
Disebuah rumah seorang pria bersiap dengan setelan kemeja dan celana bahannya,pria tersebut sudah sangat tampan dan wangi.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka,masuklah seorang gadis dengan mukena menutupi tubuh.
" Abang mau kemana ?" tanya gadis itu mengernyit.
" gak kemana mana " jawab si abang tenang.
" Gak kemana mana kok nyetil,biasanya kek gembel " Cibir gadis itu.
Si abang hanya diam menatap malas adiknya.
" Mau ngapain ?" tanya Romeo menyisir rambut.
" Hm Mama suruh aku panggil Abang buat makan malam " jawab gadis itu tenang.
" Abang makan diluar,kalian makan duluan aja " Balas Romeo.
" pasti mau ngapel ya ?" tanya si adik kepo.
Romeo hanya diam,tak mendapat responan lagi si gadis itu pun keluar.
" Kayaknya udah deh " Gumam Romeo melihat sekali lagi penampilan dirinya.
Pria itu pun berjalan keluar setelah memasukkan dompet dan kunci mobil.
Diruang makan sebuah keluarga bersiap siap menyantap makan malam mereka.
Setiap hari Clara memang selalu masak untuk anak suaminya apalagi Rifki sedang sakit flu.
" Abang makan diluar Ma " Ucap anak gadis Clara mendekat dengan rambut cepol.
" Gak makan disini ?" tanya Clara mengernyit.
" Gak tau tuh,mau ngapel kali " Jawab gadis tadi cuek.
Clara melihat Rendi,lelaki itu terlihat tenang mengambil nasi dan lauk di meja.
" Ma " panggil Romeo masuk.
" Kamu gak makan ?" tanya Clara.
" Makan diluar sama temen " jawab Romeo.
" Temen yang mana cewek ?" tanya Clara semangat.
" Hm " Jawab Romeo mengangguk.
Rendi mendongak dan kaget melihat Romeo berpakai sedikit berbeda dari biasanya.
" Bang lihat tuh anak kamu dah mulai normal " kata Clara menegur Rendi.
" Emang selama ini dia gak normal ?" tanya Rendi bingung.
" Kalo normal dia pasti dah nikah lama,gak ngebujang terus " Kata Clara gemas.
Rendi terkekeh dan melihat lagi putranya.
Jika dilihat sekilas,kedua lelaki itu seperti adik Kakak apalagi Romeo sangat tinggi melebihi Papanya.
" Aku berangkat " Kata Romeo pamit.
" Jangan jemput depan gang " Sindir Clara.
" Ih emang adek dijemput depan gang " Balas Romeo menyindir.
" Uhuk uhuk " Anak gadis Clara langsung terbatuk mendengar ucapan Kakaknya.
" Kamu gitu ?" tanya Clara syok.
" Gak Ma,itu fitnah " Jawab gadis itu tak terima.
__ADS_1
Romeo sudah berjalan duluan dengan senyum kecil,ia memang sering menjahili adiknya yang kini mulai mengenal pria.
Clara mencecar banyak pertanyaan kepada anak gadisnya,tapi bocah itu membantah terus dan menyumpahi sang kakak yang telah mengadu domba.
Ditempat lain,seorang gadis duduk sendirian disebuah restoran yang cukup mewah.
Dengan gamis biru muda dan hijab senada membuat penampilan gadis itu terlihat sangat memukau.
" Duh bang Romeo mana ya ?" Gumam Azura tak sabaran.
Ia sengaja datang cepat supaya Romeo tak menunggu lama,keduanya sudah janjian dari sore kemarin ingin makan bersama.
Bukan hal mudah mendapat izin dari orang tua Azura apalagi Aktam yang kini begitu posesif kepada anak2nya ditambah Lulu yang hampir melahirkan.
" Semoga aja ada kabar baik " Gumam Azura semangat.
Drt drt drt...
Hape Azura berdering,gadis itu melonjak kaget dan merogoh tas selempangnya.
" Waduh Angel nelfon lagi " Gumam Azura panik.
" Gimana nih,kalo Angel tau pasti aku dirusuhin " Lanjut Azura yakin.
Drt drt.
Hape gadis itu terus berdering seolah si penelfon memaksa untuk diangkat.
" Halo " sapa Azura menyerah.
" halo kamu dimana ?" tanya seorang gadis dengan suara cempreng.
" Hm diluar,kenapa ?" tanya Azura.
" Aku juga diluar,kamu sama siapa ?" tanya Angel.
" Hm aku sendiri " Jawab Azura ragu.
" Hah sendiri ? ngapain ?" tanya Angel aneh.
" Aku ? aku lagi di club " jawab Angel berbisik
" Apa !" pekik Azura terbelalak.
