
Flashback On.
Saat pagi menjelang seorang bocah laki2 memasuki kamar Kakaknya untuk mengambil buku yang ketinggal disana saat mengerjakan Pr semalam.
Saat masuk bocah itu mengernyit melihat kamar sang Kakak kosong.
Bocah itu pun mencari sekeliling dan bertemu dengan sang Papa yang baru selesai olahraga.
" Kenapa Nak ?" tanya Bara seraya mengelap keringatnya.
" Kak Histi ngak ada dikamar Pa " Jawab bocah itu sedikit panik.
" Kemana ?" Tanya Bara tenang.
" Gak tau Pa " Jawab bocah itu menggeleng.
Bara langsung berjalan menuju kamar anaknya.
Saat Bara membuka pintu,ruangan itu pun benar2 kosong.
Kamar mandi pun terbuka tanda tak ada siapapun didalam.
" Kemana anak itu ?" Gumam Bara heran.
Lelaki itu pun menemui istrinya didapur.
Terlihat Zaiva sedang mengajari Salma cara mengupas bawang.
" Ada apa Bang ?" tanya Zaiva mengernyit melihat suaminya panik.
" Mana Histi ?" tanya Bara meninggikan suaranya.
" Histi ? dikamar " Jawab Zaiva polos.
" Gak ada " jawab Bara lagi.
" Hah ngak ada ? emang dia kemana ?" Tanya Zaiva bingung.
" Telfon sekarang " Kata Bara tegas.
Zaiva mengangguk,wanita itu berlari keluar mengambil telepon rumah.
Panggilan tersambung tapi tak diangkat.
" Ini Pa " Kata Salma memberi tab milik sang Papa.
Bara mengangguk,dengan cepat lelaki itu langsung mencari keberadaan anaknya melalui nomor hape yang dipakai Histi.
" Apartemen ?" Gumam Serkan kaget melihat info yang ada.
" Maksudnya ?" tanya Zaiva melihat Bara.
Lelaki itu tak menjawab,Bara langsung bergegas masuk kamar mengganti bajunya dan berlari keluar setelah mengantongi kunci mobil.
" Papaaa " Teriak Twins heboh mengejar lelaki itu.
" Gak usah ikut,Papa sebentar " Kata Bara membuka kaca mobil.
Twins langsung terdiam,Zaiva terlihat kebingungan dengan tingkah suaminya.
Bara mengendarai mobilnya dengan cepat,lelaki itu sangat khawatir dengan keadaan putrinya yang tiba2 menghilang.
Tak menunggu lama akhirnya lelaki itu pun sampai.
Bara langsung menggedor pintu rumah dengan kuat.
Sekali dua kali belum menerima jawaban.
Bara tak menyerah lelaki itu semakin kuat menggedor pintu dan hampir mendobrak pintu tersebut.
Ceklek...
Tiba2 pintu rumah terbuka,keluarlah seorang gadis dengan baju tidur doraemon sedang mengusap wajahnya yang mengantuk.
" Histi " Gumam Bara terbelalak.
__ADS_1
Histi yang mengenali suara tersebut langsung membuka lebar matanya.
" Papa " Pekik Histi ikut terbelalak.
" kenapa kamu ada disini ?" tanya Bara garang.
" Ak ak u ak u " Kta Histi terbata.
Bara langsung masuk kedalam rumah dan menyelisik tempat tersebut.
" Rumah siapa ini ?" Tanya Bara tajam.
Histi menelan ludah kasar sangat takut dengan aura membunuh Papanya.
" Histi !" Teriak Bara geram.
" Dokter Serkan Pa " jawab Histi menunduk.
" Serkan ?" Ulang Bara mengernyit.
" Iya " jawab Histi mengangguk.
" Anaknya Om Romi ?" tanya Serkan mengingat.
Histi mengangguk lemah.
" Kau yang datang kemari ?" Tanya Bara berusaha tenanh.
Histi diam tak menjawab hingga Serkan keluar dari tempat pertapaannya.
Flashback Off.
Ujung bibir Serkan berdarah,lelaki itu berusaha berdiri meski menahan rasa sakit.
" Om " Panggil Serkan pelan.
Bara menoleh kearah lelaki itu dengan nafas memburu.
" Ini tidak seperti yang Om kira " Ucap Serkan tenang.
" Dia tidak pernah meminta ku Pa,aku yang datang menemuinya " teriak Histi.
Deg...
Bara terkejut dengan ucapan anak pertamanya itu.
" Aku yang menemui Dokter Serkan,bukan hanya ini saja tap...
Plakkkkkk....
Untuk pertama kalinya Bara mengayunkan tangannya mendarat diwajah sang putri.
" Histi " Pekik Serkan tertahan melihat gadis itu langsung terjatuh kelantai.
" Apa kau bilang,kau datang menemui lelaki ini ?" tanya Bara dengan suara rendah.
