
Seharian Histi dan Sania bertamasya,kedua perempuan itu terlihat sangat bebas apalagi Histi yg merasa dirinya menjadi gadis lagi.
Sutar sudah diasingkan kerumah Reno,Histi maupun Serkan tidak mengizinkan bocah itu menyendiri dirumah tanpa pengawasan,mengingat Sutar masih kecil dan begitu ceroboh.
Kali ini Sania diajak berkeliling Mall mencari beberapa helai pakaian dan peralatan make up.
" Kita ngapain kesini Te ?" Tanya Sania memasuki toko perlengkapan pria.
" Tante mau beli celana baru buat Om kamu " Jawab Histi mengintip isi dompetnya.
Sania ber oh ria dan semakin masuk kedalam.
Butik tersebut terlihat begitu elegant dan mewah,ditambah beberapa patung yg sedang mengenakan celana bahan.
" Menurut kamu ini cakep gak ?" tanya Histi menunjuk celana santai.
" Hm aku pikir Om Serkan bukan pria periang " Jawab Sania hati2.
" Kenapa kamu berpikir begitu ?" Tanya Histi mengernyit.
" Om Serkan itu kan pendiam Te,,masa Tante mau kasih dia celana yg rame " Jawab Sania terkekeh.
" Wah2,udah mulai ngerti fashionnya Om Serkan nih ya " Goda Histi terkekeh.
" Heehe gak juga sih,cuma aku lihat Om Serkan kalo pake baju gak neko2 " Balas Sania malu.
" Betul2,Om kamu itu hidupnya terlalu datar " Kata Histi mengingat.
Serkan memang bukan pria yg banyak basa basi,lelaki itu juga tak banyak kemauan harus ini dan itu.
" Ya udah deh,kita cari yg biasa aja " Kata Histi memutuskan.
Sania mengangguk,keduanya kembali berjalan melihat patung yg lain.
Dari luar,sepasang suami istri baru masuk kedalam dengan aura elegant.
Para karyawan terlihat menyambut kedatangan orang terhormat itu bahkan sampai menanyakan apa yg dicari.
" Mereka siapa Te ?" tanya Tania menarik baju Histi.
" Apa ?" tanya Histi masih sibuk memilih.
" itu Te,bapak itu presiden ya ?" Tanya Sania kepo.
Histi mengernyit dan berbalik badan.
Deg.....
Manik wanita itu melotot saat melihat orang yg ia kenali.
" Bukannya itu Samuel ?" Gumam Histi pelan.
" Siapa Te ?" tanya Sania penasaran.
" Hm itu anaknya temen Kakek Tante " Jawab Histi jujur.
" Orang kaya ya ?" Tanya Sania polos.
" Iya,kaya banget " Jawab Histi tenang.
" Udah kita kesana aja " Kata Histi menarik tangan Sania menjauh.
Gadis kecil itu mengangguk dan mengikuti langkah lebar Histi yg hampir menyeretnya.
Samuel melihat kedua perempuan itu dengan wajah tenang.
Samuel mengenali cucu pertama keluarga Salders tersebut,apalagi Kakek mereka saling kenal dan masih berkeluarga.
" Tolong tunjukin barang yg baru dan belum pernah dipake orang Mba " Ucap Leni kepada pegawai.
" Iya Bu,sebelah sini " Jawab Pelayan sopan.
__ADS_1
Leni mengangguk dan mengikuti langkah perempuan didepannya.
" Sam ayo " Ajak Leni menegur Samuel yg diam saja.
" Hm " Jawab Samuel tenang.
Didalam ruangan yg sedikit sempit dan hening,Histi dan Samuel saling melirik.
Keduanya tak bertegur sapa lantaran tak enak hati.
Histi memilih menghindar karna tak mau terlibat obrolan apalgi wanita itu insecure melihat wajah cantik istri Samuel bak bintang india.
" Tante berantem ya sama Bapak itu ?" Tanya Sania memperhatikan gerak gerik mereka.
" Hah Gak,cuma gak enak aja " Jawab Histi tersenyum.
" Bapak itu sempurna banget ya Te,apa itu istrinya ?" tanya Sania menunjuk Leni yg sibuk sendiri.
" Iya itu istri baru nya " Jawab Histi.
" Istri baru ? memangnya bapak itu punya istri lama ?" tanya Sania polos.
" Hahah bukan istri lama,tapi mantan istri " Jawab Histi terkekeh.
" Bapak itu duda ?" Tanya Sania syok.
" Shuttttt jangan gede2 ngomongnya " Jawab Histi panik.
" Hehe " Sania cengengesan membekap mulutnya sendiri.
" Iya,dia sempet pisah sama istrinya yg lama terus nikah lagi sama yg itu " Bisik Histi pelan.
