Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
501


__ADS_3

Sudah 3 hari Winda berada dikota,Malvin dan Sindi sampai menelfon menanyakan kabar anaknya yang tak kunjung pulang.


" Iya Ma aku dan Mas Restu gak pulang dulu " Ucap Winda berbicara ditelfon.


" Kenapa ?" Tanya Sindi kaget.


" Hm Mas Restu udah dapat kerja dikota " Jawab Winda lesu.


" Yahhh terus kita gimana dong ? Doni pulang sama siapa ?" Tanya Sindi.


" Orang Kakek yang bakal anter Ma,dia sekarang udah siap2 " Jawab Winda lagi.


Doni yang sedang merapikan bajunya hanya diam saja,lelaki itu merasa sedih harus berpisah dengan sang Kakak tapi Doni tak bisa berbuat banyak karna ia juga harus sekolah dan Winda harus patuh kepada suami.


" Ya udah " Kata Sindi paham.


" Maaf ya Ma,nanti bulan depan aku pulang " Balas Winda tak enak.


" Iya " Jawab Sindi mengerti.


Tut.


Panggilan terputus,Winda menaruh hapenya dikasur dengan helaan nafas panjang.


" Maaf ya Don,Kakak gak bisa anter " Ucap Winda kepada sang adik.


" Iya Kak gak papa " Balas Doni mengerti.


" Sini Kakak bantu beresin " Kata Winda menarik tas adiknya.


Doni menurut,keduanya pun bersama2 merapikan semua baju yang akan Doni bawa pulang.


Winda tak merasa kecewa lantaran Doni dan tim berhasil menyabet gelar juara nasional tingkat 1 yang mana nanti akan membuat nama adiknya terkenal.


Setelah semua selesai,mereka berjalan keluar dan mendapati Restu dan Nur sedang bersantai dipinggir kolam ikan.


" Udah selesai ?" tanya Restu mendongak.


" Udah Mas " Jawab Winda tersenyum.


" Maaf ya Doni Kakak gak bisa anter " kata Restu tak enak.


" Gak papa Kak aku juga dah gede " Balas Doni terkekeh.


Restu mengeluarkan sesuatu disaku celananya dan memberikan kepada Doni.


" Buat jajan " Ucap Restu pelan.


" Gak usah Kak,buat beli susu Nur aja " Tolak Doni dengan wajah kaget.


" Ambil aja kemarin Kakak dapat sedikit rejeki " Kata Restu memaksa.


Doni melihat Winda,terlihat sang Kakak mengangguk pelan dengan senyum kecil.


" Makasih Kak " Ucap Doni malu.


" Sama2 " Balas Restu tersenyum.


Doni pun langsung menyimpan uang 50 ribu itu kedalam saku celananya,meski hanya selembar tapi Doni sangat menghargai pemberian sang ipar.


Risa mendekat dan memberitau bahwa orang suruhannya sudah datang.

__ADS_1


Doni pun berpamitan pulang menemui orang tuanya dikampung,Risa juga tak lupa memberikan banyak oleh2 untuk anak menantunya,maklum dirinya tak bisa datang kesana karna sibuk bekerja.


" Nanti datang lagi ya sayang " Ucap Risa memeluk Doni hangat.


" Iya Nek,assalamualaikum " Balas Doni tersenyum..


" Waalaikumsalam " Balas mereka semua hangat.


Mobil minibus hitam itu pun melesat membawa lelaki itu pulang.


Kini tinggal Winda,Risa dan Restu disana.


Ketiganya saling melihat dengan senyum kecil.


" Oh iya Win,hari ini Nenek mau syuting sampe malam,kamu sama Nur gak papa dirumah sendiri ya ?" Tanya Risa.


" Ya Nek " Jawab Winda paham.


" Kamu udah mulai kerja kan hari ini Res ?" tanya Risa kepada cucunya.


" Iya Nek,pulang malam juga " Jawab Restu sopan.


" Sebenarnya Nenek sedih harus berpisah gini,tapi ya apa boleh buat pekerjaan menunggu " kata Risa lesu.


" Iya gak papa " Balas Winda tersenyum.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan mulai menjalankan kesibukan masing2.


" Aku berangkat ya " Ucap Restu setelah rapi dengan setelan kemeja dan celana bahannya.


" Kamu berbeda Mas " Ucap Winda terkekeh.


