Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
595


__ADS_3

Suara teriakan terdengar nyaring saat Histi mengomeli kedua penguasa rumah yg nekat untuk melarikan diri.


Ucapan Sutar dan Suci benar2 mereka lakukan,keduanya sudah menyandang tas untuk keluar mencari kebahagiaan.


Winda yg menjadi saksi drama terlihat menganga dengan aksi keluarga sahabatnya tersebut.


" Kayaknya kita harus pulang deh " Bisik Winda kepada Afdhal yg juga menjadi penonton.


Bocah kecil itu menoleh ke ibunya dan tersenyum kecil.


Winda mengambil tas dan barang anaknya lalu bangun.


" Sutaaaaaaarrrr " Teriak Histi kembali menggelegar.


Winda yg ingin pamitan langsung diam tak melanjutkan langkah.


" Duh nanti aja lah pamitannya,nanti yg ada malah jadi saksi mata dipengadilan " Kata Winda ngeri.


Wanita itu mundur dan melesat keluar dari rumah.


Hanya ada mereka saja dirumah karna Yuni dan Salsa sedang keluar ntah kemana.


Setelah menjauh,baru Winda bisa menghela nafas lega.


Ibu dan anak itu terpaksa harus berjalan cepat karna tak tahan dengan omelan Histi disahut Sutar dan Suci yg tidak mau kalah.


Bukan tangisan kedua bocah itu yg terdengar malah tangisan setres Histi yg tak bisa ditahan.


Winda terus berjalan kedepan menunggu angkutan umum yg akan membawanya pulang.


Tin tin...


Suara klakson terdengar,sebuah mobil fortuner hitam berhenti didepan mereka.


Winda mendongak melihat mobil mewah itu dengan wajah bingung.


" Win " Panggil seseorang membuka kaca.


Winda melihat dan tersenyum cerah.


" Alexi " Panggil Winda girang.


" Ayo masuk " Ajak Alexi tersenyum.


" Iya " Balas Winda mengangguk.


Wanita itu dengan cepat membuka pintu dan duduk disebelah lelaki tersebut.


" Kamu dari mana ?" tanya Alexi ramah.


" Dari rumah kalian " Jawab Winda tersenyum


Alexi ber Oh ria dan menjalankan mobilnya.


" Kamu dari mana ?" Tanya Winda menoleh.


" Aku dari kantor "


" Gak pulang ?"


" Tadinya mau pulang,tapi Salsa bilang dia lagi sama Ibu " Jawab Alexi lesu.


" Jadi kamu gak pulang ?" Tanya Winda.


" Kalo aku pulang gak ada Salsa dirumah yg ada aku gak bisa balik kerja lagi nanti " Jawab Alexi terkekeh.


" Kamu takut sama Suci ?" Tebak Winda.


" Huh bukan takut sih cuma ya kamu tau lah Suci kalo liat aku bawaannya mau menjarain bapaknya " Jawab Alexi lesu.


" Hahahahahahaa " Winda tertawa ngakak.


Wanita itu sudah bisa membayangkan bagaimana frustasinya Alexi jika berhadapan dengan putrinya sendiri.

__ADS_1


Suci sangat berbeda dengan Nur,gadis kecil itu sangat aktif dan judes,sangat bersebrangan dengan Nur yg bersikap dewasa jika menyangkut pekerjaan orang tuanya.


" Oh iya Win " Kata Alexi teringat sesuatu.


" Iya kenapa ?" Tanya Winda berusaha tenang dari tawanya.


" Hm anak suami mu apa kabar ?" Tanya Alexi berubah serius.


" Mereka baik,,orang tua Samuel memberi kabar setiap hari tentang mereka " Jawab Winda menghela nafas.


" Pasti ini berat buat kamu " Kata Alexi prihatin.


" Ya mau gimana lagi Lex,mereka harus sembuh " Balas Winda terkekeh.


" Ya,maaf aku belum bisa membantu banyak " Kata Alexi menyesal.


" Tidak,tidak perlu meminta maaf Lex,kalian sudah sangat baik sama keluarga aku,ini memang jalan untuk kami " Kata Winda sabar.


" Kamu wanita yg special Win " Kata Alexi menepuk bahu sahabatnya.


" Makasih Lex " Balas Winda malu.


" Oh iya,Afdhal udah makan ?" Tanya Alexi melihat bocah dipangkuan Winda yg begitu anteng.


" Belum ya ?" Tanya Alexi lagi.


" Tadi makan dirumah Ayah,Histi kasih kue " Jawab Winda jujur.


" Ini sudah siang,gimana kalo kita cari makan siang aja " Ajak Alexi semangat.


" Emangnya kamu belum makan ?" Tanya Winda mengernyit.


" Belum,kamu gak denger dari tadi perut aku main drumband ?" Tanya Alexi mengusap perut datarnya.


