
Hari pernikahan Alexi dan Salsa akan diadakan pagi ini,rumah Romi sudah dihias sedemikian rupa oleh pihak Wo.
Seorang perempuan berbalut kebaya keemasan duduk cantik didepan cermin melihat dirinya yang sangat berbeda.
Sebentar lagi acara pernikahan yang kedua kalinya akan terlaksanakan dirumah yang sama saat ia dipaksa menikah dulu.
Tak ada raut kesedihan,wajah gadis itu penuh keceriaan tak sabar lagi menanti hari bahagianya.
" Ehm2,calon manten senyum2 sendiri " Goda seorang wanita masuk kekamar.
Salsa menoleh dan tersenyum malu melihat wanita dengan rambut disemir coklat itu mendekati dirinya.
" Nenek bisa aja " Kata Salsa malu.
" Nenek gak mau kalah ah sama kamu,lihat nih uban Nenek udah tersamarkan " Kata Rena bangga.
" Hehe iya Nek,jadi kayak Abg lagi " Goda Salsa.
" Ish kamu bisa aja,Nenek gak mau lah tampil jelek diacara Alexi kali ini,biar mereka semua tau bahwa cucu Nenek sudah tobat " Kata Rena terkekeh.
" Hahaha iya Nek,aku sabar banget hadapin dia " kata Salsa memuji dirinya.
" Makanya,kamu kan sekarang udah tau gimana sifat Alexi,jadi setelah menikah kalian harus saling memahami ya ?" Pinta Rena lembut.
" Iya Nek,aku dan Alexi akan berusaha " Jawab Salsa semangat.
" Ya udah yuk keluar,Nenek mau sombong sama keluarga sebelah " Ajak Rena terkekeh.
Salsa mengangguk cepat,keduanya pun berjalan keluar.
Diruangan lain seorang wanita terlihat menampakkan wajah kesal,bagaimana tidak ukuran baju yang biasa ia pakai ternyata sekarang sudah tidak muat lagi.
Sang suami yang sudah bersiap terlihat hanya diam saja memantau anaknya yang tersenyum melihat sang Mama nyerocos sendirian.
" Ck ini kenapa lagi bajunya gak bisa dicangking,masa ia aku gendut ?" Tanya Histi menghadap kaca.
Terlihat lemak perut wanita itu tak sanggup menahan baju yang ia pakai,Histi sudah berkeringat dingin acara akan dilakukan sebentar lagi.
" Bajunya kekecilan Yank " Tegur Serkan mulai jengah.
" Gak Yank,sebelumnya aku udah ukur badan dan pas,tapi kenapa sekarang malah gak muat ?" tanya Histi geram.
" Badan kamu yang berisi bearti " kata Serkan pelan.
" Kamu ngatain aku gendut ?" Tanya Histi berkacak pinggang.
" Hah gak,aku bilang berisi bukan gendut " Kata Serkan menelah ludah kasar.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah kepala seorang gadis yang sudah dirias dengan cantik.
Pasangan itu menoleh,Sania melihat penampilan Histi dari ujung kaki hingga kepala.
Terlihat Histi sudah memakai baju lengkap hanya saja kancing belum terpasang.
" Te acaranya mau dimulai " Ucap Sania hati2.
" Ya bentar lagi Om keluar " Sahut Serkan.
Sania mengangguk dan mundur cepat.
" Haisttt gak mau ah,bajunya gak muat Yankkkk " Rengek Histi kesal.
__ADS_1
" Ya udah kalo gak muat ganti yang lain " Kata Serkan heran.
" Ih gak copelan sama kamu dan Sutar " Balas Histi mencat2.
" Cepetan deh Yank,Sutar udah cape nunggu kamu " Kata Serkan memutar mata.
" Ihhh kalian mah curang "
Serkan menggaruk kepala dan membawa anaknya menjauh.
" Yankkkk " Pekik Histi kesal.
Serkan tak menjawab,lelaki itu terus berjalan keluar.
" Ihhh masa iya aku gendutan sih,kan udah diet " Gerutu Histi kesal.
Wanita itu diam mengingat2 hingga cuplikan kaset dikepalanya berputar menampilkan bagaimana rakusnya ia makan selama dikota.
" Ck pasti gara2 gorengan kemarin " Kata Histi yakin.
Wanita itu melihat perutnya dan menghela nafas panjang.
" Dah lah gak papa bobbrot yang penting Kak Serkan tetap cinta sama aku " Kata Histi pasrah.
Wanita itu pun mengganti bajunya dengan pakaian lain daripada dirinya mati kekecilan.
Didepan semua sudah berkumpul ramai,keluarga besar Reno juga hadir disana.
