Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
149


__ADS_3

Suasana cukup tegang,Ana dan Lulu saling bertatapan memberi kode yang hanya dimengerti oleh 2 orang wanita itu.


" Kak dia siapa ?" Bisik Azura kepada Histi.


" Gak tau baru liat " Jawab Histi ikut berbisik.


Camelia yang merasa semua tatapan menuju kegadis yang ia bawa.


Wanita itu terlihat enjoy tanpa beban.


" Oh iya Alexi,gimana keadaan kamu ?" tanya Camelia membuka suara.


Alexi mengenali suara tersebut meski jarang terdengar.


" Baik Te " Jawab Alexi sopan.


" Maaf ya baru jenguk sekarang soalnya Tante sibuk jaga salon " ucap Camelia merasa tak enak.


" Gak papa Mba,Mba juga udah bantu urus Byanca " Sahut Yuni.


" Byan udah aku anggap anak sendiri Yun " Kata Camelia malu.


Yuni mengangguk tersenyum seraya melirik Romi yang memasang wajah biasa.


Aktam,Ana dan Zaiva saling melirik satu sama lain,ketiga bersaudara itu terlihat sangat terkejut dengan keakraban mereka,suatu hal yang jarang terjadi pikir mereka semua.


" Ini Mama aku " Ucap Serkan kepada Histi.


" Hm " jawab Histi mengangguk tersenyum.


Histi menyalami Camelia dan diterima baik oleh wanita itu.


Mereka pun mengobrol hangat,hingga Jack datang kepada ibunya dengan rengekan ngantuk.


" Mama pulang " Kata Jack mengusap matanya.


" Bentar lagi sayang,sini Mama tepukin " kata Ana menyambut anaknya.


" Gak mau,aku mau pulang " Rengek Jack ingin menangis.


" Gak mau main lagi ?" Tanya Ana gemas.


" Gak mau,Byanca udah ngantuk juga " Jawab Jack.


Ana melihat Byanca terlihat gadis kecil itu mendekati Romi minta digosok punggungnya.


" Iya bentar ya " Kata Ana dengan maksud masih ingin mengobrol dengan Yuni.


" Gak mau,aku mau tidur Mama,kalo aku tidur disini nanti Byanca tau aku tidur ngorok !" Teriak Jack kesal.


" Ehhh " pekik Ana membekap mulut anaknya.


Byanca yang tadinya mengantuk langsung mendengar ucapan lantang pria itu.


" Kok buka aib sih Jack " Kata Aktam terkekeh.


" Mama nih Om,aku mau pulang jawabnya bentar2 " gerutu Jack.


" Masa iya Jack ngorok Na ?" tanya Zaiva tak percaya.


" Gak kok,cuma nces doang kayak Angel " Jawab Ana.


" Kok aku Ma " Kata Angel tak terima.


" Cih emang kamu nces kan " Cibir Histi.


" Tapi kan gak perlu dibuka depan umum " Kata Angel sangat malu.


Alexi tersenyum mendengar suara cempreng gadis itu.


Meski belum pernah melihat Angel sebelumnya tapi Alexi menebak bahwa gadis itu merupakan gadis yang sangat aktif.


" Sudah2,Salma juga mau tidur ayo balik ini juga udah larut " Ujar Zaiva menengahi.


" Yahh acara gibahannya belum selesai Va " jawab Ana lesu.


" Nanti aja lanjutin daripada Jack ngamuk disini " Kata Zaiva terkekeh.


" ishh nih anak,gak tau apa orang tua pengen flasback " Kata Ana mencubit gemas pipi Jack.


" Gak usah pegang2 aku !" Kata Jack menghempas tangan Ana.


" Awas ya nanti minta Mama temenin tidur,Papa kamu gak pulang malam ini " Ancam Ana tajam.

__ADS_1


" Kenapa gak pulang ? punya istri baru ?" tanya Jack menggoda.


" Eehhhh " Pekik semua orang kaget.


Ana melototkan matanya,Jack langsung melesat keluar melihat asap dikepala ibunya.


" Hahaha Jack ada2 aja " Kata Yuni tertawa renyah.


" Emang gitu anaknya Mba,asal ceplos " Sahut Zaiva terkekeh.


" Iya pasti Ana dibuat sakit kepala " tebak Yuni.


" Bukan main,tiap hari ada aja teriakan dirumah,kalo musuhnya bukan Jack ya Angel " Sahut Lulu ikut terkekeh.


Angel menggaruk kepala malu kepada Yuni dan Serkan yang melihat kearahnya.


Mereka pun pamit karna Jack kembali berteriak melihat tak satu pun yang menyusul dirinya.


" Aku balik ya " Ucap Histi menyalami Serkan.


" Hm hati2 " Jawab Serkan lembut.


" Jelasin yang itu sama aku "Kata Histi menunjuk Sifa dengan bibirnya.


" Iya,aku juga belum tau " Jawab Serkan.


Histi mengangguk paham dan berjalan menjauh.


Ketiga mobil mewah itu pun meninggalkan pekarangan rumah Romi.


Tinggallah Serkan,Camelia dan Sifa disana karna Yuni dipanggil Romi untuk mengurus Byanca dan Alexi tidur.


Ketiganya duduk disofa,Sifa banyak menunduk saat Serkan melihat kearahnya.


