Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
152


__ADS_3

Alexi dan Sifa berbincang hangat,gadis itu sengaja datang untuk menghibur Alexi karna ia tau mungkin Alexi butuh teman curhat berhubung wanita itu merupakan seorang psikiater yang cukup handal.


Yuni dan Romi menerima gadis itu dengan tangan terbuka,karna Alexi memang membutuhkan banyak masukan agar otaknya tidak terus memikirkan hal negative.


Dan karna profesi gadis itu juga yang membuat Camelia berencana mendekatkan Sifa kepada Putranya Serkan karna menurut Camelia,Sifa sangat cocok untuk pria dingin itu.


" Oh iya aku dengar kamu sudah punya pacar " Kata Sifa mulai memasuki area percintaan Alexi.


" Ya,aku dan Ayu baru balikan tapi kondisi ku saat ini membuat semuanya berantakan " Ujar Alexi lesu.


" Apa dia mencintai mu ?" tanya Sifa tenang.


" Hm aku tidak tau,tapi dia bilang begitu " Jawab Alexi.


Sifa mangut2 mengerti.


" Dan aku dengar kau juga pernah menikah ?" tanya Sifa.


" Dari mana kau tau ?" tanya Alexi kaget.


" Aku rasa semua keluarga mu tau,dan aku juga mengetahuinya sekarang " Jawab Sifa terkekeh.


" Kau menjebakku !" kata Alexi kesal.


" Hahaa ya,maafkan aku " kata Sifa tertawa.


Alexi tersenyum mengangguk,meski semua orang tau dirinya sudah menikah tapi itu bukan hal yang buruk menurut Alexi.


" Bagaimana dengan mantan istri mu ?" Tanya Sifa kembali serius.


" Aku tidak tau dan tidak mau tau " jawab Alexi berubah ketus.


" Kenapa begitu ?" tanya Sifa.


" Ntah lah,dia membuat ku kecewa " Jawab Alexi.


" Kecewa kenapa ?" tanya Sifa.


Alexi diam tak menjawab,pria itu takut ada orang lain yang mendengar percakapan mereka tentang Salsa.


" Baiklah,tak apa jika tak mau cerita " Ujar Sifa mengerti.


Alexi mengusap wajahnya dan meraba gelas jus yang dibawa gadis itu tadi.


" Ini minumlah " Bantu Sifa menyodorkan gelas.


Alexi menerima dan menanggak sedikit.


" Dia mungkin punya alasan Lex " Ucap Sifa ambigu.


" Aku tidak perduli " Jawab Alexi.


Sifa mengangguk paham dan tidak mau membahas itu lagi karna ia tau Alexi sangat sensitif sekarang.


" Aku ingin buang air " Ujar Alexi berdiri.


" Hm,aku antar masuk " Kata Sifa ikut berdiri.


" Kau beri perintah saja,aku akan melakukannya sendiri aku harus terbiasa " Kata Alexi tenang.


" Baiklah,sesuai keinginan mu " Jawab Sifa.


Gadis itu pun mulai memberi arahan,berapa banyak Alexi harus melangkah dan ada apa saja didepannya.


Diluar pagar seorang pria menatap keduanya nanar.

__ADS_1


Serkan pulang kerumah untuk mengambil berkas yang tertinggal,tapi apa yang ia lihat sekarang membuat lelaki itu merasa sedih.


" Kamu harus bersabar Lex,Kakak akan berusaha menyembuhkan kamu " Gumam Serkan yakin.


Lelaki itu merasa sangat iba dengan kondisi adiknya,apa2 Alexi harus dibantu dan diarahkan apalagi jika mood Alexi hancur maka hancur juga mood satu rumah terutama Yuni yang menghandle langsung putrnya.


Serkan tak bisa langsung bertindak,ia harus hati2 karna mata bukan lah hal sepele.


Serkan masuk kerumah dan berpapasan dengan Sifa yang baru keluar dari dapur.


" eh kamu pulang ?" Tanya Sifa kaget.


" Iya,kamu kenapa ada dsini ?" tanya Serkan tenang.


" Hari ini aku kontrol kondisi Alexi " Jawab Sifa ramah.


" Adik ku mudah marah,kau harus berhati2 " Kata Serkan memberitahu.


" Dia pria yang ramah,hanya saja aku harus pintar memainkan mood dia " Jawab Sifa tersenyum.


Serkan mengangguk,mereka pun berjalan keluar.


" Aku akan pergi lagi,kamu yang semangat ya " Ucap Serkan setelah mendapatkan apa yang dia mau.


" Iya " Jawab Sifa tersenyum.