" Wah2,Bapak itu terlalu cepat memilih Te " Kata Sania miris.
" Hah maksud kamu ?" tanya Histi bingung.
" Ck harusnya Bapak itu bersabar dong,aku kan masih kecil " Jawab Sania mengkrucut.
" Kamu mau jadi istrinya ?" tanya Histi serius.
Sania mengangguk cepat dengan wajah bersemu.
" Kalo Bapak itu mau ya aku mana bisa tolak Te,mana mukanya ganteng lagi hehe " Kata Sania semakin memerah.
Pletakkkkkkkkkkk.....
Kening Sania langsung mendapat jitakan cantik dari tangan Histi.
" Hadeehhh gak usah mimpi Saniaaa,mending kamu mempercantik diri sekolah bener2 bantuin emak dikampung daripada ngarepin cowok kayak Samuel itu " Kata Histi menggeleng pelan.
" Apa salahnya berharap " Kata Sania mendumel.
" Ya gak salah sih,tapi lihat kamu....." Kata Histi menatap Sania dari ujung kaki hingga kepala.
" Dah ah mending kalo kamu udah dewasa nanti kawin aja ama Sutar,Tante restuin " Kata Histi terkekeh.
" Gak mau ah,cape punya mertua modelan Tante " Tolak Sania sadis.
" Ck,walaupun Tante gini tapi duit suami tante banyak " Kata Histi melongos.
Sania menahan tawa,sikap kekanakan Histi begitu menghibur apalagi jika sudah membanggakan suami tercintanya itu.
" Udah selesai Mba " Tegur seseorang dari belakang.
" Oh belum,barang diskonnya dimana ?" Tanya Histi kaget.
" Sebelah sana Bu " Jawab pegawai menunjuk gantungan lain.
" Ayo kita berburu diskon " Ajak Histi semangat.
" Jom " Jawab Sania tak kalah semangat.
__ADS_1
Samuel melihat lagi dan mengernyit melihat Histi begitu heboh dengan diskon yg disediakan pihak toko.
" Kenapa dia mengambil harga diskon,bukankah suaminya pemilik anak perusahaan Salders ?" Batin Samuel bingung.
Lelaki itu tak banyak bunyi,Samuel membiarkan Leni yg mau membelikannya pakaian baru.
Beberapa menit berkutat didalam sana,akhirnya Histi dan Sania berhasil menenteng beberapa barang yg mungkin akan disukai Serkan.
Mereka berjalan keluar dan kembali berpapasan dengan 2 orang wanita.
" Bibiiiiiii " Pekik seorang gadis heboh.
" Loh kalian belanja disini ?" Tanya Histi melihat ibu gadis itu.
" Iya Kak,sambil nemenin Winda cari baju bayinya nanti " Jawab Salsa tersenyum.
Histi melihat Winda,detik berikutnya wanita itu melotot membuat Winda dan Salsa terkejut.
" Ada apa Kak ?" tanya Winda kepada Histi.
" gawat " Ucap Histi panik sendiri.
" Knapa ?" Tanya Salsa penasaran.
" Ayo pergi dari sini " Ajak Histi menarik tangan Winda seraya melihat kebelakang.
" Ehh mau kemana ?" Pekik Salsa ikut panik.
Uci diam melihat ketiga wanita dewasa itu sibuk sendiri.
" Hay " Sapa Sania melihat Suci.
Gadis kecil itu mendongak dengan wajah bingung.
" Hay " Balas Uci tersenyum canggung.
" Ada apa Kak ? kenapa Bibi ajak Bibi Winda pelgi.?" Tanya Suci tanpa basa basi.
" Hm gak tau sih tapi tadi ada yg....
" Berhenti !" Ucap seseorang dengan lantang.
Histi yg menyeret Winda langsung terdiam dan berbalik badan.
" Astaga " Pekik Salsa tertahan.
Lelaki itu mendekat dan berdiri menjulang didpan mereka.
" Kalian mau kemana ?" tanya Samuel dengan suara khasnya.
Glekkkk....
Ketiga wanita dewasa itu menelan ludah kasar.
" Sam " Ucap Winda pelan.
" Jangan menghindar Winda,kita tidak punya hubungan apapun lagi " Balas Samuel tegas.
Deg....
Ucapan Samuel kembali membuat mereka tersentak.
" Dia istri ku " Ujar Samuel menunjuk Leni yg berdiri disamping Sania dan Suci.
Winda menoleh dan terdiam melihat sosok gadis yg sangat luar biasa dan jauh lebih sempurna secara fisik.
" Iya " Jawab Winda mengangguk tenang dengan senyum kecil..
Histi dan Salsa saling melihat dengan wajah syok mereka.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.