
Sesampainya dirumah besar,Sindi planga plongo seperti orang yang baru memasuki sebuah tempat baru,ia merasa asing berada disana lantaran wanita itu memang jarang berkunjung.
" Kenapa diam disini,ayo masuk " Ajak Rudi menegur.
" Iya Pa " Jawab Sindi menunduk.
" Jangan sungkan Sindi,ini rumah kamu juga " Kata Rudi tersenyum.
" Aku gak enak Pa,nanti kalo Kak Sita sama yang lain kemari gimana ? kasihan Winda dan Doni " Kata Sindi tak enak.
Rudi tersenyum seraya menepuk pelan pundak menantunya itu.
" Jangan pikirkan mereka,jika mereka berkunjung kesini ya bagus,masalah mereka suka atau gak nya sama kamu dan anak2 mu,itu urusan mereka,kamu akan tetap berada disini sampai Malvin bisa memberikan rumah baru untuk kalian " Balas Rudi panjang lebar.
" Sampai kapan ? Mas Malvin aja udah dipecat jadi Dosen " Batin Sindi lesu.
" Udah gak usah dipikirin lagi,ada Mama nanti yang bakal bantu kamu " Kata Rudi lembut.
" Apa Mama sudah berubah ?" tanya Sindi hati2.
Rudi tersenyum mengangguk.
" Biarkan saja jika Mama mau mendekati kamu,dia dalam proses memperbaiki semuanya " Jawab Rudi ramah.
" Iya Pa " Balas Sindi paham.
Wanita itu pun kembali berjalan masuk,rumah besar itu masih terlihat sama.
Doni duduk tenang menikmati es krimnya bersama Risa disofa seraya menonton kartun,bocah itu terlihat nyaman dan leluasa.
" Ma " Panggil Winda keluar dari dapur.
" Iya kenapa ?" tanya Sindi menoleh.
" Sini dulu " Ajak Winda melambaikan tangan.
Sindi mendekat melepas tas bajunya dilantai.
Saat memasuki dapur terlihat sang anak sudah menyiapkan berbagai bahan makanan.
" Kamu mau masak ?" tanya Sindi.
" Hm ya,buat aku aja sih " Jawab Winda terkekeh.
" Kambuh lagi ?" tanya Sindi khawatir.
" Sedikit tapi masih bisa aku tahan " Jawab Winda.
Sindi menghela nafas panjang,ternyata Winda masih ketergantungan obat dan tidak boleh makan sembarangan..
" Kalian kenapa ?" tanya Risa memasuki dapur.
" Hm ini Ma,Winda mau masak " jawab Sindi tak enak.
" Mama udah pesanin makanan " Kata Risa mengernyit.
" Hm anu Nek aku em makan ini aja " Kata Winda menunduk.
" sakit ya ?" tanya Risa khawatir.
" Iya hehe " jawab Winda cengengesan.
" Obat kamu masih ada ? besok periksa kedokter ya biar Nenek temani " Kata Risa cepat.
Winda melihat Sindi,keduanya diam menunduk.
" Masalah biaya kalian gak usah pikirin,Mama yang tanggung " Kata Risa paham.
" Maaf Ma nanti aku ganti " Kata Sindi malu.
__ADS_1
" Gak usah ganti,kan buat Winda " Balas Risa terkekeh.
Sindi menggaruk kepala malu,ia belum terbiasa dengan kebaikan mertuanya.
" Makasih Nek " Ucap Winda menunduk sopan.
" Sama2,ya udah kalian masak aja ya Nenek mau kekamar dulu " Kata Risa berbalik badan.
Winda dan Sindi mengangguk mengerti.
" Maaf ya Win,Mama belum bisa ajak kamu kontrol,uang Papa udah habis buat biaya kemarin " Kata Sindi tak enak kepada anaknya
" Gak papa Ma,minggu lalu aku dah kontrol sama Samuel " Balas Winda ramah.
" Ya udah,ayo sini Mama bantu biar cepat " Kata Sindi tak mengalihkan.
Winda mengangguk cepat,keduanya pun mulai bergerak..
Ditempat lain seorang pria terkejut mendengar kabar bibinya sudah keluar dengan mudah.
" Kenapa bisa gitu ?" tanya Alexi bangun dari tiduran.
" Gak tau Lex,aku rasa Winda melakukan sesuatu deh " Jawab Salsa sambil rebahan disamping suaminya.
" Melakukan apa ?" tanya Alexi mengernyit.
" Kalo aku tau aku gak nanya kamu " Jawab Salsa malas.
Alexi terdiam menampar gemas paha istrinya.
" Ck harusnya aku ikut tadi " gerutu Alexi.
" Jangan cari perkara deh,ngurusin Winda aja aku cape apalagi ngurusin kamu juga disana " Balas Salsa.