Histi mengangguk melihat wajah Papanya.
Bara terduduk disofa melihat pengakuan gadis itu.
" Kenapa kau melakukannya Nak ?" tanya Bara nanar.
" Aku mencintai Dokter Serkan Pa dan dia juga mencintai aku " Jawab Histi.
Deg...
Serkan melotot mendengar gadis itu membawa namanya.
" Tapi bukan seperti itu caranya Histi " Bentak Bara emosi.
" Lalu aku harus bagaimana Pa,aku tidak mencintai Bryan !" Teriak Histi menggelegar.
" Apa " Ucap seseorang dari arah pintu.
Semua orang menoleh,Bara terkejut melihat calon menantunya berdiri diambang pintu bersama Romi.
__ADS_1
" Bryan " Gumam Bara pelan.
Lelaki dengan wajah tampan itu mendekat kearah kekasih hatinya.
Serkan melihat ayahnya berada disana mengusap wajah kasar.
pria itu menebak akan terjadi bencana besar habis ini.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Romi terlihat bingung.
" Kau tidak mencintai ku ?" Tanya Bryan menghadap Histi.
Gadis itu menatap Bryan dengan mata berkaca kaca.
" Maafkan aku Kak " Jawab Histi menunduk.
" Mengapa kau lakukan ini sama aku Histi ? apa kurang aku ?" Tanya Bryan sedih.
" Kakak tak bersalah,semua ini kesalahan aku,aku yang tak bisa menjaga kesetiaan Kakak " jawab Histi menangis.
Bryan menarik nafas berusaha tenang,hatinya sangat sakit mendengar penuturan gadis itu.
" Kau mencintai lelaki ini ?" Tanya Bryan menunjuk Serkan.
Histi mengangguk lemah.
" Astaga Histi !" Geram Bara mengepalkan tangan.
Lelaki itu merasa sangat malu dengan perbuatan putrinya,Bara tak menyangka gadis itu tega melakukan semua ini.
Bryan melihat Serkan dari ujung kaki hingga kepala,Bryan bingung dari mana Histi menyukai lelaki berantakan tersebut apalagi Serkan masih stel baju tidur dengan rambut acak2N dan wajah terluka bekas bogeman.
" Jadi bagaimana dengan pertunangan kita ?" Tanya Bryan tenang.
" Aku tidak bisa " Jawab Histi masih menangis.
" Baiklah " Jawab Bryan tenang.
" Bryan !" Tegur Bara terkejut.
" Aku tidak ingin memaksakan kehendak Om,Histi punya pilihannya sendiri dan itu bukan aku " Ucap Bryan trsenyum getir.
" Tapi kalian..." Ucap Bara menggantung.
" Ini hanya pertunangan,bahkan orang yang sudah resmi pun bisa bercerai,apalagi kami yang belum punya ikatan " kata Bryan dewasa.
Bara menyugar rambutnya kasar,lelaki itu sangat malu kepada Bryan saat ini apalagi keluarga besar lelaki itu.
" Tidak,Histi akan tetap untuk kamu " kata Serkan tiba2 mengeluarkan suara.
Semua orang terkejut mendengar ucapan lelaki itu apalagi Romi yang belum jelas tau masalah yang terjadi.
Bryan menoleh kearah lelaki itu dan berdiri didepan Serkan,keduanya sama2 tampan dan sempurna meski Serkan sedikit tinggi dari Byan.
" Kau tidak punya rasa kepada Histi ?" tanya Bryan tenang.
" Meskipun ada itu hal mustahil untuk kami " Jawab Serkan.
" Kenapa begitu ?" tanya Bryan heran.
Serkan melihat Romi,lelaki itu juga menatap anaknya dalam.
" Kau lebih cocok untuk gadis itu bukan saya " Jawab Serkan.
" Tapi dia tidak memilih ku " Jawab Bryan cepat.
" Dia akan berubah,aku tidak akan muncul didepan kalian,jadi saya mohon jangan berpisah " Ucap Serkan tegas.
" Dokter " Kata Histi menatap lelaki itu nanar dengan air mata berderai.
" Aku tidak bisa bersama seseorang yang terpaksa hidup dengan ku,dia berani mendua bearti aku tidak cukup untuknya" Jawab Bryan.
Serkan mengusap wajahnya kesal,Bara langsung pergi dari sana merasa pusing dengan percintaan anaknya yang berbelit belit.
" Tolong jaga Histi Bung,aku harap kau tidak mematahkan hatinya,dia gadis yang ceria aku sangat menyayanginya,tapi mungkin aku akan berhenti mengangapnya seperti perempuan,kami akan tetap akur seperti saudara " Ucap Bryan tersenyum.
__ADS_1
Lelaki dengan hati malaikat itu pun berlalu dari sana tanpa menoleh lagi kearah gadis yang telah menyakiti hatinya tersebut.