
Seharian Histi uring uringan,gadis itu sangat galau memikirkan permintaan Serkan yang sangat limited edition.
Sudah 2 hari ia tak mengabari Serkan,Histi takut salah ucap saat Serkan menanyai permintaannya tempo lalu.
" Duhhh gimana nih,kalo aku nolak lagi pasti Serkan kecewa,kalo dia kecewa terus milih Sifa gimana ? mereka nikah dong ? terus aku gimana ?" Gumam Histi menghayal jauh.
" Apa aku ngomong lagi ya sama Papa,tapi Papa lagi esmosi sama Mama,pasti aku kena semprot " Lanjut Histi ngeri.
Histi membuka hape dan menatap foto2 kebersamaan dirinya dan Serkan.
Terlihat senyum manis terpancar disana menunjukkan bahwa keduanya sama2 bahagia.
" Huhh aku ngak rela kalo pria ini jadi milik orang lain,hanya aku yang boleh " Kata Histi pemperbesar foto Serkan yang sedang duduk sendirian menatap dompet.
Gadis itu memfoto Serkan asal2an karna pria itu jarang mau berfoto.
" Ya udah lah,gas aja yang penting usaha dulu " Gumam Histi meyakinkan dirinya.
Gadis itu pun turun dari ranjang dan menatap dicermin.
" Aku dah siap jadi istri,semangat !" Pekik Histi mengepalkan sebelah tangannya.
Dengan langkah lebar gadis itu pun berjalan keluar.
" Papa mana ya ?" Gumam Histi mencari batang hidung Bara.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,Histi yang sedang ingin mengintip pun menjadi kaget.
" Kamu ngapain ngintip2 ?" tanya Zaiva berkacak pinggang.
" Papa mana ?" tanya Histi.
" Gak tau,masih merajuk " Jawab Zaiva mendesah lesu.
" Mama sih nyembur gak kira2 " Hujat Histi.
" Ya mana bisa ngira wong dianya depan mata " Jawab Zaiva masih membela diri.
Histi memutar mata malas dan berbalik badan mencari lelaki itu.
Zaiva ikut berjalan mengintili anaknya,meski ia berkuasa dirumah tapi saat ada sang suami,tahta Zaiva turun.
Ibu dan anak itu berjalan mengendap keluar,terlihat dari kejauhan seorang pria sedang tertawa mengoncengi Helend dari belakang dan dikejar oleh 2 bocil yang juga bergoncengan dengan sepeda mereka.
" Pa mereka mendekatttt " Teriak Helend heboh.
Bara menoleh kebelakang dan melotot melihat 2 anak kembarnya begitu bersemangat untuk menyusul mereka.
" Ayo Paaaaa cepetaaannn " Teriak Helend mencat2 di sepeda pink milik Histi.
" Tak akan ku biarkan mereka menang " Seru Bara lantang..
" Ayo Lim kejarrrrrr " Pekik Salma menyemangati kembarannya.
Ngueeeeengggggggg....
Kedua sepeda itu melesat kencang melewati Zaiva dan Histi yang melotot dengan mulut menganga.
__ADS_1
" Mereka balapan Ma " Kata Histi tak percaya.
" Helend kena mental gak ya habis ini ?" Gumam Zaiva khwatir.
" Hahahaha " Histi tertawa melihat ibunya ketakutan.
Kedua perempuan itu duduk diteras melihat pertandingan sengit bapak dan anak tersebut.
" Mamaaaaaaa " Pekik Helend melambaikan tangan melihat Zaiva dan Histi menonton mereka.
" Pegangannnnnnn " Teriak Zaiva takut.
Helend mengangguk dan memeluk pinggang Bara erat.
Zaiva tersenyum manis kepada suaminya tapi dibalas dengusan oleh Bara.
Perempuan itu langsung mengkrucut melihat Bara mencueki dirinya.
Histi kembali tertawa ngakak,gadis itu merasa lucu dengan kedua orang tuanya yang masih seperti anak2.
Salim dan Salma bergantian bonceng,Bara dan Helend juga bergantian untuk mencetak skor.
" Siap !" Kata Histi tiba2 menjadi wasit.
" Hm " Jawab mereka semua semangat.
" Oke aku hitung ya " Kata Histi berlenggak lenggok didepan mereka.
" Ck cepetan napa,aku udah gak sabar ini buat menang " Kata Salma gemas melihat kakaknya malah bergaya.
" Cihhh,tak semudah itu ferguso " Kata Helend memasang tampang jahat.
" Huh aku Hayati bukan Ferguso " Protes Salma..
