Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
419


__ADS_3

Malvin mendengar dengan seksama penjelasan yang diberikan oleh Sindi tanpa adanya orang tua Samuel.


Winda dan Doni diam melihat raut wajah Malvin yang begitu sangat terkejut.


" Kenapa kamu lakukan ini Winda ?" Tanya Malvin nanar.


" Maafin aku Pa " Jawab Winda menunduk sedih.


Malvin mengusap wajahnya frustasi,ia teringat tadi ingin memukul sang anak tapi beruntung tak sampai mendarat.


" Lalu bagaimana kelanjutannya ?" Tanya Malvin berusaha tenang.


" Aku juga gak tau Mas,Winda sudah mengatakan kepada mereka dan Samuel juga mau menikah " Jawab Sindi.


" Tapi ini tidak benar jalannya " Balas Malvin.


" Bagaimana nanti jika ketahuan,apa yang harus kamu lakukan ?" Tanya Malvin kepada Winda.


" Aku akan menanggung semuanya Pa " Jawab Winda serius.


" Pasti mereka akan kecewa Winda " Kata Malvin nanar.


" Aku akan membantu " Ucap Sindi.


" Maksud mu ?" Tanya Malvin.


Sindi tersenyum smirk membuat Malvin merinding mulai menebak isi kepala istrinya.


" Ayo keluar,mereka sudah lama menunggu " Kata Malvin tenang.


Semua mengangguk dan berjalan keluar.


Terlihat orang tua Lutfia sedang bercengkrama sesuatu dan Samuel hanya diam saja..


" Maaf lama " Ucap Sindi tersenyum canggung.


" Iya gak papa " Jawab Lutfia ramah.


" Jadi bagaimana ?" Tanya Rafael.


" Baiklah,kita tidak punya cara lain selain menikahkan mereka " Ucap Malvin tenang.


" Ya,tapi mungkin tak bisa merayakan dengan pesta besar " Balas Rafael.


" Kenapa ?" tanya Sindi mengernyit.


" Samuel baru ditemukan,kerabat kami pasti akan terkejut mendengar Samuel menikah tiba2 " Jawab Rafael.


Sindi dan Malvin saling melihat,keduanya menatap Samuel yang hanya diam saja melihat Winda.


" Baiklah tak apa " Balas Malvin tenang.


" kalian setuju ?" tanya Rafael kaget.


" Ya kami tak bisa menuntut apa2,mereka juga sudah melakukan lebih dulu " Jawab Malvin.


Winda melirik Samuel dan naas lelaki itu sedang memplototinya penuh ancaman.


" Duhh bakal runyam nih berurusan sama es batu satu ini " Batin Winda ngeri.


Malvin dan Rafael terus merencanakan pernikahan,Sindi dan Lutfia sesekali menyahut menyetujui kesepakatan.


Berita tentang pernikahan Samuel dan Winda pun terdengar ke telinga Romi sekeluarga.

__ADS_1


Winda curhat kepada Alexi tentang apa yang ia alami sekarang.


Alexi begitu antusias mendengar dan memberi saran.


" Aku juga mau nikah Win sama Salsa " Ucap Alexi ditelepon.


" Kapan ?" Tanya Winda.


" Gak tau nih Salsa masih anget2 tai ayam sama aku " Jawab Alexi lesu.


" Haha habisnya kamu banyak nyakitin daripada nyenengin nya " Cibir Winda.


" Ya aku udah berusaha Win,kamu tau kan aku gak bisa basa basi " Kata Alexi tak terima.


" Iya2 aku tau,terus ini gimana aku sama Samuel harus ngapain ?" Tanya Winda kembali ke topik.


" Ya dia harus bisa bikin kamu hamil secepatnya " Kata Alexi polos.


" Apa !" Pekik Winda melotot.


" Lah kan ini ceritanya kamu hamil duluan,ya jadi kalian harus gercep " Balas Alexi terkekeh.


" Ihh gak mau ah,aku gak tau begituan !" Kata Winda mengkrucut.


" Mau gimana lagi,kamu yang bikin asap ya harus tanggung jawab "


" Tapi aku heran deh,Samuel mau aja gitu gak protes " Kata Winda mengingat.


" Kan dia mau nikahin kamu emang,tapi bukan gitu caranya eh malah kamu nyerahin diri " Kata Alexi tak percaya.


" Daripada Papa sama Mama yang jadi korban mending aku aja setidaknya Doni masih aman " Balas Winda.


