Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
537


__ADS_3

Disebuah restoran sepasang anak manusia duduk berhadapan menikmati makan sorenya menghadap matahari yg ingin terbenam.


Cahaya kekuningan menambah kesan romantis antar keduanya.


" Dek " Panggil Romeo pelan.


" Iya " Jawab Azura mendongak.


" Hm kamu cape gak ?" tanya Romeo hati2.


" Capek kenapa ?" tanya Azura.


" Nanti kalo kita udah nikah kayaknya kamu bakal cape " jawab Romeo.


" Iya capenya karna apa ?" tanya Azura lagi.


" Nanti kamu tinggal sama Abang ya,kita tinggal gak bareng orang tua "


" Hah " pekik Azura kaget.


Romeo diam melihat keterkejutan gadis yang jauh dibawah umurnya.


" Nanti Abang yg bakal ngomong sama Mama kamu " Ucap Romeo.


" Masalahnya bukan di Mama Bang " kata Azura lesu.


" Terus ?" tanya Romeo.


" Papa sama Nenek " Jawab Azura menghela nafas.


" Tapi kamu kan bukan anaknya dia " Kata Romeo hati2.


" Iya tapi Papa posesif banget,dia emang bukan Papa kandung aku " kata Azura menunduk.


" Maaf Zura bukan maksud aku gitu " Kata Romeo memegang tangan gadis itu.


" Gak papa bang aku ngerti kok " Balas Azura tersenyum.


" Nenek kalo liat aku sama Arshad dia sering sedih,katanya teringat sama Papa Andrew " Kata Azura pelan.


" Iya,itu wajar karna Papa kamu anak pertama kembarnya " Jawab Romeo paham.


" Hm,ini aja Papa pusing mau nikahin aku harus pake wali "


" Dia kan bisa nikahin kamu,kan dia walinya sekarang " Balas Romeo mengernyit.


" Iya sih,tapi Nenek belum dimulai aja udah nangis loh,kayaknya bakalan Arshad yang nikahin aku,tapi gak tau juga deh mereka masih berunding " Kata Azura pusing.


Romeo diam,pria itu kadang merasa sedih juga melihat gadis yang ingin ia nikahi tersebut sudah kehilangan pria yang begitu mengharapkan kehadirannya dulu,tapi belum Azura lahir Andrew sudah berpulang membuat semua keluarga begitu kehilangan,beruntung Aktam bisa mengambil alih hingga Azura maupun Arshad bisa membayangkan wajah orang tuanya sendiri.


" Hm Bang " panggil Azura pelan.


" Iya " jawab Romeo tenang.


" Kenapa abang mau nikahin aku,bukannya kemarin Abang deket sama cewek lain ya ?" Tanya Azura hati2.


" Iya " jawab Romeo jujur.


" Terus kenapa ?" Desak gadis tersebut.


" Mama gak setuju,Mama takut aku salah pilih,dia trauma sama masa lalu " Jawab Romeo.


" Maksud Abang ?" Tanya Azura bingung.


" Nenek kamu tau jalan ceritanya " Jawab Romeo tenang.


Azura diam,dirinya tak tau masa lalu seperti apa yang dimaksud sang pujaan hati.

__ADS_1


" Jadi sekarang Abang beneran suka atau gak sama Zura ?" tanya Azura gemetar.


Romeo tersenyum kecil melihat wajah khawatir gadis itu..


" Jika dibilang suka banget,Abang biasa aja sih,tapi ada lah ketertarikan sama kamu,cuma ya Abang ini udah dewasa Zura,cape hidup sendiri,Mama juga cape liat aku gak jelas " kata Romeo jujur.


Azura menunduk,ntah mengapa jawaban Romeo sedikit menyakiti perasaannya.


" Kamu terlalu muda buat Abang,kemarin Abang sempat debat sama Mama atas permintaan mereka,Abang pikir kamu bisa cari yang lebih baik dan muda daripada Abang yg udah mau kepala 4 ini " Kata Romeo terkekeh.


" Tapi abang itu tipe aku banget Banggg " Batin Azura gemas.


" Abang gak tau apa yang membuat kamu menerima lamaran Abang,apakah kamu dipaksa juga atau emang beneran suka hehe " Lanjut Romeo terkekeh.


Manik Azura melotot hingga bersemu merah dipipinya.


" Abang ihh " Kata Azura malu.


Romeo mencubit gemas pipi gadis itu dengan lembut seraya tersenyum kecil.


" Dah ah,mau magrib nih yuk pulang " Ajak Romeo merapikan dompetnya..


" Berhenti dulu ya di mushola " Kata Azura mengambil tasnya.


