
Pagi hari Histi begaduh sakit perut,wanita itu terpaksa dibawa Serkan ke puskesmas karna terlalu panik mengkhawatirkan anaknya.
" Jadi gimana Dok anak saya ?" tanya Zaiva yang masih belum pulang.
" Semuanya baik,anaknya dalam kandungan pun baik " Jawab Dokter.
" Terus kenapa dia bisa sakit perut ?" Tanya Zaiva bingung.
Dokter melirik Serkan dan ingin tertawa.
Serkan mengernyit bingung,ia juga begitu khawatir dengan keadaan sang istri apalagi Histi tadi sempat pura2 pingsan membuat satu rumah panik.
Hal hasil Histi dimarahi habis2an oleh ibunya.
" Apa yang terjadi ?" tanya Serkan.
" Sebenarnya istri mu hanya sakit perut biasa " Jawab Dokter.
" Maksudnya gimana Dok ?" tanya Zaiva bingung.
" Hm bisa dibilang fases Histi susah dikeluarkan atau keras membuat perutnya sakit " Jawab Dokter.
" Apa !" Pekik Histi melotot.
" Jadi aku sakit perut cuma si yellow gak bisa keluar ?" tanya Histi tak percaya.
Dokter mengangguk pelan.
" Astaga yang benar saja " Kata Zaiva melihat Histi.
Wanita hamil itu menelan ludah kasar,ia ingat sudah berapa hari ini tidak buang air besar..
" Yank " Kata Serkan gemas.
" Aduhh gimana ini Yank masa iya anak kamu becampur " kata Histi lesu.
" Kamu sih,coba setiap hari itu rutin pagi2 " Kata Serkan kesal.
" Ya mau gimana,gak mungkin aku paksa orang dianya gak mau keluar " Balas Histi.
" Sudah2 ngapain bahas itu,kasih obat dok " Kata Zaiva menengahi.
" Iya " Jawab Dokter mengangguk.
Lelaki itu pun memberikan obat kepada Serkan.
Histi hanya diam memperhatikan perut buncitnya.
" Dah ayo pulang " Kata Zaiva menahan malu.
Serkan mengangguk setuju,Histi pun diseret ibunya keluar ruangan.
Mereka pulang dengan wajah menahan malu.
Sesampainya dirumah,terlihat Bara dan twins sedang bermain kelereng didepan rumah.
" Lihat tuh Papa kamu masa kecil kurang bahagia " Kata Zaiva menggeleng pelan.
Mereka mendekat dan masuk kerumah.
" Gimana Histi ? udah enakan ?" tanya Bara sambil berjongkok memegang kelerengny.
" Belum Pa,mau kekamar mandi dulu " Jawab Histi.
" Ngapain ?" tanya Bara mengernyit.
" Buang emas permata " jawab Histi asal.
" Hah " Kata Bara kaget.
Histi masuk kedalam menyusul ibunya.
" Istri kamu kenapa ?" tanya Bara kepada Serkan.
" Itu Pa sakit perut karna gak bisa buang air " Jawab Serkan.
" Apa !" pekik Bara melotot.
__ADS_1
" Kenapa bisa gitu ?" tanya Bara tak percaya.
" Ya gimana gak bisa,semua makanan ia makan tanpa sisa,kurang minum kurang sayur makanya sulit dikeluarin " Jawab Serkan merasa malu.
Bara terdiam,lelaki itu begitu syok mendengar sakit sang putri diluar dugaan.
" Terus udah dikasih obat ?" tanya Bara.
" Udah,kalo dia minum sekarang reaksinya bakal muncul setengah jam " Jawab Serkan
" Terus anak kamu ?"
" Aman,Dokter udah ngasih tau obat yang ia kasih aman buat kandungan Histi " Jawab Serkan
" Huh bagus lah,lagian tuh anak ada2 aja deh,bikin geger " Kata Bara heran.
Serkan mengangguk setuju,istrinya memang biang kehebohan.
" Paa cepetan,giliran Papa nih " Kata Salim berkacak pinggang.
Bara menoleh dan terkejut melihat kelerengnya berkurang di kaleng.
" Siapa yang ambil kelereng Papa ?" tanya Bara.
" Bukan aku " Jawab Salma dan Salim bersamaan.
" Kalo bukan kalian siapa lagi " kata Bara kesal.
" Gak tau,pokoknya bukan aku titik !" Kata Salma tegas.
" Iya bukan aku juga " Kata Salim tak mengakui.
Bara menggerutu kesal,baru ditinggal beberapa menit mainan barunya diraib orang tak bertanggung jawab.
Lelaki itu pun kembali berjongkok dan memetik kelereng di tanah.
Bapak dan anak itu bermain dengan ceria meski sesekali Salma berteriak tak terima karna dirinya selalu kalah dengan Bara dan Salim.
2 hari tinggal dikampung mengharuskan keluarga kecil Bara harus kembali ke kota.
