
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh Alexi,pria itu duduk diruang keluarga menunggu Serkan yang sedang mandi dikamarnya.
" Udah siap ?" tanya Rena mendekati Alexi.
" Hehe udah Nek " jawab Alexi malu.
" Tunggu Kakak kamu masih siap2 " Ucap Rena duduk disamping lelaki itu.
" Hm " Jawab Alexi mengangguk paham.
Tito mendekati keduanya seraya membawa gelas kopi yang tadi diseduh Rena.
" Gimana Lex ? ada yang sakit ?" tanya Tito duduk didepan Alexi.
" Gak Kek,cuma gak sabar aja " jawab Alexi tersenyum.
" Bagus lah,semoga kamu bisa lihat lagi " Doa Tito.
" Amin " Jawab Rena dan Alexi bersamaan.
Romi dan Yuni keluar kamar disusul Byanca.
Mereka semua berkumpul untuk menyaksikan acara buka perban Alexi hari ini,karna besok Serkan akan menikah.
" Kalian siap ?" tanya Tito kepada anak menantunya.
" Siap Pa,apapun hasilnya kami terima dengan ikhlas " jawab Romi.
" Ya,itu harus " Balas Tito.
Yuni menghela nafas,wanita itu merasa sangat deg degan menunggu hasil.
" Serkan mana ? belum selesai mandi ?" Tanya Yuni.
" Coba kamu cek " Jawab Rena.
Yuni mengangguk,wanita itu pun berjalan mendekati kamar anak tirinya.
Ceklek..
Pintu terbuka,terlihat dari kejauhan seorang pria mengenakan handuk baju didepan kaca dengan tangan bertumpu dimeja rias.
" Serkan " Panggil Yuni pelan.
Lelaki itu menoleh dan menatap nanar ibunya.
Yuni mendekat dan berdiri disamping Serkan.
" Ada apa ?" tanya Yuni.
" Gak papa Bu " Jawab Serkan pelan.
" Kenapa belum ganti baju,Alexi sudah menunggu didepan " Ucap Yuni.
Serkan menggigit bibir bawahnya seraya menatap Yuni dalam.
" Bu " Panggil Serkan memegang tangan Yuni.
" Iya,kenapa ?" tanya Yuni mengusap lengan anaknya.
" Jika aku tidak berhasil apakah Ibu akan membenci ku ?" Tanya Serkan nanar.
" Kenapa bicara begitu ?" tanya Yuni.
" Aku sangat takut " Jawab Serkan menunduk.
" Apa yang kamu takuti ?" Tanya Yuni lembut.
" Aku takut gagal,bukan hanya sebagai dokter tapi Kakak bagi Alexi " Jawab Serkan berkaca kaca.
" Kenapa ngomong gitu,kamu tetap kakaknya Alexi,kalo pun gagal,semua orang pasti pernah gagal bahkan profesional sekali pun " Ujar Yuni mengusap bahu Serkan.
Serkan menitikkan air mata,jiwa pria itu bergetar hebat.
Beberapa hari ini pikiran Serkan sedikit berantakan,banyak yang harus ia pikirkan bukan hanya tentang Alexi tapi pernikahannya juga serta karir yang ia gapai selama ini.
" Sudah jangan bersedih,jika kenyataannya nanti tidak sesuai yang kita harapkan maka kita harus menerimanya dengan lapang dada " Ucap Yuni menenangkan.
__ADS_1
" Aku ingin Alexi bisa melihat lagi Bu,besok aku akan menikah,aku ingin dia juga melihat hari bahagia ku " Balas Serkan.
" Heii kenapa anak ibu jadi cengeng gini " Kata Yuni terkekeh mengusap air mata lelaki itu.
" Ya aku sangat cengeng Bu " Kata Serkan terus menangis.
Yuni ikut berkaca kaca,wanita itu menarik tubuh putranya lalu memeluk Serkan dengan sayang.
" Udah jangan dipikirin,ayo keluar " Ajak Yuni semangat.
Serkan mengangguk dan mengusap air matanya.
" Aku ganti baju dulu Bu " Kata Serkan berusaha tenang.
" Iya,cepetan ya " Kata Yuni paham.
Serkan mengangguk,Yuni pun berjalan keluar.
Didepan,Alexi mulai duduk gelisah.
Lelaki itu tak sabar lagi ingin membuka perban matanya.
" Mana Serkan ?" Tanya Romi.
" Lagi mewek juga dia ngadepin Alexi,tapi sekarang udah ganti baju " Jawab Yuni.
Romi menghela nafas panjang dengan anggukan paham.
Dirinya juga merasa apa yang Serkan rasakan,bukan hal yang gampang menghadapi persoalan yang menghampiri Serkan saat ini.
Jika lelaki itu berhasil ia akan mendapatkan semuanya namun jika gagal ia pun akan menerima kepahitan.