" Aku lebih suka liat kamu pake seragam biasa " Balas Winda tersenyum.


" Kali ini beda dong,masa iya kerja kantoran pake kaos oblong "Kata Restu terkekeh.


Winda mengangguk setuju,pasangan itu pun berpamitan dengan mesra.


" Doain Papa ya Nak " Ucap Restu memeluk mencium anaknya.


Nur mengangguk dengan senyum kecil.


Lelaki itu pun keluar rumah dan berjalan hingga kedepan gang.


" Semoga niat baik mu berjalan lancar Mas " Doa Winda menatap suaminya nanar.


Wanita itu pun masuk kedalam rumah seraya mengobrol dengan sang anak.


Ditempat lain,seorang pria tergolek lemah dengan selang impus ditangannya.


Kondisi Samuel kembali memburuk,keluarga Samuel mulai was2 dengan keadaan anak mereka yang semakin lemah.


" Mama lihat sekarang !" ucap Tania dibalik kaca lebar.


Lutfia diam tak membalas,wanita itu menatap nanar Samuel yang berada diruang isolasi tanpa adanya gangguan.


" Lihat Kak Samuel Ma,apa ini yang Mama inginkan ? masih kurang apa lagi kesakitan yang harus Kakak terima ?" tanya Tania berkaca kaca.


" Diam lah " ucap Lutfia tenang.


" Diam ! Mama meminta aku tetap diam melihat semua ini !" Bentak Tania emosi.

__ADS_1


Pony dan Tini yang duduk dibangku tunggu terlihat sangat terkejut dengan ucapan Tania barusan.


Lutfia tak membalas,wanita itu masih memperhatikan Samuel dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Ma,Kak Sam itu anak Mama,apa Mama tidak kasihan melihatnya melawan maut seperti sekarang ?" tanya Tania mulai menangis.


" Kau tidak tau apapun " Balas Lutfia.


" Apa yang tidak aku tau Ma ? semua sudah jelas! mama yang membuat semuanya menjadi rumit !" Pekik Tania.


" Ini rumah sakit kecilkan suara mu " Tegur Pony.


Tania menoleh dengan manik tajam melihat sang Nenek.


" Aku sungguh tak habis pikir dengan kalian semua,jelas2 Kak Sam hampir mati karna cintanya,tapi kalian sebagai keluarga terdekat malah membuatnya makin hancur " Hujat Tania emosi.


Lutfia berbalik badan dan berjalan gontai duduk dibangku.


Tania masih terlihat emosi,Tini yang dari tadi diam tak bisa berbuat banyak karna gadis itu masih belum paham.


" Apa dia ada disini ?" tanya Pony pelan.


" Iya Ma,dia kembali " jawab Lutfia lesu.


" Sam sudah bertemu ?" tanya Pony lagi.


Lutfia menggeleng pelan.


" Kita harus menemuinya " ucap Pony tegas.


" Untuk apa ?" tanya Lutfia mengernyit.


Pony tak menjawab,wanita tua itu bangun dan berjalan keluar.


" Maa " Panggil Lutfia kencang.


Pony terus berjalan tak menghiraukan panggilan sang anak.


" Astaga apa lagi yang akan terjadi ?" Gumam Lutfia mengurut pusing kepalanya.


Belum selesai satu masalah,kini timbul masalah baru.


Lutfia sampai tak bisa tidur memikirkan masalah Samuel yang tak pernah selesai dengan masa lalu.


Dikamar rawat,Samuel diam melihat langit2 kamar.


Pria itu merasa sudah berada diambang akhir hidup,seluruh badannya terasa sakit dan ia tak punya semangat hidup lagi sejak tau sang kekasih yang ia nantikan ternyata sudah punya keluarga lagi..


" Kenapa aku jadi begini ? apa kesalahan yang aku perbuat begitu fatal ?" Gumam Samuel nanar.


Wajah Samuel sudah pucat,beberapa hari berada dirumah sakit membuat lelaki itu setres.


" Aku tidak bisa terus begini,aku harus bertemu Winda dan meminta penjelasan,aku tidak mau mati penasaran " Lanjut Samuel.


Lelaki itu mengangkat tangannya dan terdiam melihat darah sedang mengalir diselang.


" Akhhh siall bahkan bangun pun aku kesusahan !" Umpat Samuel kesal..


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2