" Iya sayang " Jawab Romeo menggoda.


Blushhhh.....


Wajah Azura kembali memerah,sungguh hatinya seperti dibolak balik oleh tingkah lelaki itu.


Jika dilihat sekilas,keduanya seperti adik dan Kakak tapi Azura tak pernah berpendapat demikian lantaran pria itu sudah menjadi targetnya saat masih sekolah.


Mereka menaiki mobil,keduanya saling diam dengan tatapan kedepan.


Tak lama suara Azan berkumandang,Romeo mencari masjid dan solat disana.


Selesai beribadah,Azura diajak Romeo ke suatu tempat.


" Ini rumah siapa Bang ?" tanya Azura menoleh.


" Ayo turun dulu " Jawab Romeo membuka pintu.


Keduanya turun dari mobil,Azura menyelisik rumah itu denga tatapan bingung.


" Ayo kemari " Ajak Romeo menarik tangan Azura.


Gadis itu menurut dan masuk kedalam.


Terlihat ruang tamu belum terisi apapun,Romeo membuka sebuah pintu.


" Ini kamar kita nanti " Ucap Romeo mempersembahkan.


" Hah !" Pekik Azura kaget.


" Ranjangnya gak usah gede2 ya,aku gak suka " Kata Romeo tenang.


Glekkkk....


Azura melihat ranjang itu dengan menelan ludah kasar.


" Ini mah pasti dempetan tidurnya " Batin Azura ngeri.


Romeo duduk diranjang menatap Azura dari ujung kaki hingga kepala.


Pria itu sama dengan pria normal lainnya yang juga memandang fisik seorang gadis.


Azura yang ditatap pun seketika menunduk malu,ia tak sanggup menahan godaan dari pria dewasa tersebut.

__ADS_1


" Ingat Zura belum sah " Batin Azura menyadarkan.


" Sini rasain dulu ranjangnya enak apa gak " Ajak Romeo menarik tangan Azura lembut.


" Hm gak usah Bang,pasti enak kok " Tolak Azura ngeri2 sddap.


" Ya kan nanti kamu yg bakal nidurin,ini baru aku beli 2 hari yg lalu,nanti disana ada lemari kita dan bakal aku bikin toilet dalam juga " kata Romeo menjelaskan.


" Ini abang beli bekas ?'" Tanya Azura.


" Ya,mumpung orang jual murah " Jawab Romeo jujur.


" Semoga aja Papa gak jantungan nanti lihat rumah aku kayak gini " Batin Azura.


" Zura " panggil Romeo tiba2 berada dibelakang gadis itu.


Azura menoleh dan deg...


Gadis itu melotot kaget dirinya menabrak dada bidang Romeo.


Dengan lembut pria dewasa itu menarik pinggang Azura memepeti dirinya.


Jantung Azura kembali berdetak,seumur2 baru kali ini ia sangat dekat dengan pria asing.


" Kamu mau kan tinggal disini,abang bakal rombak sedikit biar kamu nyaman " Kata Romeo mengusap pipi Azura.


Azura kembali menelan ludah kasar,sentuhan lelaki itu benar2 membuat jiwa jomblonya tak karuan.


" Iya Bang " Jawab Azura menggigit bibir bawahnya.


Tangan Romeo turun dan mengusap bibir ranum gadis itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Astagfirullah Zura sadar " Batin Azura terkejut.


Romeo mengulum senyum,terlihat sekali gadis itu canggung dan malu dengan sentuhan kecilnya.


" kamu menggemaskan " Bisik Romeo lembut.


" Bang " Panggil Azura meremas baju kemeja Romeo.


" Iya sayang " Jawab Romeo sensual.


" Ya Tuhan tolong,ujian seperti apa ini kenapa suaranya Bang Romeo serak basah gini sih,kaki aku gak sanggup napak lagi " Batin Azura gemetar.


" Ada apa ?" tanya Romeo mendongakkan wajah Azura menghadapnya.


Blushhhh....


Kaki Azura melemah,gadis itu hampir terjatuh jika Romeo tak menahannya.


" Kamu kenapa ?" tanya Romeo kaget.


" Wc dimana Bang,aku mules " Jawab Azura panas dingin.


" Whatt ??" pekik Romeo terbelalak.


" Kamu sakit perut ?" tanya Romeo tak percaya.


Azura mengangguk cepat.


" Astagaaaa gimana mau mulai kalo.....akhhh sudahlah " Gumam Romeo ambyar.


" Pleaseee " Rengek Azura tak tahan lagi.


" Disana " Kata Romeo menunjuk luar kamar


Dengan langkah cepat Azura melesat kabur sebelum dirinya menyerahkan diri.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2