
" Dimana dia ?" Gumam seseorang melihat sekeliling.
Terlihat tak ada siapapun dikamar,ia menaruh kopernya di pojokan dan kembali keluar.
" Len " Panggil Santa sedikit keras.
" Leni kamu dimana ?" Pekik Santa.
Hening...
Tak ada siapapun.
Santa masuk kedapur dan mengernyit melihat adanya gelas teh yg asapnya masih mengepul.
" Len " Panggil Santa lagi.
Di tempat persembunyian,Leni mengernyit mendengar suara yg ia kenal.
Keringat sudah bercucuran dengan pengapnya situasi.
" Len aaaa " Pekik Santa kaget.
" Kenapa kamu disana ?" tanya Santa mengusap dadanya.
" Ck ternyata kamu " Kata Leni berusaha keluar dari tempat sempit tersebut.
" Kamu pikir siapa hah ? ini rumah aku " Kata Santa heran.
Leni berusaha keluar dan akhirnya terlepas.
" Huhhhh panas banget " Ucap Leni menyeka keringatnya.
" Siapa suruh kamu mendep disana " Cibir Santa heran.
" Tadi aku pikir kamu itu Samuel " Kata Leni kesal.
" Whattt ?? Samuel ?" tanya Santa melotot.
Leni mengangguk polos.
" Dia kesini ?" Tanya Santa masih dengan keterkejutannya.
" Iya,semalam " jawab Leni duduk lagi dan menyeruput teh yg masih hangat.
" Kenapa dia bisa kesini ? kamu yg undang ?" tanya Santa.
" Ehh enak aja,aku juga gak tau dia bisa kesini " Jawab Leni cepat.
" terus dia tau alamatnya dari mana ?" tanya Santa bingung.
" Sam itu bukan orang bodoh,dia sangat mudah mendapatkan informasi " Jawab Leni malas.
Santa terdiam,beberapa detik lalu ia lupa bahwa Sam bukan pria biasa.
Bukan masalah yg besar bagi lelaki itu mendapatkan informasi.
" Jadi apa yg dia lakukan ?" Tanya Santa mencoba tenang.
" Menurut mu ?" tanya Leni.
" Kalian melakukannya ?" tanya Santa.
" Tentu saja " Jawab Leni kesal.
" Whattt ??? dirumah ini ? dikamar ku ?" tanya Santa terbelalak.
" Dikamar ? ngapain ?" tanya Leni bingung.
Hening....
Keduanya sama2 diam hingga Leni mulai terkoneksi.
" eh gila,kamu pikir kita indhehoyan ?" Tanya Leni melotot.
" Ya terus ngapain kalo bukan gituan,kan belum sah pisahnya " Kata Santa menggaruk kepala.
" Ck kita udah pisah " kata Leni malas.
__ADS_1
" Belum karna Sam tak menalak " Kata Santa tegas.
" Tapi surat itu ?" Tanya Leni.
" Dia belum tanda tangan " Jawab Santa.
Leni terdiam,memang belum ada tanda tangan tinta basah disana karna Sam hanya menuliskan nama saja lewat ketikan komputer,tapi bagi Leni itu sudah bisa dikatakan berpisah karna ia tak mau lagi berharap banyak.
Hening....
Keduanya kembali diam dengan isi kepala masing2.
" Ahhh sudahlah,aku akan mandi dulu " kata Santa bangun dari duduknya.
" Hm " Jawab Leni setuju.
Keduanya pun berbalik badan dan deg....
Kedua perempuan itu terkejut bukan main saat melihat orang yg mereka bicarakan kini berdiri tepat dibelakang mereka.
" S sa sam " Ucap Leni terbata.
Lelaki yg disebut menatap kedua perempuan itu datar.
" Ke kenapa kau bisa ada disini ?" tanya Santa bingung.
" Kalian tidak mengunci pintunya " Jawab Samuel tenang.
" Apa ?" Kata Santa kaget.
Samuel berbalik badan dan berjalan menjauh.
" Ya Tuhan,apa dia barusan dengar apa yg kita bicarakan ?" Tanya Leni panik.
" Aku rasa begitu " Jawab Santa mengusar rambutnya kasar.
" Tapi kenapa dia ada disini ? kapan ?" Tanya Santa heran.
" Sepertinya Sam punya jurus seribu bayangan,dia seperti hantu " Kata Leni tak habis pikir.
" Iya aku rasa begitu " Sahut Santa setuju.
" Ayo pergi " Ajak Samuel melihat Leni.
