
Disebuah rumah seorang pria terlihat sedang asik makan gorengan yang dibuat oleh Bibinya,Aktam tak langsung pulang kerumah melainkan berbelok arah kerumah Clara dan Rendi.
Kedatangan pria tersebut datang bukan tanpa sebab melainkan Aktam akan membuka cicit perusahaan yang nanti dikembangkan keluar negeri dengan menjual berbagai produk lokal.
Anak kedua Reno tersebut mulai menuruni sifat Papanya yang selalu ingin menunjukkan bakat.
Sang istri juga sudah bergelut dibidang fashion bagian perempuan bersama ipar dan sahabat mereka,Aktam tak ingin kalah saing ia bersama Rendi juga akan go internasional seperti para wanita tersebut.
" Kak mau lagi " Pekik Aktam kepada Zaiva yang sedang didapur.
" Yang ini aja belum habis Om " Ucap Seorang gadis cantik dengan rambut pendeknya.
" Bentar lagi habis " jawab Aktam sambil mengunyah.
" Emang siapa yang datang ?" tanya gadis itu bingung.
" Adik kamu " Jawab Aktam tersenyum.
" Azura ?" Tanya gadis yang sering dipanggil Mika tersebut.
" Iya "
" Waahhhh asikkkk " Pekik gadis tersebut heboh.
" Dek,laptop Kakak mana ?" Tanya Seorang pria turun dari tangga.
" Oh dikamar aku Kak,maaf belum balikin aku lupa " Jawab Mika menunduk.
" Iya gak papa " Jawab pria tampan tersebut tersenyum.
Aktam ikut tersenyum melihat Mika begitu sopan kepada Kakak dan orang tuanya.
Didikan Clara dan Rendi dalam mendidik anak patut diancungi jempol,meski pun masa lalu Clara tidaklah enak untuk diingat.
" Kamu udah selesai ?" tanya Romeo duduk bersama Aktam di sofa.
" Belum sih Kak "Jawab Mika mengkrucut.
" Kakak pake dulu ya,kerjaan Kakak numpuk " Balas Romeo tersenyum.
" Kamu masih di kantor kejaksaan ?" Tanya Aktam.
" Iya Om,banyak kasus masuk pusing kepala aku " Jawab Romeo.
" Ya jadi hakim orang cere emang gitu,nengahin dua kepala pusingnya bukan main " balas Aktam terkekeh.
" iya,tiap hari ada aja yang masuk,belum lagi bahas harta gono gini,harta anak dan sebagainya " Kata Romeo menggeleng pelan.
" Gak papa,nikmatin aja toh dari situ kamu bisa belajar gimana pimpin rumah tangga nanti " Ucap Aktam menasehati.
" Hehe iya Om " Jawab Romeo malu.
" Azura jadi kesini Tam ?" tanya Clara datang dengan gorengan menumpuk dipiring.
" Jadi Kak,bentar lagi juga datang " jawab Aktam tersenyum.
" Sendiri ?" tanya Romeo.
" Gak tau deh,kalo gak diantar supir paling naik taxi " jawab Aktam.
Romeo mengangguk,mereka pun kembali mengobrol hangat.
Kini Romeo sudah sangat dewasa,pria hampir menginjak 35 tahun itu masih terlihat sangat tampan dan segar,apalagi style Romeo bak seorang pria muda 20an tahun,maklum sang Papa berkelut di bidang fashion pria yang terkenal dikota.
Sebenarnya Clara sedikit takut anaknya tak laku karna selama ini,Romeo jarang membawa seorang gadis kerumah.
Ia takut anaknya bujang tua mengingat umur yang tak lagi muda,Clara sudah berapa kali meminta Romeo untuk menikah apalagi keponakan pria itu juga sudah menikah lebih dulu dan akan melahirkan.
__ADS_1
Tapi Romeo bilang belum mau buru2 dan ingin menikmati karier yang sudah ia rintis dari awal.
Saat asik mengobrol tiba2 seorang gadis masuk kerumah mengucap salam.
Semua orang menoleh kearah pintu dan tersenyum melihat gadis dengan kerudung hitam berdiri disana dengan wajah canggung.
" Masuk Zura " Ucap Clara ramah.
" Iya Bi " Jawab Azura sopan.
" Zura sini " Panggil Mika tersenyum cerah.
Azura mengangguk dan duduk disamping Papanya.
" Kamu sama siapa ?" tanya Aktam tersenyum.
