
Dirumah sakit Serkan dan Histi sangat sibuk,gadis itu bolak balik membantu Serkan memeriksa pasien.
Seorang lelaki tua menatap gadis itu dari kejauhan senyum kecil pun terbit disana melihat sang cucu sangat aktif.
" Apa kita perlu kesana Tuan ?" Tanya seorang pria yang siap siaga disamping lelaki itu.
" Tidak usah nanti dia takut melihat saya " Jawab lelaki itu terkekeh.
Pria berbadan tegap itu mengangguk paham.
" Ayo kita pulang,saya butuh istirahat agar tetap panjang umur " Ajak lelaki itu.
" Baiklah,lewat sini " Jawab Bodyguard memberi jalan.
Lelaki hampir mendekati seabad itu pun berjalan perlahan dengan tongkat saktinya.
" Mba giliran saya kapan ?" Tanya seorang wanita baya sudah tak gatal ingin masuk.
" Sabar ya Bu,masih ada yang didalam " Jawab Histi sopan.
" Lama banget Mba,saya udah gak sabar mau ketemu sama dokternya " Kata wanita itu malu2.
Histi terkejut dan memperhatikan penampilan ibu tersebut.
" Boleh juga nih emak2,mau berobat apa mau ngapelin Dokter Serkan ?" Batin Histi menyelisik.
Karna memang lama Histi pun masuk kedalam dan terkejut melihat Serkan sedang tersenyum bahkan sesekali tertawa dengan seorang pria didepannya.
" Mereka ngapain ?" Tanya Histi heran.
Gadis itu perlahan berjalan pura2 mengambil kertas.
" Jadi gitu Dok,saya itu sayang banget sama istri saya walaupun udah keriput tapi dia kebahagiaan saya " Kata lelaki itu terkekeh kecil.
" Hehe iya Pak,semoga langgeng ya " Kata Serkan tersenyum.
" Ya udah kalo gitu saya permisi dulu ya Dok,makasih banyak Dokter udah sembuhin mata saya " Balas lelaki itu menyalami Serkan dengan begitu hangat.
" Sama2 Pak,jaga kesehatan ya " Kata Serkan ramah.
Lelaki itu mengangguk dan berjalan keluar.
" Terima kasih Pak " Ucap Histi sopan.
" Udah selesai Dok ?" tanya Histi kepada Serkan yang sedang menunduk dipinggir meja.
" Sini " Panggil Serkan melambaikan tangan.
" Ada apa Dok ?" Tanya Histi kepo.
Gadis itu mendekat dan terkejut melihat ada karung putih disana.
" Apa ini ?" Tanya Histi bingung.
" Kamu simpan disana sekarang,nanti kita bongkar " Jawab Serkan cepat.
" Iya " Kata Histi patuh
Gadis itu pun menyeret karung tersebut kearah tirai yang panjang agar tak terlihat pasien lain.
Keduanya kembali bekerja,Histi terlihat semangat apalagi wajah Serkan terlihat tenang hari ini.
Kesore harinya saat keduanya sudah santai,Serkan dan Histi berjalan kebelakang sambil membawa karung tersebut.
Ntah apa isinya mereka tak tau.
" Disini aja Dok udah aman " kata Histi menyeka keringatnya.
" ada orang ngak ?" tanya Serkan melihat kiri kanan.
" Aman " jawab Histi menunjukkan jempolnya.
Serkan mengangguk,mereka pun mencari tempat duduk yang didominasi rerumputan.
Terlihat lelaki itu bingung mau duduk atau tidak karna tidak mau mengotori celana warna cream yang sedang ia pakai.
__ADS_1
Histi melihat sweater lagend nya,gadis itu pun membuka dengan cepat dan menaruh di rumput.
" Kamu ngapain ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Duduk sini aja Dok,biar saya alasi " Jawab Histi tersenyum.
Deg...
Serkan melotot kaget dan menatap sweater gadis itu dalam.
" Udah saya cucu ngak ada kutunya " Ucap Histi gemas melihat pria itu merinding
" Ngak usah Put nanti kotor " Balas Serkan tak enak.
" Ngak papa,kan ada sabun sama sikat " jawab Histi santai.
" Ya bukan gitu ha...
" Apa sih yang ngak buat Dokter,saya rela Dok,ayo sini duduk dempetan sama saya " Kata Histi penuh modus.
Serkan terkejut lalu memasang wajah datar membuat Histi tertawa.
Karna gemas,gadis itu pun menarik tangan Serkan hingga terduduk bersamanya.
" Sempit ya Dok " Kata Histi menggeser bokongnya.
" Sini aja " Kata Serkan menarik pinggang gadis itu hingga menabrak dirinya.
Deg....