Bara harus ikut terjun ke lapangan memantau karyawan atau proyek yang sedang diusungkan.
Terlebih jika Reno dan Romi ikut turun membuat Bara tak bisa berkutik karna keduanya seperti obat beracun yang begitu mematikan.
Rumah Serkan kembali sepi,pasangan itu terlihat kelelahan.
Selama Bara ada disana Serkan tak bebas bergerak maklum dirinya memang tak begitu dekat dengan orang lain kecuali sang istri.
Sania pun harus absen mengunjungi Histi karna dilarang orang tuanya takut mengganggu.
" Yank nanti ini anter kerumah Sania ya " Kata Serkan memberi bungkusan hitam.
" Ini apa ?" tanya Histi penasaran
" Baju sekolah baru sama crayon buat dia gambar " Jawab Serkan.
" kamu beliin Sania baju ?" Tanya Histi kaget.
" Iya mumpung kemarin ke kota,kasihan dia baju sekolahnya udah lusuh " Jawab Serkan santai
" Baik banget sih suami ku ini,pengen wik2 nih " Kata Histi memeluk lelaki itu manja.
" Ehhh " Pekik Serkan melotot.
Histi tersenyum geli melihat wajah lucu suaminya.
" Selama aku kerja dia selalu jagain kamu,masa barang gini aja aku perhitungan " kata Serkan mengusap kepada wanita itu.
" hehe iya,dia best frend aku " Kata Histi tersenyum.
" Dah sana mandi " Kata Serkan berlalu.
" Sini dulu pelukan,dari kemarin kamu gak ada meluk aku " Rengek Histi merentangkan tangan.
" Ogah kamu bau " Tolak Serkan.
" Ihhh aku masih wangi Yank,cium nih bau kasturi " Kata Histi mengendus keteknya.
__ADS_1
" Iuhh yang ada bau baygon " Balas Serkan.
" Hah " Pekik Histi melotot.
Serkan langsung berlari sebelum wanita itu mengamuk.
Histi mendengus kesal dan berbalik arah mengambil handuk yang ia sangkut dipintu.
Dengan mulut komat kamit Histi berjalan kekamar mandi.
Ditempat lain,Salsa dan Alexi pulang kerumah.
Terlihat menu sarapan tersaji dengan apik didepan meja.
" Wahhhh mantap nih " Kata Alexi menjilati lidahnya.
" Ibu masak " Batin Salsa.
Mereka masuk kerumah saat kondisi sedang sepi,Byanca dan Yuni tidak tau sedang ada dimana.
" Makan yuk lapar " kata Alexi semangat.
Salsa diam hingga detik berikutnya gadis itu berlari keluar.
" Saaa mau kemana ?" Pekik Alexi heboh.
Pria itu mengambil sosis panggang dan berlari mengikuti Salsa.
Manik Salsa celingak celinguk melihat sekitar.
" Mana ya ?" Gumam Salsa pelan.
Gadis itu berjalan kedepan hingga maniknya melihat sepasang ibu dan anak sedang berada disamping rumah.
Salsa mendekati mereka dan terdiam,terlihat Yuni menyiangi rumput sedangkan Byanca memetik stoberi yang sedang berbuah.
" Sa " Tegur Alexi menepuk pundak Salsa.
Yuni menoleh kebelakang dan terdiam melihat Salsa sedang menatapnya.
" Hay " Sapa Yuni hangat.
" Hay " Balas Alexi tersenyum.
" Kemana kalian malam tadi ?" Tanya Yuni ketus kepada anaknya.
" Tidur dihotel Bu,takut pulang semalam ada Vampir " Jawab Alexi melirik Salsa.
Salsa memasang wajah kasar,gadis itu baru sadar dijahili saat pagi tadi.
Dengan polos Salsa memberitahu pihak hotel bahwa disana sangat angker,bukannya ditanggapi dengan serius,pihak Hotel malah menertawakan Salsa dan menyebut gadis itu mabuk kepayang.
Alexi yang juga berada disana tak bisa menahan tawanya karna begitu merasa tergelitik.
" Kamu baik2 aja ?" tanya Yuni melihat Salsa.
" Iya Bu " Jawab Salsa tak enak.
" Syukurlah,gih sarapan,Ibu udah bikinin makanan barat buat kalian " Kata Yuni malu2.
Salsa diam masih menatap wanita didepannya dengan nanar.
Yuni mendekat dan memegang tangan Salsa.
" Maafin ibu ya Sa,Ibu tau ibu salah udah cuekin kamu,Ibu datang terlambat dihari bahagia kamu,ibu tau ibu mengecewakan kamu dan...
Greb....
Salsa langsung memeluk wanita itu membuat Yuni terdiam.
" Iya Bu,aku juga minta maaf karna terlalu egois mikirin aku sendiri " Ucap Salsa menangis.
Yuni tersenyum kecil dengan mata berkaca kaca.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1