" Prrrriiiiiitttttttt....
Histi meniup pluit saat kedua pasang pembalap itu sedang berdebat.
" Ayo ayo jalan " Kata Bara kalang kabut menyuruh Helend menganyuh sepeda.
" Ayo Salma tunjukkan kekuatan mu " Pekik Salim heboh.
Salma mengangguk,gadis kecil itu pun mengincang.
" Ayo cepetan Helend,kenapa gak jalan " Kata Bara panik.
" Papa keberatan,aku gak bisa nganyuhnya ini " Kata Helend kesal.
" Apa !" Pekik Bara melotot.
" Papa turun dulu napa " Kata Helend masih dengan wajah kesalnya.
" Kan lombanya goncengan " Kata Bara menelan ludah kasar.
" Ck,Papa berat dosa " Cibir Helend.
Bara menganga lebar,Histi sudah hampir menangis dengan tawa yang sudah meledak2 melihat Helend mengatai Bara seenak jidat.
" Yeeeeeeee menaaaaaaaangggggg " Pekik Si kembar berhasil melewati garis finish.
__ADS_1
" Tuh kan gara2 Papa aku kalah !" Kata Helend geram.
" Loh kok Papa yang disalahin ?" tanya Bara bingung.
" Ya Papa lah,masa iya aku yang salah " Kata Helend memutar mata malas.
Bara menganga lebar dan melihat Histi.
" Pasal 1 ayat 1 perempuan gak pernah salah hehe " kata Histi cengengesan.
" Haisttttt kalian curang !" Kata Bara merajuk.
Pria itu berjalan cepat ke arah rumah dan berpapasan dengan Zaiva yang membawakan minuman dingin.
" Air dinginnya Tuan biar seger " Tawar Zaiva malu2.
" Gak butuh !" Kata Bara mendengus dan berlalu masuk.
Zaiva mengkrucut lagi dan menatap kedua anaknya yang sudah terpingkal2.
" Hadeh bakalan capek aku malam ini " Gumam Zaiva menglelah.
Hanya satu cara membuat lelaki itu ceria kembali dan itu hanya dilakukan oleh seorang profesional dan tentunya sudah halal.
" Papaaaaaaa hadiahhh nya manaaaaaa ?" Teriak Salma dan Salim menangih hasil kerja keras mereka.
Ditempat lain,seorang pria sedang makan bersama Mamanya.
Serkan hari ini berkunjung kerumah Camelia untuk mengecek kondisi perempuan itu.
Habis bekerja Serkan langsung kesana tanpa mampir keapartemen.
" Gimana Serkan sudah kamu putuskan ?" Tanya Camelia tenang.
Serkan berhenti makan dan mendongak melihat perempuan itu.
" Mama tidak mau kamu pergi tanpa ada yang mengurus kamu disana " Kata Camelia tegas.
" Aku masih menunggu jawaban Ma " Jawab Serkan tenang.
" Berapa lama lagi harus menunggu,waktu kamu tidak banyak,kamu bukan satu hari dua hari disana,kami sebagai orang tua khawatir " Kata Camelia gemas.
" Iya Ma aku tau,tapi ini pernikahan bukan lah hal mudah " Kata Serkan menghela nafas.
" makanya Mama minta kamu menikahi Shifa,dia pas buat kamu dan dia akan merawat kamu dengan baik " Ujar Camelia.
" Tapi aku mencintai Histi Ma " Kata Serkan lesu.
" Cinta itu bisa berubah Serkan ! dulu ayah mu mencintai Mama,tapi saat dia menikah dengan Yuni,rasa cintanya berubah,dan kau lihat sekarang bagaimana Ayah mu ? apa dia perduli sama Mama ? " Jelas Camelia tajam.
Serkan menunduk dalam,dirinya memang melihat langsung bagaimana perasaan Romi berubah saat kehadiran Yuni bahkan Serkan sangat tau ayahnya pria bucin yang tak bisa lepas dari sang ibu tiri.
" Sudahlah Serkan,kamu sudah dewasa Mama tidak mau terlalu memaksakan kamu,jika Shifa gadis tidak benar Mama tidak akan menyuruh kamu dengan dia " Kata Camelia menghela nafas.
" Bagaimana dengan Histi Ma ?" Tanya Serkan pelan.
" Itu keputusan kamu,jika tetap mau bersama gadis itu maka menikah lah sebelum kau berangkat,tapi jika tidak kau tau apa yang akan Mama lakukan !" Kata Camelia tegas.
Serkan menelan ludah kasar menatap wajah serius wanita yang telah melahirkan dirinya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.