Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
456


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terdiam di sebuah toko baju melihat sang istri sedang asik memilih barang diskon.


Pulang bekerja Alexi menemani Salsa yang merengek ingin ke mall,karna kasihan lelaki itu pun menurutinya meski ia sedikit lelah.


" Lex yang ini cantik gak ?" tanya Salsa membawa beberapa helai baju dilengan.


" cantik " Jawab Alexi lesu.


" Cantik ini apa ini ?" tanya Salsa lagi.


" 22 nya " jawab Alexi sambil menguap.


" Jadi cantik yang mana ? ini atau ini ?" tanya Salsa lagi.


" Semuanya Yank " Jawab Alexi malas.


" Lex !" pekik Salsa kesal.


" Aku harus jawab apa sayang ? itu cantik,ini juga cantik " Kata Alexi gemas.


" Pilih salah satu Yank " Rengek Salsa.


" Beli aja 22nya " Kata Alexi mengacak rambut kesal.


" Males ah,mending tadi aku pergi sendiri aja " Gerutu Salsa kesal.


" Huh dia yang ngajak kok dia yang marah " Gumam Alexi heran.


Lelaki itu kembali duduk melihat para ibu2 dan wanita sebaya asik sendiri.


Alexi tak sendirian,disampingnya juga duduk seorang lelaki seraya memangku sang anak melihat istrinya mondar mandir didepan kaca.


" Ngantuk ya Mas ?" Tanya pria setengah bapak2 tersebut.


" Hehe iya Bang " Jawab Alexi tersenyum kecil.


" Agar rumah tangga adem ayem emang harus gini Mas,musti sabar " Ucap pria tersebut terkekeh.


" Iya Bang,cape2 juga hayok " balas Alexi.


" Haha iya,kalo bisa mah mending rebahan dirumah "


Alexi mengangguk setuju,ia dan pria itu bernasib sama mendapatkan istri yang mudah tergiur harga diskon.


Saat asik duduk disana,tiba2 masuk sepasang suami istri membawa 2 orang bocah.


" Kak Serkan " Gumam Alexi kaget.


Terlihat Serkan berjalan masuk dengan wajah tenang seraya menggendong bayinya,disebelah lelaki itu hadir seorang wanita dengan mata berbinar melihat tulisan diskon 75% semua produk.


" Kayaknya aku memang gak sendirian hari ini " Gumam Alexi terkekeh.


Pria itu pun bangun mendekati sang Kakak.


" Woi !" Tegur Alexi.


Serkan menoleh dan terkejut melihat adiknya berada disana.


" Loh kok disini ?" tanya Serkan.


" Iya Kak,lagi nemenin Salsa belanja " Jawab Alexi.


" Hm sama dong,Kakak juga lagi nemenin Histi sama Sania " Balas Serkan tersenyum.


Keduanya mencari tempat duduk,Sutar terlihat sangat kalem bocah itu jika berada ditngan Serkan tak pernah rewel bedahal jika ditangan ibunya.


Ditengah2 keramaian,seorang bocah menarik baju Histi yang berjalan cepat mendekati target.


" Tee tungguin " kata Sania takut.


" Ck,cepet kesini " kata Histi menyeret bocah itu.


Sania hampir terjengkang,suasana sangat ramai ia takut diinjak para ibu2 yang terlihat bar2 mengambil barang.


Setelah bocah itu merasa aman ia mulai melihat2.


" Wah ini masih bagus " Kata Histi membuka lebar baju dalam lipatan.

__ADS_1


" Tante mau beli baju ?" tanya Sania polos.


" Iya lumayan buat ganti,baju Tante dah melar " Jawab Histi sibuk memilah.


" Aku juga ya Te " Pinta Sania malu2.


" Iya,tenang aja hari ini kamu bebas mau beli apa " Balas Histi menepuk tas selempang yang ia bawa.


" Yeeee " pekik Sania girang.


" Sana pilih yang kamu mau,nanti bawa kesini " Kata Histi tersenyum.


" Oke Te " Jawab Sania semangat.


Bocah itu pun mulai beraksi.


Sania harus berjuang dengan giat karna ditempat baju anak sangat ramai pengunjung,ibu2 disana begitu berutal memilih yang terbaik.


" Wah itu bagus " kata Sania melihat sebuah baju kaos dengan gambar beruang.


Gadis itu berusaha mengambil tapi keduluan orang lain.


" Ini punya say..Sania !" pekik seorang wanita kaget.


Sania mendongak dan ikut kaget mengenali wanita yang menegurnya.


" Kakak " kata Sania syok.


" Loh kok bisa ada disini ?" tanya Salsa bingung.


" Iya Kak mau beli baju " jawab Sania polos.


" Sama siapa ?" tanya Salsa melihat kiri kanan.


Sania berbalik badan dan mencari orang yang menganjaknya belanja.


" Histi ?" Tanya Salsa melihat Histi heboh sendiri.


" Iya Kak,Kakak kenapa ada dibaju ini ? kan Kakak udah gede ?" tanya Sania bingung.


