Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
144


__ADS_3

Disebuah ranjang seorang pria tergolek diranjang rumah sakit.


Alexi tak sadarkan diri selama 2 hari,orang tua pria itu selalu menemani disetiap waktu.


Ayu pun ikut menemani meski ia tau Yuni tak menyukainya,setiap pulang atau berangkat bekerja Ayu membawa masakannya kerumah sakit untuk memberi Yuni dan Romi makan.


Awalnya Yuni menolak tapi Romi masih punya hati,lelaki itu menerima dengan suka rela kerja keras gadis itu.


Romi pun melihat bukti bahwa Ayu memang tak bersalah meski pria itu terkejut saat tau Ayu tinggal bersama Alexi dalam 1 rumah.


Saat ini Romi dan Yuni sedang makan,Ayu duduk diam disofa memperhatikan pasangan itu.


Sudah 2 hari juga Yuni dan Romi tidur dirumah sakit,Romi meminta kamar khusus untuk istrinya istirahat tapi Yuni menolak,wanita itu ingin tidur bersama anaknya.


Jadilah Romi meminta pihak rumah sakit memasukkan 1 ranjang lagi untuk mereka berdua tidur.


" Kamu udah makan ?" tanya Romi membuka suara.


" Udah Om " Jawab Ayu sopan.


" Masakan kamu enak " Puji Romi tersenyum.


Ayu tersenyum malu,Yuni menoleh kearah gadis itu dan kembali makan.


Ia tak bisa menolak,melihat ketulusan Ayu yang rela pulang kerja hanya untuk memasak untuk mereka membuat wanita itu perlahan melunak apalagi Yuni banyak mendapat nasehat dari Romi.


" Biar Alexi kami yang tunggu kamu pulang saja " kata Yuni tanpa menoleh.


" Iya Tante,em aku kesini sekalian mau bilang maaf dan terima kasih " Ucap Ayu sopan


" Untuk apa ?" Tanya Romi.


" Maaf sudah merepotkan Alexi dan terima kasih Alexi mau menampung aku dirumahnya dan bersikap baik kepada ku,tapi sekarang aku akan pindah Te,Om,aku tidak akan menyulitkan Alexi lagi " Ucap Salsa serius.


Romi dan Yuni saling melihat,keduanya memang menahan marah kepada Alexi yang berani tinggal bersama gadis asing apalagi itu mantan pacar,tapi melihat pengakuan Ayu membuat kedua nya melemah.


" Ya,itu tidak baik untuk kalian " Kata Romi menghela nafas.


" Aku tau aku salah Om,aku akan menebusnya " Ucap Ayu menunduk.


" Tidak usah,mungkin ini sudah nasibnya Alexi jadi kamu tidak perlu melakukan apapun " Balas Romi tersenyum.


" Maafkan kesalahan saya Om Tante " Kata Ayu getir.


" Iya " Jawab Romi lembut.


" Mm kalau begitu aku pamit pulang dulu Om " Kata Ayu bangun.


Gadis itu menyalami keduanya dan bersiap pulang.


" Jika terjadi sesuatu kepada Alexi apakah kau akan tetap bersama anak ku ?" Tanya Yuni membuka suara.


Deg...


Ayu yang ingin melangkah seketika diam mendengar pertanyaan wanita itu.


" Maksud Tante ??" tanya Ayu bingung.


" Apa kau masih menyukai Alexi ?" tanya Yuni.


" Aku memang masih menyukai Alexi Te " Jawab Ayu berbalik badan.


" Jika terjadi kepadanya apa kau tetap menyukai Alexi ?" tanya Yuni lagi.


Glek....


Ayu menelan ludah kasar,dirinya tak tau harus menjawab apa.


" Baiklah,hati2 " Kata Yuni jengah.


" Saya akan melakukan yang terbaik Te " Jawab Ayu sopan.

__ADS_1


Romi mengangguk,Ayu pun melangkah keluar dengan tangan gemeteran.


Berhadapan dengan Yuni sungguh membuat mental Ayu turun naik.


Gadis itu sangat takut dan gugup meski Yuni tak menyentuhnya.


Tapi melihat kediaman wanita itu membuat Ayu merasa terancam persis seperti Alexi ketika marah,diam siap menerjang mangsa.


Yuni kembali makan,Romi menghela nafas melihat keseriusan istrinya.


Jika Yuni sudah seperti itu macam tutul seperti Romi juga sangat takut kepada wanita itu.


" Aku sudah selesai " kata Yuni bangun.


Wanita itu berjalan kearah kamar mandi.


Romi menatap punggung istrinya nanar.


Sore harinya,saat Yuni tidur tiba2 suara lenguhan terdengar.


Yuni membuka matanya dan terkejut melihat Alexi bergerak.


Secepat kilat Yuni langsung turun mendekati putranya.


" Mas " Panggil Yuni kepada Romi yang sedang menghadap laptop disofa.


" Alexi " Panggil Romi melihat anaknya bergerak.