" Jangan kasih tau siapa pun ya,aku lagi galau nih " kata Angel melas.
" Vidio call aja " Kata Azura kesal.
Gadis itu dengan cepat mengalihkan panggilan telefonn dan diangkat saudaranya.
" Angel kamu mau bunuh diri ya !" Bentak Azura terkejut.
" Mama udah izinin kok " Kata Angel serius.
" Eh mana ada Bibi izinin kamu dugem,lagian jam segini belum panas " kata Azura heran
" E eh kok tau belum panas ? kamu sering ya ?" Tanya Angel menggoda.
" Enggak,gila aja belum sampe sana udah digantung depan pintu aku sama Papa " Jawab Azura malas.
" Hahahaha untung aku punya Papa pengertian " Balas Angel santai.
" Udah kamu kesini aja,diskonya belum mulai " Ajak Angel memainkan alis.
" Ogah aku mau ketemu Bang Ro...
" Ketemu siapa?" Tanya Angel kaget.
" Hm,anu em itu ketemu temen " jawab Azura hampir kecoplosan.
" Kamu mau ketemu Bang Romeo ya ?" Tuduh Angel.
" Nggak " Kata Azura menggeleng.
__ADS_1
" hanyo ngaku,pasti kamu yang ajak dia ketemuan ya " Tuduh Angel.
" Eng...
" Assalamualaikum " sapa seseorang menepuk bahu Azura.
Azura menoleh kebelakang dan terbelalak melihat Romeo berdiri menjulang didepannya.
" Astaga " Pekik Angel ikut melihat dilayar.
Tut.
Panggilan langsung terputus,Azura mematikan hapenya secepat kilat..
" Itu Angel ?" Tanya Romeo tenang.
" hah em iya Bang " jawab Azura menggaruk kepala
" Dia dimana ?" tanya Romeo menarik kursi depan.
" hm dia di tempat temennya " jawab Azura berbohong.
Romeo beroh ria dan menatap gadis itu dengan tatapan dalam.
Azura yang merasa ditatap menundukkan wajahnya merasa malu.
" Udah lama nunggu ?" tanya Romeo tersenyum..
" Hm gak juga " Jawab Azura pelan.
" Ya udah pesan aja "
" Abang sendirian ?" tanya Azura.
" Memang harus bawa partner ?" tanya Romeo balik.
Azura menggeleng pelan,gadis itu curi2 pandang terhadap lelaki didepannya saat ini.
" Kenapa ?" Tanya Romeo melihat gadis itu tercyduk.
" Hm gak papa " Jawab Azura malu.
Romeo tersenyum,keduanya pun kembali memesabkan makanan.
Cacing Azura sudah berontak ingin segera diberi asupan,gadis itu sengaja tidak makan agar nanti bisa makan bersama Romeo.
Dengan cermat,Azura memperhatikan gerak gerik Romeo yang begitu elegan seperti pria dewasa lainnya,meski terkesan formal tapi aura gentle Romeo terpancar seperti namanya.
Lain hal di tempat Azura,lain juga ditempat saudaranya.
Hari ini Angel galau akut,seharian gadis itu uring2an tak jelas,bahkan suara batuk adiknya pun dipermasalahkan hingga Prito dan Reno turun tangan memisahkan perkelahian keduanya.
Sudah 2 hari kekasih hatinya sibuk diluar negeri,memang Jackson lusa lalu pulang kampung lantaran neneknya masuk rumah sakit.
Jasmin pun harus ikut pulang karna Leo tak ada yang mengurus.
Mau tak mau pasangan baru itu harus terpisah oleh jarak,Angel yang belum terbiasa merasa begitu kehilangan sosok penyemangat dan penampung curhatannya.
" Haistt pokoknya malam ini aku harus mabuk " Gumam Angel melihat beberapa botol minuman beralkohol dimeja.
" Dek,anak bawah umur gak boleh mabuk " Tegur Bartender ngeri dengan tekad gadis itu.
" Aku udah 17+ Bang,udah Mui juga !" Balas Angel kesal karna lelaki itu terus melarangnya dari tadi.
" Udah kasih tau keluarga belum kalo mau mabuk malam ini ?" tanya lelaki itu tenang.
" Emang harus dikasih tau ?" tanya Angel polos.
" Iya biar ntar pas mabok dak diganggu orang " Jawab lelaki itu mengulum senyum.
" Waduhhh aku harus ngasih tau siapa nih ? masa iya nelfon Mama yang ada malah aku diamuk " Gumam Angel menggaruk kepala.
Bartender menahan tawa,mendengar gerutuan Angel dari tadi bagaikan hiburan dadakan malam ini.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya