
Suatu malam,seorang pria terbangun dari tidurnya.
Suasana sudah sangat sepi,tak ada lagi terdengar suara obrolan dari luar.
Restu mencoba bangun dari tidurnya walau harus terjatuh berkali kali.
" Uhhhgg aku harus bisa " Ucap lelaki itu mulai berkeringat.
Restu mencoba lagi dan brugh.....
Dirinya terguling ke bawah menyentuh lantai dingin.
Pria itu berhenti sejenak menghirup oksigen agar tenaganya terkumpul lagi.
Malam ini Restu ingin berlatih,memang dokter menyarankan lelaki itu harus banyak bergerak agar pemulihan cepat terjadi.
" Aku pasti bisa " Ucap Restu menguatkan dirinya.
Dengan tenaga extra,lelaki itu merangkak mendekati meja nakas.
Tanpa tunggu lama lagi Restu mencoba bangun.
" Ayo Res,kamu bisa demi anak dan istri mu " Ucap Restu sekuat tenaga.
Beberapa kali mencoba dan mencengkram meja nakas,akhirnya lelaki itu bisa berdiri meski kakinya gemeteran.
" Aku bisa ! aku bisa " Ucap Restu heboh sendiri.
Restu mencoba lagi berdiri dengan tegak tapi kakinya sudah tak sanggup lagi menopang dan...
Braakkkkkk.....
Lelaki itu terjatuh memantuk meja.
Prankkkk.....
Gelas minum dan obat2 pun ikut berserakan dilantai.
Ceklek..
Pintu tiba2 terbuka,seseorang pun masuk dengan wajah terkejut.
" Tuaannn " Pekik Saras kaget dan langsung berlari.
Restu menoleh dan menghela nafas kesal.
" Aishh,,aku membangunkannya " Gumam Restu menabok lantai.
" Tuan tidak apa ? apa yg terjadi ?" tanya Saras langsung mencoba membantu Restu bangun.
" Saya gak papa " jawab Restu menghela nafas.
" Ayo Tuan,bangun dulu " Ajak Saras memegang bahu Restu.
Keduanya berusaha bangun,Saras begitu bertenaga mengangkat tubuh lemas Restu yg belum bisa diajak kompromi.
Saat Restu hampir berdiri tegak tiba2 kaki lelaki itu kembali melemah,Saras yg kurang tumpuan pun terduduk diranjang...
" aaaaaaaa " Pekik gadis itu melotot saat Restu menimpa dirinya juga.
Brughhh....
Keduanya terbaring diranjang dengan Restu menindih wanita tersebut.
" Ma ma aaf " Ucap Restu kelabakan.
Saras sedikit meringis tertimpa badan lelaki itu.
" Aku tidak bisa bangun,bagaimana ini " Kata Restu bingung.
Saras menghentak nafas berusaha tetap tenang.
Dada wanita itu naik turun bergema didada bidang Restu.
__ADS_1
Deg...
Jantung Restu mulai deg degan,jiwa lelaki nya mulai hidup.
" Maaf Tuan,bisakah berguling kesamping ?" Tanya Saras tenang.
" Hah ya em,aku akan mencoba " Jawab Restu menelan ludah.
Saras mengangguk kecil menunggu aksi lelaki lumpuh didepannya.
Brugh...
Restu pun terjatuh kesamping dengan nafas ngos2an,Saras juga melakukan hal yg sama.
Dadanya terasa sesak ditindih lelaki itu.
Keduanya berbaring sejenak,Saras menoleh begitupun Restu.
Deg...
Keduanya saling bertatapan,sinar malam memasuki celah kamar gelap tersebut membuat suasanya hening mencengkam.
" Kau tidak apa2 ?" Tanya Restu membuka suara.
" Ya saya baik2 saja " Jawab Saras tersenyum.
Restu ikut tersenyum,beberapa minggu ini wanita itu lah yg merawatnya dengan sepenuh hati,bahkan Saras tak malu jika harus membawa Restu kekamar mandi.
" Kenapa Tuan melakukan itu ?" tanya Saras pelan.
" Melakukan apa ?" Tanya Restu mengernyit.
" Hm tadi,aku pikir Tuan tidur sampai aku mendengar suara kencang dari dalam kamar " Jawab Saras.
" Ya,aku tadi berusaha ingin jalan sendiri,tapi rasanya belum bisa hehe " Jawab Restu malu.
" Ya,aku pikir masih butuh waktu lama untuk penyembuhan,apa Tuan terluka,aku akan memanggilkan dokter " Jawab Saras seraya bangun.
" Tunggu !" Ucap Restu menarik tangan Saras hingga membuat wanita itu kembali berbaring.
