Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
158


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,Alexi diterima kerja,lelaki itu mulai sibuk.


Alexi tak bisa lagi antar jemput Salsa bekerja,selain malas Alexi juga harus kuliah dan sorenya akan bekerja diperusahaan bersama Ayahnya.


Berbekal ilmu komputer,pria itu dimasukkan Romi menjadi salah satu penjaga berkas keaman perusahaan meski Alexi harus diawasi langsung oleh Ayahnya sendiri yang memegang data penting.


Seperti hari ini,Salsa tidak bisa tidur sudah jam 10 malam tapi Alexi belum juga pulang.


" Sayang kamu ngak tidur ?" Tanya Yuni terkejut melihat menantunya masih menonton tv.


" Belum Bu,Alexi belum pulang " Jawab Salsa sopan.


Yuni tersenyum mengangguk,wanita itu ikut duduk dan memegang tangan Salsa lembut.


" Dulu ibu juga sama kayak kamu,awal2 nikah harus sabar banget ngadepin suami,tapi lama kelamaan bakal kebiasaan kok,pokonya sabar dan ikhlas " Kata Yuni menasehati.


" Iya Bu " Jawab Salsa patuh.


" Ya udah,Ibu masuk kamar dulu ya,Byanca nanti ngingo " Kata Yuni terkekeh.


Salsa mengangguk mengerti.


Gadis itu kembali menunggu.


Hubungan Salsa dan Alexi tidak ada kemajuan,bahkan Alexi semakin dingin kepadanya,selain memang mereka kurang akur,dengan Alexi bekerja waktu kebersamaan mereka benar2 berkurang.


Kadang Salsa bingung harus mulai dari mana mengambil hati lelaki itu.


Salsa tak berani bercerita kepada siapapun bahkan mertuanya karna Salsa tau Yuni punya hati yang begitu lembut dan Romi punya watak keras,Salsa tidak mau masalah rumah tangganya malah menganggu keharmonisan mertuanya.


Tak lama pintu pun terbuka,masuklah seorang pria dengan wajah tenang seperti biasanya.


" Kamu udah pulang " Sambut Salsa girang.


" Hm " Jawab Alexi dingin.


" Mau teh kopi ?" tanya Salsa ssmangat.


" Kamu buka warung ?" tanya Alexi heran.


" Hah " kata Salsa kaget.


" Gue bisa sendiri,minggir " Kata Alexi mengusir gadis itu.


Salsa sedikit menjauh melihat raut tidak senang Alexi kepadanya.


Bukan hanya sekali Salsa menerima penolakan,bahkan hari2nya penuh dengan penolakan pria itu,Alexi tidak mau dibantu,tidak mau ditegur apalagi disentuh,intinya Alexi tidak butuh Salsa dalam hidupnya.


" Lex,mau mandi gak biar aku siapin air hangat " Tawar Salsa tersenyum


" Ngak usah " Jawab Alexi ketus.


Salsa kembali diam melihat Alexi membuka bajunya dan mengganti dengan kolor dan kaos biasa.


" Sini aku gantung " Kata Salsa mengambil baju yang ditaruh Alexi di ranjang.


" Bisa ngak lo gak usah muncul depan gue,gue cape liat lo sumpah,sumpek kepala gue " kata Alexi kesal.


Deg...


Salsa terdiam menatap Alexi dalam mencerna kata demi kata yang dikeluaran pria itu.


" Maksud kamu ?" tanya Salsa tenang.


Alexi mengusap wajahnya kasar,pria itu juga bingung kenapa jika melihat wajah istrinya mood Alexi langsung hancur padahal wanita itu tidak melakukan apapun.


" Lex " Panggil Salsa pelan.


" Udah lah Sa,gue capek mau tidur " Kata Alexi langsung menghempas tubuhnya keranjang.

__ADS_1


Salsa diam menatap serius tubuh suaminya.


Sejak Alexi bekerja,tak dipungkiri wajah suaminya makin tampan bahkan Alexi terlihat lebih macho dari biasanya membuat Salsa mulai jatuh cinta,tapi perilaku Alexi membuat gadis itu menahan hatinya dengan kuat agar tak terjerumus ketempat yang salah.


Salsa berjalan keluar dan menutup pintu kamar sangat pelan.


Alexi membalik badannya menatap langit2 kamar.


Ruangan itu terlihat rapi dan wangi sejak kedatangan Salsa tapi Alexi bingung kenapa dirinya tak betah dekat dengn wanita itu,Alexi harus berpura2 akur didepan Ayah dan Ibunya agar keduanya tak curiga dengan pernikahan mereka.


" Astaga,apa yang lo mau sih Lex " gumam Alexi heran.


Hari ini Alexi sangat sibuk,bahkan lelaki itu tak sempat bertemu dengan Ayu saking sibuknya kuliah dan langsung bekerja tubuhnya pun merasa lelah.


