Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
386


__ADS_3

Disebuah rumah,seorang pria baru sampai dengan tas punggung di belakangnya.


Lelaki itu masuk kedalam dan disambut keheningan.


" Mana orangnya ?" Gumam Serkan mengernyit.


" Ibu,Ayah,Byan " Panggil Serkan menggema.


Hening...


Tak ada suara sama sekali,lelaki itu melihat keluar dengan wajah kebingungan.


" No rumahnya masih sama,ini rumah Ayah apa bukan ya ?" Gumam Serkan menggaruk kepala.


Sudah lama tak berkunjung membuat lelaki itu bingung.


Serkan masuk pagi kedalam dan duduk disofa.


" Ini masih rumah Ayah,,itu foto aku dan Alexi " Gumam Serkan yakin.


Lelaki itu bersantai ria hingga pintu rumah terbuka.


" Kakak " Pekik seorang gadis terbelakak.


Serkan yang hampir tertidur langsung terbangun mendengar pekikan adiknya.


" Kak Serkaaaaann " Pekik Byanca berlari dan menghambur memeluk lelaki itu.


" Serkan " Gumam Yuni terbelalak.


" Kakak aku kangen " Kata Byanca memeluk Serkan erat.


" Kakak juga,kamu apa kabar ?" tanya Serkan mencubit pipi adiknya yang mulai tirus.


" Baik Kak " Jawab Byanca tersenyum cerah.


Serkan tersenyum mengecup pipi adiknya.


Yuni mendekat dan langsung memeluk lelaki itu.


" Apa kabar sayang ?" tanya Yuni ingin menangis.


" Baik Bu,Ibu apa kabar ?" tanya Serkan menyalami wanita itu sopan.


" Baik,kamu sendirian ? Histi mana ?" Tanya Yuni.


" Iya Bu,Histi gak ikut dia lagi hamil gede " Jawab Serkan.


" Akhh ibu kangen banget sama kalian " Kata Yuni sedih.


Serkan mengangguk lemah.


" Oh iya Adik kamu pulang juga " Ucap Yuni teringat.


" Alexi ?" tanya Serkan.


" Iya " Jawab Yuni tersenyum.


" Mana dia ?" Tanya Serkan.


" Dirumah sakit " Jawab Yuni menghela nafas.


" Hah kenapa ?" tanya Serkan kaget.


" Winda operasi " Jawab Yuni lesu.

__ADS_1


" Winda ? operasi ginjal ?" tanya Serkan terbelalak


" iya,makanya Alexi pulang ninggalin Salsa " Jawab Yuni.


" Astaga,apa Winda sudah menemukan donor yang tepat ?" tanya Serkan khawatir.


" Hm,dan Winda akan segera menikah jika sudah sembuh " Jawab Yuni.


" Apa !" pekik Serkan melotot.


Yuni menceritakan apa yang terjadi kepada keluarga sahabatnya tersebut,Serkan begitu terkjut mendengar fakta yang menyayat hati.


" Aku akan berkunjung Bu malam ini " Ucap Serkan serius.


" Iya nanti sama dengan Ayah perginya " jawab Yuni.


" Oh iya Bu,Histi minta dibikinin kue kering " Ucap Serkan teringat akan pesanan istrinya.


" Kue apa ?" tanya Yuni mengernyit.


" Terserah pokoknya kering dan banyak " Jawab Serkan.


" Tapi ibu banyak kerja...


" Harus Bu,soalnya bukan Histi yang mau tapi anak aku " Potong Serkan.


" Hah " pekik Yuni kaget.


" Kalo gak diturutin ntar ngambek sama emak2nya,nanti aku gak dibolehin keluar rumah " Kata Serkan memelas.


Yuni terlihat begitu terkejut dengan expresi Serkan yang jarang ia temui.


" Please ya Bu,pesanan Histi banyak banget,gak mau rugi banget dia kalo aku kekota " Gerutu Serkan kesal.


" Emang dia pesan apa aja ?" tanya Yuni penasaran.


" Astaga,dia mau nyemil apa buka warung ?" Gumam Yuni tak percaya.


" Makanya aku gak bawa banyak barang,karna pas pulang ntar pasti kek orang pindahan " Jawab Serkan malas.


" Hahah,istri kamu ada2 aja deh,akalnya banyak banget " kata Yuni tertawa.


" Ya gitu lah Bu,makin hamil gede tingkahnya bikin aku lompat jauh " Balas Serkan terkekeh.


Yuni kembali tertawa,suasana hatinya sedikit membaik dengan kedatangan Serkan.


