
" Jawab !" Teriak Yuni mendorong bahu Ayu.
Gadis itu terhuyung kebelakang dan langsung terduduk dilantai.
" hiks hiks " Ayu langsung menangis merasa sangat menyesal.
" Maafin aku Te " Ucap Ayu sedih.
" Kau benar2 jahat ! belum puas kau memisahkan Alexi dan Salsa sekarang kau mencelakainya !" Bentak Yuni emosi.
" Sayang udah,kita gak tau kejadiannya kek gimana " Kata Romi menarik istrinya mundur.
" Dia yang menyebabkan semuanya Mas " kata Yuni sambil menangis.
Romi mengusap bahu istrinya yang meledak2.
" Kamu gak papa ?" tanya Debi membantu Ayu bangung.
Ayu menggeleng dengan air mata berderai.
" Ini kecelakaan tunggal Pak,Alexi yang bersalah karna menabrak mobil berhenti " Ucap Debi membenarkan.
" Apa kau sudah menyelidikinya ?" tanya Romi serius.
" Ya pihak kepolisian sudah menjelaskan semalam " Jawab Debi tenang.
" Baiklah,bantu saya menyelesaikan ini " Ucap Romi melihat Debi.
Lelaki muda itu mengangguk.
Debi membawa Ayu duduk sedikit menjauh dari Yuni karna takut wanita itu kembali menyerang Ayu.
" kau sudah selesai sarapan ?" tanya Debi.
" Ya,ini minuman untuk kalian " Jawab Ayu pelan memberi keresek yang ia bawa.
Debi mengangguk,pria itu mengambil semuanya dan memberi kepada temannya satu.
" Aku keluar dulu " Ucap Teman Debi memberi kode rokok karna semalam mereka begadang.
Debi mengangguk paham.
" Ya Tuhan selamatkan anak ku " Gumam Yuni memohon.
Romi kembali sibuk menghubungi rekannya yang akan membantu mencari tau kasus Alexi.
Disebuah bandara,Salsa dan Serkan baru saja sampai setelah mengantar Byanca sekolah.
Meski sedikit drama pagi tadi dengan Byanca yang tidak mau ditinggal akhirnya semua orang hanya bisa menurut saat Romi mengeluarkan titah tegasnya.
" Sa kamu jaga diri baik2 ya " kata Serkan mengantar gadis itu kedepan pintu keberangkatan.
" Gimana Alexi Bang ?" tanya Salsa takut.
" Dia akan baik2 saja,kamu fokus sekolah kamu aja " Jawab Serkan menenangkan.
" Aku takut dia kenapa napa " Kata Salsa mulai menangis.
" Abang juga Sa,tapi kita harus patuh sama Ayah " kata Serkan sedih.
" Abang huhuhu " Salsa menghambur memeluk Serkan.
Lelaki itu menghela nafas dan mengusap punggung adik iparnya lembut.
Serkan tau gadis itu masih punya rasa kepada adiknya tapi ntah karna ego masing2 yang membuat keduanya belum bisa menyatu.
" Tenang lah,tunjukkan hasil kamu,belajar bener2 " Kata Serkan melepas pelukan mereka.
" Iya Bang " Jawab Salsa menghapus air matanya.
" Dah sana masuk,ntar ditinggal pesawat lagi " Ucap Serkan lembut.
__ADS_1
" Selamat tinggal Bang " Kata Salsa menyalami Serkan.
" Hati2 " Jawab Serkan mengusap kepala iparnya.
Salsa tersenyum getir dan menyeret kopernya masuk kedalam pintu otomatis tersebut.
Serkan menghela nafas melihat gadis itu akan pergi lama lagi tanpa mengucapkan salam perpisahan kepada Alexi.
" Semoga kamu berhasil Sa dan semoga kamu masih ada jodohnya dengan Alexi " Gumam Serkan tulus.
Lelaki itu pun berbalik badan mendekati mobilnya.
Serkan sudah hampir telat bekerja,hari ini pria itu ada 3 operasi besar yang harus butuh konsentrasi penuh.
Bukan apa Romi tidak mengizinkan Serkan ikut,lelaki itu sangat tau jadwal anak2nya bekerja karna Romi ada dibalik semuanya.
Sesampainya di rumah sakit,terlihat para dokter ahli sedang berkumpul.
" Ada apa ?" tanya Serkan mendekat.
" Kau sudah menerima kabar ?" tanya Dokter Bayu berbisik.
" Kabar apa ?" tanya Serkan bingung.
" Kakeknya Histi kena stroke,dia tak bisa jalan lagi " Jawab Dokter Bayu lesu.
" Apa !" Pekik Serkan kaget.
Semua orang menoleh kearah pria itu,seketika Serkan diam.
" Apa kau serius ?" Tanya Serkan tak percaya.
" Apa wajah ku mencurigakan ?" tanya Dokter Bayu gemas.