Serkan pun berjalan menjauh.


Drt drt drt...


Hape seseorang tiba2 terdengar dari rumah,Sifa berbalik badan dan mengambil hape hitam itu.


" Inikan hapenya Serkan " Gumam Sifa mengingat.


" Halo,Dokter dimana ?" Tanya seorang gadis dari seberang.


" Halo assalamualaikum,maaf Dokter hape Serkan ketinggalan " Jawab Sifa sopan.


" Kamu siapa ?" tanya gadis itu terdengar terkejut.


" Aku...


" Sifa " Panggil Serkan ngos2an.


" Eh Serkan ini hape kamu " Kata Sifa memberi hape itu kepada pemiliknya.


Serkan menerima dan terbelalak melihat nama dilayar.


" Cebol nelfon kamu " Kata Sifa terkekeh.


Deg...


Serkan membelalakan matanya gadis itu membaca nama dilayar.


" Iya aku em balik dulu " Kata Serkan pucat.


Sifa mengangguk tersenyum.


" Waduh gawat,bisa dikelek aku kalo gini caranya " Gumam Serkan sambil berjalan menjauh.


Setelah memasuki mobilnya lelaki itu mendehem agar tak gugup.


" Halo " Sapa Serkan takut2.


" Jadi kamu beneran selingkuh !" Teriak gadis dalam hapenya menggelegar.

__ADS_1


" Ngak sayang,bukan gitu " Kata Serkan kelabakan.


" Pantesan kamu gak ada dirumah sakit ternyata kamu berduaan sama gadis itu hah !" Bentak Histi emosi.


" Gak Histi,sumpah aku gak selingkuh itu gak sengaja " Kata Serkan berusaha menjelaskan.


" Lalu kenapa kamu ketemu sama dia !" Kata Histi meledak2.


" Aku pulang kerumah terus ketemu dia dirum...'"


" Jadi dia ada dirumah kamu sekarang,oh bagus ya udah jauh main kalian " Kata Histi geram.


Serkan menghela nafas dan mematikan panggilannya.


" Percuma aku jelasin dihape,dia gak bakal percaya " Gumam Serkan menghela nafas panjang.


Lelaki itu langsung tancap gas,tak menghiraukan lagi panggilan dari pacarnya.


Ditempat lain,Histi mengacak2 rambutnya kesal.


Gadis itu tak percaya Serkan mematikan panggilan sepihak saat dirinya sedang nyerocos panjang lebar.


" Kurang ajar !" Desis Histi mencengkram gelas es tehnya.


" Jangan Put,nanti dimarahin ibu kantin " Tegur Santi teman kuliah Histi.


Saat ini Histi sedang berada dikantin mengisi perutnya,niat hati nelfon Serkan ingin berbaikan malah gadis itu kembali dibuat murka mendengar suara perempuan lain dari hape kekasihnya.


" Ck,nih ambil sebelum aku pecahin semua gelas disini." Kata Histi menyodor gelas tehnya kepada Santi.


Santi langsung menaruh gelas itu sedikit menjauh.


" Kamu kenapa sih Put,marah2 terus 3 hari ini " Kata Santi heran.


" Aku lagi kesel tau gak !" kata Histi mengusap wajahnya.


" Kesel kenapa ?" tanya Santi mengernyit.


" Huh aku punya saingan baru !" Kata Histi geram.


" Hah saingan siapa ?" tanya Santi kaget.


" Gak tau tuh cewek datang dari mana,tapi dia ancaman berat buat aku " Jawab Histi ketus.


" Emang pacar kamu ngerespon ?" tanya Santi.


" Itu temen lamanya,mana mungkin dia gak respon " Jawab Histi kesal.


" Bukannya pacar kamu cuek ya,senyum aja gak pas ketemu " Ujar Santi.


" Iya cuek banget, sampe aku aja dicuekin" Jawab Histi lesu.


" Hahaha sakit kepala dia Put dengar kamu ngomel2 " Kata Santi tertawa.


" Aku gak bakal marah2 kalo dia gak mancing " Kata Histi mengkrucut.


" Beh bucin amat lo,takut kehilangan dia ya " Goda Santi terkekeh.


Histi diam,gadis itu juga bingung kenapa dia begitu marah saat tau Serkan dekat dengan orang lain,tak seperti Bryan kemarin,meski banyak yang suka tapi Histi terlihat santai tak terlalu mempermasalahkan.


" Apa aku udah beneran cinta ya sama Dokter Serkan ?" Batin Histi bingung.


❤❤❤


Hay guys yukk dibantu Vote like comentnya biar author semangat Up

__ADS_1


__ADS_2