
Jam menunjukkan pukul 10 malam,didepan sebuah rumah seorang pria berdiam diri menunggu pintu terbuka.
Yap Samuel datang kerumah Nenek Winda sehabis pulang bekerja,pria itu tak bisa tenang jika belum melihat wajah istri yang sudah 3 hari tak bertemu,Winda juga sulit dihubungi.
Tok tok...
Samuel kembali mengetuk pintu dan membunyikan bel,hampir berdiam 10 menit dengan ketukan yang semakin kencang akhirnya pintu rumah terbuka.
Keluarlah seorang lelaki tua dengan beberapa kertas ditangannya.
" Samuel " Ucap Rudi kaget.
" Apa aku bisa bertemu Winda ?" tanya Samuel tanpa basa basi.
" Kamu sama siapa ?" Tanya Rudi melihat kebelakang.
" Aku baru pulang bekerja,tolong bawakan Winda untuk ku " Pinta Samuel sopan.
" Dia sudah tidur " Kata Rudi bersikap tenang.
" Aku ingin menemuinya " Balas Samuel maju.
" Jangan !" Tahan Rudi.
" Kenapa ? dia istri ku " Kata Samuel mengernyit.
" Hm ini sudah malam,sebaiknya kamu pulang saja " Kata Rudi mencari alasan.
" haha Kakek bercanda ? aku ini suami sah Winda,kenapa aku tidak bisa bertemu istri ku,bahkan meminta nya untuk pulangpun tidak akan dikroyok warga " Balas Samuel merasa lucu.
Rudi diam,lelaki itu menebak Samuel tidak tau bahwa ibunya sudah melakukan sesuatu yang begitu fatal.
" Ada apa Pa ?" tanya seseorang dari belakang.
Lelaki itu keluar dan kaget melihat menantunya berdiri diambang pintu.
" Pa,aku ingin bertemu Winda " Kata Samuel kepada Malvin.
Malvin diam memperhatikan menantunya dari ujung kaki hingga kepala.
Samuel memakai baju lengkap dengan dasi dan sepatu bahkan ada tas laptop ditangan pria itu.
" Aku merindukan Winda Pa " kata Samuel melas.
" Masuk Sam " Ucap Malvin tenang.
" Malvin " Tegur Rudi.
" Gak papa Pa " kata Malvin tersenyum kecil.
Samuel langsung masuk menatap sinis Kakek Winda tersebut.
Mereka duduk disofa,Malvin melihat gerak gerik Samuel yang mencari2 istrinya.
" Apa Winda sudah tidur ? kamarnya dimana ?" tanya Samuel tak sabaran.
" Hm boleh Papa bicara ?" tanya Malvin.
" Nanti dulu Pa,aku ingin bertemu Winda " Jawab Samuel.
Malvin menghela nafas panjang,lelaki itu merasa sedih dengan kepolosan pasangan tersebut.
Malvin merasa tak tega harus memisahkan keduanya.
" Dia kamar atas " Jawab Malvin.
" Baiklah " kata Samuel bangun.
" Malvin jangan " Tegur Rudi.
" Biarkan saja dulu Pa,mereka pasti saling merindukan " Ucap Malvin.
__ADS_1
Rudi menghela nafas panjang,lelaki itu ingin sekali marah kepada Samuel,tapi Malvin meminta orang tuanya bersabar karna ini masalah keluarga mereka.
Samuel langsung berlari keatas dengan langkah lebar.
Setelah sampai diatas Samuel langsung membuka pintu pertama dan terdiam melihat seorang wanita tertidur dengan lampu redup.
Perlahan Samuel melangkah hati2 mendekati istrinya.
" Hay " Sapa Samuel duduk disebelah Winda.
Wanita itu tak membuka mata,terlihat Winda kelelahan dengan mata sembab.
Dengan lembut Samuel mengusap kepala istrinya dan senyum kecil.
" Hmppp " Lenguh Winda merasa terganggu.
" Sayang bangun,ayo pulang " Bisik Samuel lembut.
Winda membuka matanya dan terbelalak kaget.
" Sam " Gumam Winda pelan.
" iya,ini aku " Kata Samuel tersenyum.
Winda berusaha bangun dibantu suaminya.
" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Winda sedikit panik.
" Kenapa gak boleh ?" tanya Samuel.
Winda menunduk dalam,Samuel mengangkat dagu perempuan itu menghadap dirinya.
" Aku merindukan kamu gadis nakal,kau berdosa karna meninggalkan suami mu berhari2 " Kata Samuel mencubit pipi Winda.
Winda menatap suaminya nanar,Samuel menghidupkan lampu kamar membuat suasana sedikit kekuningan..
" Sam " panggil Winda lirih.
