
Samuel menjalani tes ditemani oleh Malvin,pria muda itu terlihat begitu tenang beda hal dengan Malvin yang selalu menampakkan wajah gelisahnya.
Dokter bergerak dengan cepat,karna memang mereka tak punya waktu banyak untuk membuat Winda bertahan.
" Gimana Dok ?" tanya Malvin mendekati Dokter.
" Kami rasa ada kecocokan Pak,tapi hasil seluruhnya baru bisa dilihat malam ini " Jawab Dokter.
" kenapa tidak sekarang ?" tanya Malvin mendesak.
" Tidak bisa Pak,kita harus menunggu karna salah langkah maka salah semuanya " Jawab Dokter tenang.
" Ya Tuhan,tapi apakah anak saya bisa bertahan Dok ?" tanya Malvin takut.
" Saya harap anak bapak bisa kuat menunggu,kita sudah setengah jalan " Jawab Dokter.
Malvin mengangguk mengerti,Samuel diam menatap atap rumah sakit yang putih berderang.
Tak banyak yang ia bicarakan,Malvin masih penasaran apa maksud pria muda tersebut rela membagi ginjalnya kepada Winda.
Keduanya sudah menandatangi surat perjanjian yang diajukan oleh Samuel,Malvin menerima dengan lapang dada dan ikhlas jika nanti putrinya akan dinikahkan dengan pria tersebut..
Diruangan Winda,Yuni masuk dengan wajah kesal membuat Alexi dan Sindi heran.
" Ibu kenapa Yah ?" tanya Alexi pelan.
" syutt " Kata Romi memberi kode diam.
Alexi mengangguk paham dan memperhatikan gerak gerik ibu tercintanya.
" Gimana perasaan kamu sayang ?" tanya Yuni kepada Winda.
" Baik Bi " Jawab Winda tersenyum kecil.
" Apa kamu merasa pusing ?" tanya Yuni lembut.
" hm " jawab Winda lemah.
" Kamu harus kuat ya,kami disini mendukung kamu " Ucap Yuni mengusap rambut gadis itu.
" makasih Bi " Balas Winda terharu.
" Malvin mana ?" tanya Romi.
" Gak tau Kak,tadi bilangnya keluar sama Samuel " Jawab Sindi.
" Samuel ? siapa dia ?" tanya Romi.
" Teman Winda " jawab Sindi.
Romi melirik Alexi,terlihat anaknya memasang tampang judes membuat Romi bingung.
" Ada apa Lex ?" tanya Romi.
" Bicara diluar Yah " jawab Alexi.
Romi mengangguk patuh,kedua lelaki itu pun keluar ruangan.
" Ada apa ?" tanya Romi tenang.
" Ayah hebat dalam mencari data orang kan ?" tanya Alexi.
" Maksud kamu ?" tanya Romi mengernyit.
" Ayah tolong cari informasi tentang Samuel " Jawab Alexi serius.
" Samuel itu siapa ? teman kalian ?" tanya Romi tak paham.
" Bukan Yah,aku gak tau Winda bisa dekat dengan lelaki itu dari mana,tapi sekarang Samuel mau mendonorkan ginjalnya " Jawab Alexi.
" Apa !" pekik Romi terbelalak.
" Dia mendonorkan ginjal buat Winda ?" Ulang Romi masih dengan wajah syok.
__ADS_1
" Iya yah,aku merasa ada yang aneh,dia baru kenal Winda " Balas Alexi.
Romi terdiam,lelaki itu masih tak percaya dengan apa yang barusan keluar dari mulut sang putra.
" Om Malvin menyetujui jika Samuel menikahi Winda nanti " Lanjut Alexi.
" Hah " Pekik Romi kembali kaget.
" Akhhhhh pusing kepala aku Yah,,aku gak ngerti lagi harus gimana " Kata Alexi menarik rambutnya.
" Dia meminta Malvin menikahi Winda ?" tanya Romi.
" Iya,gila gak tuh " kata Alexi kesal.
" Ada apa sebenarnya ?" gumam Romi mulai penasaran.
" Ayah cari tau Yah,otak aku masih ngeleg " Kata Alexi merengek.
" Iya nanti Ayah cari tau dulu latar belakang Samuel " Jawab Romi.
Alexi tersenyum mengangguk,ia percaya bahwa Ayahnya pria berkekuatan super.
Romi memang tak diragukan lagi keahliannya dalam mengolah data dan mencari data seseorang sampai ke akar2nya,makanya sampai sekarang Romi menjadi salah satu momok menakutkan bagi perusahaan2 besar yang ingin bersaing dengan perusahaan Reno..
Setelah proses pemeriksaan selesai,Samuel pamit pulang.
Malvin mengantar sampai didepan pintu masuk rumah sakit.
" Bawa semua barang2 kamu,nanti Om siapkan tempat " ucap Malvin tenang.
" Iya Om,saya pamit " Jawab Samuel paham.
Pria itu pun pergi dari sana.
Sesampainya dirumah,Samuel disambut kedua adiknya yang sedang asik nongkrong di bawah pohon rindang sambil bermain asak2.
