
Disebuah rumah seorang wanita diam memperhatikan anaknya dijaga oleh Sania.
Rumah Romi sangat sepi hanya ada mereka bertiga dalam rumah karna Byanca sedang bersekolah.
" Te,Sutar pipis " Ucap Sania menegur Histi yang sedang melamun.
" Hah pipis ?" Tanya Histi tersentak.
" Iya " Jawab Sania mengangguk.
" Ya udah,tolong ambilin celana Sutar dikamar ya " Kata Histi mendekati anaknya.
" Gak berani Te " Jawab Sania menunduk.
" Kenapa ?" Tanya Histi mengernyit.
" Ini kan bukan rumah Tante,aku gak boleh sembarangan " Jawab Sania polos.
Histi tersenyum kecil,gadis itu begitu tau sopan santun dalam bertamu.
" Gak papa,itu kamar Om dan Tante " Balas Histi ramah.
" Nanti dimarahin Te,lihat tuh ada kameranya " Kata Sania menunjuk cctv diatas kepala.
" Iya gak papa,itu cuma buat ngawas aja " Kata Histi terkekeh.
Sania mengangguk paham,gadis itu pun berlari mendekati kamar yang pernah ia masuki bersama Histi kemarin.
" Duh kok aku jadi deg2an gini ya ?" Gumam Histi meraba dadanya.
Perasaan wanita itu tak enak,ia mengkhawatirkan Serkan,Alexi dan Romi yang pergi kerumah sahabat neneknya dengan keadaan marah tadi.
" Semoga aja gak terjadi perkelahian " Gumam Histi menghela nafas.
Sania kembali lagi dengan 2 helai celana bayi.
" Banyak banget " kata Histi kaget.
" Buat serep Te " Kata Sania tersenyum.
" Bilang aja kamu males ngambil nya " Cibir Histi.
" Hehe itu dia " kata Sania malu.
Histi mendengus,Sania tertawa geli melihat wajah lucu ibu satu anak tersebut.
" Te,kita jalan2 yuk " Ajak Sania manja.
" Nanti,Om Dokter lagi sibuk " Kata Histi tersenyum.
" Memangnya ada apa Te ? kok tadi Om Dokter sama Papa dan adeknya marah2 ?" tanya Sania.
" Ini masalah orang dewasa,kamu masih kecil gak boleh kepo " Jawab Histi tenang.
" Ck kan nanya " Kata Sania mengkrucut.
" Nanti kalo dah gede,kamu harus pintar2 cari suami ya,kayak Om dokter misalnya " kata Histi tersenyum.
" Emangnya Om dokter kenapa ?" tanya Sania kepo.
" Ya dia pria yang tegas,bertanggung jawab,baik dan lembut pokoknya paket komplit deh " Jawab Histi.
" Jadi sekarang Tante bangga gitu bisa jadi istri Om ?" Tanya Sania.
" Ya bangga dong,kamu gak tau aja gimana perjuangan Tante dulu " Kata Histi terkekeh.
" Pasti Tante yang kegatelan ya ?" tebak Sania.
__ADS_1
" Gak gatel gak kawin sama dia " Jawab Histi asal.
" hahahahahahaha " Sania langsung tertawa ngakak.
Histi juga ikut tertawa membuat bayi kecil itu tersenyum melihat kebahagiaan ibunya.
" Dah ah,nanti ketahuan Om dokter Tante di marahin ngajarin kamu gak bener " Kata Histi menyudahi acara recehnya.
" Aku bilangin nih " Kata Sania menggoda.
" Coba aja,ngak pulang lagi kamu ke kampung " Ancam Histi.
" Biarin,aku mau cari cowok kaya dan ganteng tinggal dikota " Kata Sania memainkan sebelah matanya.
" Idihhh bau pete gitu siapa yang mau " Cibir Histi.
" Ihhhhh Tanteeeeee " kata Sania kesal menghentak kakinya.
Histi tertawa ngakak,menjahili Sania merupakan jalan ninjanya mencari kesenangan.
Ditempat lain 2 orang wanita terdiam melihat seorang wanita bersama anaknya mendekam dibalik jeruji.
Yuni tak bisa memendam air matanya yang terus meluncur membasahi pipi.
" Yun " Panggil Sindi tersenyum.
" Aku akan mengeluarkan kamu dan Malvin dari sini " Ucap Yuni tegas.
Sindi tersenyum kecil.
Salsa menggigit bibir menahan tangis apalagi melihat Doni yang terlihat bingung mengapa dia dan ibunya dikurung.
" Tolong jaga Winda " ucap Sindi bergetar.
" Aku tidak mau,kau dan suami mu yang harus menjaga anak kalian " Kata Yuni kesal.
" Kau tidak lihat aku ?" Tanya Sindi terkekeh.
