Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
625


__ADS_3

Disebuah perusahaan 3 orang pria saling berhadapan dengan beberapa menu makan siang didepannya.


Hari ini Reno menganjak Romi dan Rafael makan siang bersama untuk membahas masalah kantor.


" Aku dengar kau baru kembali " Ucap Reno membuka suara.


" Iya Kak " Jawab Rafael sopan.


" Istri mu tidak ikut ?" Tanya Reno lagi.


" Tidak,dia masih disana " Jawab Rafael.


Romi diam mendengarkan seraya menimba nasi dalam bakul.


" Bagaimana kabar cucu kalian ?" tanya Reno lagi.


Deg...


Romi tersentak,lelaki itu menghentikan sejenak tangannya yg ingin mengambil lauk.


" Dia baik " Jawab Rafael melirik Romi.


Reno ikut melirik,keduanya tau apa yg dipikirkan Romi saat ini.


" Baguslah,aku harap kalian merawatnya dengan baik " Balas Reno tersenyum.


Rafael mengangguk pelan.


Tak lama datang seorang pria dengan langkah gagahnya membelah jalan.


" Selamat siang " Sapa lelaki itu menunduk sopan.


" Siang,duduk lah " Jawab Romi.


Pria itu pun duduk disebelah Rafael,keduanya saling melihat dengan wajah yg sedikit canggung.


" Apa kabar ?" Tanya Rafael menyodorkan tangan.


" Baik " Jawab Adelard tenang.


" Dimana Daddy mu De ?" tanya Reno.


" Daddy tak bisa datang Paman,tadi ada teman sekolahannya kekantor " Jawab Adelard tersenyum.


" Oh seperti itu " Balas Reno paham.


" Baiklah,mari kita makan dulu " kata Reno sudah lapar.


Mereka mengangguk,Adelard ingin mengambil nasi tapi centongnya sudah keduluan Rafael.


Sontak keduanya saling melihat lagi.


" ini kau duluan " Kata Rafael memberi centong tersebut.


" Duluan saja " Balas Adelard tenang.


" Ambilah " Kata Rafael masih menyodorkan.


Adelard diam sejenak,Romi dan Reno melihat kedua lelaki itu dengan wajah bingung.


" Terima kasih " kata Adelard akhirnya menerima tawaran.


Rafael tersenyum dan Menyerahkan centong nasi itu.


Setelah selesai,Adelard memberi lagi kepada mantan sahabatnya.

__ADS_1


Mereka mulai makan dengan tenang,tak banyak bicara hanya makan saja khas orang kaya.


Setelah selesai,Reno berbicara sedikit mengenai usaha yg mereka rintis bersama,meski Reno penguasa unggul disana tapi pria tersebut tetap rendah hati dan tidak sombong.


Romi yg sudah resign pun tetap ambil alih karna pria tua itu juga memegang kendali dalam proses Bos nya.


" Baiklah jika kalian setuju,kita akan memulainya dalam minggu ini juga " Kata Reno tegas.


" Siap,saya setuju,dengan adanya proyek ini bisa menimalisir kesalahan kemarin " Kata Rafael bahagia.


" Iya Aku juga setuju Paman,nanti garis besarnya akan aku jelaskan kepada Daddy " Celetuk Adelard.


Reno mengangguk tersenyum,memang tak mudah mempengaruhi kedua bisnismen tersebut,mereka selalu menurut apa yg diinginkan oleh Reno,karna mereka percaya Reno bukan pria sembarangan.


Kedua lelaki tua itu pun pamit diri karna harus mengurus yg lainnya,kini tinggallah Rafael dan Adelard yg masih berada dimeja yg sama.


" Aku juga permisi " Ucap Rafael berdiri.


" Raf " Panggil Adelard ikut berdiri.


" Ya ?" Jawab Rafael menoleh.


" Bisa bicara sebentar ?" tanya Adelard.


" Tentu saja " Jawab Rafael tersenyum.


" Aku ingin bermain golf sore nanti,kau punya urusan ?" Tanya Adelard.


Rafael diam,rencananya pria itu akan melihat kondisi cucunya yg dibawa oleh Winda,tapi disisi lain Adelard terlihat serius ingin menganjak dirinya.


" Jika kau ada urusan penting em nanti saja " Kata Adelard paham.


" Tidak " jawab Rafael cepat.


" Aku akan menunggu mu dilapangan golf " Kata Rafael tenang.


" Ya " Jawab Rafael.


Adelard mengangguk tersenyum,mereka pun keluar dari restoran.