" Hay boy " sapa 2 gadis cilik itu menegur sang Kakak.
" Kakak kenapa,mukanya kek tembok kering " Cibir adik Samuel bernama Lina.
" Ck kamu kayak gak tau Kak Samuel aja gak pernah ramah sama sesama mahkluk hidup " Balas Adik Samuel bernama Lini.
Meski keduanya tak kembar tapi mereka mempunyai nama yang hampir mirip karna Rafael tak mau ribet memanggil nama putrinya.
Samuel terus berjalan hingga berpapasan dengan seorang wanita yang sedang melipat baju diruang keluarga.
" Udah pulang ?" tanya Lutfia menegur.
" Hm " jawab Samuel duduk disofa.
" kenapa ?" tanya Lutfia mengernyit melihat wajah lesu anak pertamanya.
" Gak papa " Jawab Samuel mengusap wajah.
" Oh iya tadi Ayahnya Naya nelfon kerumah nanyain anaknya,kamu gak sama Naya ?" Tanya Lutfia.
Samuel diam tak menjawab.
" Sam " panggil Lutfia.
" Aku kekamar dulu Ma " Pamit Samuel berdiri..
Lutfia mengangguk meski merasa kebingungan dengan tingkah putranya hari ini.
" Akhhhh apa yang aku lakukan ?" Gumam Samuel menjatuhkan dirinya diranjang.
" Aku rasa aku memang sudah gila,kenapa aku mau mendonorkan satu ginjal untuk gadis cengeng itu " Lanjut Samuel heran.
" Tapi melihat wajahnya kenapa aku merasa tak ikhlas jika dia mati "
" Akhhhh bajingan !" Umpat Samuel melempar asal bantal ke lantai.
Lelaki itu masih diam hingga mengeluarkan hapenya dari saku celana.
__ADS_1
Bahkan Samuel selama ini tidak mempunyai nomor hape Winda,keduanya bertemu dengan situasi yang sulit dijelaskan..
Kebesokan paginya,Winda menangis terisak saat akan di pindahkan keruang operasi.
Tapi bukan itu permasalahannya,Winda tak henti menangis saat tau siapa yang berbaik hati ingin menyambung hidup yang ia harapkan.
" Maafkan aku hiks hiks " Ucap Winda memeluk Samuel.
Samuel hanya diam tanpa membalas.
Sindi dan Yuni tak bisa membendung perasaan haru nya kepada kedua anak manusia itu.
Sindi hampir bersujud di kaki Samuel karna lelaki itu mau menjadi malaikat untuk putri nya..
" Kau harus sembuh,jangan menangis lagi " Ucap Samuel tenang.
" Hiks hiks " Winda mendongak menatap lelaki itu nanar.
Samuel memasang wajah super datar,Alexi dan Romi melihat Samuel menyelisik.
Hingga seorang suster memberitahu bahwa keduanya harus bersiap.
" Om berhutang nyawa kepada mu Sam " Ucap Malvin menunduk..
Samuel mengangguk pelan..
" Aku tidak tau apa yang ada dikepala mu saat ini dan rencana apa yang akan kau lakukan untuk Winda nanti,tapi berjuanglah selamatkan gadis itu " Ucap Alexi tenang.
" Kami juga akan mendoakan keselamatan mu " Celetuk Romi.
" Terima kasih " Balas Samuel menunduk.
" Sam " Panggil Sindi dan langsung mendekap lelaki itu.
" Berjuanglah Nak,kalian harus selamat " Ucap Sindi memegang tangan Samuel.
" Iya Bi " Jawab Samuel canggung.
" kau pria baik Sam,bibi harap kau dan Winda kuat bertahan " Ucap Yuni mengusap bahu lelaki itu.
Samuel tersenyum kecil,keduanya pun diarak menuju ruang operasi.
Selama diperjalanan menuju kesana,manik Samuel tak pernah terlepas melihat Winda dengan wajah yang tak bisa dijelaskan.
" Bertahanlah Win " Ucap Alexi saat akan melepaskan sahabatnya masuk ruangan exsekusi.
Winda mengangguk dan perlahan melepas tangan Alexi yang digenggam lelaki itu.
Pintu ruangan pun tertutup,tangis Malvin dan Sindi pecah harus menerima kenyataan.
Diruangan,Winda menoleh ke Samuel,pria itu terbaring menatap dirinya.
Winda mengulurkan tangan yang tertusuk jarum impus,Samuel hanya melihat tanpa melakukan hal yang sama.
" Sudah siap " tanya Dokter berpakaian serba hijau.
Winda dan Samuel mengangguk lemah.
Keduanya pun diberi suntikan,membuat manik mereka perlahan menutup.
" Mama " Ucap Samuel lirih.
Praaangggggggg.....
Suara piring terdengar nyaring saat seorang wanita akan menaruhnya di rak.
" Ma " pekik Rafael berlari mendekati sang istri.
" Sam " Gumam Lutfia langsung gemeteran teringat anaknya.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1