
Disebuah kampung seorang wanita terlihat duduk dipinggir dikursi menatap suaminya yang sedang memeriksa seorang ibu2.
Hari ini Histi mengikuti Serkan bekerja karna dari semalam wanita hamil itu ingin selalu dekat dengan Serkan.
Seperti biasa Histi memfitnah anaknya agar mendapat kesempatan langka tersebut,Serkan sebagai calon ayah yang baik dan pengertian mengabuli permintaan istrinya.
Kini lelaki tersebut sangat gampang di tipu dan itu membuat Histi menang banyak.
Selama menikah keduanya terlihat akur2 saja walaupun terkadang ada cekcok mulut antara keduanya..
" Yank " Panggil Histi lirih.
Serkan masih fokus memeriksa mata pasien.
" Yank yuhuuuu " Panggil Histi lagi.
Serkan menoleh dan melototkan matanya memberi ancaman.
" Heheh selow Yank anak mu yang manggil " Kata Histi terkekeh.
" Ck " Decak Serkan gemas.
" Kenapa Dok mata saya bermasalah ya ?" tanya Pasien polos.
" Hah gak kok " Jawab Serkan tersentak.
" Buka lagi ya matanya " Kata Serkan sopan.
Wanita itu membuka lebar matanya membuat Histi terkekik geli.
Histi tak bisa diam padahal didepan matanya sudah banyak snack sehat dan buah yang ia bawa dari rumah.
" Aku ngapain ya ?" Gumam Histi mencari ide.
Wanita itu celingak celinguk dan mendapati teleskop Serkan menganggur diatas meja.
" Ahaaa " kata Histi menemukan ide.
Wanita hamil besar itu berjalan mengendap dan mencuri alat periksa sang suami.
Dengan semangat Histi menaruh alat itu ditelinga dan diperut.
" Halo anak Mama,lagi ngapain nih ?" tanya Histi mengusap perut besarnya.
" Lagi mamem Ma " Jawab Histi sendiri dengan suara bayi.
" Oh Mamem apa anak Mama ? betah ya disana ?" Tanya Histi.
" Engap Ma,pengen main ayunan "
" Hehe nanti ya,kalo dah lahir kita naik roller coster " Balas Histi.
" Mati jantungan dong Ma " Balas anak Histi memasang wajah merajuk.
" hahahah " Histi tertawa sendiri.
Di pojok ruangan Serkan dan pasien menganga melihat Histi bicara sendiri seperti orang gila.
" Dok istrinya udah diperiksa belum ?" Tanya Ibu itu ngeri.
" Apanya ?" tanya Serkan.
" Otaknya Dok " Jawab Pasien.
" Hah " pekik Serkan kaget.
Histi menoleh dan dengan cepat melepas mainan barunya.
" Hehe maaf Yank,dia ngajak aku main " Kata Histi menggaruk kepala.
" Ya ampun bini aku kenapa dah jadi aneh gini " Kata Serkan menghela nafas.
" Butek Yank gak ada kerjaan " Balas Histi mengkrucut.
" Siapa suruh kamu ikut tadi ?" tanya Serkan gemas.
" Aku gak ada temen Yank,Sania sekolah " Jawab Histi kesal.
" Maaf ya Bu,,pemeriksaannya udah selesai " Kata Serkan kepada pasien tersebut.
__ADS_1
" Oh iya Dok,obat nya ambil didepan ya ?"
" Iya Bu,lekas sembuh ya " Jawab Serkan sopan.
Wanita itu mengangguk tersenyum.
Setelah pintu tertutup,Serkan mendekati Histi dan berjongkok didepan wanita itu.
" Anak Papa bosen ya Nak ?" tanya Serkan lembut mengusap perut Histi.
" Iya Pa,butuh hiburan " Jawab Histi meniru suara anaknya.
" Sabar ya sayang,tunggu Papa libur ya kita jalan2 " Kata Serkan tersenyum.
" Pengen ke Mall Pa " Balas Histi.
" Disini gak ada Mall Nak,adanya air terjun,sungai sawah,kamu mau yang mana ?" Tanya Serkan memberi pilihan.
" Mau Papa aja deh deket2 sama Mama " Jawab Histi.
" Hehh " Kata Serkan terkejut.
Histi cengengesan menggaruk kepala.
" Mama kamu modus deh " kata Serkan tersenyum.
" Kasihan Mama Pa,dia kesepian gak ada temen " Kata Histi mengkrucut.
" Bilang sama Mama sabar ya,nanti kalo kamu dah lahir kita ke kota temuin,Kakek,nenek,opa,Oma semuanyaaa " Kata Serkan tersenyum.
" Janji ya Pa "
" Iya sayang " Kata Serkan mencubit pipi Histi.
Keduanya berpelukan hangat,Histi terlihat begitu manja kepada sang suami.
Walaupun Serkan terbilang sibuk tapi lelaki itu selalu bisa menyempatkan diri untuk bersamanya meski hanya sebentar.
Keduanya saling menyatukan kening dengan senyum mengembang.
