
Malam harinya Serkan pulang kerumah seperti biasanya,kali ini pria itu membawa sesuatu yang special.
Pria itu masuk kerumah tanpa sambutan,Serkan mengernyit bingung tapi ia bersikap biasa saja.
" Histi " Panggil Serkan.
Hening..
Tak ada suara,pria itu masuk kamar dan mengernyit tak ada siapapun disana.
" Histi kemana ?" Gumam Serkan terbelalak.
Pria itu melepas tas kerjanya dan langsung mencari sang istri.
Dimalam yang gelap tanpa penerangan membuat lelaki itu sangat takut,Serkan takut Histi diculik orang atau tak bisa pulang.
" Ya Tuhan kemana dia ?" gumam Serkan berkeringat dingin.
Lelaki itu menghidupkan obor satu lagi dan berjalan keluar rumah.
Terlihat sebuah cahaya obor dari kejauhan mendekat.
" Siapa itu ?" Gumam Serkan pelan.
Sinar orange itu kian mendekat hingga tampilah 2 orang anak manusia.
" Histi !" Pekik Serkan melotot.
" Dia dirumah aku Serkan,tadi sore ketiduran " Ucap pria disampingnya.
" Hah " Pekik Serkan terbelalak.
" Sama istrinya Dokter Satya Yank " Kata Histi menerangkan.
" Kenapa kamu bisa tidur dirumah orang ?" tanya Serkan heran.
" Tadi mau pulang tapi udah magrib jadi ditahan dulu " Kata pria yang berprofesi sama dengan Serkan.
" Astaga " Ucap Serkan menggeleng tak percaya.
Satya terkekeh dan menepuk bahu Serkan pelan.
" Gak papa,dia aman kok " Kata Satya mengulum senyum.
" Maaf Dok merepotkan " Ucap Serkan menahan malu.
" Iya gak papa " Kata Satya tenang.
Histi memainkan kakinya seraya menatap Serkan takut2.
Lelaki itu terlihat seperti seorang bapak2 yang siap memberi hukuman kepada anaknya.
" Ya udah,saya pulang dulu ya kasihan anak dan istri dirumah gelap2 " Ucap Satya pamit.
" Eh iya Dok,hati2 " kata Serkan mengangguk.
" Hati2 Dokter terima kasih " Kata Histi tak enak.
Lelaki dengan kaos biru itu pun pulang.
Serkan berkacak pinggang melihat Histi yang takut2 melihatnya.
" Cepat masuk !" Kata Serkan tegas.
" iya " Jawab Histi menunduk.
Perempuan itu mengintili Serkan dari belakang dengan wajah tunduk.
Siang tadi Histi kebablasan tidur bersama Andin dan putranya Nodi,ditambah hujan mengundang membuat perempuan itu begitu terlena dan tak tau lagi waktu..
" Yank " Panggil Histi pelan.
Serkan diam tak menjawab,lelaki itu berjalan kedapur gelap2an.
" Pasti dia marah " gumam Histi menghela nafas.
Perempuan itu tau dirinya salah kali ini apalagi tak ada dirumah saat Serkan pulang.
Histi ingin minta maaf tapi Serkan tak memberinya muka sama sekali.
Rumah sederhana itu terasa sangat sunyi,Histi diam berpikir mencari cara untuk membuat suami nya kembali ceria.
__ADS_1
Serkan datang dan masuk kamar tanpa menoleh.
" Yankkkk " Rengek Histi menarik baju belakang Serkan.
Pria itu diam tanpa menoleh.
" Yank kamu gak kesurupan kan ?" tanya Histi ngeri.
" Ck,emang aku kerasukan hantu ?" Tanya Serkan kesal.
Glek...
Histi menelan ludah kasar seraya menggaruk kepalanya.
" Hm kamu udah makan ?" tanya Histi lagi.
Serkan kembali diam dan berbaring diranjang.
Tak ada yang bisa mereka lakukan,setiap malam jika tak mengobrol maka pasangan itu akan tidur cepat.
Hanya siang waktu beraktifitas.
" Aku bikinin makanan ya " Kata Histi takut2.
Serkan tak menjawab,lelaki itu memejamkan mata.
Histi menghela nafas dan berjalan keluar menuju dapur.
Dengan disinari lampu kuning dari ruang tengah,perempuan itu mulai mengambil sayuran dan ayam potong yang sudah ia bersihkan.
Histi semakin menyesal karna tak sempat memasak untuk suami tercintanya itu.
" Hiks " Air mata mulai turun.
Rasa penyesalannya perlahan menampakkan diri.
Histi menyeka air matanya dan kembali memetik bayam di baskom.
Hatinya sakit melihat kediaman sang suami,Histi tau Serkan pasti sedang kecewa kepadanya tapi pria itu tak mau bersuara.