Tak lama yang ditunggupun keluar kamar,Serkan mengenakan pakaian santai dengan membawa alat medisnya dikotak.
" Kakak " Panggil Alexi.
" Iya,bentar " Jawab Serkan mendekati lelaki itu.
" Dia udah mau buka sendiri tadi " Kata Rena memberitahu.
Serkan mengangguk paham dan membuka kotak kerjanya.
" Pelan2 " Ucap Rena ngeri.
" Iya Nek " Jawab Serkan sopan.
Yuni dan Romi berdiri melihat Serkan mulai bergerak.
" Kak " Panggil Alexi meraba tangan Serkan.
" Berdoa saja " Ucap Serkan pelan.
Alexi mengangguk paham dan melepas tangan lelaki itu.
Dengan hati2 Serkan membuka ikatan dibelakang Alexi.
Tali perban pun mulai dilepas satu persatu.
Yuni menggigit jari,wanita itu terlihat sangat tegang menonton adegan live tsb.
Serkan berusaha tenang,baru kali ini mental Serkan ditempa habis2an setelah menjadi dokter.
Saat semua perban sudah terlepas,kini tinggallah kapas dalam saja.
Perlahan Serkan membukanya dan terlihat Alexi menutup mata.
" Ayo buka perlahan " Titah Serkan.
" Sudah bisa ?" Tanya Alexi.
" Hm pelan2 " Jawab Serkan.
Alexi mengangguk,lelaki itu pun membuka perlahan matanya.
" Lex,kau lihat Ibu ?" tanya Yuni tak sabaran.
" Kak apa kau lihat aku ?" tanya Byanca maju.
__ADS_1
Alexi mengerjab2kan matanya merasa sedikit aneh.
" Hmm pedih " Gumam Alexi ingin mengusap matanya.
" Jangan " Tahan Serkan menarik tangan Alexi.
" Serkan kenapa ada apa dengan Alexi ?" tanya Rena panik.
" Buka semua Lex " Pinta Serkan gugup.
Alexi kembali mengerjabkan matanya hingga rasa silau ia rasakan.
" Alexi " Panggil Romi.
" Lex,kau lihat kita ?" Tanya Tito memegang tangan cucunya.
" Kakak " Panggil Alexi memegang tangan Serkan.
" Iya apa yang kau lihat ?" tanya Serkan nanar.
" Kau menangis ?" Tanya Alexi.
" Hah tidak " Jawab Serkan kaget.
" Wajah mu sembab " Ucap Alexi terkekeh.
Semua orang dibuat aneh oleh Alexi dan menatap kearah Serkan.
Serkan menelan ludah kasar seraya mengusap wajahnya.
" Aku tidak menangis " Kata Serkan membela diri.
" Alexi ? kau bisa melihat ?" tanya Romi mulai ngeh.
Alexi menoleh ke sumber suara dengan senyum kecil.
" Ayah semakin tua " Jawab Alexi terkekeh.
" Hah " pekik Romi melotot.
" Kakak bisa lihatt lagi yeeeeee " Pekik Byanca girang.
" Lexi apa benar ? kau bisa lihat ibu sayang ?" tanya Yuni memegang tangan Alexi.
" Mana mungkin aku tidak melihat cinta pertama ku " Jawab Alexi tersenyum.
" ohhh anak kuu " Pekik Yuni langsung menghambur memeluk pria itu.
" Alhamdulillah " Ucap Rena dan Tito bersamaan.
" Alhamdulillah Nak kamu bisa lihat lagi " Kata Yuni menangis haru.
Serkan terduduk lemas,pria itu tak menyangka dirinya berhasil membuat sang adik bisa melihat indahnya dunia lagi.
" Terima kasih Serkan " Ucap Rena memeluk cucu tirinya.
" Iya Nek " Jawab Serkan membalas pelukan wanita itu.
" Kau benar2 Dokter dan Kakak yang bertanggung jawab " Ucap Tito menepuk pundak Serkan.
" Kakek bangga sama kamu " Lanjut Tito tersenyum.
" Makasih Kek " Jawab Serkan terharu.
Serkan menatap Romi,lelaki yang dikatai Tua oleh Alexi tadi tersenyum hangat kearahnya.
" Ayah bangga sama kamu Serkan " Ucap Romi berkaca kaca.
Serkan mengangguk ingin kembali menangis.
" Kakak memang super hiro,aku sayang sama Kakak " Ucap Byanca menghambur memeluk Serkan.
" Aku juga bahagia banget punya Kakak yang begitu hebat seperti Kak Serkan " Celetuk Alexi ikut memeluk lelaki itu.
" Ahh kalian bikin Kakak malu " Balas Serkan bersemu.
Semua orang tersenyum bahagia atas pencapaian anak2 mereka.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Lìke,Coment ya.