" Aku janji bakal bawa kamu ke tempat asal sayang " ucap Serkan serius.
" Makasih sayang " Balas Serkan mengecup kening Histi.
Ntah siapa yang mulai duluan,bibir keduanya saling bertautan.
Serkan mencium wanita itu dengan lembut seolah sedang menjaga berlian yang begitu mahal.
Saat asik2nya bercumbu tiba2 air mengalir kelantai.
Serkan yang merasa celananya basah menahan tubuh Histi langsung terkejut dan melepas tubuh wanita itu.
" Yank " Kata Serkan kaget.
Histi mulai meringis mencengkram jas dokter pria itu.
" Sakit Yank " Ucap Histi memejamkan mata.
" Kamu mau lahiran ?" Tanya Serkan kaget.
" Kayaknya iya deh,sakit banget " Jawab Histi.
" Astaga bagaimana ini " Kata Serkan langsung panik.
Histi menyenderkan tubuhnya dikursi,memang dari minggu kemarin Histi sering merasa sakit perut tapi masih ia tahan,Histi pikir ia susah BAB saja jadi tak pernah mengadu ke Serkan karna merasa malu sejak kejadian dulu.
" Emang udah bulannya ya ?" Tanya Serkan mencoba mengingat.
" Belum sampe,kayaknya dia udah gak sabar mau ke Mall " Jawab Histi.
" hah " Pekik Serkan melotot.
" Aduhhhh sakit Yank " Kata Histi kembali merasa mules.
" Kamu tunggu disini aku panggil Bayu " Kata Serkan buru2 lari keluar.
" Yankkkkk tungguin,aduhhh " kata Histi ingin berdiri tapi merasa sangat berat.
" Sabar sayang,kamu gak bisa ke mall sekarang,belum cukup umur " Kata Histi membujuk anaknya.
__ADS_1
Bayi dalam kandungan Histi tak perduli,bocah itu memaksa ingin keluar sekarang menagih janji orang tuanya.
Tak lama Serkan kembali lagi dengan beberapa orang dokter dan suster.
" Astaga dia mau lahiran Kan " Kata Bayu kepada Serkan.
" Iya bagaimana ini,,belum bulannya " Jawab Serkan takut.
" Dia melahirkan lebih cepat,kita harus hati2 karna biasanya rawan kematian " Kata Bayu serius.
" Apa !" Pekik Serkan melotot.
" Angkat dia kebrangkar " kata Bayu tegas.
Serkan mengangguk,lelaki itu dengan cepat menggendong Histi ke brangkar.
" Baring Yank jangan duduk nanti nunggit " Kata Serkan ngeri.
" Gak mau baring " Kata Histi menggeleng.
" Astaga nanti kamu jatuh " Kata Serkan ngeri.
" Aaaaa sakit " Teriak Histi menarik rambut Serkan.
" Aduh duh iya2 gak usah baring,duduk aja " Kata Serkan meringis.
Brangkar wanita itu pun didorong,Histi duduk selonjoran berpegangan pada badan suaminya.
Bayu tidak tau harus panik atau tertawa saat ini dengan keabsuran pasangan tersebut.
Saat masuk ruangan persalinan,udara disana terasa dingin.
Histi menelan ludah kasar mulai gemeteran.
" kamu bisa oke,tenang jangan panik " Kata Serkan memegang bahu Histi.
" Kalo aku gak bisa gimana ?" tanya Histi nanar.
" Gak kamu pasti bisa !" jawab Serkan tegas.
" Mama " Gumam Histi teringat akan ibunya.
Serkan terdiam,di moment2 seperti ini seorang wanita yang akan melahirkan memang membutuhkan ibunya sebagai suport sistem..
Histi mulai menangis ditambah perut mulas padahl baru tadi wanita itu bercanda gurau.
" Mau Mama Yank " Pinta Histi memegang tangan Serkan.
" Mama gak ada disini " Jawab Serkan mengusap kepala istrinya.
Histi diam memejamkan mata.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah 2 orang wanita dengan nafas ngos2an berlari kearah Histi.
" Udah lahiran ?" tanya Ibu Sania melihat kiri kanan
" Masih dalam perut " jawab Histi menunjuk perut besarny.
" Loh bukannya pagi tadi ya ? Sania bilang kamu kepuskesmas buat lahiran " Kata ibu Sania bingung.
" Hah " Serkan terkejut,memang pagi tadi mereka berpapasan dengan bocah kecil itu tapi sepertinya Sania salah paham.
" Sudah2,ayo keluarkan anaknya " Ucap Mba dukun sudah bersiap.
" Oh syukurlah Mbah datang " kata Bayu menghela nafas.
" Kita join aja Mas,saya belain2 kesini buat ikut bantu Histi lahiran " Kata Mbah dukun tersenyum.
" Hah " kata Serkan kaget.
" Iya Mbah dengan senang hati " Kata Bayu semangat.
Serkan melongo melihat kedua dokter beda guru itu ingin mengeluarkan anaknya.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1