Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
311


__ADS_3

Dihari yang sama,Alexi juga bersiap2 untuk berangkat keluar negeri.


Winda dengan setia membantu menyiapkan semua keperluan Alexi,kini Yuni tak terlalu memperhatikan Alexi karna sudah ada Winda yang bersikap seperti ibu bagi lelaki itu .


Setelah menyelesaikan semua packing,Alexi siap berangkat.


" Ayo makan dulu " Ajak Winda setelah menyeret koper Alexi keluar.


" Hm " Jawab Alexi semangat.


Keduanya pun menuju dapur,terlihat Yuni dan Byanca berkutat disana.


" Bibi " Sapa Winda memegang bahu Yuni.


" Hay,udah selesai ?" tanya Yuni sedikit kaget


" Hm,Alexi mau makan " Jawab Winda.


" Iya,kamu juga " Kata Yuni mengusap tangan gadis itu.


Winda mengangguk dan membantu menaruh masakan yang sudah selesai di atas meja.


Siang nanti Alexi akan diantar oleh Yuni dan Winda ke bandara karna Romi sedang sibuk2nya bekerja.


" Ayo makan yang banyak Byan " Ucap Alexi kepada Adiknya.


" Iya Kak,nanti titip pesan ya buat Kak Salsa " Balas Byanca malu.


" Kamu bikin surat ?" tanya Winda.


" Hm " Jawab Byanca menunduk.


" Waah pintarnya " puji Winda.


Byanca tersenyum menutup wajahnya.


Mereka pun makan siang dengan tenang.


Dalam hari yang sama Yuni harus merelakan kedua anak lelaki nya untuk menjemput masa depan.


tapi Yuni tak ingin bersedih,wanita itu berusaha tegar karna mungkin itu yang terbaik bagi keduanya.


Setelah semua selesai,mereka pun langsung berangkat.


Yuni memberikan banyak pesan kepada putranya agar tak membuat masalah nanti,apalagi Yuni tau Salsa dan Alexi tak terlalu dekat lagi dan keadaan benar2 sudah berubah.


" Win " Panggil Alexi berhadapan dengan Winda.


" Hm " jawab Winda tersenyum canggung.


Alexi mengambil tangan Winda lalu menggenggam dengan erat.


Winda menatap lelaki itu dengan mata berkaca kaca.


Yuni melihat keduanya dengan tatapan haru,Yuni tau pasti saat ini anak sahabatnya sangat sedih harus melepaskan Alexi juga.


" Aku berangkat ya,kamu hati2 disini " Ucap Alexi tersenyum.


" Hm kamu juga,cepat kembali " Balas Winda tersenyum nanar.


Alexi memeluk gadis itu untuk salam perpisahan mereka.


Beberapa menit kemudian,lelaki itu pun melambaikan tangan kepada para wanita yang begitu ia sayangi.

__ADS_1


Sesaat setelahnya tubuh Alexi langsung menghilang ditutup pintu otomatis bandara.


Winda menghela nafas menoleh kearah Yuni yang ternyata melihat kearahnya.


" Gak papa sayang,masih ada Bibi yang akan menemani kamu disini " Ucap Yuni mengusap kepala Winda.


" Aku gak punya sahabat lagi Bi " Jawab Winda berkaca kaca.


" Gak,Alexi bakal kembali jadi sahabat kamu,oh iya temenin Bibi yuk " Ajak Yuni mengalihkan.


" Kemana Bi ?" Tanya Winda.


" Beliin Byanca baju sekolah baru " Jawab Yuni tersenyum.


" Hm oke Bi " Balas Winda semangat.


Mereka pun langsung keluar dari area bandara.


Alexi mulai sibuk dengan acara cek in dan menunggu pesawat siap.


Karna baru pertama kali keluar negeri membuat lelaki itu sedikit gugup,tapi Alexi meyakinkan dirinya bahwa ia akan sampai menemui Salsa.


Disebuah perusahaan besar seorang pria termenung dari ketinggian gedung mewah tempat ia bekerja,manik tajam lelaki itu menatap gedung2 didepannya yang saling beradu tinggi.


" Alexi pasti sudah berangkat " Gumam Lelaki itu menghela nafas panjang.


Romi merasa kehilangan,untuk sehari kedua putranya merantau jauh mencari jati diri mereka masing2.


Meski Romi terlihat cuek tapi sebenarnya lelaki itu sangat sedih dan pernah berpikiran untuk menahan kedua anaknya agar tak pergi tapi Romi tak bisa melakukan semua itu untuk memikirkan dirinya sendiri.


" Mengapa sekarang baru terasa kehilangan ?" Gumam Romi menghela nafas lagi.