Sore harinya,Rafael pulang kerumah dan terkejut melihat Samuel datang bersama kedua adiknya.


" Papa " sapa Tini hangat.


" Kenapa kalian tidak pernah mengunjungi Papa ?" Tanya Rafael datar.


" Papa yg terlalu sibuk " Jawab Tini kesal.


" Ya sibuk dengan cucu angkatnya !" Celetuk Tina geram.


Rafael diam seraya melihat kedua putrinya merajuk.


" Ada apa ?" tanya Rafael duduk disofa.


" Aku akan menikah " Jawab Tina tenang.


" Apa !" pekik Rafael kaget.


" Ya,aku lelah hidup sendiri " kata Tina bersedekap dada.


Samuel menghela nafas mengusap wajahnya kasar.


" Dengan siapa ?" tanya Rafael masih syok.


Tania diam menunduk,Tini yg melihat saudaranya lesu mencoba membuka suara.

__ADS_1


" Dengan siapa ?" Ulang Rafael lagi.


" Seorang OB " Jawab Samuel datar.


" Apa !" Pekik Rafael terkejut.


" Ya dia Ob di mall " Lanjut Tini.


Rafael membulatkan matanya masih tak percaya.


" Aku ingin menikah dengannya Pa " Kata Tania serius.


" Bagaimana bisa ?" tanya Rafael nanar.


" Ya bisa saja,dia membuat aku bahagia " jawab Tania bangga.


" Sam " Panggil Rafael.


" Aku lelah,kalian urus saja mana baiknya " Kata Samuel pusing.


" Mama mu akan mengamuk Nak,kau tau kan " kata Rafael ngeri.


" Ya kalian memandang status orang,tapi aku tidak perduli aku mencintai lelaki itu dan ingin hidup dengannya walau dengan keterbatasan " kata Tania tegas.


" Kau tau hidup dalam ketebatasan itu sangat menyiksa ! jangan asal bicara kamu " kata Rafael emosi.


" Ya,tapi hidup seperti ini juga menyiksa ku Pa !" kata Tania tersulut.


Samuel menggeleng pelan dan berjalan menuju kamarnya.


" Kak !" panggil Tini melihat sang kakak tertua pergi.


Samuel tak mengubris,lelaki itu terus berjalan menaiki anak tangga.


" Bawa dia kerumah " Kata Rafael sudah habis akal.


" Jika kalian mengancamnya seperti Kak Winda dulu,siap2 saja kalian kehilangan aku selamanya Pa,aku tidak mau menjadi Kak Samuel yg kedua!" Kata Tania tajam.


Deg..


Rafael terdiam,masa lalu mereka memang tak bisa lagi menghilang didalam keluarga bahkan putrinya pun merasa sangat trauma.


" Aku tidak takut kehilangan semuanya Pa,aku tidak akan menyerah meski harus melawan kalian " Kata Tania serius..


Tini diam menelan ludah kasar melihat Kakaknya yg begitu berani.


" Baiklah,Papa akan bertemu dia dulu baru memutuskan,kamu tidak boleh menikah dengan pria sembarangan " kata Rafael melemah.


" Aku mencintai pria itu Pa,sungguh,keluarga kita sudah berantakan,hidup Kak Sam juga begitu pun aku dan Tini yg terombang ambing tidak tau mau kemana,kami hidup tanpa tujuan " Kata Tania mulai berkaca kaca.


Rafael menatap kedua putrinya sedih,memang sejak kejadian itu keluarga harmonisnya menjadi sangat tegang.


" Iya sayang,maafkan Papa dan Mama,kami sedang berusaha memperbaikinya " Kata Rafael mengerti.


Kedua gadis itu memeluk Rafael pria yg menjadi cinta pertama mereka.


Otak Rafael kembali kacau,lelaki itu dibuat bimbang oleh keputusan putrinya yg tak ada angin tak ada hujan tiba2 minta kawin begitu saja.


Kini Rafael mengerti bahwa anak2nya membutuhkan kasih sayang orang tua dan materi hanya pendukung saja.


Karna makin kacau,Rafael pun pergi lagi keluar untuk menemui Adelard yg pasti sudah menunggu dilapangan.


Dikamar,Samuel berbaring dikamar gelap gulita,pikiran lelaki itu juga sangat kacau,banyak yg terjadi kepada dirinya tanpa persetujuan.


Tanpa sadar,lelaki itu tertidur dengan sendiri saat kepalanya sudah lelah menampung masalah.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2