Alexi terdiam.


" Lex " Panggil Winda pelan.


" Iya aku denger " Jawab Alexi.


" Maaf ya,kamu juga pasti kecewa sama aku " Kata Winda lirih.


" Gak,aku gak pernah kecewa sama kamu Win,malahan aku salut sama keberanian kamu " Kata Alexi lembut.


" Aku gak punya siapa2 Lex,Mama, Papa harapan aku dan Doni " Kata Winda menahan tangis.


" Iya sayang,aku selalu dukung kamu kok,nanti kita cari cara ya biar hubungan kamu sama Samuel berjalan lancar " Kata Alexi ramah.


" Makasih Lex " Ucap Winda sedih.


" Sama2,oh iya gih tidur udah larut nih kamu gak baik begadang "


" Iya,nanti kalo pulang kabarin aku ya " Kata Winda tersenyum..


" Pasti,ntar sekalian jadi panitia ya " Goda Alexi.


" Hehe iya tenang aja " Balas Winda tersenyum geli.


" Good Night my bestie " Ucap Alexi lebay.


" Good night " Balas Winda malu2.


Tut.


Panggilan terputus,Winda menaruh hapenya di nakas dan tersenyum cerah.

__ADS_1


Hari ini ia begitu lelah,Winda membuat keputusan besar dalam hidupnya.


" Aku tau ini salah Tuhan,tapi engkau tau apa yang aku rasakan sekarang " Ucap Winda menatap genteng rumahnya.


Gadis itu mengusap perut datarnya dan terkekeh pelan.


" Ini isinya nasi sama sayur semua bukan anak Sam."


Winda pun mulai terlelap,dikamar lain seorang pria diam melihat pelafon kamar yang sudah lama ia tinggalkan.


Samuel tak bisa tidur,lelaki itu masih memikirkan ucapan Winda siang tadi.


" Apa aku benar menghamilinya ?" Gumam Samuel mengingat ingat.


" Tapi tidak,aku tidak pernah menyentuhny " Jawab Samuel yakin.


" Tapi kenapa dia mengaku hamil ? apa dia hamil dengan pria lain ?" lanjut Samuel.


" Hah tapi mana mungkin,setiap hari dia hanya dirumah bersama ku " Jawab Samuel lagi.


" Akhhhhhhh kenapa dia bisa hamilll ?" Pekik Samuel kesal..


" Apa dia hanya berpura2 saja ? ya aku rasa dia hanya berpura2 agar Mama dan Papa tidak tau bahwa aku mendonorkan ginjal untuknya ? ya aku rasa begitu " Kata Samuel yakin.


" Kau ingin bermain2 dengan ku gadis kecil,ayo aku tunjukkan permainan sebenarnya " Gumam Samuel tersenyum miring.


Lelaki itu mengambil guling lalu memeluknya dengan erat.


Tak lama Samuel pun terlelap.


3 hari kemudian,rumah Winda kedatangan Romi dan Yuni beserta Byanca.


Mereka membicarakan rencana Winda yang diluar nalar.


" Kamu serius ?" tanya Yuni kepada anak sahabatnya tersebut.


" Iya Bi,aku serius " Jawab Winda tegas.


" Ini akan sangat beresiko Winda,keluarga mereka bukan sembarang orang " Kata Yuni khawatir.


" Setelah menikah aku akan pindah rumah Bi,aku bakal tinggal jauh agar mereka tak menyentuh Mama dan Papa " Balas Winda.


" Kamu mau meninggalkan Mama ?" tanya Sindi kaget.


" Aku akan tetap menghubungi kalian Ma,setidaknya kalian akan hidup tenang " Jawab Winda.


Romi diam memperhatikan wajah Winda yang terlihat begitu menahan beban berat hidupnya.


Sindi menunduk sedih,wanita itu merasa belum siap kehilangan sang anak.


" Baiklah,nanti Ayah urus semuanya " Kata Romi membuka suara.


" Beneran Yah ?" tanya Winda girang.


" Iya,apa yang enggak untuk anak Ayah " Jawab Romi mengusap pipi gadis itu.


Winda tersenyum malu,Yuni ikut tersenyum mengusap kepala Winda yang sudah ia anggap anak sendiri.


Setelah pembicaraan selesai,Romi menelfon Alexi meminta lelaki itu pulang membawa Salsa karna Romi juga gemas dengan anak nya satu itu yang tidak pernah selesai membuat Salsa menunggu.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2