" Bodo lah,mending gue nelfonin Ayu " Gumam Alexi terkekeh.


Pria itu pun mencari kontak kekasihnya di hape dan mulai bercerita tentang harinya.


Diluar,Salsa mendongak keatas menahan air matanya yang berlinang.


" Apa kamu sebegitunya membenci aku Lex,aku harus bagaimana agar kamu memaafkan aku ?" Gumam Salsa pilu.


Setiap hari Salsa mulai sering bergadang,pikirannya makin hari makin tak karuan.


Salsa butuh tempat sandaran tapi naas gadis itu tak punya siapapun kecuali Mamanya yang sudah meninggal.


Suatu malam,Romi baru pulang kumpul bersama teman2nya.


Yuni tak ikut karna wanita itu malas bepergian.


" Salsa kenapa tidur disini ?" gumam Romi kaget melihat menantunya tidur disofa.


Pria itu mendekat dan duduk dikursi tunggal depan Salsa.


" Hei Salsa bangun Nak " Ucap Romi membangunkan menantunya.


Salsa terbangun kaget dan langsung duduk.


" Kenapa tidur disini ?" tanya Romi heran


" Jam berapa Yah ?" tanya Salsa kelabakan.


" Udah mau jam 1 " Jawab Romi tenang.


" Alexi " Gumam Salsa pelan.


" Alexi kenapa ?" tanya Romi.


" Hah em ngak papa,ak ku kekamar mandi dulu Yah " kata Salsa buru2.


Romi mengangguk,lelaki itu berdiri dan berjalan kekamar anaknya.


Terlihat sang Putra sudah tertidur nyenyak diranjang seorang diri.


" Alexi dikamar,terus kenapa Salsa tidur disofa depan ?" gumam Romi heran.


Selama ini Romi tidak tau bahwa Salsa selalu menunggu Alexi pulang kerja bahkan saat pergi main sekalipun..


" Ada apa sebenarnya dengan mereka ?" Gumam Romi mulai was2.


Melihat Salsa mendekat,Romi langsung mundur dan menuju kamarnya.


Kebesokan pagi,keduanya terlihat santai seperti biasa,hari ini juga kedatangan Serkan yang sedang libur bekerja.


" Gimana kalo kita kepantai aja " Usul Serkan semangat.


" Wah pantai mau mau " Pekik Byanca heboh.


" Jangan kepantai lah " Kata Alexi tenang.

__ADS_1


" Kenapa ?" tanya Serkan mengernyit.


" Baru kemarin aku kepantai " jawab Alexi.


Deg...


Salsa yang tadinya makan langsung terdiam mendengar ucapan suaminya.


Alexi yang kecoplosan pun ikut terdiam melirik Salsa.


" Ngapain kamu kepantai ?" Tanya Romi tenang.


" Em refreshing Yah sama temen " Jawab Alexi berusaha tenang.


" Temen yang mana ?" tanya Yuni.


" Santo " Jawab Alexi asal.


" Kemarin Ayah ketemu sama dia lagi bantuin Papanya bawa barang " Ucap Romi.


Deg...


Semua orang kembali terkejut.


Salsa menunduk dalam,ntah mengapa Salsa pun merasa ada yang aneh dengan sikap Alexi makin kesini.


" HHaha iya,kita perginya habis itu " Jawab Alexi ngeles.


Romi diam dengan anggukan kecil.


Tiba2 suara hape terdengar,terlihat Serkan berdecak melihat foto dilayar.


" Wah cewek " Kata Byanca heboh.


" Hah cewek ?" kata Yuni ikut heboh.


" Huh bukan siapa2 " kata Serkan menyembunyikan hapeny.


" Hayooo siapa itu,pacar ya " Goda Yuni terkekeh.


" Bukan Bu,dia cewek rusuh di rumah sakit " Jawab Serkan cuek.


" Beneran ? ntar bucin loh " olok Yuni.


" Gak lah,ngapain sama bocah ingusan " kata Serkan sok jual mahal.


" Heleh,ntar bucin ngak tanggung ya " Kata Yuni mendengus.


Serkan tersenyum dan kembali membahas acara piknik mereka.


Alexi perlahan menurunkan hapenya saat semua orang sibuk bicara.


Lelaki itu terlihat mengetikan sesuatu dengan sebelah tangan,Salsa yang tepat disamping pria itu meliht dengan samar.


" Alexi kirim pesan ke siapa ?" Batin Salsa penasaran.


Tak lama jawaban pun masuk.


Salsa terbelalak melihat nama dilayar.


" Sayang ?" Gumam Salsa terkejut.


Alexi menoleh kaget,keduanya saling bertatapan.


Salsa menarik nafas sangat dalam menatap manik lelaki itu.


Glek...


Alexi menelan ludah kasar ketahuan istrinya.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2