" Serkan,ini Sifa yang Mama maksudkan " Ucap Camelia membuka suara.


" Hm " Jawab Serkan melihat Sifa.


" Apa kau mengenali ku ?" tanya Serkan tenang.


" Iya,aku pernah melihat mu " Jawab Sifa menunduk.


" Dimana ?" tanya Serkan mengernyit.


" Aku tidak ingat apapun " jawab Serkan jujur.


" Kita pernah satu SD " Ucap Sifa malu


" Hah " Pekik Serkan kaget.


" Aku Nasifa Putri " Ucap Sifa lembut.


" Nasifa Putri ?" Gumam Serkan mengingat.


" Apa kau ingat ?" tanya Camelia tersenyum.


" Jangan2 kau gadis aneh itu " Tebak Serkan.


" Hah " kata Camelia kaget.


" Hm " Jawab Sifa mengangguk.


" Hah yang benar saja " kata Serkan tak percaya.


" Ya,dulu kita pernah dihukum bersama saat kau bolos " Jawab Sifa malu.


" Dan kau gadis yang bilang aku sakit perut ?" tanya Serkan.


" Hm " Jawab Sifa mengangguk.


" Astaga,apa kabar ?" tanya Serkan menyodorkan tangannya.


Sifa menangkupkan tangan dengan manik menyimpit.


" Oh sorry " Kata Serkan tak ingat.


Camelia tersenyum melihat putranya salah tingkah.


" Kenapa dulu kau membela ku ?" tanya Serkan penasaran.


" Ntah,aku juga tidak tau " Jawab Sifa terkekeh.


" Berkat diri mu aku selamat " Ujar Serkan menghela nafas.

__ADS_1


Sifa tersenyum,keduanya mengobrol hangat mengulang masa lalu.


Camelia perlahan mundur membiarkan keduanya bercerita panjang lebar.


Camelia mengintip Yuni yang sedang membantu Alexi menghubungi Ayu dikamar lelaki itu.


" Tidak diangkat " Ucap Yuni menatap anaknya yang begitu berharap.


" Masa sih Bu ?" tanya Alexi tak percaya


" Iya " Jawab Yuni pelan.


" Mungkin dia belum pulang kerja " Kata Alexi positif thingking.


" Kerja apa jam 9 belum pulang " Kata Yuni sedikit kesal.


" Lembur Bu " Kata Alexi pelan


" Iya,jadi ini mau telfon apa udah ?" Tanya Yuni tak sabaran.


" Coba lagi dong Bu " Rengek Alexi.


Yuni mengangguk dan kembali menelfon Ayu.


Tapi 10x mencoba satu pun tak ada yang diangkat.


" Cob..


" Alexi sudah !" Kata Yuni tegas.


" Bu "


" Dengarkan Ibu ! jika dia mencintai kamu dia pasti akan memberi kabar setidaknya mencari tau kamu sudah sehat atau belum !" Kata Yuni emosi.


" Dia lagi sibuk Bu " Kata Alexi membela.


" Sibuk apa ! Ayah kamu lebih sibuk tapi dia masih sempat memberi kabar kepada Ibu stidaknya 5 menit " Kata Yuni geram.


" Ibu kenapa sih gak suka sama Ayu,dia gadis yang baik Bu,Ayu menerima aku apa adanya " kata Alexi tersulut.


" Ibu bukan gak suka,tapi dia membuat Ibu hilang respect,belum genap 1 bulan kamu begini dia sudah menyerah,apa yang mau kamu harapkan dari gadis seperti itu " kata Yuni meledak2.


" Lalu gadis seperti apa yang ibu mau ? seperti Salsa ? emang dia perduli sama aku ? emang dia tanyain kabar aku ? aku kecelakaan dia malah pergi ninggalin aku Bu !" Kata Alexi emosi.


" Gadis seperti itu yang ibu mau ? gadis seperti itu yang selama ini Ibu bela ? jika dia sayang sama aku dia bakalan ada disini Bu !" Kata Alexi keras.


" Ka..


" Yuni " Panggil Romi dari arah belakang.


Yuni yang sudah mengayunkan tangannya hampir saja menampar wajah sang putra jika tak dipanggil oleh Romi.


Camelia dan Romi masuk kedalam kamar mendekati ibu dan anak itu.


" Sabar Yun " ucap Camelia mengusap bahu Yuni.


" dia gak tau apa2 Mba " Kata Yuni kesal.


Alexi diam,dirinya tak tau bahwa sang ibu hampir menampar wajahnya.


" Alexi sudah,jika Ayu tak dapat dihubungi jangan menghubunginya lagi " Tegur Romi tegas.


" di...


Tring tring...


Hape Alexi tiba2 berbunyi,pria itu langsung mencari2 hapeny dan dibantu oleh Romi.


" Huuuftttt " Romi menghela nafas melihat nama dilayar.


" Siapa Yah ?" tanya Alexi kepo.


" Ayu " Jawab Romi mengangkat panggilan.


" Ayo keluar " Ajak Romi menarik tangan Yuni.


Wanita itu melihat Alexi tajam,Romi menghalau dan merangkul Yuni keluar.


Camelia menatap mereka semua iba,dirinya tak bisa berbuat banyak karna Alexi bukan kuasanya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2