" Tidak usah,aku baik2 saja " Ucap Restu melepas lagi tangannya.
" Benar ? apa tidak ada yg cidera ?" tanya Saras serius.
Restu mengangguk kecil.
" Kau tidurlah,ini sudah malam " Ucap Restu lembut.
" Saya akan tidur disini,disofa sana " Balas Saras tersenyum.
" Kenapa tidak dikamar mu ?" tanya Restu kaget.
" Jika para penjaga tau aku tidak menjaga Tuan dengan baik,mungkin nasib ku akan selalu sial " Jawab Saras lesu.
" Aku tidak apa2 " Kata Restu heran.
" Ya tapi aku disuruh menjaga Tuan 24 jam " Jawab Saras.
" Baiklah,terserah kau saja,kau bisa tidur diranjang dan aku akan tidur disofa " Kata Restu tersenyum.
" oh tidak bisa,Tuan harus tidur diranjang dan aku yg tidur di sofa " Balas Saras tegas.
" Aku tid...
" Tuan itu lagi sakit " Potong Saras gemas.
" Tidak aku tidak sakit " kata Restu kekeh.
Keduanya pun berdebat sengit siapa yg akan tidur diranjang dan disofa hingga akhirnya,Saras mengambil bekaper dan mengembangkannya di lantai samping ranjang.
" Cukup begini ?" tanya Saras bersedekap dada.
" Kau gadis keras kepala " jawab Restu kesal dengan kekalahannya.
__ADS_1
" Sedikit " Jawab Saras bersemu.
" Baiklah Tuan,ayo kita tidur " Ajak Saras mulai berbaring dikasur ala2.
Restu mengangguk kecil,lelaki itu bergeser ketengah dan mencoba menarik selimut.
" Kau suka gelap ?" tanya Restu pelan.
" Ya " Jawab Saras tenang.
" Baiklah,selamat tidur " Ucap Restu mengakhiri.
Saras mengangguk,keduanya pun mulai menutup mata masing2.
Kebesokan paginya,Restu menerima telefon dari sang anak.
Keduanya menangis haru saat melihat penampilan orang terkasihnya di layar hape.
" Papa sekarang Nur sekolah " Ucap Nur berkaca kaca.
" Wah benarkah ?" tanya Restu menahan tangis.
" Iya Pa,nanti kita kumpul lagi ya,Nur kangen Papa dan Mama sama adik " Jawab Nur terlihat tegar.
" Iya Nak,nanti kita berkumpul lagi ya " Balas Restu tersenyum.
" Res " Panggil Lutfia diseberang.
" Ya Bu " Jawab Restu sopan.
" Anak kamu sudah saya sekolahkan,dia masih dalam penyembuhan,tapi saya yakin tak lama lagi Nur bisa berjalan " Ucap Lutfia tenang.
" Terima kasih Bu,saya berhutang budi sama Ibu dan Bapak " Jawab Restu terharu.
" Iya,kau masih ingat bukan dengan kontrak kita ?" Tanya Lutfia.
" Iya,saya tidak akan melarangnya " Jawab Restu menghela nafas.
" Baiklah " Kata Lutfia seperti menyimpan smirk dalam wajahnya.
Restu mengangguk lesu,panggilan pun terputus sepihak.
" Ya Tuhan,lindungi anak ku dari marabahaya,aku tidak tau akan dijadikan apa anak ku nanti oleh mereka " Gumam Restu merasa bersalah.
Ditempat lain,Nur sangat giat belajar.
Bocah itu ceria sekali seperti hari2 sebelumnya walau terkadang menangis sendiri jika ingat orang tuanya.
" Sudah kau buat surat2 nya ?" tanya Lutfia kepada seseorang diseberang.
" Sudah nyonya,semua hanya menunggu waktu "
" Baiklah " Balas Lutfia paham.
Wanita itu menaruh hapenya didalam tas dan mendekati Nur yg kembali menulis.
Ditempat lain,seorang wanita terdiam melihat sebuah rumah yg ia cari2 berapa hari ini.
bukan suatu hal yg sulit bagi Leni mencari info tentang mantan istri suaminya.
Dengan membayar mahal,wanita itu kini menemukan apa yg ia cari.
" Jadi Samuel sering kesini ?" Gumam Leni pelan.
" Iya Bu,tetangga nya bilang Pak Sam sering datang kesini siang atau malam bahkan pagi2 " Jawab orang suruhan Leni.
" Baiklah,kau bisa pergi " Kata Leni tersenyum smirk.
Lelaki itu mengangguk dan keluar dari mobil mahal Leni.
" Aku akan mencari tau seberapa penting wanita ini dihidup suami ku ?" Gumam Leni tajam.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.