" Aku memang salah,harusnya aku tau waktu " Gumam Histi terus menangis menyalahkan dirinya..
Dikamar,Serkan menghela nafas panjang.
Pria itu ingin sekali marah dan ingin memberi pelajaran,tapi mengingat mereka hanya hidup berdua jauh dari orang tua membuat lelaki itu mengurungkan diri.
Serkan sadar jika ia memarahi Histi pasti perempuan itu akan menangis dan tak punya tempat mengadu.
" Huhhhh " Serkan menghela nafas panjang berusaha sabar.
Bunyi minyak terdengar,Serkan tersadar bahwa perempuan itu sedang masak.
Serkan pun bangun dan berjalan kedapur..
Benar saja Histi sedang berada didepan kompor minyak tanah seraya menggoreng sesuatu.
Serkan terus diam memperhatikan gerak gerik perempuan itu hingga manik Serkan melihat Histi menyeka wajahnya.
" Apa dia nangis ?" Gumam Serkan pelan.
Bunyi tarikan ingus Histi terdengar,Serkan terbelalak mengetahui Histi memang menangis.
" Astaga apa yang aku lakukan " Gumam Serkan langsung mendekati Histi.
Pria itu menarik bahu Histi membuat Histi menoleh kaget.
" Kenapa nangis ?" Tanya Serkan bingung.
Histi mendongak menatap wajah Serkan yang terlihat khawatir.
Perempuan itu menggeleng pelan dan kembali menangis.
" Hei jawab,apa ada yang sakit ?" Tanya Serkan.
" Maa fin aku " Kata Histi terisak.
" Huaaaa ma amafin aku Yankk aku tau aku salah huhuhu "
Serkan menganga melihat wajah Histi sudah seperti tapai basi memerah menahan tangis.
" Ayamnya huhu " kata Histi teringat kepada ayam di kompor.
__ADS_1
Perempuan itu langsung membalik ayam goreng tersebut dan diam sesaat.
Serkan mengulum senyum,perempuan itu sangat pintar mengatur expresi.
" Aduhh lengket lagi,shuut " Kata Histi menarik ingus dari idung.
Serkan bersedekap dada,hilang sudah rasa ibanya kepada perempuan sengklek itu.
Histi masih berkutat dengan wajan dan penyedok.
Pria itu duduk dikursi melihat Histi yang masih sibuk.
" Gimana aku bisa marah lama2 kalo modelan istri begini " Gumam Serkan pelan.
Histi tak menangis lagi,perempuan itu terlihat kesal dengan acara memasaknya malam ini.
Beberapa menit kemudian,menu tersaji Serkan melihat gerak gerik wanita itu dengan tenang.
" maaf cuma segini " kata Histi takut.
Serkan diam tak menjawab.
" Mau kopi ?" tanya Histi.
" Hm " Jawab Serkan.
Histi mengangguk dan kembali berkutat.
Serkan menggeleng pelan dan mencomot ayam goreng coklat milik istrinya.
" Hah uh ah uh panaas " kata Serkan kelabakan.
Histi menoleh dan kaget melihat ayam gorengnya dijadikan aksi krobat oleh lelaki itu..
Wingg...
Si ayam meloncat kelantai bersembunyi dibawah meja.
Serkan menunduk dan plak...
Kepala lelaki itu menghantam meja kayu tersebut
" Aduhhhh " Ringis Serkan mengusap kepalanya.
" Astaga " pekik Histi langsung mendekat.
" Sayang kamu gak papa ?" tanya Histi panik.
" Hm " Jawab Serkan meringis.
" Ck kenapa mejanya kamu tanduk sih ?" Tanya Histi heran.
" Aku ngambil ayam " Jawab Serkan mengkrucut.
" Ck buang aja !" Kata Histi merebut ayam itu dan melemparkan kedalam mulutnya.
" Ehh " Pekik Serkan kaget.
" Mubazir belum 5 menit " Kata Histi sambil menguyah.
Serkan menganga melihat Histi bersikap semaunya.
" Ayo makan dulu,ini kopinya udah siap " Kata Histi tenang.
Serkan mengangguk patuh seraya menelan ludah nya kasar,kini pria itu yang dibuat takut oleh istri bar2nya.
" Habis ini aku ada sesuatu buat kamu " Ucap Serkan tenang..
" iya aku juga " jawab Histi tersenyum.
" Apa ?" tanya Serkan mengernyit.
" Secret " Desah Histi memainkan alisnya.
Serkan mangut2 mengerti dan mencoba menebak hadiah sang istri.
Serkan tak terlalu berharap tinggi karna biasanya Histi juga sering memberi hadiah walaupun isinya harus membuat lelaki itu mengucap astagfirullah,bagaimana tidak hadiah terbaik yang pernah Histi beri adalah hasil tangkapan belalang yang sangat banyak dan Serkan dipaksa harus menerima dengan lapang dada.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1