Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
156


__ADS_3

Serkan mulai gemas menunggu pujaan hatinya belum keluar juga,lelaki itu sudah kehabisan topik berbicara kepada Bara dan Zaiva.


" Kakak kamu mana sih,kenapa belum keluar juga ?" Tanya Bara heran.


" Gak tau Pa hoamm " Jawab Salsa mengantuk.


Gadis kecil itu menaruh gorengan dimeja tanda menyerah.


Perutnya sudah buncit hampir menghabiskan semua makanan.


" Tidur yuk ngantuk " Ajak Salim menguap lebar.


" Hayuk,aku cape " Jawab Salma lesu.


" Gimana gak cape dari tadi nguyah terus " Cibir Zaiva.


Salma tersenyum malu,Serkan ikut tersenyum melihat gadis itu sangat lahap dengan urusan makan.


" Ya udah sana tidur besok kalian harus bangun pagi " Titah Bara.


Kedua anaknya mengangguk,2 bocah itu pun berjalan gontai kearah kamar diikuti Zaiva dari belakang.


" Maaf ya Serkan,Om mau lihat Histi dulu " Kata Bara tak enak.


" Iya Om " Jawab Serkan sopan.


Bara pun langsung bangun dan mendekati kamar putrinya.


Ceklek...


Pintu terbuka,Bara terdiam melihat Histi bercermin memonyong monyongkan bibir.


" Kamu ngapain ?" tanya Bara heran.


" eh Papa " kata Histi kaget.


" Serkan mau pulang " Ujar Bara bersedekap dada.


" Hah masa,aduh gawat " Kata Histi panik.


Bara menggeleng pelan melihat putrinya mondar mandir sendirian.


" Minggir Pa " kata Histi menabrak bahu Bara.


" Dasar bocah edan !" Umpat Bara gemas.


Histi sudah melesat mendekati kekasihnya.


Bara pun balik kekamar membiarkan keduanya bercengkrama.


Serkan menyesap minuman hangat yang sudah mendingin,lelaki itu mulai mengantuk menunggu Histi keluar.


" Ehmmm " Deheman seseorang terdengar.


Serkan mendongak dan terdiam melihat seorang gadis dengan dress biru selutut berdiri didepannya dengan tangan saling bertautan.


" Kenapa lama ?" tanya Serkan tenang.


Histi mendongak dan menatap pria itu dalam.


" Ada apa,duduk sini " Ajak Serkan.


Histi mendekat dan duduk didepan pria itu.


" Kamu dandan ?" tanya Serkan menyelisik penampilan kekasihnya.


" Gak,aku biasa begini dirumah " Jawab Histi ketus.


" Masa sih ? pake lipstik merah gitu ?" tanya Serkan mengulum senyum.


Histi melotot dan mengusap bibirnya.


" Aduhhh kenapa musti merah yang aku pake " Batin Histi merutuki dirinya.


" Gak papa,cantik kok tapi menggoda " Kata Serkan mengulum senyum.


Blusshhhhhh.....

__ADS_1


Wajah gadis itu seketika memerah mendengar gombalan Serkan.


" Kenapa kesini ?" tanya Histi berusaha tak baper.


" Nemuin kamu " Jawab Serkan mengambil satu sate dan menggigitnya.


Glek....


Histi menelan ludah kasar,berapa hari tak bertemu pria dingin itu semakin tampan dan mempesona membuat Histi jadi salah tingkah.


" Mau ?" tawar Serkan menyodorkan tusuk satenya.


" Gak " Jawab Histi dengan anggukan kepala.


Serkan hampir tersedak melihat otak dan bibir gadis itu beda haluan.


" maksudnya gak mau " jawab Histi merasa sangat malu.


" Aku kenapa sih,bisa gak ni badan nolak jangan iya2 aja !" Batin Histi ingin menangis.


" Ya udah " kata Serkan kembali makan.


Histi menarik nafas berusaha tenang.


Serkan curi2 pandang kepada Histi yang terlihat kesal kepadanya.


" ini kamu yang beli ?" tanya Histi membuka suara lagi.


" Hm,masa ngapel gak bawa makanan " jawab Serkan tenang.


Blushhhhhhh.....


Wajah gadis itu seketika menunduk dengan rona merah yang mulai terlihat.


Serkan tersenyum,sekarang lelaki itu mulai paham bagaimana membuat Histi luluh dari amarah.


" Tadi kuliah ?" tanya Serkan mengambil gorengan dimeja.


" Iya " Jawab Histi cuek.


" Oh " Balas Serkan menggigit gorengannya santai.


Histi menatap pria itu dengan cengkraman tangan.