" Aku tau ini akan menjadi akhir,seberapa hebat pun kita menutupnya,semua akan terbongkar "
" Kau tidak bersalah "
" Aku bersalah karna tak menjaga Winda dengan baik "
" Tak ada yang tau tentang hidup dan mati " Ucap Yuni.
" Bu,bisakah Doni dikeluarkan dari sini aku tidak sanggup melihatnya " Ucap Salsa pelan.
" dia akan keluar jika Ayah mu sudah datang " Balas Yuni.
Salsa mengangguk paham.
Flashback On.
Malam hari setelah Winda dan Samuel keluar negeri,rumah Zaki didatangi seorang pria yang merupakan anak buah lelaki itu.
Dengan 1 amplop coklat semua fakta kehilangan Samuel terbongkar.
Zaki dan Pony begitu terkejut ternyata selama hilang Samuel hidup bersama orang tua Winda dan yang lebih mengejutkan adalah Samuel mendonorkan ginjalnya kepada gadis itu secara ilegal.
Zaki begitu tak percaya,lelaki itu pun meminta anaknya membongkar alat2 Samuel dan benar disana didapati beberapa bungkus obat.
Tak cukup bukti mereka membawa obat tersebut kerumah sakit untuk di cek.
Kebenaran terungkap lagi ternyata obat itu khusus untuk penyakit ginjal dan Sam harus mengonsumsinya dengan teratur.
Penulusuran terus berlanjut,dihari yang sama Naya melihat Winda pergi kerumah sakit bersama sepasang suami istri,gadis itu begitu penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan info berlanjut Naya mengetahui bahwa Winda melakukan tes kesehatan yang memberitahu gadis itu belum bisa hamil karna masih dalam keadaan lemah.
__ADS_1
Merasa ada kesempatan emas,Naya pun memberitahu orang tua Samuel membuat Lutfia dan Rafael kembali memanas.
Keluarga besar itu merasa tak terima dengan setiap kebohongan yang Winda beserta timnya lakukan, hingga tindakan tanpa hati nurani mereka ambil tanpa pandang bulu.
Malvin dan Sindi yang saat itu sedang bekerja diseret secara paksa oleh kepolisian, mengakibatkan pekerjaan mereka hancur saat itu juga dan sang anak yang baru pulang sekolah menghubungi Yuni melalui hape butut Sindi memberitahu bahwa orang tuanya tak pulang kerumah.
Flashback Off
Didepan kantor,sebuah mobil terparkir rapi.
Seorang gadis langsung berlari masuk dengan wajah sembabnya.
" Lex kejar Winda " Ucap Serkan tegas.
Alexi mengangguk dan berlari kencang mengejar gadis itu.
" Mamaaaa,,Papaaaa " Panggil Winda celingak celinguk sambil menangis.
" Maaf Dek cari siapa ?" Tanya seorang polisi mendekat.
" Mama,Papa aku mana Pak hiks ?" tanya Winda sambil menangis.
" Winda tenanglah " Kata Alexi menahan gadis itu.
" Mama mana Lex huhuhu ?"
" Pak yang baru masuk siang tadi mana ?" tanya Alexi kepada polisi.
Lelaki berseragam itu menuntun mereka masuk lebih dalam hingga seorang pria terlihat diam didalam jeruji.
" Papaaaa " Teriak Winda terbelalak.
Malvin yang sedang melamun tersentak kaget mendengar suara yang ia kenal.
" Papa hiks hiks " Winda menangis terisak mendekati pria yang memberinya kehidupan.
" Windaaa " Ucap Malvin bergetar.
" Lepaskan Papa aku Pak hiks dia gak bersalah " Kata Winda memohon kepada polisi.
Polisi diam melihat gadis itu banjir air mata.
" Pak tolong beri mereka waktu bicara " Pinta Serkan membujuk.
" Hanya 5 menit " Ucap Polisi setuju.
Serkan mengangguk tersenyum,lelaki berseragam itu melepas kunci sel.
" Papaaaaaa " Pekik Winda langsung memeluk Malvin.
" Maafkan Papa Nak " Ucap Malvin tak bisa membendung air matanya.
Winda menangis histeris dipelukan lelaki itu.
Romi beserta kedua anaknya hanya diam melihat hingga tepukan dibahu Romi dapatkan.
" Yank " ucap Romi berbalik badan.
" Keluarkan mereka " Kata Yuni sembab.
" Aku akan berusaha,mana Doni ?" Tanya Romi tenang.
" Dia tidak mau pisah dari Sindi " Jawab Yuni sedih.
" Baiklah,ayo kesana " Ajak Romi merangkul pinggang istrinya.
Yuni mengangguk,mereka pun berjalan kearah lain.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.