Sania ber Oh ria,kedua gadis itu pun kembali memilih yang mereka mau.


Sania juga menjadi model gonta ganti hari ini karna Salsa memakai ukuran badan gadis itu untuk diberikan kepada adik iparnya.


" Maaf Mba ini saya yang ambil duluan " kata Histi merebut baju yang diambil orang lain.


" Lah saya duluan itu Mba " Balas wanita berambut pirang merebut lagi.


" Saya Mba,tadi kan Mba lihat saya udah copin " Kata Histi gemas.


" Ya siapa cepat lah " Lawan wanita itu kesal.


" Mana bisa gitu,harus ngalah dong " kata Histi tersulut.


" Gak bisa,ini punya saya " Kata wanita itu menarik baju.


" gak,ini saya duluan !" kata Histi ikut menarik.


Aksi tarik ulur pun berlangsung heboh,Serkan dan Alexi yang asik ngobrol menoleh kearah perempuan itu.


Serkan menganga melihat istrinya tak mau mengalah kepada orang lain.


" Bang istri kamu " Tegur Alexi syok.


" Histi kenapa ?" tanya Serkan bingung.


" Pasti rebutan itu Bang " Jawab Alexi.


" Huaaaaa Tanteee " Pekik seorang bocah menangis mendekati Histi.


" Kamu kenapa ?" tanya Histi kaget dan melepas baju itu membuat lawannya terjengkang kebelakang.


" Uppsss sorry " kata Histi terbelalak melihat lawannya terbaring dilantai.


" Tanteee huhu dia ambil baju aku Te " Adu Sania menunjuk seorang bocah lelaki dengan badan bongsor.


" Hah ngambil baju kamu ?" ulang Histi kaget.

__ADS_1


" Iya Te,padahal aku duluan yang ambil huhuhu " Jawab Sania masih dengan tangis sedihnya.


" Iya Kak,dia ngerebut dari tangan Sania " Celetuk Salsa.


" Loh kamu disini ?" Tanya Histi kaget.


" Iya Kak,tadi aku sama Sania disana,aku gak berani lawan Kak,emaknya galak " Jawab Salsa sedikit berbisik.


" Emang emaknya yang mana ?" tanya Histi menggulung lengan bajunya.


" yang itu Te huhu " Jawab Sania menunjuk seorang wanita dengan badan tak kalah bongsor.


" Waduhh " pekik Histi kaget.


" Ayo pergi " Kata Serkan menarik Histi mundur.


" Mau kemana ?" tanya Histi kembali terkejut.


" Kamu mau dibanting emaknya ?" tanya Serkan ngeri.


" Tapi anaknya bikin Sania nangis Yank " Jawab Histi tak terima.


" Mending dia nangis sendiri daripada nangis semuanya " kata Serkan malas.


" Hah maksudnya ?" tanya Salsa bingung.


" kamu juga ayo pergi " Jawab Alexi memegang tangan Salsa.


" Gak mau ah aku belum sempat belanja " Kata Salsa mengibas tangan Alexi.


" Itu Ma,Kakak yang itu tadi cubit aku " Ucap bocah lelaki itu menunjuk Salsa.


" Alamak " kata Alexi terbelalak.


" Hehe cubit dikit Yank,habisnya kesel dia nginjak kaki aku,mana sakit lagi " Kata Salsa mengkrucut.


Ibu bocah itu menatap Histi dan Salsa tajam,Serkan yang merasa nyawa semuanya terancam semakin menyeret Histi.


" Gak bisa Yank,kita harus lawan !" Kata Histi semangat.


" Yank gak usah cari perkara deh " Kata Serkan mulai kesal.


" Kamu takut ?" tanya Histi melotot.


" Bukan takut Yank,aku takut kamu kegencet " Kata Serkan ngeri.


" Kamu remehin aku ?" tanya Histi kesal.


" Buk....


" Permisi,apa kalian yang membuat anak saya menangis ?" Potong wanita dengan emas melingkar dibadan tersebut.


Histi mendongak dan terdiam melihat wanita dengan badan jumbo dan eliner luntur tersebut.


Glek...


Semua orang menelan ludah kasar,Salsa cengengesan dan langsung berlari duluan.


" Kak Tungguiiiiiiinnnn " Pekik Sania ikut berlari.


" Aku duluan Kak " Pamit Alexi menyandang tas istrinya.


" Ehh " pekik Serkan syok.


" Hehe,Yank kayaknya aku lupa bawa dompet deh " Kata Histi cengengesan kepada Serkan.


" Hah " pekik Serkan bingung.


" Permisi Buuu " Kata Histi menunduk sopan dan langsung berlari keluar.


Serkan yang ditinggal sendirian melongo melihat wanita itu semakin mengeluarkan mata elang.


" Hehe " Serkan cengengesan dengan kaki gemeteran,apalagi melihat Bapak bocah itu juga mendekat dengan badan selaras dan tato ular dilehernya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2