Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
192


__ADS_3

Diperjalanan pulang,Histi terus melihat Serkan yang menyetir mobil dengan tenang.


Pikiran gadis itu sedang kalut,dirinya bimbang ingin memutuskan pilihan sekarang.


" Langsung pulang kerumah ?" tanya Serkan menoleh.


" Bisa jalan2 dulu gak Dok ?" Tanya Histi berani


" Mau kemana ?" tanya Serkan.


" Kepantai " Jawab Histi tersenyum.


" Udah sore " Ucap Serkan melihat matahari yang ingin terbenam.


" Ya udah pulang aja " Kata Histi lesu.


" Sekalian mampir apartemen dulu ya,saya mau ambil barang " Kata Serkan canggung.


" iya " Jawab Histi mengangguk.


Lelaki itu pun menambah laju kendaraannya,tak sampai 10 menit mereka pun sampai.


" aku ikut Dok " kata Histi membuka pintu.


" Saya cuma sebentar " Kata Serkan tenang.


" Gak mau disini " kata Histi mengkrucut.


" Ya udah hayok " Kata Serkan pasrah.


Mereka pun berjalan bersama menuju tempat tinggal lelaki itu.


Serkan membuka pintu dan langsung disambut kegelapan.


Pria itu masuk kedalam,Histi menatap punggung Serkan dengan nanar.


Gadis itu terlihat begitu menyayangi Serkan,Histi tak tau dari mana asal perasaannya,yang Histi tau ia terbakar dengan api yang telah ia buat sendiri.


Histi mendekat dan memeluk lelaki itu dari belakang.


" Putri " kata Serkan tersentak.


" Sebentar Dok " kata Histi lirih.


Serkan diam,gadis itu masih memeluknya dengan erat,Histi ingin tau perasaan yang sesungguhnya.


" kenapa ?" tanya Serkan lama terdiam.


Lelaki itu berbalik badan menatap wajah Histi.


Gadis itu malah menangis membuat Serkan terkejut.


" Hei kenapa menangis ?" tanya Serkan mengusap air mata Histi.


Histi menggeleng,dirinya juga bingung kenapa air matanya malah turun.


" Sesek disini " kata Histi menepuk dadanya.


" Kenapa kamu sakit ?" tanya Serkan lembut.


Pria itu membawa Histi duduk disofa dengan keadaan masih gelap.


" gak tau " Kata Histi menggigit bibirnya.

__ADS_1


Serkan menghela nafas mengusap pelan kepala gadis itu.


" lagi mikirin apa ?" Tanya Serkan.


" Aku berasa jadi orang jahat dan bodoh " Jawab Histi nanar.


" Kenapa begitu ?" tanya Serkan lagi.


" aku egois Dok " jawab Histi kembali menangis.


Serkan menarik pelan tubuh gadis itu lalu memeluk Histi dengan hangat.


" Gak papa,namanya pilihan emang gitu " Kata Serkan paham kemana alur pembicaraan gadis didekapannya saat ini.


" Saya gak mau kehilangan Dokter " Rengek Histi.


" tapi kan kamu udah punya pacar " kata Serkan tenang.


" Iya aku tau,tapi sejak kenal Dokter aku mulai berpindah hati " Jawab gadis itu jujur.


" Jadi karna saya kamu cuek kepada pacar mu ?" Tanya Serkan.


" Tidak juga,hubungan kami baik2 saja kami memang jarang berkomunikasi karna beda negara " Jawab Histi.


" Waw kau punya pacar bule ?" Goda Serkan.


" Tidak,dia anak sahabat Kakekku " Jawab Histi.


" Saya pikir mungkin kalian sangat dekat " Kata Serkan menebak.


" Ya,aku menyukainya saat masih kecil " Jawab Histi malu.


Serkan tertawa dan menyentil kening gadis itu.


" Ya aku tau,tapi sekarang perasaan itu sudah berbeda " Kata Histi lesu.


" karna ada pembinor ini " Goda Serkan.


" Tidaak,Dokter tidak bersalah,ini semua salah ku " Kata Histi cepat.


Serkan menepuk pelan tangan gadis itu dan menatap Histi nanar.


" Saya memang menyukai kamu,tidak tau dari segi mananya,saya tidak pernah jatuh cinta dan dekat dengan perempuan mana pun,jadi ya karna kamu selalu mengintili saya mungkin saya terbawa perasaan sama kamu " Kata Serkan tenang.


" Jadi Dokter mau jadi pacar aku ?" tanya Histi semangat.