" Ahhh aku sangat lelah " Kata Samuel melepas tasnya dilantai dan berbaring diranjang.
Winda melihat lelaki itu tanpa kedip,ia merasa sangat sedih dengan keadaan mereka saat ini.
" Kau dari mana ?" tanya Winda berusaha tenang.
" Pulang mencari nafkah " jawab Samuel.
" Selarut ini ?" Tanya Winda mengernyit.
" Ya,aku cape banget " Jawab Samuel berbaring dipaha istrinya.
Lelaki itu mendongak melihat Winda tanpa polesan make up sedikit pun.
" Kau kurusan " Kata Samuel memegang tangan Winda.
" Benarkah ?" tanya Winda.
" Hm,apa kau tidak makan ?"
" Gimana aku bisa makan dengan lahap Sam sedangkan kita harus berpisah " Jawab Winda dalam hati.
" Ayo tidur " ajak Samuel melepas keheningan.
" Kau belum mandi "
" Ya aku akan mandi dan istirahat bersama mu,atau kita berkeringat dulu ?" Tawar Samuel memainkan alisnya.
" Aku sedang datang bulan " Jawab Winda beralibi.
" Yahhhhhh kok bisa ?" Tanya Samuel lesu.
Winda tersenyum kecil dan mengangkat tubuh lelaki itu agar duduk.
__ADS_1
" Aku mandi dulu,tunggu aku okey " kata Samuel membuka kemejanya
" Aku siapkan makanan " Kata Winda bangun.
" Ya aku memang lapar " Balas Samuel terkekeh.
Winda tersenyum,lelaki itu pun mendekati kamar mandi dan Winda berjalan keluar.
Winda tak bisa langsung melepas Samuel begitu saja karna ia merasa tak tega apalagi Samuel sedang kelelahan.
Tapi Winda juga tak sanggup berhadapan dengan lelaki itu karna akan membuat ia menjadi sangat lemah.
Diluar,Winda bertemu orang tua dan Neneknya yang sedang berkumpul diruang tamu.
" Winda " Panggil Sindi.
Winda mendekat dengan wajah tertunduk.
" Maaf Ma,aku tidak bisa menolak Samuel " Ucap Winda bergetar.
Semua orang mengangguk paham,Risa merasa terpukul dengan keadaan cucunya.
Sungguh Risa menyesali perbuatannya dimasa lalu telah membuang gadis malang itu hingga Winda dari kecil sampai dewasa tak pernah merasa bahagia.
Air mata Risa mulai turun membasahi wajah tuanya,melihat keadaan anak2nya sekarang membuat wanita itu tak bisa memaafkan diriny sendiri.
" Apa dia sudah tidur ?" tanya Malvin.
" Belum Pa,Sam sepertinya tidur disini dia sedang mandi " jawab Winda tak enak.
" Gak papa,biarkan saja " Kata Malvin tenang.
" Kalo Sam disini bagaimana kita bisa pergi ?" tanya Sindi.
" Aku sudah memberitahu orang tuanya,besok Samuel akan pulang " Jawab Malvin.
" Kau menelfon ?" tanya Risa kaget.
" Ya,mereka tak bisa menjemput Samuel karna ya kalian tau sendiri " Jawab Malvin lesu.
" Baiklah gak papa,bersikap biasa saja " Putus Rudi.
Semua mengangguk setuju,Sindi dan Winda berjalan kedapur menyiapkan makanan untuk Samuel makan.
" Maafkan Mama Malvin " Ucap Risa menangis.
" Semua udah berlalu Ma " Balas Malvin.
" Mama sangat menyesal Nak,seandainya waktu bisa diputar lagi Mama tidak akan pernah menyianyiakan anak istri mu " Kata Risa terus menangis.
Malvin mengangguk,tak ada yang bisa menebak kehidupan,ia pun tak menyangka keluarganya penuh dengan lika liku.
Beberapa menit kemudian,Samuel keluar kamar dan disambut keluarga Winda dengan senyum manis.
" Ayo dimakan Sam " Ucap Rudi hangat.
" Iya Kek " Jawab Samuel merasa sedikit aneh.
Lelaki itu mulai makan dengan tenang ditemani Winda yang menatapnya tanpa kedip.
" Ini tambah lagi " Kata Sindi menaruh lauk.
" Makasih Ma " balas Samuel malu.
Lelaki itu menghabiskan makanannya dan meminta Winda kembali kekamar.
Tak ada olahraga panas,lelaki itu tertidur nyaman dengan bekapan hangat sang istri.
" Selamat tinggal Suami ku,semoga setelah ini kamu menemukan pengganti yang lebih sempurna dari aku,aku mencintaimu Sam " Bisik Winda berderai air mata mencium kening Samuel yang tidur manja didadanya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.