Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
527


__ADS_3

Samuel berlalu tanpa berbicara sedikit pun,Lutfia tak bisa berbuat banyak wanita itu merasa sedih melihat keterdiaman anaknya yang bahkan tak bertanya kabar sama sekali.


" Biarkan dia berpikir dulu " ucap sang adik menegur.


" Samuel membenci ku " Kata Lutfia menunduk.


" Tak ada anak yang membenci ibunya,dia hanya butuh waktu menenangkan diri " Balas sang adik.


Lutfia mengangguk dan kembali duduk disofa.


" Apa menurutmu pendonor itu cocok ?" tanya Lutfia melanjutkan obrolan.


" Ya aku sudah memeriksanya ke dokter yang menangani Samuel,jika anak mu mau kita akan melakukannya dengan segera " Balas si adik.


Lutfia mengangguk paham,dirinya tak mau terus2an memikirkan Samuel yang tak kian sembuh meski lelaki itu tak pernah menunjukkan rasa sakit jika tak sekarat.


Didalam mobil Samuel diam menatap rumahnya.


Lelaki itu belum pergi,ia masih berusaha untuk tenang walaupun jantungnya berdetak kencang saat ini.


" Ginjal ?" Gumam Samuel nanar.


" Apa aku harus mengorbankan orang lain lagi demi bisa hidup ?" Lanjut pria itu bimbang.


Menjadi sebuah pertanyaan dikepala lelaki itu mengenai pengembalian ginjalnya.


Ia tak mau ada korban lain lagi karna Samuel tau sakitnya kehilangan satu ginjal ditambah orang yang sudah dia berikan kini malah mengkhianati dirinya.


" Aku sudah mengikhlaskan ginjal ku hidup dibadan Winda,setidaknya aku sudah memberikan apa yang aku punya untuk dia tapi kenapa...." Ucap Samuel menggantung.


Hatinya kembali sakit mengingat perbuatan sang kekasih,tapi Samuel tak bisa marah karna ia tau kepergian Winda juga bukan salah orang lain melainkan keluarga dan dirinya sendiri.


" Huhhh tenanglah Sam,jangan gegabah " ucap Samuel menggeleng pelan.


Lelaki itu menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu keluar dari pekarangan.


Ditempat lain,beberapa orang pria berkumpul disebuah cafe sepi.


Rafael dan Zaki ketemuan dengan Romi serta Reno yang merupakan teman sekaligus rekan kerja mereka.


Disana juga ada Adelard bersama putranya Bryan yang baru pulang dari luar kota.


" Aku dengar Samuel akan mendapat donor ginjal " Ucap Reno membuka suara.


" Iya,dia harus segera mendapatkannya " Balas Zaki tenang.


" Apa hubungannya dengan Winda benar sudah selesai ?" tanya Reno lagi.


Romi diam melihat respon Zaki dan Rafael.


" Ya,Winda sudah punya suami dan anak " Balas Rafael.


Reno melirik Romi,lelaki itu cukup tau masalah keluarga Zaki apalagi kemarin sempat menyeret Romi menjadi dalang masalah.


" Ya karna itu kesalahan kalian memisahkan 2 orang yang saling mencintai " Celetuk Romi santai.


" Bukan bermaksud seperti itu " Kata Zaki tak terima.


" Lalu apa ? karna Winda banyak kekurangan ?" tanya Romi menantang.


Rafael melihat Adelard,lelaki itu merasa tak enak hati kepada iparnya.


" Masalah apa ini ?" tanya Adelard kepo.


" Ini hanya masa lalu " jawab Rafael.

__ADS_1


" Apa berhubungan dengan Samuel ?" tanya Adelard.


" Ya " jawab Rafael jujur.


" Memangnya Samuel kenapa Paman ?" tanya Bryan yang lebih tak tau.


" Tidak ada apa2 " Jawab Zaki tenang.


Bryan mengernyit begitupun Papanya.


" Ya sudah jika tidak keberatan aku mau undur diri dulu " Ucap Bryan bangkit.


" Mau kemana ?" tanya Reno mendongak.


" Mau ketemu sama menantunya Pak Romi " Jawab Bryan terkekeh.


" Hah " pekik Romi kaget.


" hehe mau ketemu Salsa Kek,udah lama gak temu kangen " Balas Bryan malu.


Romi melongo melihat Bryan tanpa ragu mengutarakan isi hatinya.


" Hehe udah dapat izin Alexi sih Kek,Suci juga ikut tenang aja " Kata Bryan terkekeh.


" Beneran ?" tanya Romi masih tak percaya.


" iya Om,Bryan sama Salsa itu temenan waktu kuliah kemarin " Celetuk Adelard geli.