" Sepertinya tidak Put,kekasih mu mungkin akan kecewa dengan sikap mu seperti ini,saya mungkin terdengar sangat munafik,tapi saya tidak mau menyakiti perasaan orang lain " kata Serkan lembut.


Deg...


Senyum Histi langsung menghilang dari wajahnya.


" Kamu harus belajar setia,rasa bosan mungkin ada disetiap pasangan tapi kamu harus bersikap dewasa memahaminya " kata Lanjut Serkan.


Histi diam dengan wajah menunduk,sungguh hati gadis itu sangat hancur mendengar penolakan Serkan.


" Saya juga menyukai kamu Put,tapi saya tidak mau egois seperti yang Mama saya lakukan " Batin Serkan ikut sedih.


Bukan tanpa sebab Serkan menolak gadis itu,ia sudah banyak belajar dari pengalaman orang tua dan adiknya.


Serkan tidak ingin menjdi yang kedua,lelaki itu tidak ingin miliknya dibagi2 seperti yang Yuni alami dulu.


Terkesan egosi memang tapi kebahagiaan orang berbeda2 cara pengerjaannya.

__ADS_1


" Jika kita berjodoh,kita akan dipersatukan lagi " kata Serkan tersenyum.


" Dokter hiks hiks " Histi langsung menangis terisak menghambur memeluk Serkan.


Serkan ikut memeluk Histi,keduanya punya rasa yang sama tapi pemikiran Serkan yang jauh lebih tinggi dari Histi membuat keduany tak bisa menyatu.


Serkan mengusap air mata Histi yang terus tumpah,dengan berani lelaki itu mengecup bibir ranum Histi yang terliht gemetar menahan tangis.


Histi mengalungkan tangannya dileher lelaki itu memperdalam cumbuan mereka.


Bunyi decakan terdengar,Serkan tak tau apa yang ada dalam otaknya saat ini.


Harsat dan amarah bercampur menjadi satu.


" Hm " Histi mulai terbuai lelaki itu kini sedikit aktif dari yang sebelumnya.


Serkan membuka rambut Histi mengecup leher gadis itu berulang bahkan sampai membuat tanda disana.


Histi tak menolak karna diriny juga terbawa suasana.


Tangan Serkan mulai bergerak meraba punggung Histi bahkan mengangkat baju belakang gadis itu.


Tapi tiba2 Serkan terdiam melihat Histi terlihat begitu pasrah.


" Maaf " Ucap Serkan setelah melepas pangutan mereka.


Wajah Histi berubah merah dengan sisa tangis dan hasrat menggelora.


" Dok " Panggil Histi ngos ngosan.


" Maafkan saya Put " Kata Serkan mengusap wajahnya kasar.


Histi menaiki paha pria itu dan kembali mencium Serkan.


Lelaki itu terkejut,Histi memangut Serkan dengan sedikit brutal membuat Serkan terpancing lagi.


Bagaimana pun lelaki itu pria normal yang butuh belaian seorang perempuan.


" Ah " Lenguh Histi saat tangan Serkan merayap ke dadanya.


Beberapa menit kemudian,Serkan benar2 melepaskan perempuan itu karna merasa diriny sudah hampir tak sanggup menahan.


" Saya harus pergi " kata Serkan berlari ke toilet.


Histi yang sedikit berantakan menjatuhkan dirinya ke sofa berbaring dengan nafas tercekat.


" Apa yang aku lakukan ?" Gumam gadis itu tak percaya.


Baru kali ini Histi diluar batas kesadarannya,jika Serkan tak berhenti mungkin gadis itu akan menyerahkan dirinya kepada Serkan malam ini.


Dikamar mandi,Serkan mengumpat kesal dengan tindakannya yang hampir menghancurkan anak gadis orang.


" Astaga Serkan,kenapa lo jadi gini sih !" Kata Serkan memukul tembok.


Lelaki itu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin berharap hasratnya menurun agar tak mencelakai gadis bar2 itu.


Hari perpisahan pun tiba,semua anak magang berkumpul jadi satu diruangan aula untuk menyampaikan banyak terima kasih.


Histi celingak celinguk tapi tak mendapati Serkan dimana pun.


" Apa dia benar2 tak ingin melihat ku lagi ?" Gumam Histi berkaca kaca.


Hingga acara selesai Histi tak melihat Serkan ada disana.

__ADS_1


Gadis itu sudah hilang harapan,ucapan selamat diterima berkali kali oleh semua anak magang,hanya Serkan yang tak mengucapkan apapun kepada gadis itu,padahal kehadiran Serkan sangat ditunggu karna ia akan pulang setelah ini dan mungkin tak bertemu lelaki itu selamanya mengingat Serkan pria introvert.


__ADS_2