" Naik Taxi Pa,Paman lagi gak enak badan " Jawab Azura menyebut supirnya.
" Oh ya udah " Kata Aktam mengerti.
Azura melirik pria didepannya yang asik bermain ponsel.
" Aku keatas dulu ya mau lanjutin kerjaan " Ucap Romeo berdiri menjulang.
Azura mendongak menatap pria itu dengan tangan bergetar.
" Ya ampun please hati jangan ketahuan dong " Batin Azura panik.
" Iya " jawab Aktam dan Clara tersenyum
" Ayo Dek " Ajak Romeo kepada Mika.
Gadis cantik itu mengangguk,keduanya pun berjalan beriringan,Romeo terlihat begitu menyayangi adiknya yang seumuran dengan Histi.
Terlihat keduanya seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
" Hah em ya Bi " Jawab Azura tersentak.
" kamu kenapa melamun ?" tanya Clara mengernyit.
" Hah gak papa Bi hehe " Jawab Azura cengengesan.
" Kamu sudah makan ?" tanya Aktam.
" Udah Pa sore tadi " Jawab Azura tersenyum.
" Wah kebetulan,ayo makan sama Bibi " Ajak Clara semangat.
" Hah gak usah Bi " Tolak Azura sopan.
" Gak papa jangan malu,anggap rumah sendiri " Ucap Clara ramah.
Azura melirik Aktam,lelaki itu tersenyum mentoel dagu anak gadisnya.
" Dah pegi aja mumpung gratis " Bisik Aktam.
" Papa ih malu " Kata Azura menampar paha Aktam.
Aktam tertawa geli,Clara juga tersenyum hangat melihat kedekatan keduanya.
Ntah mengapa saat melihat Azura dan Arshad mengingatkan Clara dengan keponakan nya Alm.Andrew dulu.
" Jika saat ini posisi Andrew seperti Aktam pasti gadis ini akan sangat bahagia " Batin Clara lirih.
Masih terasa hangat dikepalanya bagaimana sikap Andrew dulu dan yang paling menuruni sifat lelaki itu adalah anak gadisnya sekarang.
" Ayo " Ajak Clara lembut.
__ADS_1
Azura mengangguk lemah dan ikut bangun mengikuti langkah wanita itu.
Aktam mulai mengambil laptopnya dan mendekati Rendi yang masih sibuk mengecek barang.
Kedua lelaki itu bekerja dengan serius,didapur Azura makan dengan canggung.
Ia merasa tak enak hati kepada Clara apalgi Azura mengakui dirinya jatuh hati kepada anak lelaki keluarga itu..
" Duh tenang dong Zura " Batin Azura meremas kedua tangannya dibawah meja..
Mereka terus makan dalam hening.
" Bi " Panggil Azura memberanikan diri.
" Iya " Jawab Clara mendongak.
" Kenapa sayang ?" tanya Clara.
" Hm gak papa " Jawab Azura tersenyum.
Clara ikut tersenyum mengusap kepala gadis itu lembut.
Selesai makan,Clara berpamitan masuk kedalam kamar,Azura mengangguk setuju dan membersihkan piring makannya sendiri.
" Habis ini aku langsung pulang aja kali ya " Gumam Azura pelan.
" Ma mau makan " Ucap seseorang dari arah belakang.
Azura berbalik badan dan melotot melihat pria yang ia sukai memasuki dapur sambil mengambil gelas.
" Ma " Panggil Romeo masih belum ngeh.
Pria itu berbalik badan sambil minum.
Byuurrrr...
Romeo langsung menyemburkan air dalam mulutnya.
Azura menutup wajahnya dengan cepat.
" Maaf2 " kata Romeo mengusap air dibibirnya.
Glekkk...
Azura menelan ludah kasar,ia masih syok melihat Romeo yang begitu terkejut.
" Iya " Jawab Azura pelan.
" Mama mana ? aku kira tadi kamu Mama " Ucap Romeo menggaruk kepala.
" Bibi udah kekamar " Jawab Azura menunduk.
Romeo mengangguk dan mengambil serbet di meja.
" Biar aku aja Bang " Ucap Azura mendekat.
" Gak usah,abang bisa " Tolak Romeo.
Lelaki itu langsung menunduk dan mengelap air semburannya.
Azura terdiam melihat lelaki itu mengelap lantai tepat didepan kakinya.
Setelah merasa bersih,Romeo mendongak dan deg...
Manik keduanya saling melihat,Romeo terdiam begitupun Azura yang makin mematung ditatap pria idolanya tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.