" oh kamu gak ikhlas ?" Tanya Alexi kesal.
" Ya bukannya gak ikhlas cuma kamu kan lagi sakit,ntar muntah2 disana siapa yang repot ?" tanya Salsa.
" Hehe iya " Balas Salsa terkekeh.
" Salsaaaaaaaaaaaa " pekik Alexi melengking.
" Hahahahah " Salsa tertawa ngakak.
Menjahili Alexi saat tidak berdaya merupakan sebuah kesempatan langka,karna jika lelaki itu sehat maka Salsa yang akan menjadi bahan bulian.
Alexi mengambil bantal dan membekap wanita itu sontak Salsa panik sendiri membuka bekapan.
" Ayah tolonhmppttt " Pekik Salsa berontak.
" Mati kamu anak setan " kata Alexi tertawa jahat.
Salsa yang kesusahan membuka bantal diwajahnya langsung menendang Alexi.
Brughhhh....
Lelaki itu terjungkal kebelakang mendapat tendangan cantik Salsa yang begitu menyakitkan.
" Hosh hosh hosh " Nafas Salsa terombang ambing seraya melihat Alexi penuh kekesalan.
" Aduhhhh " Ringis Alexi mengusap kepalanya.
" Gila kamu ya,mau bunuh aku !" Bentak Salsa melempar bantal kewajah lelaki itu.
" Kamu yang mau bunuh aku,coba kalo aku gegar otak " Kata Alexi kesal melempar balik bantal.
" Kamu KO aku cari suami baru " kata Salsa mendengus.
" Apa kamu bilang !" Pekik Alexi terbelalak.
__ADS_1
" Ngapain ngurus suami gegar otak mending aku cari baru yang normal otaknya " Balas Salsa bersedekap dada.
Alexi langsung bangun dengan cepat berkacang pinggang.
Glek...
Salsa menelan ludah kasar,wanita itu merasa was2 dengan tatapan membunuh Alexi.
" Suami baru ?" Tanya Alexi berdesis.
Salsa tak menjawab lagi,dengan pelan wanita itu menuruhkan kakinya dilantai bersiap lagi.
Alexi memasang smirk jahat,pria itu mengetahui rencana licik istrinya yang akan kabur.
" Ayaaaaaaahhhhh,Alexi kdrttttttttttttttt " teriak Salsa melengking seraya berlari kearah pintu.
" Jangan lari kamuuuuu " teriak Alexi mengejar wanita itu.
" Aaaaaa Ibuu tolongggg Alexi gilaaaaaaaaa " Teriak Salsa membuka pintu dan melesat kabur.
Brakkkkk....
Pintu terbanting dengan keras dan nyaris menghantam wajah Alexi.
" Shittt !" Umpat Alexi geram.
" Tolongghghhh " Teriak Salsa masih terdengar kencang.
Alexi menggeleng pelan,hilang sudah harapannya menangkap istri kurang ajarnya tersebut karna Salsa sudah bertemu dengan Romi didapur.
" Haistt pasti ngadu yang bukan2 " Cibir Alexi malas.
" Mana kepala aku sakit lagi,ahhh mending tidur aja " Kata Alexi mengusap kepalanya dan berbalik badan.
Alexi tak berani mendekat lagi karna jika ia nekad yang ada malah sakitnya bertambah karna Romi pasti membela Salsa yang sudah dianggap seperti anak sendiri.
Didapur,nafas Salsa ngos2an bersembunyi dipunggung Romi yang sedang memegang segelas kopi.
" Kamu kenapa sih Sa ?" Tanya Romi ngeri gelasnya pecah.
" Alexi mau bunuh aku Yah " adu Salsa dramatis.
" Apa " Pekik Romi kaget.
" Dia bekap aku pake bantal Yah " kata Salsa mengkrucut.
" Kenapa bisa gitu ?" tanya Romi syok.
" Aku jahilin dia mau nikah lagi,tapi dia gak terima " jawab Salsa polos.
Romi menganga mendengar ucapan menantunya yang begitu ambigu.
" Kamu minta kawin lagi ?" Ulang Romi.
" Becanda Yah,tapi dia anggap serius " jawab Salsa mengkrucut.
" Lex,ini istri mu dikelek aja lehernya " Pekik Romi memanggil sang anak.
" Apa !" pekik Salsa terbelalak.
Romi berjalan kedepan membuat Salsa panik sendiri.
" Ayahhhh jangan " pekik Salsa kelabakan.
Romi tak perduli,lelaki itu dengan santai berjalan membawa gelas kopinya mendekati kamar.
" Waduh,ini mah keluar kandang macan masuk kandang gorila " kata Salsa ketakutan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.