Dirumah lain,seorang wanita terlihat mengumpulkan beberapa perhiasan yang ia pakai sehari2.


Yap,Mama Malvin berencana akan menyumbangkan hartanya untuk sang anak.


Risa semakin dihantui rasa bersalah apalagi perkataan Yuni tempo lalu benar2 menampar wajahnya bolak balik.


" Aku akan menjual semua ini untuk biaya berobat Winda " Gumam Risa pelan.


Wanita itu tau kabar Malvin menjual rumah yang ia tempati saat menikah dengan ratu dulu,dan karna kabar itu lah membuat Mama Malvin makin terpuruk,naluri seorang ibu mengatakan bahwa anak lelaki nya sedang kesusahan saat ini.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah seorang pria dengan wajah tenangnya.


" Kenapa dilepas ?" tanya lelaki itu mengernyit.


" Gak papa " Jawab Risa menaruh emasnya kedalam tas.


" Mau kamu jual ?" Tanya Papa Malvin penasaran.

__ADS_1


" Hm buat beli tas keluaran baru " Jawab Risa berbohong.


Lelaki itu menghela nafas panjang,sudah berapa kali ia menegur istrinya untuk tak membeli barang2 yang kurang berfaedah,tapi wanita itu selalu membangkang membuat Papa malvin kesal.


" Ma " Panggil pria itu pelan.


" Ini uang aku,jadi kamu gak ada hak buat melarang " jawab Risa tenang.


" Bukannya gitu tapi Win..


Risa menoleh cepat,Papa Malvin tak jadi bicara dan kembali berjalan keluar.


Risa menatap lelaki itu nanar,sungguh dalam hati nya ingin sekali mengetahui keadaan Winda,tapi rasa gengsi dan malu yang menggunung membuat Wanita itu tak pernah jujur dengan dirinya sendiri.


" huufft sudah lah,setidaknya aku sudah berusaha menolong " Gumam Ibu Malvin lirih.


Keluarga Malvin terbilang cukup terpandang,Ibu Malvin seorang inlfluencer make up sedangkan Papa Malvin seorang pengusaha sawit,jadi tak heran Malvin pun kecipratan hasil orang tuanya.


Setelah mengumpulkan barang2 yang akan ia jadikan uang,wanita itu bergegas keluar.


" Sampai kapan kamu begini Ma,cucu mu sedang diambang maut " Ucap Papa Malvin sedih.


***


Pencarian Samuel terus dilakukan,kini Zaki dan Rafael memperluas tempat pencarian mereka,semua anak buah dikerahkan untuk mencari penerus pertama itu.


Beberapa rumah sakit sudah di masuki,meski mereka mendapat penolakan dari pihak rumah sakit tapi Zaki tak putus asa,dengan kekuatan kuasanya lelaki itu bisa mendapati banyak nama pasien dan pengunjung yang datang kesana.


Seperti saat ini dirumah sakit,beberapa orang pria badan tegap terlihat membuka satu persatu pintu ruangan.


Para pasien dibuat terkejut dengan sidak dadakan tersebut.


" Apa disini ada yang bernama Samuel ?" tanya pria berkaca mata hitam datar kepada seorang lelaki tua yang membuka pintu ruangan.


" Tidak ada Tuan,nama anak saya Budi " Jawab Pria tersebut degdegan.


" Masuk dan periksa kedalam " Ujar pria berkaca mata itu kepada temannya.


Lelaki lain mengangguk dan berjalan masuk.


Terlihat seorang pria dengan luka di lutut terkejut dengan kedatangan 2 pria asing dikamar rawatnya.


" Ada apa ?" tanya Pria bernama Budi tsb.


" Bukan dia Pak " Jawab pria bertato.


" Cari sekeliling " Balas pria berkaca mata.


Pria bertato mengangguk dan mulai menggeledah ruangan.


Mereka terpaksa harus mengganggu kenyaman para pasien demi mencari Samuel.


" Kosong " Ucap pria bertato membuka pintu kamar mandi.


" Baiklah ayo pergi " balas lelaki berkaca mata.


Keduanya keluar dan menutup pintu,orang tua Budi dibuat kebingungan dengan tingkah 2 pria asing tadi.


" Mereka kenapa ?" tanya Budi heran.


" Sepertinya sedang mencari seseorang " jawab Ayah Budi menebak.


" Pasti orang itu seorang mafia atau buronan polisi " Tebak Budi yakin.


Ayahnya mengangkat bahu tidak tau dan mendekati anaknya lagi.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2