" Jangan aneh2 kamu Bray,Alexi itu sentimen " Kata Romi ngeri.


" Ya kek bapaknya " Sindir Reno.


Zaki dan Rafael mengulum senyum geli apalagi melihat Romi memasang wajah kesal.


" iya Kek,tenang aja aku juga masih sayang istri sama anak aku " balas Bryan tertawa.


Setelah beberapa menit basa basi,Bryan pun pamit pergi.


Kini tinggallah pria2 dewasa yang masih melanjutkan obrolan.


" Aku ingin meminta satu hal " Ucap Romi menghadap Zaki.


" Apa ?" tanya Zaki mengangkat gelas kopinya.


" Restu pindahkan ke kantor cabang " jawab Romi.


" Untuk apa ?" Tanya Zaki kaget.


" Untuk berjaga2 " Jawab Romi tenang.


" Iya Zak,pindahkan saja dia kekantor cabang atau ke kantor ku juga boleh " Sahut Reno.


" Kalian takut kami mencelakai anak itu ?" tanya Zaki tersenyum miring.


Reno dan Romi saling melihat,keduanya bingung menjawab pertanyaan.


" Aku tau kau sangat perduli kepada gadis itu dan keluarganya,tapi ini masalah pekerjaan,dan aku tdak menggabungkan keduanya " Balas Zaki.


" Iya Om,Restu bekerja dengan baik di perusahaan kita dan dia kini diangkat oleh Samuel untuk memantau produksi " sahut Rafael.


" Kalian jangan mempersulit anak itu,dia sedang berusaha membuat keluarganya membaik " Kata Reno tenang.


" Aku tidak pernah membuatnya kesulitan " Kata Zaki heran.


" baiklah,jika tidak begitu maka lebih baik " Balas Reno.

__ADS_1


Adelard hanya diam,lelaki itu kurang paham apa permasalahan yang terjadi didepannya,dia datang berkumpul disana untuk membahas pekerjaan,tapi sekarang malah membahas masalah pribadi.


" Bagaimana Rom ?" tanya Reno kepada Romi.


" Aku tidak ingin ada masalah lagi,ini memang bukan urusan ku tapi Winda sudah aku anggap anak sendiri dan dia juga gadis baik2 " Jawab Romi tegas.


Zaki dan Rafael hanya diam melihat raut Romi yang tak biasa.


Reno memutuskan obrolan dan kembali balik ke topik awal.


*


Seorang wanita terlihat kesal melihat wajah suaminya di layar ponsel.


Salsa sudah bersiap2 akan berangkat tapi Alexi malah tak mengizinkan dirinya pergi padahal lelaki itu sudah mendapat asupan penuh dipagi dan malam hari.


" Lex,please deh gak usah curang,aku dan Bryan udah janjian tau !" kata Salsa kesal.


" Ya biarin lah,kan aku suami kamu " balas Alexi santai.


" Kamu kok gitu sih,tadi pagi bilangnya boleh kenapa sekarang gak !" Kata Salsa mencat2.


" Ck nanti kamu terpesona sama dia gimana !" kata Alexi kesal.


" kamu takut kalah saing ?" tanya Salsa gemas.


" Eh siapa bilang,masih gantengan aku daripada dia " kata Alexi sombong.


" Cihh gantengan Bryan lah,badan bagus,muka oke banyak duit lagi " Kata Salsa mendumel.


" Apa kamu bilang !" Pekik Alexi melotot.


" Dia ganteng " Jawab Salsa menantang.


" Oh sekarang kamu milih dia daripada suami mu sendiri ?" tanya Alexi berkacak tangan.


" Ya eng....


" Mama cepetaaaaannnn " Pekik seorang bocah tiba2 masuk kekamar.


" Tuh lihat anak kamu dah siap ketemu bapak barunya !" Kata Salsa mengarahkan kamera kearah Suci.


" Salsaaaaaaaaa " Pekik Alexi menggelegar.


" Papa gak usah lebay deh,kan Mama mau ketemu sama temennya,masa gak boleh !" Kata Suci heran.


" Papa bukannya lebay sayang tapi Papa itu....


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Salsa melotot melihat keberanian anaknya yang mematikan panggilan sang kepala keluarga.


" Ayo Ma,nanti kita telat " kata Suci menarik tangan Salsa.


" hah terus Papa kamu gimana ?" tanya Salsa melongo.


" Bisa diatul " jawab Suci santai.


" whattt !?" Pekik Salsa kaget.


Bocah itu berjalan santai keluar tanpa beban sama sekali.


" Waduhh bakal runyam nih bocah satu " Gumam Salsa ngeri.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2