Histi ingin mengamuk tapi melihat sikap tenang Serkan dan takut ketahuan orang tuanya membuat gadis itu mengurungkan niat.


" Keluar yuk " Ajak Histi pelan.


" Hah " kata Serkan pura2 tak kedengeran.


" Diluar " Ulang Histi menunjuk pintu.


Serkan mengangguk,mereka pun berjalan keluar duduk diteras rumah yang sudah tersedia bangku.


Suasana sangat sepi,bahkan jangkrik pun menunda konser mereka malam ini.


" Dia siapa ?" tanya Histi ambigu.


" Dia apa ?" tanya Serkan mengernyit.


" Perempuan itu " Jawab Histi kesal.


" Sifa ?" Tanya Serkan.


" Iya,gak perduli namanya siapa " Jawab Histi ketus.


" Kamu cemburu ?" tanya Serkan.


" Kamu pikir apa !" Jawab Histi geram.


Serkan diam.


" Mau aku jujur atau gak ?" tanya Serkan serius.


Deg...


Jantung Histi berdegub kencang,melihat wajah datar pria itu sudah dipastikan Serkan akan berbicara serius malam ini.

__ADS_1


" Jujur " Jawab Histi ragu.


" Dia pilihan Mama " Jawab Serkan menatap Histi dalam.


" Apa !" Pekik Histi terbelalak.


" Mama meminta aku buat nikah sama dia " Lanjut Serkan.


" Me me menikah ?" Tanya Histi syok.


" Iya " jawab Serkan mengangguk.


" Ke ke kenapa ?" Tanya Histi bergetar.


" Mama bilang dia cocok buat aku,dia pintar dalam segala hal " Jawab Serkan tanpa kebohongan.


Tes....


Air mata Histi tiba2 menetes dari kelopak matanya.


Hati gadis itu seketika hancur berantakan mendengar pengakuan Serkan.


" Jadi karna itu kamu cuekin aku ?" tanya Histi menunduk.


" Tidak juga,aku sibuk bekerja " Jawab Serkan.


Histi diam dengan air mata yang terus jatuh.


" Apa aku kurang buat kamu ?" tanya Histi menatap wajah kekasih hatinya.


Serkan menghela nafas mengusap lembut air mata gadis itu.


" Tidak ada yang sempurna Histi,semua manusia itu ada kurang nya " Jawab Serkan lembut.


" Tapi aku ingin menyempurnakannya bersama kamu " Kata Histi mengambil tangan Serkan dan menggenggamnya erat.


Serkan menghela nafas menepuk pelan tangan gadis itu.


" Jalan hidup mu masih panjang,jangan hanya berpikir tentang cinta " Ucap Serkan penuh kelembutan.


Histi menggeleng pelan.


Tangis gadis itu semakin terdengar pilu.


Serkan merasa bersalah,dirinya juga berat jika harus meninggalkan gadis penuh keceriaan disampingnya saat ini.


" Bisakah hanya aku saja ?" Tanya Histi memohon.


" Aku tidak ingin kau melakukan hal yang sama Dok hiks hiks " Histi menutup wajahnya merasa sangat sakit hati.


" Aku tidak berniat menduakan kamu " Jawab Serkan.


" Tapi perjodohan itu,apa kau akan menerimanya ?" tanya Histi sangat sedih.


" Dulu aku menyukai Sifa karna dia gadis yang menarik menurut ku,gadis yang tak bisa aku dekati karna ia begitu menjaga pergaulan,tap...


" Jadi karna itu kau menerimanya sekarang ?" Potong Histi cepat.


Serkan menatap Histi dalam.


" Terima kasih sudah jujur,setidaknya dengan pengakuan mu ini tidak menyakiti aku lagi untuk kedepannya " Ucap Histi melepas tangan Serkan.


" Histi " Panggil Serkan tenang.


" Aku tau cara kita memulainya salah,tapi aku melakukannya dengan sungguh2,aku begitu berharap bisa bersama Dokter untuk masa yang akan datang,saat ini dan selamanya,tapi jika bukan aku pilihan Dokter tak jadi masalah,aku akan berusaha melupakan tentang kita dan...." Ucap Histi tak sanggup.


" Dan cintaku " Lanjut Histi memejamkan matanya.


Serkan diam melihat Histi begitu terluka,bahkan suara gadis itu terdengar gemetar.


" Histi " Panggil Serkan.


" Tak apa Dok,ternyata kau datang kesini untuk menjelaskan ini,ohhh aku terlalu berexpetasi tinggi " kata Histi menghapus lipstiknya dengan lengan hingga pipinya memerah.


Gadis itu pun bangun dan berencana pergi.


" Tunggu !" Kata Serkan menarik tangan Histi hingga gadis itu terjatuh dipangkuannya.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2