Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
318


__ADS_3

Disebuah cafe seorang pria sedang bersantai ria sambil vidio call bersama sahabatnya.


Hari ini Alexi keluar untuk menikmati angin malam sambil menunggu Salsa pulang bekerja.


Kini Alexi punya tugas antar jemput Salsa saat bekerja karna dirinya masih menganggur disana.


Sebenarnya Alexi ingin bekerja tapi Romi melarang pria itu,Romi ingin anaknya memperhatikan Salsa dulu selagi menunggu panggilan dari anak perusahaan Reno.


Alexi tak susah mencari pekerjaan berkat nama besar Ayahnya.


tapi meski begitu,Alexi tak bisa seenak jidat pria itu harus mengikuti protokol yang diminta oleh perusahaan raksasa tersebut.


" Ada apa Lex ?" tanya Winda diseberang dengan mata terkantuk2.


" Lagi ngapain ?" tanya Alexi seraya menyesap minuman dinginnya.


" Lagi tiduran " Jawab Winda malas.


" Hehe disana udah larut ya ?" tanya Alexi menggaruk kepala.


Winda menghela nafas mengangguk.


" Kamu gangguin aku tidur " Kata Winda kesal.


" Ya aku tau,aku gak punya temen ngobrol " kata Alexi lesu.


" Emang Salsa kemana ?" tanya Winda heran.


" Lagi kerja " jawab Alexi.


" Hah kerja apa ?" tanya Winda kaget.


" Jadi pelayan gitu " Jawab Alexi jujur.


" Terus kamu gak kerja ?" tanya Winda.


" Hehe belum " jawab Alexi malu.


" Ck kamu mah kek benalu,datang kesana bukannya bantuin Salsa malah morotin dia " Cibir Winda.


" Hehe gak kok,dikirim ayah buat jajan " Kata Alexi menggaruk kepala.


" Hm ya udah ah aku pengen tidur besok kerja biar dapat gaji " Kata Winda seraya menyindir.


" Hahah ya,kalo gak kerja gak dapat gaji dan bonus dari Bos " Balas Alexi angkuh.


" cihh sombong " Hujat Winda mendengus.


Alexi tertawa,pria itu pun berpamitan karna kasihan melihat Winda sangat butuh istirahat.


Setelah panggilan mati,Alexi kembali sendirian.


Cafe yang diduduki Alexi mengarah langsung ke tempat Salsa bekerja jadi pria itu bisa memantau dari sana.


Meski Salsa tak pernah meminta untuk dijemput tapi Alexi tak pernah absen dan Salsa pun tak bisa menolak karna Alexi selalu membawa nama ibunya jika gadis itu tak menurut.


Hampir 1 jam menunggu akhirnya Salsa pun terlihat sudah bersiap2 untuk pulang.


Alexi bangun dan keluar dari cafe.


Pria itu menunggu didepan pintu tempat Salsa bekerja.


Beberapa lampu dimatikan tak lama Salsa pun keluar bersama temannya.


" Aku duluan ya Sa " Ucap teman sprofesi Salsa dalam bahasa inggris.


" Iya hati2 " Balas Salsa tersenyum.


Gadis pirang itu pun mengangkat jaketnya dan mulai berjalan menyusuri jalanan yang masih ramai.


Salsa melirik Alexi,lelaki itu terlihat diam dan tenang.


" Ayo " Kata Salsa berjalan duluan.


" Mau kemana ?" tanya Alexi.


" Ya pulang " Jawab Salsa mengernyit.


" Oh " Jawab Alexi cuek.


Salsa terlihat bingung dan terus berjalan.

__ADS_1


Meski bersampingan tapi keduanya hanya diam saja menyusuri jalan..


" Kamu udah makan ?" tanya Salsa membuka suara.


" Belum " jawab Alexi.


" Kenapa ?" tanya Salsa berhenti.


" Kamu gak masak " jawab Alexi.


" Kan aku udah bilang kalo sore aku gak pernah masak !" Kata Salsa kesal.


" iya2,marah mulu " Kata Alexi gemas.


" Ck,nanti kamu sakit aku lagi yang ribet Lex " gerutu Salsa.


" iyaaa gak bakal sakit tenang aja " Balas Alexi.


" Kamu mana tau kalo Tuhan mau kasih sakit " Ucap Salsa sengit.


" Iyaa ya ampunn " Kata Alexi menghela nafas.


" Haisttt " Salsa mendengus dan berjalan cepat meninggalkan lelaki itu.


Alexi tersenyum geli,dirinya memang sengaja bilang belum makan karna ingin melihat wajah marah gadis itu.


Setiap hari darah Salsa sering dibuat naik turun oleh lelaki tampan tersebut.


Kehadiran Alexi benar2 membuat hidupnya sangat berisik.


Salsa berhenti disalah satu tempat orang jualan makanan,Alexi yang mengekori lelaki itu ikut berhenti.


" Kenapa ?" tanya Alexi.


" Beli makan " Jawab Salsa mengeluarkan dompet dalam tas.