" Pe pergi ?" Ulang Leni terbata.
" Ya "
" Kemana ? kau tidak berhak lagi membawanya pergi " sahut Santa berani.
" Aku berhak karna dia istri sah saya !" Jawab Samuel penuh penegasan.
" Istri kau bilang ??? bukankah kau sudah membuang Leni seperti sampah ?" Kata Santa geram.
Samuel diam melihat Santa yg begitu judes.
" Kau sama seperti Papanya,kalian tidak bertanggung jawab !" Lanjut Santa.
" Aku tidak tau apa masalah mu dan orang tua mu,tapi saat ini kau masih milik ku jadi ikuti perintah suami mu " Kata Samuel tegas melihat Leni.
Leni tersenyum kecil dengan kekehan sinis.
" Kenapa kau masih menganggap aku istri Sam ?" Tanya Leni mendongak.
" Tidak usah banyak tanya " Jawab Samuel.
" Kenapa aku tidak berhak tau ?? kenapa harus disembunyikan ? bukankah suami istri itu harus saling terbuka ?" tanya Leni tenang.
" Cepat bereskan baju mu " Titah Samuel tak menghiraukan.
" Aku tidak mau dan tidak akan keluar dari sini,jika ingin pergi kau tau caranya keluar " Balas Leni tenang.
Santa diam mendengar tururan Leni yg sangat kuat mempertahankan diri.
Samuel masih diam memperhatikan wanita itu.
" Kau ingin bagaimana ?" tanya Samuel melemah.
__ADS_1
" Aku ?? kau sudah tau jawabannya " Jawab Leni.
" Aku tidak akan menceraikan kamu " Ucap Samuel tegas.
Deg...
Santa terbelalak begitupun Leni yg berusaha tidak menampilkan wajah terkejut.
" Kenapa ? kau sudah membuat akta cerai diawal pernikahan " Kata Leni heran.
" Ya aku akui itu untuk jaga2 saja " Balas Samuel.
Drt drt drt...
Hape Samuel berdering,lelaki itu melihat hapenya dan mengangkat sejenak.
" Iya sebentar lagi " Kata Samuel tenang.
"......"
" Baiklah "
Tut.
Panggilan diputus sepihak,Samuel mendekat dan mencekal tangan Leni.
" Cepat ikut " Titah Samuel menarik paksa tanhan Leni.
" Lepaskan aku Sam " Pekik Leni menolak
" Cepat !" Paksa lelaki itu menarik kuat.
" Sam lepaskan !" pekik Leni mengibas tangannya.
Santa diam melihat aksi tarik menarik itu,ia ingin mmebantu Leni tapi Santa paham Samuel masih suami sah perempuan itu.
" Sammmm !!!" Teriak Leni geram.
Samuel terus menarik dan plaakkkkkkkkk....
Wajah Samuel tertoleh saat tangan lembut Leni melesat sempurna.
Seketika cekalan tangan Samuel terlepas,pria itu menatap Leni tajam.
" Aku tidak mau ikut dengan mu,aku sudah bukan istri mu Saammmm,aku membenci muuuuuu " Teriak Leni menggelegar.
Darah Samuel mendidih,lelaki itu berusaha mati2an menjaga kesabarannya tapi Leni malah memancing lagi.
Dengan keras lelaki itu mencekal lagi tangan Leni dan menariknya paksa keluar.
" Aaaaaa tolongggg Santtaaaaaa " Teriak Leni kelabakan.
" S sam Len " Ucap Santa bingung.
Leni makin terseret,Santa yg ingin menolong terlihat sangat bimbang.
Bisa dibilang Santa tak terlalu berani kepada lelaki itu apalagi Samuel punya saham yg begitu banyak ditempat ia bekerja,ditambah Santa tau sttus Samuel tak bisa diganggu gugat.
Jika ia ikut campur,bukan tak mungkin Santa akan mendapat masalah.
Sekoridor apartemen semua orang melihat kearah mereka apalagi Leni mengamuk seperti orang gila.
" Cepat masuk !" Titah Samuel saat mmebuka pintu mobilnya.
Mau tak mau Leni harus masuk kesana meski ia harus menahan diri agar tak menghajar lelaki itu.
" Kita mau kemana Sam ?" tanya Leni mencoba tenang.
" Pakaian sabuk pengamanmu " Jawab Samuel tanpa menoleh.
" Kau ingin membunuh ku ?" tanya Leni polos.
Samuel tersenyum smirk membuat wanita itu merinding.
" Kau akan menyukainya " Jawab Samuel pelan.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.