" Alexi,bangun Nak ini Ibu " Ucap Yuni lembut memegang tangan Alexi.


Pria itu mengangkat tangannya dan langsung ditangkap Yuni.


" Ibu " Panggil Alexi serak.


" Iya sayang,ada apa mana yang sakit ?" tanya Yuni.


" Ibu dimana ?" tanya Alexi meraba2.


Deg....


" Ibu kenapa lampunya dimatiin ?" tanya Alexi mulai panik.


" Hah lampu nya gak mati sayang " Jawab Yuni dengan jantung berdebar.


" Gelap Bu,aku gak bisa liat ibu " Ucap Alexi panik.


" Ya Tuhan,Mas bagaimana ini " kata Yuni ikut panik.


Romi memegang tangan anaknya,Alexi ingin bangun tapi Romi menahan.


" Jangan tiduran saja " Ucap Romi nberusaha tenang.


" Mas gimana ini,Alexi gak bisa lihat huhuhu " Ucap Yuni langsung menangis.


" Sayang,Alexi lihat Ayah Nak " Ucap Romi menatap wajah Alexi.


" Ayah dimana,Lexi gak lihat Yah " kata Alexi mencari2 wajah ayahnya.


Deg...


Yuni dan Romi langsung melemas mendengar ungkapan anaknya.


" Alexi huhuhuhu " Yuni memeluk Alexi dengan erat.


" Aku panggilkan dokter dulu " Kata Romi berusaha tenang meski jantungnya sudah ingin keluar.


" Ibu aku kenapa ? kenapa gelap Bu ?" tanya Alexi ketakutan.


" Tenang sayang hiks hiks " Jawab Yuni tak kuasa.


" Ibuu aku kenapa Bu " Kata Alexi berontak menampar wajahnya.

__ADS_1


" Alexi jangan Nak " Kata Yuni menahan tangan putranya.


Tak lama Dokter dan Romi masuk.


Terlihat Yuni sedang menenangkan Alexi yang terus berontak.


" Mas hiks hiks tolong Alexi Mas " kata Yuni tak sanggup.


Dokter langsung menyuntikkan obat penenang untuk Alexi membuat pria itu langsung terbaring lagi dengan air mata menetes dari kedua kelopak matanya.


Yuni memeluk Romi menumpahkan tangis disana.


" Tenanglah,Alexi gak papa " Kata Romi mengusap punggung Yuni.


Lelaki itu memperhatikan Dokter yang mulai memeriksa mata Alexi.


" Gimana anak saya Dok ?" tanya Romi.


Dokter menghela nafas melihat kearah pasangan itu.


" Saya mengira ada jaringan putus dimatanya akibat benturan keras dikepala yang mengakibatkan Alexi kehilangan penglihatan " Ucap Dokter lesu.


" Apa !" Teriak Romi kaget.


" Kami akan melakukan penelitian lebih lanjut,harap tetap tenang ini hanya dugaan sementara " Ucap Dokter tenang.


" Alexi huaaaaaaaa " Yuni langsung menangis keras mendengar pemeriksaan Dokter.


Alexi yang ikut mendengar langsung terlemas menatap langit2 kamar yang terasa gelap.


" Jadi aku buta ?" Tanya Alexi pelan.


" Gak kamu gak buta !" Jawab Yuni tegas.


Alexi memiringkan tubuhnya menghadap tembok.


" Mas " Panggil Yuni menatap suaminya.


Romi terdiam dengan manik berkaca kaca.


" Saya permisi " Ucap Dokter pamit.


Romi mengangguk lemah.


Seketika ruangan terasa sepi,Yuni berusaha agar berhenti menangis,wanita itu berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Romi mendekat dan duduk disamping Alexi.


" Kamu akan baik2 saja " Kata Romi menepuk pelan bahu anaknya.


Alexi memejamkan mata dengan punggung bergetar menahan tangis.


" Jangan ditahan,menangislah jika ini terasa berat untuk kamu terima " Ujar Romi lembut.


" Ayah " Panggil Alexi berbalik badan.


" Iya " Jawab Romi menahan nafas agar tidak menangis.


" Ayah,kenapa aku jadi begini ?" Tanya Alexi menitikkan air mata.


Romi menepuk pelan tubuh anaknya dengan air mata mulai turun.


" Aku ingin melihat kalian lagi Ayah,aku sangat merindukan kalian hiks hiks " Ucap Alexi bergetar.


" Iya Nak " Jawab Romi terus menangis tanpa suara.


Dibelakang lelaki itu,Yuni membekap mulutnya yang kembali ingin menangis.


Yuni teringat perkataan Alexi beberapa hari yang lalu bahwa lelaki itu ingin menganjak mereka liburan menikmati pemandangan karna mendapat bonus bekerja.


Tapi apa yang terjadi sekarang,Alexi tak dapat melihat apapun selain kegelapan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Guyys minta Vote,Like,Comentnya dongggg pleasee,butuh banget dukungan kalian🥴


__ADS_2