" Oh jadi itu suara perut kamu ?" Tanya Winda terkekeh.


" Ahhh ini memalukan sekali " Gumam Alexi mengacak rambutnya.


" Hahaha tidak Lex,ahh kau masih Alexi yg aku kenal dulu " Kata Winda menepuk paha Alexi.


Keduanya pun tertawa bahagia,Alexi mencari restoran yg santai untuk makan dan sambil mengobrol.


Sesampainya ditujuan,Winda terdiam melihat tempat yg menurutnya tak asing.


" Kau kenal tempat ini ?" tanya Alexi melirik Winda yg terlihat syok.


" Ya aku rasa em ini...


" Ya ini resto milik Samuel " Jawab Alexi.


" Kenapa kita kesini Lex ?" Tanya Winda menoleh.


" Ntah lah,selera makan ku menyuruh kesini " Jawab Alexi.


" Kau gugup ?" Tanya lelaki itu menyelisik.


" Hah tidak,untuk apa aku gugup " Jawab Winda terkekeh.


" Kau pernah kesini ya ?"


" Ya,dulu saat Mas Restu baru awal terima gaji " Jawab Winda mengingat.


" Haha ya,makan disini memang harus banyak uang " Kata Alexi terkekeh.


Winda mengangguk kecil,biaya makan diresto itu memang mahal,bahkan Winda dulu sempat menyesal karna menghamburkan uang hanya untuk makan sekali.


Alexi turun duluan,Winda masih diam meyakinkan dirinya.


Ceklek...


Pintu terbuka,Alexi sudah siap menunggu diluar.


" Sini Afdhal sama Papa " Kata Alexi mengambil alih putra Winda.

__ADS_1


Bocah itu menurut dan mengalungkan tangannya dileher Alexi.


Winda turun dengan tarikan nafas dalam


" Huh ini bukan gugup,aku hanya merindukan suami ku " Gumam Winda mencoba tenang.


Hati perempuan itu sedikit terenyuh,kenangan ia bersama Restu dan Nur tiba2 berputar dikepalanya apalgi Winda melihat meja yg sempat mereka duduki dulu.


Bayang2 anak dan suaminya pun perlahan muncul membuat Winda ingin menangis.


" Sebelah sini Win " Tegur Alexi melambaikan tangan kearah lain.


Winda menoleh dan mengangguk kecil.


Mereka duduk didalam ruangan yg ada tamannya.


Afdhal begitu anteng kepada Alexi,bahkan bocah kecil itu tak merasa takut sama sekali.


" Afdhal mau makan apa Nak ?" tanya Alexi membentangkan buku menu dimeja.


Afdhal mulai melihat dan tertawa girang.


" Ini mau ?" tanya Alexi menunjuk es krim.


Bocah itu melihat Winda seolah meminta pendapat ibunya.


" Makan nasi aja " Kata Winda tenang.


Afdhal mengkrucut mendengar jawaban ibunya.


" Hehe gak papa,makan nasi dulu habis itu baru es krim " Kata Alexi membujuk.


" Auuuu " Jawab Afdhal semangat.


Alexi tersenyum manis dan mencari lagi menu yg cocok untuk anak sebaya Afdhal.


Winda berusaha tetap tenang,perlahan wanita itu bisa menyesuaikan diri.


Setelah selesai memesan,tak lama suara sepatu wanita terdengar cukup nyaring.


Winda berbalik badan dan terdiam melihat 2 orang wanita cantik berjalan kearah mereka sambil tertawa tawa.


" Ahhh kau begitu menggemaskan tadi "


" Benarkah ?" tanya Leni girang.


" Ya sangat imut,aku menyukainya " Jawab Santa tersenyum.


" Ahhh terima kasihhh " Rengek Leni manja memeluk pinggan Santa.


Winda dan Alexi diam dengan mulut menganga mereka melihat kedua perempuan tersebut.


Leni yg sadar langsung melepas rangkulannya dan bersikap dewasa.


" Ehh maaf " Ucap Winda ikut tersadar.


Alexi diam melihat Leni dan Santa dari ujung kaki hingga kepala.


" Kau kenal mereka ?" Tanya Santa melihat Leni.


" Hmm aku rasa tidak " Jawab Leni masih menatap Winda dengan tatapan yg sulit dimengrti.


" Ck,biarkan saja lah mungkin mereka salah satu penggemarmu sayang " Kata Santa menarik Leni menjauh.


Leni mengangguk kecil dengan senyum smirknya kepada mantan Samuel tersebut.


Setelah kedua gadis itu pergi,Alexi menutup mulutnya dan membalik badan Winda.


" Kau merasa aneh ?" tanya Alexi to the point.


Winda diam,ia masih memperhatikan Leni yg berjalan lenggak lenggok.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2