Histi terkejut menatap tangan lelaki itu melingkar dipinggang rampingnya..
" Disana kotor " Ucap Serkan tenang menatap wajah gadis itu.
Deg
deg
deg..
Beberapa detik mereka saling berpandangan,hingga kepala Serkan perlahan turun.
Histi menahan nafasnya lalu memejamkan mata berpikir bahwa lelaki itu akan menciumnya sekarang.
Kepala Serkan terus turun dan mengambil pena yang terjatuh disamping gadis itu.
Histi yang sudah berharap banyak mengernyit menunggu kecupan lelaki itu mendarat diwajahnya.
" Kok belum Dok ?" Tanya Histi masih memejamkan mata.
" Apa ?" Tanya Serkan heran.
Deg...
Histi membuka matanya dengan cepat dan melotot melihat lelaki itu.
" Kamu kenapa ?" tanya Serkan mentoel kepala gadis itu kebelakang.
" Bukannya Dokter mau.." Ucap Histi menggantung.
" Kamu pikir saya mau mesum sama kamu ?" Tanya Serkan terbelalak.
Histi mengangguk polos dengan senyum malu2nya.
Gubrak...
Gadis itu langsung terjatuh saat Serkan mendorongnya kesal.
" Aduhhh " Ringis Histi mengkrucut.
Serkan mendehem kuat menghilangkan rasa canggungnya.
Histi menggaruk kepala malu dan menampar lengan lelaki itu.
" Jangan deket2 " kata Serkan ngeri.
__ADS_1
" Tadi bilangnya ngak usah jauh2 " Cibir Histi.
" Ya kan tadi em..." Kata Serkan bingung.
" Malu ya Dok " Goda Histi berbisik.
" Jangan aneh2 kamu Put " Kata Serkan dengan nada dingin.
" Iya iya gitu aja marah,kan belum kena " Kata Histi jahil.
Serkan melototkan matanya membuat gadis itu malah tertawa geli.
" Udah cepetan buka karungnya " Titah Serkan mengalihkan.
" Bukanya pake apa ? gigi ?" Tanya Histi gemas.
" Oh iya kan ada gunting " Kata Serkan teringat.
Histi menatap lelaki itu sambil mengigit bibir bawahnya,Serkan terlihat sangat polos membuat gadis itu tak tahan ingin mencengkram.
Sorry Histi memang rada bar2an ya hehe.
Serkan pun mulai membuka pemberian pasiennnya,perlahan tapi pasti lelaki itu mengeluarkan semua isinya.
" Wah ada pisang " pekik Histi girang
" Banyak banget Dok " Kata Histi takjub
" Iya kata bapaknya mereka lagi panen " Jawab Serkan.
" Wah2 kalo banyak makan pisang kira2 berubah jadi monyet gak ya ?" Gumam Histi mulai berpikir.
Serkan terkekeh dan menggentuk kepala gadis itu pelan.
" Nah kita bagi 2 ya " Kata Serkan ramah.
" Loh kok bagi 2,itu kan buat Dokter " Kata Histi heran.
" Ya ngak papa,saya bagi kamu,ngak mau ?" tanya Serkan menyelisik.
" Eh bukan gitu Dok,saya mau kok " Jawab Histi kelabakan.
" Ya udah,cepetan bagi " Titah lelaki itu tenang seraya mengambil satu pisang matang dan memakannya.
" Saya ngak dibagi ?" tanya Histi menatap lelaki itu melas.
" heh ini " Kata Serkan memberi sisanya dengan niat menjahili.
Tanpa lelaki itu duga Histi malah mengambilnya dengan senang hati lalu memakannya cepat.
" Ehhh Puttt jangan " Pekik Serkan kaget dan berusaha mengeluarkan pisang dalam mulut gadis itu.
Histi merangkak berusaha kabur tapi Serkan menarik kaki gadis itu dan menangkap tubuh Putri.
" Keluarin " Kata Serkan memegang dagu Histi.
" No " Jawab Histi mengunyah dengan cepat.
" Keluarin Put,kamu jorok banget sih masa makan bekas saya " Kata Serkan menggelitiki leher gadis itu.
" Aaaaa gelii " Pekik Histi berontak.
Serkan memeluk gadis itu erat berharap Putri memuntahkan makanannya.
Histi tertawa ngakak sedangkan Serkan terus menggelitikinya.
Dari kejauhan terlihat mereka seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara apalagi Histi tertawa dengan keras sedangkan Serkan memeluk tubuhnya menahan gadis sengklek itu kabur.
" Mereka bahagia banget " Ucap salah satu pasien kanker yang menyendiri dibalik pohon menatap kearah Serkan dan Histi.
Wanita yang sedang galau itu ikut tertawa mendengar tawa ngakak Histi yang terdengar lucu.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1