" Buat siapa ?" tanya Alexi lagi.


" Ya buat kamu " Jawab Salsa masih mode kesal.


" Hah aku udah makan Sa " kata Alexi kaget.


" Tadi kamu bilang belum makan " Balas Salsa menoleh geram.


" Astaga Alexiiiiiiiiiiiii " Geram Salsa dengan gigi menggelutuk.


Si penjual melihat kedua anak manusia itu dengan wajah bingung.


Meski tak tau apa yang diucapkan Salsa tapi abang2 penjual itu meyakini Salsa sedang murka.


" Jadi buat apa aku beli kalo kamu udah makan ?" tanya Salsa bersedekap dada.


" Ya buat kamu " Jawab Alexi santai.


" Aku udah makan Lex " Pekik Salsa ingin meledak.


Alexi melonjak kaget dan melihat kiri kanan.


" Ya ya udah buat aku aja,aku laper " Kata Alexi kelabakan.


" Kan kamu udah makan " Kata Salsa kembali kesal.


" Ya terus siapa yang suruh beli eh " kata Alexi memelan.


" Apa kamu bilang !" Teriak Salsa emosi.


Glek...


Alexi menelan ludah kasar,pria itu dengan cepat mengeluarkan isi dompetnya dan memberi uang dolar kepada penjual.


Dengan cepat Alexi menyeret Salsa pergi dari sana sebelum orang2 mengira Alexi melakukan hal menyimpang.


" Haissst lepas !" Kata Salsa berontak.


" Marah2nya dirumah aja ya please2 " Kata Alexi memelas.


" Gak bisa !" Kata Salsa dengan darah naik turun.


Alexi memejamkan mata mencari cara agar emosi gadis itu mereda.


Alexi lupa bahwa hari ini Salsa datang bulan dan gadis itu sudah memarahinya pagi tadi.

__ADS_1


" Eehhh mau kemana ?" tanya Salsa melihat Alexi berjalan cepat.


" Pulang " Jawab Alexi tanpa menoleh.


" Ehh kita belum selesai Lexxx " Teriak Salsa.


" Dirumah aja sayang,nanti aku kasih ++ " Balas Alexi santai.


" Hah ++ ? maksudnya apaan ?" Gumam Salsa bingung.


Alexi semakin menjauh,Salsa yang ditinggal pun langsung berlari mengejar lelaki kurang ajar tersebut.


Alexi terkekeh geli,ia mulai paham bagaimana meredakan emosi Salsa.


Karna jika ia tetap meladeni gadis itu meledak2 yang ada malah semakin parah,tapi jika diamkan saja Salsa akan berhenti sendiri dan menganggap semuanya selesai.


Bukan sekali dua kali mereka berkelahi ditempat umum,Salsa kini mudah emosi jika berhadapan dengan Alexi yang selalu sukses membuat dirinya panas.


Sesampai dirumah,Alexi langsung berbaring diranjang Salsa tanpa dosa.


Salsa masuk kedalam dan melempar asal tasnya keranjang.


" Cape ya ?" tanya Alexi.


Salsa diam tak menjawab.


" Sini Mamas pijitin " Rayu Alexi mengulum senyum.


" Gak butuh " Tolak Salsa ketus.


" Beneran ? Mas kalo mijit enak loh " Goda Alexi.


Salsa cuek saja mengambil baju tidurnya dilemari.


Karna hanya mereka berdua saja didalam rumah dan disana sangat bebas jadi Alexi tak getir menjahili Salsa tanpa takut dicidyk warga.


" Dah sana keluar aku mau mandi " Usir Salsa melihat lelaki itu bersantai diatas ranjangnya.


" Mandi aja aku gak lihat " Balas Alexi tenang.


" ya aku risih Lex " Kata Salsa kesal.


" Kenapa risih kan aku gak ngintip,emang kamu mandi depan aku ?" tanya Alexi heran.


Salsa terdiam,gadis itu pun berjalan mengambil handuk.


Alexi yang melihat Salsa akan pergi langsung menarik handuk gadis itu membuat Salsa kaget dan otomatis mundur.


" Aaaaaaaaa " Pekik Salsa.


Brugh...


Gadis itu langsung terjatuh diranjang menimpa tubuh Alexi yang menjahili dirinya.


Deg...


Keduanya saling melihat dan terdiam.


Salsa langsung ingin bangun tapi Alexi menahan pinggang gadis itu.


" Lex " Panggil Salsa kaget.


Alexi diam dan semakin merengkuh pinggang ramping Salsa membuat gadis itu tak bisa bergerak.


" Sa " Panggil Alexi nanar.


Deg


deg


deg...


Jantung Salsa berdebar kencang mendengar suara basah Alexi.


Salsa melihat kearah lain tapi naas tangan pria itu menolehkan wajahnya menghadap Alexi.


Keduanya saling bertatapan dalam hingga kepala Alexi mulai terangkat.


Salsa sangat deg2an jantung gadis itu merasa hampir copot menatap manik Alexi yang sudah tak berkedip.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2