jawab Dokter tenang.


" Apa tidak berbahaya lagi ?" tanya Salsa khawatir.


" Panasnya sudah turun,jika dia mengalami kejang2 lagi segera telfon saya " Jawab Dokter pria itu ramah.


" Baiklah " Balas Salsa menghela nafas.


Pria berjas biru itu tersenyum dan berpamitan pulang.


Salsa mengambil hapenya dan mengirim uang ke rekening Dokter tersebut.


" Uhhh biayanya mahal sekali " Gumam Salsa melihat sisa saldonya.


Alexi memejamkan mata setelah diberi obat dan makan oleh Dokter.


" Aku sudah 2 hari gak kerja,apa uang ku cukup untuk sebulan ini ?" Lanjut Salsa pusing.


Kini Salsa hanya berkuliah saja dan meminta izin sakit bekerja.


" Huh tenang Sa,rejeki gak kemana " Kata Salsa mencoba tenang.


Selama Alexi sakit Salsa mengeluarkan uang pribadinya untuk pengobatan Alexi dan makan,karna gadis itu tak berani minta ke Alexi langsung walaupun sebenarnya itu harus.


Salsa tak mau perhitungan kepada pria itu apalagi selama Alexi bekerja semua kebutuhan makan dan alat rumah Alexi yang mengeluarkan biaya.


Salsa menarik nafas dan tersenyum kecil.


Gadis itu mendekati Alexi dan duduk didepan pria itu.


Wajah Alexi masih pucat dan pria itu terlihat lebih kurus sekarang.


" Hmmm " Lenguh Alexi bergerak perlahan.


Salsa tersentak dan memegang bahu pria itu.


" Sa " Ucap Alexi lirih saat membuka mata.


" Iya " Jawab Salsa tersenyum.


" Kamu gak kuliah ?" tanya Alexi serak mencoba bangun.


Salsa dengan sigap membantu mendudukkan Alexi.


" Aku online hari ini jadi bisa jaga kamu sekalian " Jawab Salsa.


Alexi diam menatap wajah gadis itu dalam,terlihat sekali Salsa kurang tidur.

__ADS_1


Kantung matanya terlihat menghitam karna setiap malam Alexi merengek mengaduh sakit pusing bahkan muntah.


Tangan Alexi terangkat mengusap wajah gadis itu lembut.


Salsa mendekatkan dirinya membantu Alexi agar tak kejauhan.


" Cape ya ?" Tanya Alexi nanar.


" Gak " Jawab Salsa mengusap tangan Alexi lembut.


" Maaf ya,aku nyusahin kamu terus " kata Alexi lesu.


" Gak papa,aku ikhlas " Jawab Salsa tersenyum.


Alexi ikut tersenyum kecil,lelaki itu mengambil tangan Salsa dan menggenggamnya erat.


" Aku gak mau lagi lihat sana sini Sa,terlalu banyak pengorbanan kamu buat aku " Ucap Alexi serius.


" Kenapa ? bukankah banyak yang lebih dari aku ?" tanya Salsa tersenyum.


Alexi menggeleng pelan.


" Banyak yang lebih sempurna,tapi aku ingin menyempurnakannya bersama kamu karna aku pun tak lengkap " Jawab Alexi.


Salsa menatap manik Alexi penuh selidik,lelaki itu terlihat tulus saat mengucapkan kata2.


" Sa " Panggil Alexi lembut.


" Iya " Jawab Salsa.


" Menikahlah dengan ku Sa " Pinta Alexi memelas.


Salsa diam melihat wajah pria tersebut.


Sudah 2x Alexi menganjaknya menikah tapi perempuan belum tergerak sama sekali saat itu.


" Sa " panggil Alexi lagi.


" Maaf Lex " Ucap Salsa menunduk.


Deg....


Alexi tersentak dengan ucapan maaf Salsa.


" Kenapa ?" tanya Alexi nanar.


" Aku takut kejadian lagi Lex,aku bodoh jika mencintai seorang pria " Jawab Salsa bergetar.


" Aku janji Sa,sekali ini aku akan serius sama kamu,aku gak bakal mainin perasaan kamu lagi " Kata Alexi memohon.


" Sakit Lex,dulu kamu ngucapin talak tanpa mikir aku sedikit pun,kamu tau saat itu hati ku sangat hancur,aku ingin sekali marah tapi aku tau aku gak punya hak untuk itu " Balas Salsa menangis mengingat masa lalu mereka.


" Saat itu pikiran ku masih labil Sa,aku belum siap untuk membina rumah tangga " Kata Alexi merasa bersalah.


" Tapi sekarang aku akan mempertanggung jawabkan semuanya Sa,aku mohon Sa terima aku " Lanjut Alexi memelas.


Salsa masih diam dengan pikiran campur aduk.


❤❤❤


Apakah Salsa akan menerima cinta Alexi atau kembali menolak permintaan Alexi ?

__ADS_1


Atau Alexi yang akan pergi karna cintanya bertepuk sebelah tangan ?


Ayo guysssss Di Vote,Like dan Coment dulu baru kita lanjut cerita.


__ADS_2