Serkan kembali diam,lelaki itu pun mendengarkan perintah dari pimpinan mereka yang menangani kasus.
Serkan mendengar dengan seksama,pria itu mangut2 paham setelah mendengarkan seluruh kisah.
Serkan merasa bersalah,pria itu menebak pasti Histi sedang bersedih hati sekarang apalagi pimpinan rumah sakit bilang Antoni tak bisa melakukan apapun bahkan untuk bicara pun sulit.
" Bukankah kemarin masih baik2 saja ?" tanya Serkan pelan kepada Dokter Surya.
" Ya,tapi malam harinya semua dokter dibuat kaget dengan berita itu " Jawab Dokter Surya lesu.
" Sudah faktor umur juga Kan,selama ini Pak Antoni selalu bekerja meski kesehatannya sering terganggu " Kata Dokter Surya tenang.
" Hm ya dia butuh istirahat " Jawab Serkan mangut2.
Setelah semua orang bubar,Serkan masuk ruangannya.
Lelaki itu mengambil hape dan menelfon Ayahnya yang sudah sampai.
" Gimana Alexi Yah ?" tanya Serkan khawatir.
" Ntah lah,dia masih belum sadar dengan luka cukup serius " Jawab Antoni terdengar sedih.
" Ibu gimana ?" tanya Serkan.
" Kau bisa menebak apa yang terjadi kepada ibu mu " Jawab Romi.
Serkan terdiam,dirinya sudah bisa menebak bahwa wanita itu sedang menangis meratapi nasib Alexi.
" Byanca sudah kamu antar ?" tanya Romi teringat akan anaknya.
" Udah,nanti Mama yang jemput pulang sekolah " Jawab Serkan.
" Pantau terus Byanca " kata Romi ragu.
" Iya,Mama akan melindungi Byanca " jawab Serkan paham maksud ayahnya.
" Bukan Ayah tidak percaya Mama mu Serkan,hanya saja...
__ADS_1
" Iya aku tau Yah " Potong Serkan menghela nafas.
" Maafin Ayah Nak " Kata Romi pelan
" Iya Ayah,hm kalau begitu aku bekerja dulu " Balas Serkan sopan.
" Bentar,apa Salsa juga sudah berangkat ?" Tanya Romi teringat sang mantan menantu.
" Sudah,dia sempat menangis tapi tidak masalah,Salsa gadis yang kuat " Lapor Serkan jujur.
" Ya dia harus melanjutkan pendidikannya " kata Romi tenang.
" Baiklah,ayah tutup sekarang " Lanjut Romi.
" Hm " jawab Serkan mengangguk.
Tut.
Panggilan pun terputus,Serkan menutup wajahnya kasar.
Masalah datang bertubi membuat semua orang kelimpungan.
Serkan mencoba tenang dan fokus karna itu salah satu persyaratan dirinya menjadi seorang Dokter.
Saat lelaki itu ingin menaruh hape dikantong tiba2 suara pesan masuk terdengar.
Serkan melihat hapenya dan terdiam melihat chat Histi.
" Selamat pagi Sayang,semoga hari mu menyenangkan❤ "
Pesan singkat dari kekasihnya.
Serkan menatap nanar hapenya dengan senyuman kecil.
Meski sedang berduka tapi gadis itu masih sempat memberikan semangat untuk Serkan.
" Pagi Sayang,kamu juga❤ "
Jawab Serkan dengan senyum kecilnya.
Ting.
" Aku kangen pengen curhat banyak "
Balas Histi dengan emot sedih.
" Iya,nanti ketemu ya,sekarang aku mau kerja dulu" Balas Serkan.
" Oke Sayang,muuaaacccchhhhh 😘"
Serkan terkekeh geli dan berhasil tersenyum sedikit lebar.
Hatinya menghangat dengan adanya chatt singkat gadis itu.
Histi selalu menjadi mood booster Serkan ketika sedang galau atau sendirian.
" Mana mungkin aku meninggalkan gadis ini,dia sudah banyak berjuang untuk aku " Gumam Serkan teringat perkataan Mamanya kemarin malam.
" Akkhhh kenapa masalah cinta rumit banget sih,kek soal matematika aja " Gerutu Serkan kesal.
Ditempat lain,seorang gadis bisa tersenyum hangat dengan mata sembabnya.
Histi berbaring bersama sang Eyang dan memeluk lelaki itu erat.
" Eyang harus sembuh ya,Histi gak mau kehilangan Eyang,Eyang harus liat aku menikah dan punya anak,aku akan hidup bahagia bersama kekasih ku Eyang " Bisik Histi mengecup lembut pipi Antoni.
Lelaki tua itu mengangguk pelan,semuanya cucunya tidur dalam satu ranjang berdempet2an.
Angel yang disebelah Antoni tidur sangat lelap bahkan sampai nyences karna gadis itu yang paling heboh menangis saat Eyang nya tak bisa melakukan apapun lagi.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya😭