
Hingga acara selesai,keluarga inti masih berkumpul dirumah Sita,keluarga Romi sudah berpamitan pulang dengan membawa beberapa lauk pauk yang tak habis dimakan tamu.
Di ruang tengah,Restu menemani putrinya yang mulai kelelahan dan sedang dilanda manja yang tak tertahankan.
" Papa,mau bobok " Ucap Nur lesu.
" Iya sayang,tidur disini dulu ya,Mama lagi bersihin kamar kamu " Balas Restu lembut.
" Ya udah tapi peluk ya " Kata Nur manja.
" iya,sini Papa peluk " Jawab Restu tersenyum.
Gadis kecil itu pun bangun dan duduk memeluk Restu dengan hangat.
Tangan Restu mulai terangkat mengusap punggung putrinya yang masih rentan.
Terlihat sekali lelaki itu begitu mencintai buah hatinya hingga membuat wanita yang dari tadi menatap mereka tersenyum haru.
" Ya Tuhan kenapa aku merasakan ini ?" Gumam Wilona memegang dadanya.
Ia merasa campur aduk melihat lelaki yang dulu ia buang dengan kejam kini berbahagia dengan sepupunya sendiri.
Yap,Wilona merupakan mantan terakhir Restu saat gadis itu magang di kampung.
Saat itu Restu sudah menyatakan rasa sukanya kepada gadis cantik tersebut tapi kenyataan pahit Restu terima saat Wilona menolaknya dengan alasan takut hidup miskin dan memandang Restu sebelah mata,apalagi Wilona tau Restu juga hidup banting tulang menghidupi ibu dan adiknya,tapi kini gadis cantik itu ditampar bolak balik oleh kenyataan yang menunjukkan bahwa Restu pria yang luar biasa bahkan salah satu menantu yang dibanggakan oleh Kakek neneknya saat ini.
" Kenapa aku baru tau sekarang kalau ini pria yang Winda nikahi ?" Gumam Wilona heran.
Saat asik2 nya berperang dengan isi kepala,tiba2 bahu gadis itu ditepuk dari belakang.
" Paman " Ucap Wilona kaget melihat Malvin.
" Kenapa ngumpet disini ?" tanya Malvin heran.
" hah gak kok Paman,aku lagi bales chat temen " Jawab Wilona menunjukkan hape ditangannya.
" Gabung aja disana " Kata Malvin menunjuk Nur dan Restu yang berbaring di karpet.
" Gak usah Paman,aku juga mau pulang " Jawab Wilona tersenyum canggung.
" Oh iya sekarang kamu kerja dibidang apa ?" tanya Malvin teringat.
" Aku sekarang kerja di perusahaan kosmetik paman "
" Hrd ?" tanya Malvin.
" Hm General manager " Jawab Wilona malu.
" Waww,keren tuh " Kata Malvin kaget.
" Ya,masih belajar " Balas Wilona menggaruk kepala.
Restu yang mendengar suara berisik pun menoleh kebelakang dan mendapati sang mertua sedang mengobrol dengan mantan kekasihnya.
__ADS_1
" Huh kenapa dia bisa kesini ?" Gumam Restu menatap Wilona nanar.
Sebenarnya lelaki itu masih merasa sakit hati apalagi jika mengingat ucapan Wilona yang sangat merendahkan dirinya didepan orang banyak bahkan didepan ibunya yang saat itu mau menerima Wilona sebagai menantu,tapi apa daya Restu tak mau mengingat lagi masa lalu karna ia sudah bertemu dengan istrinya yang sekarang serta mempunyai buah hati yang begitu ia cinta.
" Pa " panggil Nur memegang tangan Restu.
" Ih iya Nak " Jawab Restu tersentak.
" Papa kenapa sedih ?" tanya Nur lembut.
" Hah Papa gak sedih,Nur tidur ya " Jawab Restu tersenyum.
" Iya Pa,Nul ngantuk " Jawab Nur sayu.
Restu menghela nafas dan kembali menepuk bokong putrinya tanpa melihat kearah Wilona lagi.
" Ya udah,Paman keluar dulu ya " Kata Malvin menepuk bahu keponakannya.
" Iya Om " Jawab Wilona tersenyum.
Gadis itu melihat Restu lagi,karna tak tahan gadis itu pun berbalik badan.
Tak banyak yang tau dengan Restu merupakan suami Winda lantaran saat menikah dulu,hanya beberapa keluarga inti yang datang kerumah Sindi,Wilona dan keluarganya pun saat itu tinggal diluar kota mengikuti sang Papa yang punya bisnis furniture.