Hari semakin sore,sebuah pesawat pun tak sengaja melewati gedung dan sialnya Romi mengenali pesawat tersebut.


Tanpa lelaki itu sadari,pemilik perusahaan dari tadi mengintip tingkah karyawannya dibalik pintu.


Yap,Reno diam2 melihat Romi yang bersikap aneh,memang hari ini pekerjaan sangat banyak membuat asisten pribadinya itu tak bisa mengantarkan kedua putranya.


Reno melihat jam dan menghela nafas saat tau itu waktu keberangkatan Alexi keluar negeri.


" Kasihan sekali Romi,meskipun dia sangat dingin tapi aku yakin cinta seorang ayah melekat dijati dirinya " Gumam Reno pelan.


" Bapak ngapain ?" Tiba2 suara terdengar.


Reno yang melamun pun langsung tersadar dan bersikap tenang.


" Eh Romi " kata Reno cengengesan.


" Bapak ngintipin saya ?" tanya Romi mendekat.


" Gak,siapa bilang ?" tanya Reno membuka pintu lebar.


" Ngapain bapak disitu kalo gak ngintip ?" tanya Romi bersedekap dada.


" Saya pengen masuk tadi tapi em saya eh maksudnya saya mau masuk " Kata Reno kelabakan mencari alasan.


Romi mengulum senyum melihat Bos besar itu salah tingkah.


" Haistt iya2 saya ngintip " kata Reno kesal sendiri.


" Hahaha " Romi langsung tertawa geli.


Reno mendengus dan duduk dikursi kebesaran Romi.

__ADS_1


Karna Romi salah satu orang penting dalam perusahaan,jadi pria itu punya ruangan tersendiri dan tak kalah besar dari ruangan Reno.


Bukan tanpa alasan,Reno tau asistennya harus punya ruang tersendiri karna Romi pria yang misterius dengan tingkah nya dalam bertindak.


" Oh iya,Serkan dan Histi tadi kerumah sebelum berangkat " Kata Reno mengalihkan.


Romi mengangguk paham dan duduk disofa panjang.


" Kamu galau mikirin anak2 kamu ?" tanya Reno.


" Gak juga " Jawab Romi berbohong.


" Beneran ? tadi saya lihat kamu nangis " Kata Reno mengulum senyum.


" Kapan ?" tanya Romi kaget.


" Tadi kamu depan kaca " Tuduh Reno.


" Mana ada,saya bukan pria cengeng kayak bapak " Cibir Romi.


" Eehhh saya gak cengeng " Kata Reno melotot.


" Heleh ditinggal Nyonya besar lihat fashion week aja galaunya setengah mati " Hujat Romi.


Reno terdiam,memang beberapa waktu lalu Nisa,Ana dan Lulu pergi keluar negeri menghadiri acara fashion untuk keperluan usaha,dan dengan perginya sang istri membuat Reno uring2an karna tak ada teman berkelahi.


Romi yang selalu berada disamping lelaki itu pun mendengus kesal dengan tingkah bos nya yang begitu bucin.


" Kamu ngatain saya,kamu juga galau gak ketulungan saat Yuni minta izin keluar negeri sendirian gak ajak kamu " Balas Reno sengit.


Deg...


Romi melotot kaget diskak mat lelaki tua itu.


" Hahaaha kita sama aja Rom,bakal mati setengah badan kalo gak ada bini dirumah " Kata Reno tertawa geli.


" Iya juga ya,gue bahkan sampe berkelahi sama Yuni gara2 itu,untung ada Alexi " Batin Romi terkekeh.


" Ya juga sih Pak,tapi saya gak bucin2 amat kayak bapak " Kata Romi membela diri.


" Ya saya bucin wajar sama istri sendiri,kalo bucin nya sama wanita lain kan berabe " Balas Reno merinding.


" Siap2 gelandangan hahaha " Lanjut Romi tertawa ngakak.


" Bener Rom,saking bucinnya saya semua harta udah atas nama istri dan anak2 " Kata Reno memegang kepalanya.


" Wah gawat tuh Pak,kalo bapak metong duluan berarti Nyonya kaya raya dong dan bisa cari berondong,saya lihat Nyonya Nisa masih bisa tuh dapat daun muda " Ucap Romi mengompori.


" Apa !" Teriak Reno menggebrak meja.


Romi terkekeh dan pletukkkkk...


Kepala Romi mendapaat sapaan dari spidol diatas meja.


" Aduhh " Ringis pria tua itu mengusap kepalanya.


Dada Reno naik turun merasa tak terima dengan ucapan asal sang asisten.


Perdebatan pun terjadi diruangan pengap itu saat keduanya saling tuduh bucin membucin kepada istri mereka.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2