Terlihat Byanca mengenalkan Sania kepada cucu2 Reno.
" Kenapa kulit kamu hitam ?" tanya Jack melihat Sania dari ujung kaki hingga kepala.
" Iya aku sering main diluar " Jawab Sania polos.
" Iya sama Tante Histi " Jawab Sania tersenyum.
" Kak Histi dari kota,dia bukan orang kampung " Balas Jack mengernyit.
" Jack " Tegur Angel melotot.
" Salah aku apa ?" tanya Jack bingung.
" Maaf ya Sania,Jack asal bicara " Kata Angel merasa tak enak.
" Iya Kak gak papa " jawab Sania tersenyum.
Angel ikut tersenyum,meski Angel terkenal bar2 tapi gadis itu menghargai sesama.
Mereka duduk berdampingan bersama anggota lain.
" Romi mana ?" tanya Reno kepada Yuni.
" Kayaknya masih dikamar Winda " jawab Yuni.
" Winda istrinya Samuel ?" tanya Reno mengingat.
" Ya " Jawab Yuni lesu.
" Ada apa ?" Tanya Reno heran.
" Ntah lah Om,aku mau fokus ke Alexi dulu " Jawab Yuni menghela nafas.
Reno mengangguk paham,lelaki itu berjalan kearah kamar sahabatnya..
__ADS_1
Saat pintu terbuka,terlihat Romi sedang memeluk seorang gadis yang menangis terisak dalam dekapan.
Reno diam memperhatikan keduanya dengan wajah datar.
" Kamu yang sabar ya Nak,Ayah janji akan mengembalikan orang tua kamu segera " ucap Romi mengusap kepala gadis itu.
" Mama dan Papa gak ber salah Yah hiks hiks " Balas Winda tersedu sedu.
" Iya Ayah tau sayang,mereka melakukan itu semua demi kamu,demi keselamatan kamu " Kata Romi hangat.
" Harusnya dulu Papa membiarkan saja aku mati Yah,mereka tidak perlu merasakan dinginnya penjara hiks hiks."
Romi menatap langit2 kamar,lelaki itu tak bisa berkata kata lagi,menenangkan Winda sekarang bukanlah hal mudah,gadis itu merasa sangat bersalah atas kondisi orang tuanya.
" Jika ayah menjadi Papa mu,maka Ayah juga akan melakukan hal yang sama Winda,menjadi orang tua itu bukan lah hal yang mudah,kita harus rela mengorbankan semuanya demi anak " Kata Romi lembut.
" Tapi Papa hiks hiks mereka menderita gara2 aku Yah huhuhuhu "
" Sudah jangan nangis lagi,kamu gak mau lihat pernikahan Alexi ?" tanya Romi mengalihkan.
" Aku mau tap i aku gak..."
" Kalo kamu mau,kamu harus berhenti sekarang,Alexi sangat mengharapkan kamu hadir diacaranya,masa kamu diam disini " Kata Romi membujuk.
" Ingat Winda,setiap masalah pasti punya jalan keluar,begitu pun kamu,kita akan sama2 menyelesaikan semua ini " Kata Romi serius.
Winda menatap wajah lelaki itu,tatapan Romi begitu serius tapi disana juga menyimpan kehangatan yang bisa ia rasakan.
" Uhhh kacian anak Ayah,matanya sampe sembab gini " Kata Romi mengusap air mata Winda lembut.
" Ayaah " Kata Winda menunduk malu.
" Senyum dong,Doni aja kuat bisa ketawa2 sama yang lain,masa kamu kalah " Kata Romi menggoda.
" Dia masih anak2 Ayah " Rengek Winda mengkrucut.
Romi terkekeh,lelaki itu berbalik badan dan melotot kaget melihat bos besarnya berdiam diri diambang pintu.
" Pak Reno,kenapa bisa ada disana ?" tanya Romi mengusap dadanya.
" Nguping " Jawab Reno datar.
" Ck kebiasaan " Cibir Romi malas.
Reno terkekeh geli,lelaki itu berjalan mendekat dan menepuk pundak Romi.
" Ayo selesaikan satu persatu dulu,kasihan Alexi gak bisa belah duren kalo kamu masih disini " Kata Reno memainkan sebelah alis.
" Apa !" Pekik Romi melotot.
Winda yang mendengar ucapan Reno barusan ikut melotot kaget.
" Tuh ingusnya dibuang dulu,malu diliatin para tamu " Kata Reno merinding melihat Winda.
Gadis itu seketika berlari menuju kamar mandi.
" Ayo keluar,dia akan menyusul nanti " Seret Reno.
Romi mengangguk pasrah dan mengikuti langkah lelaki itu.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1