Diluar rumah,seorang wanita terdiam saat melihat seorang pria keluar dari mobil membawa boneka yang begitu besar bahkan mengalahi tingginya.
" Selamat sore Ma " sapa Samuel tersenyum canggung.
" Sam " Ucap Sindi menelan ludah kasar.
" A ada tapi dia mungkin lagi tidur " Jawab Sindi tak enak.
" Hm gitu ya,em ini aku mau kasih hadiah buat dia " Kata Samuel menggaruk kepala.
" Ini gede banget Sam,dia megang aja gak bisa " Kata Sindi ngeri.
" iya Ma,aku gak tau mau kasih hadiah apa " Balas Samuel terkekeh.
" Ya udah,ayo masuk dulu " Kata Sindi hangat.
Samuel mengangguk,mereka pun masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan Wilona yang ingin keluar.
" Maaf " Ucap Wilona menunduk sopan.
Samuel mengangguk melihat gadis itu sekilas.
" Loh bukannya itu Samuel ?" Gumam Wilona terkejut.
Samuel terus berjalan menggendong boneka raksasa tersebut.
" Bukannya Winda udah cere sama Sam,terus kenapa Sam...?" Ucap Wilona menggantung.
Gadia cantik tersebut begitu kaget dengan kedatangan Samuel yang terlihat tanpa beban apalagi berani membawakan hadiah yang sangat besar mengalahi ukuran tubuh Nur.
__ADS_1
" Ahhh kenapa aku jadi kepo gini sih ?" Gumam Wilona mengacak rambutnya.
" Apa Winda dan Samuel udah baikan ? apa mereka ada hubungan lagi atau Sam dan Winda....?" Gumam Wilona terbelalak.
" Eh gak2,kan Restu udah nikah sama Winda jadi Samuel gak punya berhak lagi " Kata Wilona menggeleng pelan.
Rasa bingung dan penasarannya pun makin bergelora,gadis itu tak tau banyak hal mengenai kasus Winda dan Samuel dulu karna dirinya memang saat itu tak terlalu memperdulikan.
" Akhhh sudahlah,bukan urusan ku juga " Lanjut Wilona mengurungkan niat.
Gadis cakep itu pun berjalan cepat kearah mobilnya yang terparkir dibawah pohon.
Didalam rumah,Restu hampir ketiduran,sang putri sudah terlelap dengan nyaman.
Pria itu dengan hati2 melepaskan pelukan sang anak dan duduk bersama Samuel di sofa.
" Maaf menganggu " Ucap Samuel membuka suara.
" Tak masalah,maaf juga tidak menyambut " Balas Restu.
" Mama bikini teh mau ?" tanya Sindi menegur.
" Boleh Ma " jawab Restu hangat.
Sindi melihat Samuel,lelaki itu mengangguk pelan dengan wajah yang sulit dimengerti.
Karna tak tahan,Sindi pun berjalan cepat kearah dapur dengan perasaan tak menentu.
Sungguh ini menjadi moment pertama bagi Sindi melihat mantan suami anaknya dulu,Samuel sudah berubah.
Lelaki yang dulunya sedikit berisi dengan wajah sumringah kini terlihat kurus dan kurang semangat.
" Maafin Mama Sam,aku tau kamu pasti kecewa sama Mama,tapi Mama melakukan semua ini demi kalian,kamu juga berhak bahagia Sam begitu pun Winda " Gumam Sindi melihat Restu menganjak ngobrol mantan menantunya.
Dari hati terdalam Sindi masih tersimpan kisah hangat Samuel dalam hidup anak mereka,bahkan Samuel menjadi salah satu bukti bagaimana ia dan keluarganya bangkit ditengah banyaknya halangan menghadang.
" Ma " Panggil seseorang dari luar.
Sindi menoleh dan langsung menyeka air matanya yang sempat keluar.
" Mama kenapa ?" tanya Winda mendekat.
" Gak papa,cuma kelilipan " Jawab Sindi bohong.
" hm kamu kedepan gih,ada Samuel datang bawa boneka gede buat Nur " Kata Sindi melihat wajah putrinya.
" Samuel !" Pekik Winda terbelakak.
" Iya,ramah tamahlah sama dia,Sam juga korban " Ucap Sindi tenang.
Winda terdiam dengan wajah syoknya mendengar Samuel ada dirumah.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya